Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Apakah ini akhirnya ?


__ADS_3

"Maaf!"


Aku meminta maaf dengan tulus ketika aku menarik kembali tamengku dari dadanya.


Wajahnya memerah dengan cepat dan mengayunkan pedang besarnya dengan marah kearahku.


Aku mundur dengan cepat dari hadapannya dan langsung mengambil kesempatan untuk menyelinap ke belakangnya.


Aku melancarkan serangan dengan lurus di punggungnya hingga membuat armornya tergores.


Dia memutar tubuhnya dengan begitu cepat hingga pedang besarnya menghempaskan angin kencang kearahku.


Aku menutup mataku untuk menghalangi partikel debu yang ikut oleh angin.


Suara langkah kakinya terdengar mendekatiku.


Aku yang masih menutupi mataku tidak melihat pasti kemana dia bergerak.


Hingga tanpa aku sadari dia telah ada disampingku.


Aku langsung melakukan perpindahan dengan skill [Blink] beberapa meter dari tempatnya.


Namun dia dengan cepat bergerak seakan tahu kearah mana aku berpindah.


Dengan tubuhnya yang kecil dan besarnya pedang yang dia pegang. Bagaimana bisa dia bergerak begitu cepat.


Aku mengangkat tamengku untuk menahan pedang yang dia arahkan kepadaku.


Namun ternyata tameng yang aku gunakan langsung hancur berkeping-keping.


Dia memberikan senyuman miliknya kearahku seraya dia melancarkan serangan keduanya.


Aku menggunakan belati yang aku gunakan sebagai perlindungan terakhir.


"Berakhir sudah!"


Dia berteriak dengan keras melancarkan serangannya.


Aku tidak panik dan menyalurkan kekuatan Aura yang aku pelajari ketika di akademi menuju belati yang aku gunakan agar menjadi tajam dan kuat.


Ketika pedang besarnya bertemu dengan belati milikku tanpa disangka-sangka pedang terbelah seperti keju ketika bertemu belatiku.


Namun hempasan dari pedangnya masih cukup kuat hingga bilah pedangnya terlempar kearahku.


Aku memiringkan kepalaku dengan sedemikian rupa hingga pipiku berdarah akibat pedangnya yang terhempas.


"Tidak mungkin!"


Dia melebarkan matanya dengan terkejut ketika melihat apa yang terjadi pada pedangnya.


Aku mengambil kesempatan ini untuk mendekatinya dan menjulurkan belatiku ke lehernya.


"Menyerahlah dan hentikan semua pertarungan ini"


Dia menatapku dengan wajah yang begitu kesal dengan suara gertakan giginya.


"Ini belum berakhir!"


Ketika itu aura dari dirinya sedikit berubah dan aku mengambil langkah untuk menggorok lehernya namun seranganku tidak cukup dalam hingga dia memegang tanganku begitu kuat.


Aku tidak bisa melepaskan diriku darinya.


*Brerbbhh


Dia tidak bisa mengeluarkan suaranya akibat dari seranganku di lehernya.


Hingga beberapa darah dia muntahkan dari mulutnya.


Aku menyerangnya dengan tanganku yang satunya berusaha untuk lepas dari genggaman.


Namun dia menangkap tanganku satunya lagi ketika seranganku hampir mengenai kepalanya.


Kenapa kekuatannya bertambah begitu besar dariku hingga aku tidak dapat melepaskan cengkraman tangannya.


Dia memberikan tatapan yang begitu mengesalkan kepadaku.


Aku menghempaskan kepalaku begitu kuat kearah kepalanya.

__ADS_1


Alhasil dia melepaskan sedikit genggamannya dan aku mengambil kesempatan ini untuk mundur.


Rasa sakit datang akibat benturan keras kepalanya. Ini aku lakukan karena tidak ada pilihan lain untuk lepas dari genggamannya.


Aku memegangi kepalaku sembari melihat kearahnya.


Dia memegang lehernya yang terluka dengan cepat dan kemudian luka di lehernya menghilang.


Aku melihat itu menjadi tidak senang karena aku tahu pertarungan ini akan menjadi lama dikarena kekuatan Regenerasi (penyembuhan) miliknya.


"Ini baru permulaan saja!"


Dia memberikan senyum yang begitu mengerikan yang dimana membuatku menjadi takut untuk beberapa saat.


Aku melihat tampilan system yang muncul memberitahukan waktu penggabungan yang tersisa.


[3:34 waktu penggabungan akan berakhir]


Dia memberikan tekanan yang begitu kuat ketika dia mendekatiku dengan cepat dan melancarkan sebuah pukulan kuatnya.


Aku menghindari serangannya menggunakan Skill [Blink] milikku.


[Air Shield]


[Aura Sword]


[Focus Eyes]


[Stealth]


Keempat Skill yang berasal dari Class yang berbeda aku aktifkan secara bersamaan.


[Focus Eyes] Merupakan skill dari Class Archer yang berfungsi untuk menfokuskan mata.


Serangan balik aku lancarkan ketika dia sedang mencari keberadaanku yang menghilang karena skill [Stealth].


