Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Awal Baru Bersama Heroine


__ADS_3

Pagi hari yang begitu indah disambut baik oleh diriku..


Membuka jendela kamarku yang dimana aku melihat langit yang begitu cerah berwarna biru..


Sebiru hatiku..


Tunggu.. kenapa jadi lagu ?


Aku melihat kearah kasurku yang dimana terlihat seseorang sedang menyelimuti dirinya dengan bagus.


Seperti biasa temanku ini selalu saja nimbrung tidur di kamarku..


Padahal mereka sendiri memiliki kamar yang telah disediakan..


Aku menarik selimut secara perlahan. "Hari sudah pagi.. cepat bang--"


Ketika aku ingin berkata sesuatu tiba-tiba aku menjadi begitu terkejut.


Aku pikir ini adalah Rian atau Iwan..


Ternyata itu..


Yuina.


Pakaian tidurnya begitu mempesona..


Kulit putihnya terekspos begitu indah. Baju itu juga terlihat longgar dibagian pegunungan miliknya..


Rambutnya terlihat begitu berantakan namun tidak menghilangkan sedikitpun kecantikan miliknya..


Aku tahu ini salah..


Tapi.. sedikit saja tidak apa - apa untuk melihat bukan..


Saat aku ingin melihatnya begitu dekat..


Suara pintuku mencegahku untuk melakukan itu.


"Rei apakah kau sudah bang--" Ucap Liana dengan terhenti ketika dia melihat seseorang yang ada di kasurku.


"Aku belum melakukan apa-apa" Ucapku begitu panik sambil menutup mataku dan mengangkat tanganku.


Liana terlihat panik.. wajahnya begitu memerah dengan sangat marah..


Liana dengan cepat menarik dengan paksa tangan Yuina..


"Liana.. Apa yang sedang terjadi ?" Ucap Yuina dengan matanya yang masih mengantuk.


Yuina yang masih mengantuk berjalan dengan melayang ketika Liana membawanya keluar.


..


Apa yang barusan terjadi ?


...


...


...


Ketika selesai sarapan kami memutuskan untuk menuju akademi petualang yang ada di sini seperti yang telah direncanakan sebelumnya..


Kejadian tadi pagi masih berbekas dibenakku..


Saat sarapan sepertinya Liana dan Yuina tidak membahas hal tersebut..


Tentu juga aku tidak ingin membahas itu..


Ketika selesai sarapan Yuina mendekatiku dan berbicara dengan pelan.. "Maaf tentang itu.. aku kembali dari kamar kecil tadi malam dan tidak menyadari bahwa aku salah masuk ke kamarmu"


"Ah.. tidak apa - apa.. aku yang malah harus bersyukur"


"Bersyukur ?"


"Tidak bukan itu.. maksudku untungnya kau masuk ke kamarku bukan dengan yang lain.. tunggu apa yang aku bicarakan.. haha.."


"Kalau itu aku tidak akan salah masuk ke kamar orang lain"


"Apa maksudmu ?"


Otakku tidak dapat mencerna maksud Yuina. Apakah maksudnya dia beruntung itu adalah kamarku bukan yang lain..


Yah.. syukur juga sih.. kalau masuk ke kamar Rian dan Iwan mungkin dia tidak bisa tidur karena dengkuran mereka..

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan ?" Tanya Kina yang penasaran.


"Tidak bukan apa-apa.. mari kita berangkat" Ucap Yuina dengan tersenyum.


Kami menuju ke akademi petualang dengan berjalan kaki..


Kina dan Lisa telah memaksa Yuina untuk menggunakan kereta kuda.. namun itu ditolak oleh Yuina.


"Aku ingin lebih menikmati perjalanan dengan kakiku sendiri"


Itulah jawabannya..


Yah kami hanya mengikuti saja.. Lagipula kami juga tidak mau menarik perhatian orang lain karena kereta kuda.


Terlihat seperti seorang bangsawan tidak terlalu cocok denganku..


Ketika dalam perjalanan semua tatapan menuju kearah kami semua..


"Mereka melihat aku yang tampan pastinya" Ucap Rian dengan bangga bergaya layaknya orang tampan.


Sungguh kepercayaan diri yang bagus sayangnya tidak sesuai dengan kenyataan.


"Atau mereka melihat aku yang gagah dan berani ini" Balas Iwan dengan menampilkan otot lengannya.


Aku tidak menyadari bahwa Iwan sudah memiliki otot.. sejak kapan ada di sana ?


Tapi apakah dia memiliki penambahan dibagian isi kepalanya..


Iwan dengan percaya diri tersenyum kearah orang - orang namun orang sepertinya tidak melihat kearahnya..


Tunggu.. apakah aku ?


Nah sepertinya tidak..


Mereka melihat kearah gadis yang ada di samping kami..


Tentu kecantikan selalu menarik perhatian banyak orang.


"Mampirlah anak muda jika kalian ada waktu" Ucap seorang pria tua yang sedang berdagang dipinggir jalan.


Sepertinya dia sedang menjual beberapa makanan goreng cepat saji..


"Oh paman berjualan apa ?" Tanya Iwan dengan cepat.


