Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Bagian Drian


__ADS_3

Upacara pemakaman dilaksanakan pada hari ini..


Upacara dihadiri oleh banyak orang terutama bangsawan yang terlihat begitu sedih dipermukaan..


Namun tujuan mereka bukanlah untuk meratapi kepergian sang raja, melainkan sebuah perhatian dari sang raja baru..


Bangsawan hanyalah mencari muka agar mereka dapat meneruskan hidup mewah mereka dan menjalin hubungan dekat sang raja agar kehidupan mewah mereka bertambah..


Drian yang berada di sana hanya mengerutkan keningnya melihat hal tersebut..


Upacara pemakaman selesai..


Drian sudah memutuskan untuk cepat pergi dari sini setelah pemakaman ayahnya..


Drian telah mempersiapkan barang bawaannya di kereta kuda..


Drian sudah sangat senang telah meninggalkan kerajaan ini karena disana tidak ada yang nama rumah sejak awal..


Drian sudah tidak sabar untuk kembali ke Kleinstar..


(Apa yang sedang dilakukan mereka ya ?"


Saat lagi gembira dalam perjalanannya dan tidak jauh dari kerajaan dia sudah di kepung oleh orang orang berpakaian hitam dan menutup wajah mereka dengan sebuah kain.. di lihat dari jumlah mereka.. ada 10 dari mereka..


Drian sudah tahu bahwa mereka sedang mengincar dirinya dan dia juga tahu bahwa dia tidak bisa mengalahkan mereka..


Jadi dia langsung loncat dari kereta kuda tersebut dan berlari kearah hutan sebelah barat..


"Sialan dia melarikan diri"


"Apakah harga dirinya sebagai lelaki tidak ada"


Drian yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum kecut.


(Persetan dengan harga diri)


Drian terus berlari dengan memperhatikan langkah kakinya karena dia tidak mau terjatuh oleh akar pepohonan yang ada..


Salah satu dari mereka ada seorang mage dan archer..


Mereka terus menyerang Drian dengan panah dan sihir.. berupaya untuk melukainya dan menghentikannya untuk lari..


Drian tidak cukup bodoh untuk lari lurus.. dia berlari secara zig zag di antara pepohonan untuk menghindari serangan yang dituju kearahnya..


Drian terus berlari untuk waktu yang cukup lama dan menengok kearah belakang melihat bahwa orang yang memiliki Class Mage sudah mulai terlihat kelelahan..


Mengingat fisik Class Mage yang lemah membuat mereka lebih mudah untuk kelelahan..


Drian langsung berbalik arah dan mengincar mage tersebut..


Melihat hal itu mereka tidak tinggal diam dan langsung memasang kuda kuda untuk bertarung namun..


Drian hanya tersenyum melihat itu dan menghindari melawan mereka langsung menuju kearah belakang dimana Class mage berada..


"Dasar curang"


Drian tidak memperdulikan komentar itu karena mereka sendiri yang lebih dahulu menggunakan jumlah untuk mengalahkannya..


Drian menebas Class mage tersebut tanpa merasa sedikitpun rasa kasihan..


Pada akhirnya ini memang jalan yang akan dilalui oleh para penjahat..


*Zleb..


Drian terkena panah dari seorang Archer saat dia melakukan serangan terhadap Class mage..


Drian langsung melanjutkan perjalanan dia untuk melarikan diri..


"Brengs*k"


Orang jahat tersebut hanya bisa mengutuk Drian..


Drian yang berlari melihat panah yang menempel di bahunya langsung dia patahkan karena jika dia menarik panahnya maka darah akan mengalir keluar..


Drian terus berlari namun sesuatu terjadi pada dirinya..


Penglihatannya menjadi kabur..


"Racun dari panahku berfungsi"


Archer tersebut tersenyum bahagia melihat hal itu..


Drian mengutuk dirinya karena kebodohannya..


Dengan penglihatannya yang kabur dia berhenti dan menatap kearah orang yang berpakaian hitam..


"Kau tidak bisa lari sekarang"


"Mari kita bunuh dia dan kembali beristirahat"


Drian masih belum mengerti kenapa dia menjadi sasaran pembunuh namun dia tidak memiliki waktu untuk memikirkan dalang di balik ini semua..


Drian tersenyum..

__ADS_1


"Akhirnya kalian datang.." Ucap Drian..


Drian menatap menuju kearah bagian belakang mereka..


Sontak mereka semua melihat ke belakang..


Namun tidak ada siapa siapa disana..


Saat mereka berbalik melihat kearah Drian..


Drian sudah tidak ada di depan mereka..


"Si brengse*k"


...


Drian bersembunyi di balik pepohonan.


Dia tidak memiliki ide bagaimana bisa lolos lagi kali ini jika mereka menemukannya..


Kesadaran Drian mulai menghilang akibat racun dari panah yang ada di bahunya..


Drian menatap langit yang cuacanya sangat mendung..


(Apakah ini akhirnya)


Drian memejamkan matanya..


Saat dia ingin pasrah akan hidupnya..


Dia melihat wajah seseorang yang sangat familiar..


Tentu itu cuma khayalan yang ada dipikiran Drian..


(Maaf Kirana aku tidak dapat lagi bertemu denganmu)


(Maaf juga untuk ketiga temanku)


Drian memejamkan matanya..


