
Drian berlari dengan cepat hingga tidak dapat terlihat oleh mata..
Monster tersebut memiliki insting yang mengerikan ketika Drian sudah ada dibelakangnya dia langsung berpaling dengan cepat dan menangkis serangan yang datang..
Drian menjadi terkejut melihat monster tersebut sudah memprediksi dia dan menangkis serangannya.
Monster tersebut tersenyum dan melancarkan serangan menggunakan kakinya dengan cepat..
Drian langsung menghindari serangan yang datang dengan teknik menginjak angin yang telah dia kuasai..
Walaupun hanya teknik dasarnya saja tapi ini setidaknya sangat membantu Drian..
Drian langsung mundur dengan cepat untuk menghindar serangan tersebut..
Drian merasakan angin terhempas kearahnya oleh serangan dahsyat kakinya..
Jika Drian terkena itu mungkin dia akan mati..
Situasi ini terlalu berbahaya bagi Drian..
Musuhnya begitu kuat..
(Apa yang harus aku lakukan ?)
Drian lalu teringat dengan latihan baru yang telah diajarkan oleh masternya..
"Ingat Drian.. teknik kultivasi Yin dan Yang ini merupakan teknik yang universal dimana ini dapat menggunakan energi menjadi apapun" Ucap masternya sambil tersenyum bangga sebelum melanjutkan. "Dan teknik ini juga bisa digunakan untuk memperlambat waktu"
Drian menjadi terperangah kaget akan hal itu..
"Memperlambat waktu!"
Masternya lalu kembali lagi tersenyum dengan bangga..
"Aku akan mengajarimu tentang jurus ini"
...
Drian mengingat dengan jelas akan hal itu dan langsung menutup matanya..
Monster yang melihat itu menjadi bingung dengan apa yang dilakukan oleh Drian..
Drian hanya menutup matanya guna merasakan lebih dalam energi Yin dan Yang..
"Ingat Drian.. Energi Yin dan Yang sudah tersebar diseluruh alam dan kau hanya perlu merasakan energi tersebut"
"Teknik ini bukanlah berarti dunia melambat tapi kau yang begitu cepat dan pikiranmu melihat semua seakan akan melambat"
Drian semakin fokus dan ingat dengan ajaran masternya..
Sebenarnya ini adalah teknik yang begitu beresiko mengingat Drian baru mempelajarinya saat itu ketika hujan dimana dia berdiri ditengah sungai..
Napas Drian dia keluar secara perlahan dan mencoba untuk merasakan energi yang dia rasakan..
Luna yang melihat Drian menjadi begitu kebingungan dengan apa yang sedang dia lakukan disaat situasi seperti ini..
Luna menebas salah satu monster yang datang kearahnya dan sekilas melihat beberapa monster keluar dari penjagaannya.
"Gawat"
Luna menjadi panik namun dia berhasil untuk menebas monster tersebut namun dia masih belum bisa lega.. Monster terus berdatangan kearahnya..
Monster yang memegang palu juga menjadi marah melihat bahwa lawannya tidak serius dan melancarkan serangan palunya yang begitu besar kearah Drian..
Debu berkumpul ditempat daerah yang dia pukul..
Luna menjadi pasrah dengan hal ini..
"Sepertinya memang tidak ada harapan"
__ADS_1
Ketika Luna ingin pasrah dan monster sudah sangat dekat dengan dirinya..
Debu dari tempat Drian mulai menghilang dan Drian sudah tidak ada di sana..
"Apa yang--" Luna menyuarakan kekagetannya.
Monster yang memegang palu tersebut tiba tiba runtuh ke tanah dengan tubuhnya yang telah hancur berkeping-keping karena pukulan..
Monster yang sudah dekat dengan Luna juga langsung tumbang dengan nasib yang sama seperti monster besar yang memegang palu..
Luna panik dan melihat Drian yang berdiri tidak jauh dari orang berjubah itu dengan seluruh badannya yang bercucuran darah..
Drian telah melakukan yang terbaik untuk menggunakan teknik menghentikan waktu namun dia sudah berada diambang batas dan tidak bisa menggerakan seluruh badannya tepat ketika dia ingin melancarkan serangan terakhir kepada orang berjubah hitam itu..
"Apa yang terjadi di sini"
Orang berjubah hitam itu panik dan langsung terduduk di tempat dia berdiri..
Monster masih banyak yang ada disekitarnya dengan cepat melindungi orang berjubah hitam tersebut..
Luna menggunakan sisa kekuatan terakhir miliknya untuk bergerak cepat menuju Drian dan menolongnya..