Sepertinya Iwan dan paman ini saling kenal..


Aku melihat kearah apa yang dia jual ternyata adalah gorengan singkong..


"Apa itu.. aku baru lihat" Ucap Yuina yang dengan mata berbinar.


"Ini adalah singkong goreng.. ini adalah tanaman baru yang telah ditemukan.. saya sangat yakin akan rasanya" Jelas paman tersebut dengan percaya diri.


"Kalau begitu saya akan pesan beberapa" Balas Yuina.


"Baik"


Paman tersebut dengan cepat membuat bungkusan dari sebuah kertas khusus untuk pembungkusnya dan kami juga menerima gorengan singkong dari paman tersebut.


"Paman berapa semuanya" Tanya Iwan dengan cepat.


"Bawa saja nak Iwan.. itung - itung balas budi membantu paman membawakan barang bawaan kemarin" Balas paman tersebut dengan tersenyum.


"Kalau begitu terima kasih" Ucap Iwan dengan senang..


Kami memakan itu selama perjalanan dan Yuina memberikan reaksi lucunya.


"Apa ini.. rasanya begitu manis dan juga Krispy"


"Hehe.. ini adalah ide kami dalam membantu para pengungsi untuk masalah pangan" Ucap Rian dengan menggosok hidungnya dengan bangga seolah dia yang pertama kali menemukannya.


"Aku sangat yakin ini adalah ide Rei" Ucap Kina dengan wajah datarnya yang dia berikan kepada Rian..


"Rei adalah temanku.. ide Rei juga ideku.. jadi apa bedanya" Balas Rian dengan tersenyum percaya diri.


-_-


Aku tidak bisa berkata apa - apa dengan istilah itu..


Ketika dalam perjalanan para pedagang jalanan menarik perhatian Yuina dan pada akhirnya perjalanan kami menuju akademi petualang di sini akan menjadi lama..


"Oh boss.. silahkan diambil saja tidak usah bayar"


"Oh nak Iwan.. silahkan bawa saja"

__ADS_1


"Ini bawa untuk cemilan kalian"


Setiap kami ingin bayar semua berkata seperti itu..


Beberapa dari mereka mengenal kami dengan baik mengingat bahwa mereka adalah pengungsi pertama yang dimana kami mengajarkan mereka dalam mengelola singkong..


Selain dari singkong juga ada beberapa olahan yang berasal dari Indonesia yang kami ajarkan kepada mereka..


Jadi rata - rata pedagang jalanan ini adalah para pengungsi..


"Ini enak.. makanan apa ini" Ucap Yuina dengan bahagia..


Melihat apa yang dia makan dimana itu adalah sate..


Aku merasa sangat aneh melihat pemandangan ini..


Orang dari dunia lain sedang makan olahan orang Indonesia..


Entah kenapa ini membuatku bangga..


Melihat matahari sudah hampir mendekati di tengah kepala tanpa aku sadari.


"Kita sudah terlalu lama menghabiskan waktu di sini" Ucapku kepada mereka.


"Tidak usah terburu-buru.. lagipula kita harus menikmati ini selagi gratis" Balas Rian dengan senang melahap makanan yang ada di tangannya.


"Terlalu banyak juga tidak baik.. kau bisa gendut karena itu" Balasku dengan tersenyum kecut.


Mendengar hal itu para perempuan terkejut tanpa bisa bergerak.


Seperti yang aku tebak.. perempuan di sini juga khawatir akan hal itu..


Nah semua perempuan sepertinya sama saja..


"Kau makan semua punyaku" Ucap Kina dengan cepat memberikan makanannya kepada Rian..


"Eh ?"


"Aku sudah kenyang" Ucap Lisa yang juga ikut memberikan makanannya kepada Iwan.


"Ah terima kasih.."


Yuina mulai menatapku dengan mata berbinar manis..


"Apakah Rei benci dengan wanita gendut" Ucapnya dengan nada sedih miliknya..


Itu sungguh tidak bisa terelakkan bahwa itu adalah keimutan yang begitu haqiqi..


"Aku tidak membencinya.. lagipula wanita gendut juga ada beberapa sisi yang bagus dari mereka" Ucapku dengan menggaruk pipiku.


"Kalau begitu aku akan makan beberapa dan memberikannya kepadamu sisanya"


"Oh oke.."


Sepertinya perjalanan kami menuju akademi petualang di sini akan memakan waktu lama lagi..


Hah..


Bersambung...


"Satenya kak.. sate dengan daging yang empuk" Pedagang 1


"Soto lamongan kak, enak terjamin" Pedagang 2


"Keju mozzarellanya kak" Pedagang 3


"-_-"


"-_-"


"Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu"


...


"Ini bukan lapak promosi makanan.. kalian cari tempat lain -_" Author


Oke sepertinya kali ini lumayan santai ya.. chapternya..


"Pertempurannya mana.. actionnya mana.. kok ini terus.."


Woah santai..


Kita harus menikmati suasana dunia lain terlebih dahulu.. muhehehe..

__ADS_1


Jadi tekan like terus biar semangat updatenya.. oke ;)


__ADS_2