
Pagi hari yang cerah seperti biasa merupakan awal hari yang sangat mengerikan untuk bangun tidur bersama teman temanku sedang terlelap tidur dengan posisi yang sangat menyakitkan mata..
Kaki mereka tepat di wajahku dan juga satu ada di badanku..
Aku bangun dengan marah dan membuka jendela dan cahaya matahari masuk dengan ganas menyerang ke dalam ruang untuk membangunkan mereka..
"Mataku.."
"Aghhh"
Mereka mengeluh seperti biasa namun aku hanya diam dan tersenyum dengan bahagia untuk balas dendam milikku.
Aku pergi untuk mandi dan meninggal temanku yang masih berguling guling di kasur..
Karena malam itu aku sudah tahu tempatnya dimana jadi aku tidak tersesat di dalam istana ini..
"Lalala.."
Aku membuka pintu dengan bersenandung kecil dan melihat sesuatu yang sangat indah..
Liana yang melihat diriku membuka pintu kamar mandi dia sangat terkejut dan wajahnya memerah langsung..
Tangannya menutup buah indah miliknya dan tangan yang satunya memegang sebuah gayung yang dimana memiliki aba aba untuk bersiap melempar..
"Tunggu ini salah paham.."
Namun Liana tidak mendengarkan apa yang aku katakan langsung melempar sebuah gayung tepat ke wajahku..
....
....
....
Aku sangat berterimakasih karena mendapatkan sebuah kejadian mesum beruntung yang sering terjadi di anime..
Namun aku merasa bersalah akan hal ini.. jadi aku tidak bisa menikmati kebahagian ini..
Saat di meja makan dan sarapan bersama.. Liana menatapku dengan marah dan itu membuat rasa makananku tidak dapat aku rasakan..
Raja melihat tingkah laku Liana terhadap diriku hanya bisa tersenyum licik..
"Enaknya jadi muda" Ucapnya dengan pelan..
Rian dan Iwan tidak menyadari hal itu dan hanya makan dengan lahap..
...
[Author Pov]
"Aku akan sibuk jadi Liana tolong antar mereka melihat lihat isi kota.. akan sangat bagus jika mereka menyukai kerajaan kita" Ucap Raja Rexylion kepada Liana..
Liana mengangguk mengerti akan hal itu dan bangkit dari kursi..
"Mari saya akan menjadi pemandu kalian"
Rian dan Iwan mendengar hal itu menjadi senang..
"Aku sudah tidak sabar melihat isi kota" Ucap Rian dengan bahagia.
"Yah syukurlah kita ada pemandu jika tidak maka kepalaku akan sakit melihat peta" Sambung Iwan dengan bahagia juga..
Rei hanya tersenyum kecut mendenger perkataan mereka berdua karena itu memang akan terjadi..
Rei menatap kearah Liana dan ingin meminta maaf akan kejadian tadi pagi namun dia tidak dapat kesempatan untuk berbicara secara pribadi..
Rei hanya dapat memendamkan hal ini dalam hatinya dan mencari kesempatan bagus untuk meminta maaf..
__ADS_1
...
Suara orang begitu riuh dan keramaian kotanya begitu berbeda dengan Kleinstar..
Rian dan Iwan melihat ke sana kemari melihat hal itu..
"Aku akan mengantarkan kalian ke pasar kenyamanan.. Aku sangat yakin kalian akan suka" Liana berkata dengan bahagia akan hal itu..
Pasar Kenyamanan seperti namanya pasar tersebut memiliki beberapa kebutuhannya yang sangat bagus untuk kehidupan sehari hari..
Dan juga banyak hal bagus seperti makanan jalanan yang enak, Aksesoris, Pakaian, dll..
Mereka bertiga idiot tersebut berjalan membuntuti Liana yang berada di depan menuju ke pasar kenyamanan..
Rian yang berada paling belakang berjalan namun langkah kakinya terhenti saat mencium bau yang sangat familiar..
Rian mengikuti bau tersebut dan lupa untuk mengikuti Liana..
...
Rian yang mengikuti bau tersebut akhirnya sampai di depan toko yang dimana papan palang tersebut tertulis di sana Bahan Herbalis..
Rian masuk ke dalam dan melihat berbagai tanaman yang sangat dia cari saat ini yaitu rempah rempah yang sangat dia butuhkan untuk masakan..
Indonesia yang kaya akan rempah rempah maka orang Indonesia juga tidak akan bisa terlepas akan hal ini..
Rian begitu senang dan menjelajahi toko tersebut dengan gembira..
...
