
Rian dan Iwan tidak bisa melakukan pergerakan apa apa karena dinginnya pisau tersebut telah menyentuh kulit leher mereka..
Bahkan untuk menelan air liur pun mereka sungguh ketakutan..
"Apa yang kalian berdua lakukan.. mereka tidak melakukan apa apa terhadapku" Ucap raja dengan panik.
Setelah paman berkata seperti itu mereka mulai melepaskan pisau dari leher mereka..
"Aku pikir aku akan mati" Ucap Rian dengan lega..
"Maafkan aku" Ucap raja tersebut dengan menyesal.
"Tidak tidak.. ini bukan salah paman.. lagipula kami yang masuk kesini tanpa ijin"
"Paman ?" Ucap Kina dengan marah.
Tentu Kina merasa marah.. karena mereka menganggap raja di depan mereka ini seperti seorang paman biasa.. dan itu adalah hal yang tidak bisa dia biarkan.
Kina ingin memberikan Rian pelajaran namun Lisa dengan cepat menahannya..
Rian langsung merinding ketakutan..
"Sudahlah kina aku tidak mempermasalahkan hal itu" Balas sang raja.
Mendengar hal itu Kina akhirnya merasa tenang.. Walaupun dia masih tidak bisa memaafkannya..
"Kalian harus bersikap sopan di depan raja" Ucap Lisa dengan tidak senang.
""Raja!!?""
Mereka berdua langsung kaget dengan pernyataan itu.. Karena otak kecil mereka tidak memikirkan hal sampai kesitu..
"Maafkan kami Pa-- yang mulia raja.. kami tidak tahu" Ucap Rian dengan menunduk..
Rian hampir saja menyebutkan paman namun lidahnya langsung berbelok.. untung dia ahli dalam hal ini..
Rian dan Iwan begitu takut jadi mereka langsung menundukkan kepala mereka untuk meminta maaf..
"Kenapa disini begitu ramai"
Suara tersebut datang dari belakang dan mereka melihat yang bicara tersebut merupakan Yuina..
...
Aku mengikuti Yuina di belakangnya untuk mencari Iwan dan Rian bersama sama namun sesaat kami mencari mereka suara piring jatuh terdengar dan Yuina langsung bergegas dimana sumber suara tersebut..
Ternyata sumber suara tersebut datang dari sebuah kamar yang besar..
"Kenapa begitu ramai disini" Ucap Yuina dengan nada yang ditekan.
Yuina terlihat sedikit marah akan hal itu..
Aku berharap ini bukan karena keidiotan kedua orang itu..
Namun saat aku memikirkan hal itu aku melihat Rian dan Iwan gemetar ketakutan..
Aku menghela napasku dengan dalam..
"Kenapa kalian ribut disini ?" Tanya Yuina dengan kesal.
"Maaf tuan putri kami mengira mereka melakukan sesuatu kepada yang mulia" Lisa berkata dengan sedikit menundukkan kepalanya.
Aku berjalan mendekati mereka dan berbisik..
'Apa yang kalian lakukan'
'Kami tidak melakukan apa apa' Balas Rian tentu dengan berbisik juga.
Aku menatap mereka namun aku masih percaya dengan mereka.. Walaupun mereka idiot mereka tidak akan berani melakukan hal hal buruk..
"Maafkan saya ayah, telah menganggumu dengan keributan ini" Ucap Yuina dengan menyesal.
"Ahaha tidak apa-apa" Ucapnya sambil tersenyum.
"Kalau begitu kami akan pergi" Ucap Yuina dengan berpamitan.
Kami bertiga berjalan keluar bersama dengan Yuina dan pelayannya..
__ADS_1
Namun saat kami berada di ujung pintu Raja mengatakan sesuatu yang membuat kami terkejut..
"Terima kasih obatnya anak muda.."
Saat setelah itu kami menutup pintu..
Yuina dan pelayan menatap kami dengan tajam..
Sekarang aku mulai menarik perkataanku bahwa mereka tidak melakukan hal yang buruk..
"Aku tidak memberikannya obat yang buruk" Ucap Rian dengan terburu buru.
"Benar kami cuma memberikan obat supaya dia cepat sembuh" Sambung Iwan.
Rian menunjukkan obat yang dia berikan.
Lalu aku mendekati mereka dan melihat bahwa bungkus tersebut merupakan obat demam, flu, batuk.. obat terkenal di dunia kami obat Mix*gr*p.
"Obat ini tidak akan membahayakan kecuali orang tersebut memakai ini secara berlebihan.. obat ini sering digunakan di dunia kami saat sedang sakit.. Namun aku tidak begitu yakin apakah ini dapat menyembuhkan yang mulia raja" Jelasku untuk menyakinkan Yuina.
"Begitu rupanya.." Ucap Yuina dengan lega.
Rian dan Iwan menatapku dengan kaget karena Yuina percaya denganku..
Namun aku hanya tersenyum kecut akan hal itu.. karena alasan Yuina percaya denganku mungkin karena aku terlihat normal dari mereka berdua.. Aku tidak perlu menyebutkan ini kalian pasti tahu.. karena mereka idiot..
