Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Pertemuan Heroine ?


__ADS_3

Suara palu terdengar begitu keras yang ditemani dengan suara riuh keramaian.


Orang berbalik kesana kemari dengan berbagai kesibukan..


Ada juga orang yang berhenti dari perjalanannya untuk melihat pembangunan yang dilaksanakan yang dimana itu memiliki infrastruktur yang begitu unik.


Di sana juga terlihat seorang pemuda yang sedang berkeringat mengangkat balok kayu yang begitu berat.


Tubuhnya memperlihatkan bentuk badan kekar miliknya yang dapat terlihat tembus pandang dari baju basah miliknya yang dihasilkan oleh keringatnya.


Dia meletakkan balok kayu yang dia angkat dan seketika itu keringat bercucuran dari dahinya dengan pelan.


"Terima kasih nak Iwan" Ucap seorang pria paruh baya yang masih memegang palu miliknya.


"Tidak perlu berterima kasih.. ini hanya masalah kecil"


Pemuda ini adalah Iwan..


Ini adalah kegiatannya disaat dia sedang gabut karena tidak ada hal yang bisa dia lakukan.


Membantu seseorang juga hal yang sering dilakukan oleh Iwan dan tentu hal ini merupakan perbuatan yang begitu baik yang dimana membuat orang yang sedang bekerja terbantu dengan perbuatan Iwan.


"Nak.. apakah kau punya pasangan ?" Tanya pria baya tersebut.


"Pasangan ?"


"Maksudku orang yang kau nikahi"


"Eh.. saya baru umur 17 tahun"


"Bukankah itu sudah umur yang pas buat nikah"


Iwan begitu bingung mengenai fakta bahwa 17 tahun merupakan umur yang pas buat nikah.


Tapi mengingat ini adalah dunia lain jadi dia berpikir mungkin sistemnya berbeda dengan dunia miliknya.


"Kalau tidak ada bagaimana dengan anakku"


Mendengar hal itu wajah Iwan langsung memerah malu dan dia langsung gugup akan hal itu.


Orang yang di sana juga mendengar percakapan mereka dan berhenti dari kegiatan mereka.


"Hmmph.. anakmu tidak terlalu cantik.. bagaimana nak Iwan dengan anak paman.. aku sangat yakin kau akan menyukai dia" Ucap salah satu orang yang bekerja di sana.


"Jangan percaya sama dia.. anakku lebih cantik.. bagaimana jika nanti kau berkunjung ke rumahku" Sela seseorang.


Semua orang menjadi ricuh akan hal itu..


Dan Iwan masih bingung dengan situasi dia saat ini..


Walaupun dalam hati dia senang akan tawaran itu..


"Nanti saja membahas hal ini.. sebaiknya paman semua kembali bekerja"


Suara itu datang dari belakang Iwan.


Iwan menoleh untuk melihat bahwa suara itu adalah milik Charlotte.


Paman tukang tersebut kembali bekerja ke tempat mereka masing - masing.


"Sebaiknya tuan Iwan tidak perlu memikirkan hal tersebut terlalu dalam"


"Terima kasih"


Iwan melihat Charlotte membawakan sebuah nampan berisikan minuman.


"Tuan Iwan.. silahkan diminum"


"Ah terima kasih"


Iwan mengambil gelas yang berisikan sebuah air yang begitu manis namun dapat menyegarkan badan.

__ADS_1


Air tersebut terasa sangat nyaman.


"Ini adalah.."


"Aku belajar beberapa untuk membuat minuman herbal yang menyegarkan"


Akhir - akhir ini minuman herbal atau jamu semakin populer semenjak Rian membuatnya ke publik tentang hal tersebut dan banyak orang ingin belajar dengannya.


Karena itu Rian terkadang menjadi begitu sibuk di toko herbal yang sering dia kunjungi.


Iwan kembali lagi meminum air yang dibuat oleh Charlotte.


"Jika tuan Iwan masih belum punya pasangan.. bagaimana jika mempertimbangkannya..dengan.." Ucap Charllotte dengan gugup..


Iwan berhenti minum dan mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh Charlotte.


Wajah mereka saling bertemu dan Charllotte langsung memerah..


Orang yang ada di sana masih melihat mereka.


"Lihat pak tua.. sepertinya anakmu tidak memiliki kesempatan sepertinya"


"Sedih mengakuinya tapi sepertinya kau benar"


"Hah.."


Mereka menghela napas secara bersamaan..


...


Disaat mereka sedang berbicarakan tentang Iwan mereka melihat kearah kereta kuda yang datang dengan ornamen dan hiasan kerajaan.


Karena tempat mereka bekerja begitu dekat dengan gerbang benteng kerajaan oleh karena itu mereka dapat melihat kereta kuda tersebut.


