
Kiana tidak bisa membiarkan Demark mati jadi dia langsung mengeluarkan Aura miliknya..
Kiana juga langsung mengambil pedang yang dia punya di kantong penyimpanan miliknya..
Walaupun kualitasnya sedikit kurang dari yang dia gunakan namun lebih baik daripada tidak ada..
"Butterfly Slash"
Sebuah tarian pedang yang indah di keluarkan..
Serangan tersebut berhasil membuat cengkraman monster tersebut melonggar..
Akhirnya Demark bisa menyelesaikan mantra yang dia ucap..
"Ice Frozen"
Seketika itu tangan yang memegang leher Demark langsung membeku..
Akhirnya Demark dapat terlepas dari genggaman tangan monster tersebut..
Demark batuk seketika itu dan langsung menghirup udara segar..
Kiana tidak menghilang kesempatan itu melakukan serangan kepada Monster tersebut..
Demark juga tidak membiarkan kesempatan ini lepas dia langsung membaca mantra sekali lagi dan ini merupakan mantra yang terkuat.. Dengan bantuan Kiana dalam mengalihkan perhatian monster tersebut Demark dapat menyelesaikan mantranya..
"Eternal Zero Frozen Of Dead"
Sihir tersebut langsung membuat monster tersebut membeku..
"TIDAK!!"
"INI TIDAK AKAN BERAKHIR"
"TIDAK TIDAK!!"
Raungan berakhir setelah semua tubuhnya membeku..
"Kita berhasil.. Liat bantuanku sangat berguna buk--"
Saat Kiana ingin melanjutkan perkataannya dia melihat Demark sudah terkapar di tanah..
"Demark!?"
Kiana langsung mendekati Demark dan merasakan detak jantungnya dan pernapasannya.
Untungnya Demark masih hidup..
...
Kiana berlari sambil menggendong Demark di belakangnya dan menuju ke gereja karena Priest bisa menyembuhkan apa yang terjadi bahkan luka bisa sembuh dengan cepat..
Saat Priest melihat Kiana membawa Demark Priest langsung mengantarkan ke kamar untuk pasien dan disana mereka menyembuhkan Demark..
Kiana tidak dapat menahan diri untuk tidak khawatir.. Dia terus berjalan ke kiri dan kanan di depan ruangan Demark..
Priest keluar dari kamar Demark..
"Bagaimana keadaan Demark" Tanya Kiana dengan khawatir.
"Untungnya kau membawanya dengan cepat karena itu kami bisa menyembuhkannya namun.."
Priest terlihat ragu untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan..
"Namun apa ? tolong katakan"
"Dia tidak bisa lagi menggunakan sihir.. Karena dia sudah terlalumemaksakan dirinya untuk menggunakan mana yang telah lama habis"
"Tidak mungkin.."
Kiana menangis akan menyadari itu..
Karena semua itu terjadi karena dia..
...
Demark membuka matanya secara perlahan dan melihat Kiana sudah berada di sampingnya..
"Berapa lama aku pingsan ?"
__ADS_1
"Tiga hari"
Demark mendengar hal tersebut terkejut..
Dia tidak menyangka bahwa dirinya sudah pingsan selama tiga hari..
Menyadari wajah Kiana yang sedih membuat Demark tahu apa yang telah terjadi..
Demark sudah tahu bahwa dia telah menggunakan mana sejak dia terus berlari dari guild petualang dan menambah kecepatan lari miliknya dengan sihir angin untuk mengejar Kiana..
Memaksa mana yang telah habis untuk menggunakan sihir merupakan Hal tabu bagi para penyihir karena jika mana yang sudah habis dipaksa untuk mengeluarkan sihir akan membuat sang pengguna tidak bisa menggunakan mana lagi.. bahkan yang paling parah adalah kematian itu sendiri..
"Kiana itu bukan salahmu" Ucap Demark menenangkan Kiana..
"Kau bodoh.. Bodoh"
Kiana menangis sekali lagi..
Demark hatinya menjadi sakit sekali lagi saat melihat Kiana menangis..
Demark tidak bisa menahan diri untuk tidak meraih wajahnya untuk menghapus air matanya..
"Sudahlah jangan menangis.. lagipula sudah tugas laki laki untuk melindungi seorang gadis yang lemah"
Demark tersenyum..
"Mungkin aku tidak bisa melakukan sihir namun aku masih hidup dan anggota badanku masih utuh jadi mungkin aku memerlukan bantuanmu untuk mengajariku beberapa teknik bela diri"
Kiana yang mendengar hal itu menjadi berhenti untuk menangis..
