Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Pertarungan Sengit Si Rian


__ADS_3

Beberapa menit sebelumnya..


...


Rian berdiri di panggung dengan begitu santai melihat musuhnya mengalami perubahan yang disebut dengan [Beast].


[Beast] merupakan kekuatan yang dimiliki oleh Ras hewan yang dimana kondisi tubuh mereka mengalami perubahan konstan akan tubuh dan kekuatan mereka.


Namun kondisi ini tidak dapat dipertahankan untuk waktu yang lama..


Rian mengambil kuda-kuda bertarung dengan mengangkat tangannya dan menarik napasnya dengan begitu teratur.


Perlahan kekuatan yang disebut dengan Aura yang merupakan skill umum yang dimiliki oleh seorang ksatria muncul.


Aura yang dimiliki Rian adalah berwarna kuning menyelubungi dirinya.


Semua orang yang memandangi arena menahan napas mereka untuk menyiapkan diri mereka untuk melihat seperti apa pertarungan yang akan terjadi.


"Si kampret ini tiba-tiba jadi keren"


Iwan mendengus dengan kesal ketika melihat kawannya yang begitu mendominasi di sana.. itu membuatnya sedikit kesal ketika melihat wajah sombongnya yang sangat tidak cocok dengan gayanya..


"Aku akan mengakhiri ini dengan cepat.. karena aku sudah bosan"


Dia mengatakannya..


Salah satu kata-kata keren yang ingin dia ucapkannya akhirnya tersampaikan. Wajah Rian bahkan menunjuk kepuasannya akan hal itu.


Memprovokasi lawannya yang merupakan Ras serigala yang telah berubah itu menjadikan dirinya semakin marah.


Gigi tajamnya menggertak dengan keras.


Menerjang tajam kearahnya dengan kecepatan yang dimiliki oleh ras serigala hingga meninggalkan bekas kaki di lantai panggung.


Rian dengan tersenyum ketika sebuah sihir aktif tepat ketika dia berada di depannya..


Sihir tanah yang digunakan untuk menghilangkan pijakannya berhasil dilakukan Rian.


Rian telah mempelajari sihir secara diam-diam hingga Iwan dan Rei tidak mengetahuinya.


Rian juga bisa menggunakan sihir tanpa mantra walaupun dia perlu imajinasi kuat untuk melakukan hal tersebut hingga berhasil.


Serigala yang kehilangan pijakannya ketika dia dalam kecepatan penuh itu masih dapat mengendalikan dirinya agar tidak terjatuh dan melompat dengan kekuatan penuhnya.


Rian dengan sigap menghindari dengan kecepatan yang begitu cepat hingga dia muncul tepat di belakang serigala tersebut.


Rian dengan santai memberikan tendangan ke punggung belakangnya hingga hampir saja membuat serigala tersebut keluar dari arena akibat kecepatannya sendiri.


Rian memberikan senyuman percaya diri untuk kemenangannya.


Sesaat dia ingin mengakhiri pertarungan ini tiba-tiba sebuah pisau meluncur tepat menuju wajahnya.


Untungnya dia dapat menghindari hal tersebut dengan refleknya yang bagus.


"Siapa yang berani menganggu kesenanganku"


Rian mengucap kata-kata keren lainnya yang telah dia simpan untuk waktu lama.


Rian menghadap kearah dimana pisau itu dilemparkan dan terdapat seorang gadis cantik yang melihat kearahnya.


Rian mengerutkan keningnya..


Dia sangat yakin arah pisau datang dari arah gadis tersebut.


Dia ingin marah namun karena wajah gadis itu cantik dia melupakan alasan dia marah.


Gadis cantik itu memiliki mata berwarna merah darah yang menatap lurus kearahnya.

__ADS_1


(Hoho.. apakah dia terpesona dengan wajah tampanku ?)


Rian tidak meragukan kata hatinya itu karena dia memang sangat yakin dia telah membuat gadis cantik ini terpesona..


Sungguh kepercayaan diri yang begitu tinggi..


Namun yang sebenarnya terjadi..


(Kenapa dia tidak terkena skill pesona milikku ?)


Gadis itu adalah seorang Vampire..


...


Suara serigala yang sedang marah terdengar menyadarkan dirinya.


Rian hampir melupakan bahwa dia masih dalam pertarungan.


Serigala itu datang kembali kearahnya dengan cepat.


Rian menarik napasnya dengan dalam ketika dia melakukan itu. Dia langsung menggerakkan tubuhnya dengan cepat seirama dengan sihir angin yang dia buat.