Kereta kuda ini juga membuat Iwan teralihkan perhatiannya untuk melihat siapa yang datang dengan kereta kuda mewah tersebut.


Iwan yang minum itu ketika dia melihat siapa yang keluar dia langsung tersedak air.


Charlotte menjadi panik melihat itu.


"Tuan Iwan ?" Ucapnya dengan khawatir.


Charlotte melihat kearah yang menarik perhatian Iwan langsung terkejut melihat itu.


Seorang gadis cantik dengan rambut putih silver turun dari kereta kuda tersebut.


Dengan gaun yang begitu indah dapat kau lihat di sana dan bahkan orang jadi terpukau dengan pesona yang datang darinya.


Semua orang tahu siapa yang datang ini karena rambut dan kecantikan yang sungguh menawan ini.


Ini adalah tuan putri dari kerajaan Klienstar. Yuina.


(Apa tuan Iwan mengenal tuan putri)


Iwan tidak memperhatikan kehadiran tuan putri melainkan orang yang datang menemani tuan putri tersebut..


Dia menjadi begitu gugup entah kenapa ?


Orang itu menyadari tatapan Iwan dan tersenyum kepadanya..


Dia..


Iwan..


Jadi gugup..


"Hei bukankah itu Iwan" Ucap Kina yang memecahkan keheningan.


Yuina lalu mengarahkan tatapannya yang Kina tunjuk dan ternyata itu benar Iwan.


Kina lalu melihat kearah Lisa dan dia tersenyum..

__ADS_1


"Oh.. siapa gadis yang bersamanya.. dia lumayan cantik.." Ucap Kina dengan senyum licik di wajahnya


"Mari tuan putri kita ke istana kerajaan terlebih dahulu" Ucap Lisa kepada Yuina.


Yuina ingin berkata sesuatu namun Kina langsung memotong apa yang ingin dia katakan.


"Kalau kau ingin menemuinya aku bisa menemani tuan putri sendiri" Ucap Kina lagi.


"Ini bukan seperti itu"


"Tidak apa apa Lisa.."


"Ini bukan.."


Lisa belum menyelesaikan apa yang ingin dia bicarakan tiba-tiba Iwan bangkit dari tempatnya duduk dan berjalan kearah mereka dengan pelan.


"Tuan putri lama tidak berjumpa" Sapa Iwan dengan sopan.


Lalu Iwan melihat kearah pakaiannya yang masih basah oleh keringat.


"Maaf penampilanku seperti ini" Ucap Iwan dengan malu.


Yuina yang mendengar itu hanya tersenyum lembut.


"Tidak apa tuan Iwan.."


Tatapan Iwan kembali kearah Lisa.


"Lama juga tidak melihatmu"


Lisa hanya mengangguk tanpa membalas perkataannya.


Kina yang melihat itu ingin berbicara sesuatu namun baju Kina sudah ditarik oleh Lisa.


Kina hanya bisa diam dan tidak berkata apapun.


"Ah.. aku akan mengantarkan kalian ke istana" Ucap Iwan memecahkan keheningan. "Aku yakin tuan putri Liana senang melihat kedatangan kalian" Sambungnya lagi.


Iwan lalu berbalik kearah Charlotte yang masih terpaku bingung dan juga para paman tukang di sana yang memiliki mulut terbuka dengan hal yang mereka lihat.


"Charlotte dan paman.. aku akan pulang terlebih dahalu" Ucap Iwan melambai kepada mereka sambil tersenyum.


Paman di sana hanya mengangguk dengan mulut masih ternganga.. itu sungguh lucu melihat mereka.


Sedangkan Charlotte merasakan sedikit perih dihatinya..


...


...


"Aku melihatmu begitu akrab dengan gadis tersebut.. siapa dia ?" Tanya Kina dengan penasaran.


"Oh dia hanya adiknya temanku Rachel.. karena aku sering mengunjungi rumah mereka dan juga sering bertemu secara tidak sengaja di balai kota entah kenapa kami menjadi akrab"


"Kau juga terlihat akrab dengan paman di sana"


"Aku sering membantu mereka karena tidak ada hal yang dapat aku lakukan"


Iwan terus berbicara kepada mereka tentang hal yang dia lakukan selama ini dan juga tentang hal yang dilakukan oleh temannya Rei dan Rian.


...


Bersambung..


Hoho.. ini perkembangan yang bagus.. muhehehe.. entah kenapa aku memiliki firasat buruk yang akan terjadi setelah ini..


Mohon maaf jika konflik dalam pertarungan masih belum muncul..


Aku ingin secepatnya juga untuk nulis hal itu.. namun terburu - buru adalah hal yang tidak bagus jadi kita nikmati dulu hari damai ini..


Jangan lupa tekan like ya biar aku tetap terus semangat dalam nulisnya.. terima kasih ;)

__ADS_1


__ADS_2