Kiana meneguh hatinya dan tersenyum..
"Kalau begitu kau harus bersiap"
........
....
.
Waktu demi waktu berlalu mereka selalu bersama sejak saat itu dan seperti janji Kiana dia mengajari Demark ilmu bela diri.. walaupun Class mage tidak akan bisa menggunakan Aura yang ada di Ranah Class pedang.. namun Demark masih tetap belajar.
Demark juga tidak bisa terus sedih bahwa dia tidak bisa menggunakan sihir lagi.. karena selama dia bisa melindungi senyum itu..
Di waktu sore hari dimana setelah mereka kembali dari guild petualang setelah menyelesaikan misi..
Mereka berjalan bersama untuk menuju penginapan..
Lampu jalan yang telah dinyalakan menggunakan kristal sihir memancarkan sinar putih yang indah..
Di tambah langit yang berwarna jingga akibat sinar matahari sudah berada di ujung tanjuk untuk tenggelam..
Demark menghentikan langkah kakinya dan Kiana yang menyadari itu juga ikut berhenti dan menatap Demark..
"Kiana.. sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepadamu"
Kiana yang mendengar hal tersebut wajahnya menjadi sangat memerah..
(Apakah dia akan menyatakan cinta)
Pikiran Kiana menjadi kosong saat memikirkan itu wajahnya sudah lama menjadi memerah..
"Kiana aku.. akan berhenti menjadi petualang"
Kiana yang mendengar hal tersebut langsung terkejut..
Pernyataan cinta yang dia pikirkan tidak ada disana..
"Berhenti.. apa maksudmu bukan kah sudah sangat bagus menggunakan pedang dan badanmu bahkan sudah.. sangat kekar" Ucapnya dengan malu saat menatap badan Demark..
"Aku akan masuk mengajar di Akademi Petualang.. namun.. aku.."
Demark sedikit memerah..
"Aku ingin kau juga ikut bersamaku"
Mendengar hal tersebut Kiana langsung bahagia..
Kiana tersenyum..
__ADS_1
"Ya dengan senang hati"
Dia tersenyum dengan bahagia..
Mungkin ini bukan pernyataan cinta yang Kiana harapkan namun ini juga sama..
Iya kan..
Akhirnya Kiana dan Demark memasuki Akademi Petualang sebagai pengajar..
.........
.....
..
"Kiana ?"
Demark memanggilnya namun dia sepertinya sedang melamun..
"Maaf apa?"
Kiana akhirnya menyadari bahwa dia sedang melamun tentang masa lalu hingga dia tidak mendengarkan apa yang Demark bicarakan..
"Aku bertanya apakah kau mau makan siang bersamaku di kantin.. kenapa kau melamun"
"Bukan apa apa.. ayo kita ke kantin"
Kiana dan Demark berjalan menuju ke kantin..
"Mungkin ini sudah lama aku pendam.. sebenarnya kenapa kau mengganti gaya rambutmu dengan mohawk"
"Eh bukankah ini keren.. anak muda banyak menggunakan gaya ini"
"Sepertinya anak muda yang kau lihat bukan yang baik"
Kiana menghela napasnya..
"Apakah seburuk itu.. aku pikir anak anak akan menyukainya"
"Sebaiknya kau mengganti dengan gaya rambutmu yang biasa Itu lebih cocok" Kiana berhenti sejenak.. "dan itu juga membuatmu tampan" Sambung Kiana dengan pelan
"Apa yang kau katakan"
"Tidak bukan apa apa"
"Mungkin kau benar.. nanti akan aku ganti"
Kiana tersenyum mendengar hal itu..
Dan mereka berjalan menuju ke kantin..
.....
Rei sedang makan di kantin bersama teman idiotnya dan juga bersama Drian disana..
Rei dengan tenang makan namun saat dia menyadari meja makan yang ada di sebelahnya di duduki oleh Demark..
Dia langsung terkejut dan dia tersedak makanan yang dia suap..
"Ini air"
Demark dengan panik memberikan air yang ada..
"Terima kasih"
Namun dia merasa merinding..
Sepertinya dia akan di incar pak berotot ini..
Demark tersenyum saat dia memberikan minuman tersebut..
ugh..
Saat Rian dan Iwan yang sedang makan melihat Rei yang tersedak mereka ingin menertawakannya namun saat dia melihat meja sebelah mereka bahwa Kiana juga duduk disana mereka langsung ikut tersedak..
Drian langsung mengambil air minum untuk mereka..
(Apa yang terjadi dengan mereka bertiga)
__ADS_1
Drian cuma bisa bingung dengan hal ini..
Bersambung...