"Luna aku di sini datang menjemputmu" Suara itu dari kereta kuda yang ditumpangai oleh orang berotot dan memiliki gaya rambut botak..
Tunggu botak itu tidak ada rambut ya :v
Luna dengan cepat menarik lengan Drian..
Karena tidak punya waktu lagi Luna langsung mengangkat Drian ke dalam kereta kuda dan juga langsung menaikinya..
Suara deru kuda dipacu dengan kuat membuat kuda berlari begitu kencang..
Monster yang ingin menyergap mereka dari samping dan depan membuat situasi semakin sulit..
Namun seketika itu pisau terbang melayang dengan cepat memotong leher monster dengan rapi..
Pisau terbang itu dengan indah menari diantara monster membuat jalur perlarian yang mudah..
Masternya telah datang menyelamatkannya..
Pisau terbang ini adalah pisau kultivasi yang dikendalikan oleh energi sang pengguna..
Pisau ini ditempa dengan teknik kultivasi..
Itu adalah misteri bagi Drian..
"Apa yang terjadi ?"
Luna menyuarakan kekagetannya lagi..
Hari ini sudah berapa kali Luna dikagetkan dia bahkan sudah lupa untuk menghitungnya..
...
...
...
"Penduduk sudah dievakuasi berkat kalian"
"Kau tidak perlu berterima kasih padaku karena sudah kewajiban petualang terbaik melakukannya" Jawab Luna dengan bangga.
Walaupun terlihat beberapa luka dan memar terlihat di tubuh Luna.. Namun luna hanya memperlihat senyum miliknya untuk tidak membuat orang lain khawatir.
Pria berotot itu hanya tersenyum mendengar hal itu..
Lalu mata pria berotot itu jatuh kepada Drian.
"Terima kasih atas bantuanmu juga"
__ADS_1
"Tidak perlu mengucapkan terima kasih kepadaku" Jawab Drian dengan singkat.
"Namaku Alex, siapa namamu ?"
"Hei aku juga belum tahu siapa namamu" Sambung Luna yang berada di sampingnya.
Drian tersenyum mendengar nama Alex.
Alex menjadi bingung dengan apa yang terjadi pada anak muda.
Pria berotot dan botak ini adalah Alex..
Jika kalian masih mengingatnya dengan baik. Dia adalah orang yang pertama kali yang dilihat oleh tokoh utama kita saat itu.
Kebetulan Drian pernah mendengar cerita dari Rian tentang bagaimana mereka menemukan jalan dengan mencari sumber air namun yang mereka temukan adalah orang berotot.
Drian tertawa mendengar kisah mereka itu jadi dia secara garis besar menebak siapa Alex tersebut dari postur badannya dan ciri cirinya.
"Aku Drian"
"Drian.. tunggu kau adalah Drian itu"
"Nanti kita bicarakan.. aku ingin beristirahat"
"Ah maaf.. Silahkan beristirahat"
Drian langsung duduk bersila dan menyalurkan energi Yin dan Yang ke tubuhnya untuk mempercepat penyembuhannya.
Drian merasakan sakit di sekujur tubuhnya sekarang ini.
Menggunakan teknik memperlambat waktu membuatnya merasakan energi yang begitu mengerikan..
Selain itu tubuhnya masih belum dapat menahan tekanan angin yang begitu kuat karena gerakan cepat yang dia lakukan..
Tentu Drian telah tahu akan hal ini karena masternya sendiri yang memperingatinya sebelum dia melatih teknik ini..
Luna dan Alex bingung dengan apa yang dilakukan Drian.
Tentu mereka tidak tahu bahwa Drian merupakan seorang kultivasi yang dapat menggunakan energi sebagai penyembuhan diri.
Ketika kereta kuda dipacu cukup jauh dari desa seketika itu memperlihatkan pemandangan yang begitu mengerikan.
Desa kini telah hancur dilahap oleh api dan dihancurkan beberapa monster..
Langit diisi dengan awan hitam yang mengepul menutup langit yang cerah..
Pagi yang indah kini telah hancur..
Apakah yang akan terjadi selanjutnya.. ?
Bersambung..
Akhirnya sudah selesai juga..
Apakah kalian sudah kangen dengan tiga orang idiot itu..
Sebenarnya aku sih enggak..
"-_"
Jangan tatap aku seperti itu oke..
Baiklah selanjutnya akan menjadi cerita tiga orang itu..
Mungkin..
Kalau tidak mood nanti aku lanjutkan aja cerita Drian lagi..
*Plak..(Sendal melayang)
__ADS_1
Oke. ampun. ampun.