Dia menjadi begitu berhati-hati dengan lingkungan sekitarnya.


Aku muncul dari sampingnya dengan kedua belati yang aku kerahkan secara bersamaan menuju ke lehernya.


Dia langsung memiringkan kepalanya dengan reflek yang begitu mengerikan dan langsung mendorong tangannya untuk menghentikan seranganku.


Aku langsung merubah serangan itu menjadi sayatan lurus kearah matanya yang satunya lagi yang dimana membuat kedua matanya terluka.


Dia tidak dapat melihatku sekarang.


Aku mengerahkan seluruh kekuatanku untuk menembus pertahanannya.


Namun dengan kekuatan yang cukup mengerikan dia menebak arah mana seranganku datang. Kedua lengannya tertancap begitu dalam akibat menahan belati yang aku gunakan.


Aku langsung melepaskan genggaman belatiku dan mengambil belati baru dari kantong penyimpananku dengan cepat.


Aku langsung memegang belatiku dan menusuk lehernya begitu dalam.


Badannya terhuyung kearah belakang akibat serangan yang begitu mengejutkan dia terima.


Aku langsung melemparkan belatiku tepat kearah dahinya.


Belati menancap dengan rapi seperti semangka yang ditusuk dengan pisau.


"Sekali lagi aku minta maaf"


Aku mengucapkan kata-kata terakhirku ketika melihat dirinya jatuh dengan mudah ke tanah.


Suara napas yang aku dengar kini telah berhenti dari tubuhnya.


Aku menutup mataku karena tidak sanggup melihat apa yang telah aku perbuat.


Ini menjadi pengalaman buruk lainnya ketika berhadapan dengan seorang perempuan.


"Matia!"


Aku baru ingat keberadaan Matia yang terlupakan olehku.


Aku langsung menoleh kearah tempat dia bertarung dan aku melihat di sana telah berdiri dua orang idiot yang sedang bertarung membabi buta melawan iblis lainnya.


Kenapa mereka berdua terlihat begitu bersemangat bertarung.

__ADS_1


Ketika aku melihat kearah Matia dan ternyata penampilannya telah berubah menjadi sosok keindahan yang begitu mengerikan.


Sekarang aku mengerti alasan mereka berdua seperti itu.


Aku langsung mendekati kearah Matia dengan cepat.


"Yo"


Matia langsung berbalik dengan panik. Namun setelah tahu itu adalah diriku dia melepaskan nafas leganya.


"Syukurlah mereka berdua bisa membantumu" Ucapku dengan santai kepadanya.


"Kau tidak tahu berapa susahnya aku membangunkan mereka" Balas Matia dengan nada yang begitu kelelahan.


"Aku tahu itu" Balasku dengan mengangguk begitu dalam.


Aku tahu itu lebih dari siapapun.


Aku melihat kearahnya dan menyadari dari dekat bahwa kecantikan yang dia miliki sungguh sangat mengerikan.


Aku sangat penasaran siapa yang dia tiru kali ini yang memiliki kecantikan seperti ini.


Matia memperhatikan diriku yang sedang termenung melihat dirinya.


Wajahnya sedikit memerah dan mengalihkan pandangannya dariku.


"Ngomong- ngomong apakah kau telah selesai melawan musuhmu ?"


"Aku telah membunuhnya.. dan jujur itu pengalaman yang tidak menyenangkan"


Pada akhirnya membunuh adalah pilihan terakhir yang harus aku lakukan.


Karena kekuatan dan pengalaman tempur yang dia miliki lebih dariku.


Seandainya saja aku tidak menggunakan gabungan skill dari Classku. Aku tidak tahu apakah aku masih bisa berdiri di sini atau tidak.


"Kalau begitu syu-- Rei!"


Belum sempat Matia menyelesaikan perkataannya aku mendapat sebuah getaran hebat dari arah belakangku.


Ketika aku menoleh sebuah pukulan telah di daratkan kepadaku.


Aku terpental jauh hingga akhirnya terpaksa berhenti oleh pohon yang ada di belakangku.


Aku memuntahkan sedikit darah dari mulutku dan menatap lurus kearah sosok yang menyerangku.


"INI BELUM BERAKHIR!"


Sosok itu adalah gadis yang aku lawan.


Namun dari segi penampilan dan kekuatan jauh berbeda dari sebelumnya.


"Rei!"


Matia meneriaki namaku dari kejauhan.


Aku melihat kearahnya dan perlahan tersenyum ketika tahu bahwa dia tidak terluka.


[Penggabungan dari Class telah berakhir]


[Harap berhati-hati karena kini penggabungan Class tidak akan tersedia dalam waktu dekat]


Pesan system berdengung begitu keras hingga aku tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jika seandainya saja penggabungan class ini selesai lebih awal sudah dapat dipastikan aku akan mati terkena pukulan tadi.


Kini penggabungan Class berakhir.


Lalu apa yang akan terjadi padaku setelah ini..


...


Bersambung..


Apakah kalian berharap komedi ?


Bro sans.. kali ini full action.. jadi gak ada komedi lagi..


:'v

__ADS_1


Oke selamat penasaran akibat chapter berikutnya :v


__ADS_2