Dia teringat kenangan dia saat bertemu dengan Kirana..


"Hei kenapa kau duduk di taman dengan wajah suram seperti itu"


...


"Kau kehilangan hartamu dan reputasimu"


...


Apa ?


"Tentu saja itu hidupmu"


"Bukankah kau masih hidup.. selama kau masih hidup bukankah kau masih bisa mendapatkannya"


"Kalau begitu bagaimana jika kau menjadi petualang.. kebetulan aku resepsionis disana jadi mungkin aku akan bisa membantumu"


...


(Sialan aku tidak ingin ini berakhir)


Drian langsung merobek lengan bajunya dan mengikatnya di bagian bahu yang terkena panah beracun..


Ini tidak berarti apa apa namun ini bisa memperlambat racun tersebut..


(Aku akan hidup untuk meraih apa yang aku inginkan)


Drian bangkit dari tempatnya lalu berjalan secara perlahan dan mendengar dengan hati hati langkah kaki mereka.. jika ada yang mendekat Drian akan bersembunyi dengan cepat..


Mengingat mereka tidak ada Mage dikelompok mereka yang bisa melacak dirinya menggunakan sihir..


Jadi sekarang mereka mungkin akan kesulitan untuk menemukannya..


Drian mengendap secara perlahan.. dan tanpa sengaja dia melihat ekor ular yang sangat besar..


Saat dia mengikuti ekor tersebut dia melihat ekor tersebut merupakan gabungan dari Ular dan Singa..


Monster ini disebut dengan Chimera memiliki peringkat kesulitan tingkat B..


Beruntung Monster sedang tertidur lelap..


Lalu Drian memikirkan ide yang menarik..


...


"Sialan dimana dia"


Orang berpakaian hitam tersebut mencari Drian..


"Tenang dia terkena panah beracunku jadi dia tidak bakalan jauh dari sini"


Archer tersebut tersenyum bangga dengan apa yang dia katakan..

__ADS_1


"Aku harap itu benar"


Pakaian hitam tersebut menemukan suara langkah kaki..


"Hei suara tersebut berasal dari sana"


Mereka semua mendatangi suara tersebut dan melihat Drian sedang terlihat kesakitan..


"Hehe.. akhirnya ketemu kau"


Drian langsung terkejut dengan suara tersebut..


"Tunggu jangan bunuh aku"


Drian memelas nyawa untuk memohon ampunan..


"Sayang sekali hidupmu sudah berakhir disini"


"Kalau begitu sebelum aku mati, aku ingin tahu kenapa kalian ingin membunuhku"


"Kami tidak harus punya alasan karena kami adalah pembunuh bayaran.. namun kau hanya perlu tahu bahwa klien kami ingin dirimu mati"


Drian hanya semakin bingung siapa yang menginginkan dirinya mati..


Sejak pertama kali dia datang suasana di kerajaan juga sedikit berbeda dan kakaknya entah kenapa tidak terlihat sedih saat raja mati..


Juga kematian raja masih misterius..


Katanya raja yaitu ayahnya mati karena sakit..


Namun..


Ini kemungkinan besar disebabkan oleh kakaknya..


"Apakah ini perintah dari Leon Liened"


Mereka semua tersenyum..


"Aku beri 100 poin karena tebakanmu benar namun ini sudah berakhir"


Drian akhirnya mengerti kenapa ini terjadi..


Pada akhirnya kakaknya ingin membunuhnya agar dia tidak memiliki orang yang menghalanginya..


Seperti ayahnya..


Drian tersenyum dan langsung melempar pedangnya ke samping yang dimana disana ada semak semak tinggi.. jadi mereka yang melihat hal itu menjadi bingung..


"Sepertinya kau sudah menyerahkan dirimu.. baiklah akan aku berikan kematian termudah untukmu"


Saat dia menyelesaikan perkataannya tersebut... sebuah raungan muncul dari balik semak semak tersebut..


Mereka langsung mengalihkan perhatian mereka dan melihat yang muncul dari semak semak adalah Chimera..


"Kau Brengs*k"


Saat mereka mengalihkan pandangan mereka ke Drian..


Drian sudah tidak ada disana..


...


Drian menggunakan kesempatan ini untuk kabur..


Dia tidak bisa lagi bertarung.. pandangannya mulai mengabur..


Kakinya sudah mulai tidak bisa bergerak..


Hanya dengan kesadaran yang sangat kuat dia gunakan untuk memaksa dirinya terus berjalan..


Namun saat dia terus berjalan.. di depannya ada sebuah jurang yang dimana di bawahnya ada aliran sungai yang mengalir..


Drian melihat kearah belakangnya..


Dia tidak bisa kembali karena disana ada orang yang berpakaian hitam dan juga chimera..


Kembali ke sana hanya menyerahkan nyawanya saja..


*Glup


Drian menelan air liurnya dan memperkuat tekadnya untuk terjun ke bawah.. berharap bahwa air sungai tersebut dalam..


*Zbur..


Drian sudah terjun dan untungnya air sungai tersebut dalam..


Namun racun yang ada ditubuh Drian membuat dia tidak bisa berdaya melawan kuatnya arus air tersebut..


Dan mulai kehilangan kesadarannya..


(Apakah aku akan mati ?)


...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2