Membuat sihir angin untuk menambahkan kecepatannya hingga dia muncul kembali ke belakangnya.


Namun Serigala itu telah mengantisipasi kemunculan Rian.


Cakar panjangnya yang telah dia ayunkan kearah Rian dengan cepat namun angin masih menyelimuti dirinya dengan kuat hingga dia tidak dapat melebihi batas 10 cm dari tubuhnya.


Aura kuning kekuatan dari ksatria Rian membuatnya semakin cepat untuk melancarkan serangan ke depan.


Serigala itu tidak dapat menghindari pukulan Rian ke wajahnya dan membuat diri terpental hanya dengan satu pukulan.


Dia telah berubah menjadi dirinya kembali dan langsung pingsan.


"Sepertinya aku menang ?"


Itu terjadi begitu cepat hingga mereka tidak dapat beraksi dengan benar.


Wasit yang berdiri bahkan kebingungan sesaat namun dia kembali akan kesadarannya.


"Ras Monyet tanpa bulu memenangkan pertarungan!"


Suara sorak dan tepuk tangan seketika terjadi dengan begitu meriah.


Rian menghadap kearah semua orang dengan wajah yang begitu sombong membuat sebagian orang kesal bahkan Iwan yaitu temannya sendiri tanpa sadar kesal melihat hal itu.


Lalu mata Rian jatuh kepada Lily yang berdiri menatap kosong kearah Rian.


Dia berjalan menuju Lily dengan tersenyum kemenangan.


"Lihat aku menang!"


Lily memandangnya dengan wajah memerah sekarang ini.


Dia ingin mengatakan sesuatu namun dia bingung apa yang harus dia katakan.


(Apakah aku akan menjadi pasangannya mulai sekarang ?)


Itulah yang ada dipikiran Lily saat ini..


Iwan kemudian datang mendekati Rian dengan kesal.


"Tch.. untung saja lawanmu tidak dapat beraksi karena terkejut" Ucap Iwan dengan kesal.


"Menang adalah menang" Balas Rian dengan tersenyum.


Rian menatap kearah tangannya yang dimana dia memegangi sebuah kantong besar.

__ADS_1


"Itu apa ?" Tanya Rian dengan heran.


"Ini uang dari yang aku taruhkan.. aku berharap kau kalah agar dapat menyalahkanmu kehilangan uangku.. tapi malah sebaliknya" Balas Iwan dengan sedih.


"Kau harusnya senang oi!"


"Tapi sejak kapan kau bisa sihir"


"Haha.. aku selalu mempelajari secara diam-diam selama perjalanan dan entah bagaimana aku bisa"


"Kau siapa ? mana Rian yang aku kenal"


"Dasar tidak sopan.. walaupun tampangku begini aku sebenarnya suka belajar"


Iwan malah memandangnya dengan wajah yang semakin tidak percaya.


Karena itu datang dari mulutnya Rian..


Namun Iwan tahu pola pikir orang ini.


"Pasti kau berpikir bisa sihir adalah keren"


"Bagaimana kau tahu ?" Rian terkejut dengan pernyataan Iwan.


Iwan hanya tersenyum kecut bahwa pernyataan dia benar.


Sungguh persahabatan yang begitu erat antara keduanya.


Namun sesuatu yang lain terjadi ketika Rian dan Iwan saling berbicara.


Yaitu beberapa orang datang dan mengelilingi mereka.


"Apa kalian akan mengangkatku ke udara untuk merayakan kemenanganku.. tapi aku harus menolak itu" Ucap Rian dengan percaya diri.


Dia ingat scene dimana tokoh utama memenangkan pertarungan di anime akan diambungkan ke langit.


Namun itu hanya apa yang ada dipikirannya.


"Kami menginginkan diri kalian untuk ikut bersama kami"


Rian yang mendengar itu langsung maju seolah seperti seorang pemimpin..


Keren dan mendominasi..


"Bagaimana jika kami menolak ?"


(Sial.. banyak sekali kata-kata keren aku ucapkan hari ini)


Rian tidak memiliki rasa khawatirnya sama sekali..


Namun ketika dia berkata begitu mereka semua mengeluarkan senjata mereka dan beberapa dari mereka bahkan berubah dengan kekuatan [Beast] mereka.


"Apakah aku boleh menarik perkataanku tadi ?"


Bersambung...


Hah~


Dua orang idiot ini...


Dahlah~


Biarkan mereka menikmati pertarungan hidup dan mati lagi :v


Sejak mereka berdua kembali kuharap kaian terhibur.. ;)


Jangan lupa likenya ya ;)

__ADS_1


__ADS_2