Nita dengan santai membaca buku tentang herbalis sambil menjaga toko milik kakeknya..
Seperti inilah keseharian gadis berambut hijau panjang hingga kebahu yang mengenakan topi ala penyihir di kepalanya, matanya yang coklat, kulitnya agak hitam manis, Wajahnya yang sangat cantik namun dia tidak terlalu suka untuk menampilkan pesona wajahnya jadi terkadang dia memiringkan topi yang ada di kepalanya agar orang tidak dapat melihat wajahnya secara keseluruhan..
Dia dengan santai membalik buku miliknya dan lalu tersadar saat ada seseorang yang masuk ke dalam toko miliknya..
Nita dengan malas menutup bukunya dan bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan kearah pelanggan tersebut..
Namun dia menyadari tatapan dari pemuda ini yang sangat bahagia melihat semua tanaman yang ada di sini..
"Hei berapa harga ini" Ucapnya dengan bersemangat..
Nita melihat kearah tanaman yang dia tunjuk..
"Itu harganya 12 silver per ikat"
Mendengar hal itu Rian hanya dapat mengerutkan keningnya bahwa satu ikat itu sangatlah sedikit dan harganya sangat mahal..
Rian hanya dapat mengerti kenapa para penjajah zaman dahulu ingin rempah rempah Indonesia..
Mengingat uang Rian yang hanya menyisakan sedikit karena tidak ada pemasukan selama ini..
Rian menatap kembali kearah penjaga toko tersebut..
"Aku akan kembali lagi nanti ke sini" Ucap Rian berjalan keluar toko dengan cepat..
Nita yang melihat pemuda itu pergi hanya dapat menghela napas miliknya..
Pada akhirnya orang itu sama seperti pelanggan yang lainnya..
Saat mengetahui rempah yang sedikit ini namun harganya mahal mereka pergi dan tidak datang kembali..
Nita hanya kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan membaca bukunya..
...
Rian yang berada di luar toko saat ini sedang kebingungan..
__ADS_1
Karena dia sudah terpisah dari yang lain..
"Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan teknik itu" Ucapnya dengan keren..
Rian hanya dapat mengandalkan teknik yang dia sebut [langkah takdir] miliknya untuk menemukan mereka..
Teknik ini sangatlah simpel dan dapat ditiru oleh semua orang..
Kau hanya perlu berjalan jalan hingga tanpa sengaja menemukan orang yang akan kau cari..
"Yosh" Rian menepuk pipinya dan mulai berjalan..
...
...
...
Rei dan Iwan baru menyadari bahwa Rian menghilang saat mereka sudah sampai di pasar kenyamanan..
"Rian tidak ada!" Ucap Iwan dengan panik..
Rei hanya dapat memegang pelipis kepalanya karena memikirkan keidiotan Rian..
Liana yang menjadi pemandu mereka juga menjadi bersalah karena tidak memperhatikannya juga..
"Mari kita kembali dan mencarinya" Kata Liana..
Mereka berdua hanya mengangguk setuju akan hal itu..
Karena akan sangat berbahaya bagi seorang idiot pergi berjalan tanpa arah.. mungkin tersesat sampai keujung dunia bukanlah hal mustahil..
...
Iwan melihat kiri dan kanan di segala kerumunan orang untuk menemukan Rian..
Di dampingi oleh Liana dan Rei dia dapat tenang untuk tidak tersesat..
Karena jika dia tersesat maka akan menambah beban kesulitan untuk mencari Rian..
Iwan melihat kearah kerumunan orang yang berada di sebelah kiri dan melihat kepala dan rambut yang mirip Rian..
Iwan tersenyum karena dia telah menemukan Rian..
Iwan sudah memikirkan seribu hal untuk mengomeli Rian.. dan juga memikirkan seribu hal untuk menyombongkan diri bahwa dia yang pertama kali menemukan Rian kepada Rei..
Saat memikirkan hal itu Iwan langsung mendekatinya dan memegang bahunya..
"Rian akhirnya kau ketemu.. tch sungguh menyusahkan saja mencarimu--"
Saat orang yang Iwan pegang bahunya berbalik melihat dirinya..
Dan Iwan menyadari bahwa dia salah orang..
"Maaf saya pikir anda adalah teman saya" Kata Iwan dengan cepat meminta maaf.
Orang tersebut hanya tersenyum mendengar hal itu dan melanjutkan perjalanannya..
Iwan berbalik ke belakang dan dia menyadari bahwa Liana dan Rei sudah tidak ada..
...
...
Begitulah cerita legenda hilangnya para idiot..
Tamat.. :3
__ADS_1
Bersambung...
...