
Seorang pemuda terlihat begitu sibuk di toko herbal yang dimana banyak sekali orang yang datang.
Dia berdiri di sebuah meja yang dimana itu dilengkapi oleh tanaman herbal yang berserakan di sana.
Seorang gadis datang kearahnya dan bertanya."Tuan bagaimana caranya membuat ini." Ucapnya dengan lembut.
"Ah ini seperti ini." Balasnya sambil mengambil alat untuk melumatkan tanaman herbal dalam cobekan.
"Oh saya mengerti"
Pemuda tersebut begitu senang akan keberadaannya saat ini.
Yah.. pemuda..
Awalan cerita seperti ini kalian sudah pasti tahu siapa itu..
Itu adalah Rian..
Rian dengan bahagia mengajari mereka yang memang berniat untuk belajar cara membuat jamu dan minuman herbal.
"Bro.. ini seperti apa" Ucap seorang laki laki yang datang di sampingnya.
"Bukankah sudah aku bilang caranya seperti ini dan juga campurkan ini." Balasnya dengan menunjukkan bahan yang ada di meja dengan kesal.
"Ah.. tuan.. ini seperti apa" Ucap seorang gadis dengan lemah lembut.
"Aduh kamu ini dasar pelupa.. caranya mudah aja.. tinggal campurkan ini dan terus ini" Balasnya dengan lembut.
"Oh seperti itu, maaf tuan aku agak pelupaan"
"Ya tidak apa apa.. setidaknya kau masih berusaha untuk bisa" Balas Rian dengan tersenyum.
Laki - laki yang ada disampingnya menatap Rian dengan wajah datar..
Sungguh perbedaan perlakuan yang hebat.
...
"Hari ini sepertinya masih penuh dengan pelanggan" Ucap Rian kepada Nita yang sedang membaca buku.
"Kau benar" Ucap Nita dengan malu.
Nita masih berpakaian begitu tertutup dengan kepalanya yang ditutupi oleh topi ala penyihir yang begitu besar hingga menutupi wajahnya.
Nita masih sosok yang pemalu ketika dihadapkan dengan banyak orang.
Walaupun dia masih bisa melayani pelanggan akan tetapi dia sering kali mengigit lidahnya tanpa sengaja karena kegugupannya.
Banyak Pria suka dengan gadis yang begitu kikuk jadi beberapa pria datang juga memiliki alasan untuk melihat itu.
"Apakah kau baik - baik saja ?" Ucap Rian yang sedang memperhatikan tingkah Nita.
Nita langsung memerah ketika wajah Rian begitu dengan dia.
"Iya aku baik - baik saja" Balasnya dengan malu.
Sebenarnya dia tidak begitu baik - baik saja mengingat waktu dia bersama dengan Rian semakin banyak berkurang karena pelanggan yang datang.
Bahkan dia sering kali melihat Rian tersenyum bahagia melayani pelanggan wanita.
Walaupun itu adalah hal wajar bagi pria senang dengan wanita.
Yah.. itu wajar..
Namun Nita tidak mengerti kenapa dia merasa kesal ketika melihat itu.
...
"Kenapa di sini terlihat ramai" Tanya Yuina dengan penasaran.
Iwan melihat kearah toko dimana tempat tersebut sangat ramai dengan orang.
Iwan tersenyum kepada mereka.
"Mungkin lebih baik jika kita ke sana untuk melihat sendiri kenapa ramai" Balas Iwan dengan bahagia.
Iwan berjalan memimpin mereka ke sana dengan penuh rasa senang.
__ADS_1
Iwan masuk ke dalam dan melihat Rian sedang berbicara dengan seorang gadis.
Tentunya dengan senyum bahagia miliknya.
Iwan berjalan mendekatinya dan menyapanya. "Hei Rian, Apakah sedang sibuk ?"
Rian melirik kearah Iwan dengan enggan.
"Apa kau mau minum ?"
"Tidak"
"Kalau gitu jangan ganggu aku.. kau lihat pelanggan ada banyak di sini" Ucapnya sambil melirik kearah wanita..
Tapi tidak dengan pelanggan laki - laki -_
"Oh ya.. siapa gadis yang ada di sampingnya.. dia terlihat cantik" Ucap Lisa dengan senang kepada Kina.
Kina hanya menatapnya dengan cemberut.
Lisa tersenyum licik karena bisa membalas apa yang dia lakukan kepadanya sebelumnya.
"Mari tuan putri kita ke istana kerajaan.. menghabiskan waktu di sini tidak terlalu bermanfaat" Ucap Kina dengan kesal.
"Jangan begitu.. lihat mereka juga menyajikan minuman di sini" Balas Yuina dengan penuh rasa ingin tahu.
Rian kembali lagi sibuk dengan gadis di sampingnya dan tidak menyadari akan kedatangan mereka bertiga.
Iwan yang melihat itu hanya bisa tersenyum pasrah.
"Apakah ada minuman yang direkomendasikan di sini" Ucap Yuina dengan lembut kearah Rian.
Rian mendengar suara gadis yang begitu lembut langsung berbalik dengan cepat.
"Di sini ad--"
Ah..
Rian melihat siapa yang berbicara langsung terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Ah maaf.. aku terkejut dengan wajah cantikmu.. dan wajahmu mirip seperti tuan putri yang aku kenal" Ucap Rian dengan senang sembari memuji dirinya.
"Terima kasih atas pujianmu"
Iwan yang ada di sana langsung terperangah kaget dengan mulut terbuka lebar.
Dia tidak percaya bahwa Rian tidak mengenali orang yang ada di depannya.
Walaupun dia memang tuan putri itu sendiri tapi dia pasti mengenali orang yang ada di belakangnya.
Rian juga melihat di belakang gadis itu dan juga terperangah kaget.
"Oh.. kalian.. ini sungguh kebetulan lagi jika kalian begitu mirip dengan pelayan tuan putri yang aku kenal juga" Ucap Rian dengan ramah sembari masih bingung dengan hal ini.
-_-
Iwan tidak bisa berkata apa-apa..
Lisa hanya bisa menahan tawanya dengan sangat keras hingga dia harus menutupinya dengan tangannya..
Kina yang ada disampingnya hanya bisa menyiapkan tinju miliknya yang ingin dia sodorkan kearah Rian..
Yuina hanya tersenyum di depannya..
Rian lalu melihat kearah mereka lagi dengan jelas dan juga kearah Kina yang dimana dia memakai Klip rambut berbentuk bunga yang berasal dari pemberiannya.
Dan dia menyadari hal itu..
Rian kembali menatap wajah Iwan yang menatapnya dengan datar.
"Ah.. apakah kalian memang tuan putri.." Balas Rian dengan kaget.
Mendengar hal itu orang yang ada di sana langsung terkejut mendengar kata - kata itu.
Mereka tanpa sadar mengangguk dengan jelas.
"Aku tidak pernah melihat rambut berwarna putih selain tuan putri"
__ADS_1
"Kecantikannya juga tidak ada yang dapat menyainginya"
Semua orang saling bergosip di sana seketika itu.
...
Nita yang sedari tadi duduk untuk membaca langsung terusik dengan keributan yang ada.
Dia melihat kearah yang mereka bicarakan dimana itu adalah seorang gadis berambut putih dengan warna mata berwarna biru dan kecantikannya yang begitu menawan.
Dia melihat kearah Rian yang sepertinya mengenal mereka.
"Maaf aku tidak menyadari itu kalian.. tunggu.. ini bukan klienstar kan ? kenapa kalian ada di sini" Kata Rian dengan bingung.
"Ah sebenarnya Ki-"
Lisa yang ingin berbicara tiba - tiba memegang perutnya yang sakit karena Kina yang langsung menyiku perutnya.
"Dasar kau tidak mengenali kami sungguh.. keterlaluan.." Ucap Kina dengan kesal.
"Maafkan aku" Balas Rian dengan menyesal.
"Hmmph.. itu karena dia terlalu lama melihat banyaknya gadis di sini sampai membuatnya lupa" Balas Iwan dengan tidak senang.
"Tunggu Iwan.. jangan menabur garam pada api"
"Itu pribahasa bukannya salah ya.."
"Jangan menabur bensin pada luka ?"
-_
Nita berjalan ke samping Rian dengan bingung.
Kina yang melihat itu merasa permusuhan yang aneh terhadapnya.
"Rian siapa mereka ?" Tanya Nita dengan pelan seolah berbisik kepada Rian.
"Dia Yuina, Kina dan Lisa.. teman yang telah membantu kami selama ini.." Ucap Rian sambil menunjukkan kearah mereka.
"S-saya Nita salam kenal" Ucapnya yang masih dengan nada pemalunya.
"Salam kenal Nita" Ucap Kina langsung terhadap dirinya..
Mereka saling menatap untuk waktu yang lama..
"Apakah kita memasuki medan perang ?" Ucap Iwan dengan pelan.
"Aku tidak tahu kampret.." Balas Rian lagi.. tentunya dengan pelan juga.
"Apa yang kau lakukan disituasi seperti ini ?"
"Kau bertanya denganku tapi dengan siapa aku bertanya"
...
Menyadari situasi ini Yuina langsung menyuarakan keinginan miliknya.
"Aku sedikit penasaran dengan minuman yang ada di sini" Ucap Yuina memecahkan keheningan.
Nita menyadari apa yang terjadi padanya yang tiba-tiba menatap Kina dengan aneh.. langsung tersipu malu.
"I-ini idenya Rian untuk membuat minuman yang disebut dengan 'jamu'" Balas Nita dengan malu.
Rian tersenyum dan berkata "Aku akan membuatkan minuman yang spesial buat kalian"
Bersambung..
Hmm..
Satu kata buat Rian..
...
...
...
__ADS_1
Oke terima kasih..
Jangan lupa like :v