"Aku akan mengganti makanan yang aku jatuhkan untuk raja dan tuan sekalian tolong untuk menunggu hidangan karena kami akan mengantarkannya secepat mungkin" Ucap Yuina dengan lembut.
"Hei bolehkah aku memasak untuk yang mulia raja karena dia sakit mungkin aku dapat membuatkan makanan yang cocok untuk dia.. setidaknya ini sebagai permintaan maaf karena bersikap tidak sopan" Kata Rian kepada mereka..
Kina dan Lisa saling memandang satu sama lain.. Karena mereka tahu kemampuan Rian dalam memasak mereka mengangguk setuju..
Rian hanya bingung..
Dia mengharapkan sebuah penolakan namun tidak disangka mereka menerima tawarannya..
"Kalau begitu kami akan menunggu kalian di ruang makan" Ucap Iwan mencoba untuk pergi..
Namun saat Iwan ingin berjalan tiba tiba dia ditarik oleh Rian...
"Kau temani aku" Ucap Rian kepada Iwan.
"Tidak kau akan ikut denganku" Ucap Rian dengan memaksa.
Iwan masih trauma dengan kejadian tadi...
Awalnya dia mengira Lisa adalah seorang gadis yang lembut dan manis..
Siapa sangka dia mengeluarkan sifat kejamnya.. bahkan Iwan masih ingat dengan tatapan tajam yang dia arahkan kepadanya..
"Rei tolong aku" Teriak Iwan dengan sedih.
Aku cuma bisa diam dan tersenyum...
Mereka pergi dan meninggalkanku dengan Yuina lagi..
......
...
.
"Ini adalah bubur gandum madu dan susu ala dengan resep rahasia buatanku"
Rian dengan bangga mengucapkan hal tersebut setelah dia selesai memasakan makanan bubur gandum yang cocok untuk orang sakit.. Awalnya dia ingin membuat bubur nasi namun karena ini bukan Asia jadi dia menggantinya dengan gandum..
Sedangkan Iwan dia cuma bisa diam di dekat Rian..
Rian tidak takut akan hal sebelumnya namun Iwan masih ingat dengan jelas akan hal itu...
Hatinya sedikit terguncang.
Karena gadis yang membuat dia merasa jatuh cinta telah mengeluarkan sifat kejamnya..
Lisa menyadari tatapan Iwan terhadap dirinya namun saat Lisa menatap ke arahnya.. dia langsung mengalihkan pandangannya.
...
__ADS_1
Setelah mengantarkan bubur kepada sang raja akhirnya mereka dapat kembali...
Namun saat mereka kembali Rian dan Iwan melihat Rei begitu akrab dengan Yuina dalam membicarakan sesuatu dan bahkan Yuina terlihat tertawa bahagia..
Mereka melihat aura tokoh utama berada di Rei dan entah kenapa mereka ingin menonjoknya karena mendapatkan hal enak sedangkan mereka mendapatkan sebuah pisau dingin dileher mereka..
.......
...
Aku membicarakan hal hal tentang duniaku kepada Yuina dan beberapa hal lainnya.. untuk membunuh waktu sambil menunggu mereka datang.
Yuina begitu tertarik akan hal itu.. tentu itu sangat menarik mengingat bahwa dunia ini tidak begitu banyak hal..
"Aku harap aku bisa menaiki pesawat terbang yang kau ceritakan Tuan Rei"
"Bisakah kau berhenti memanggilku Tuan Rei jujur itu membuatku geli"
Jika seandainya duniaku berasal dari jepang mungkin apa yang dia panggil mungkin terdengar seperti Rei-sama..
Sayangnya karena aku berasal dari indonesia maka yang terdengar hanyalah Tuan Rei..
"Rei" Ucap Yuina dengan malu malu.
"Nah begitu" Jawabku dengan tersenyum.
Aku menatap kearah Yuina namun wajahnya terlihat sedikit memerah..
Apakah namaku begitu memalukan hingga dia menjadi seperti itu..
"Yo Rei"
Aku mendengar suara Rian menyapa di belakangku.. aku berbalik melihat mereka.
"Bagaimana ?"
Aku bertanya dengan mereka namun entah kenapa mereka terlihat marah..
"Sungguh enak ya bicara dengan gadis cantik" Ucap Rian dengan tidak senang
"Sedangkan kami cuma bisa merasa ketakutan" Sambung Iwan
"Itu adalah hasil dari apa yang kalian tabur" Balasku dengan tersenyum sinis.
"Sialan ini tidak adil" Balas Rian dengan tidak senang.
...
Mereka berteriak dengan tidak senang namun saat mereka mendengar suara batuk milik Lisa.. mereka langsung diam..
"Makanan sudah siap"
Lisa dan Kina meletakkan makanan dengan cepat di meja..
"Silahkan di makan" Ucap Yuina dengan tersenyum.
Kami makan apa yang sudah disediakan..
Setelah selesai makan.. ini akan memasuki topik utama...
Bersambung..
Ruang curhat pemain..
Maaf gk ada ide buat topik jadi..
Mereka gk ada disini..
Ugh.. akhir akhir ini topiknya masih sedikit serius jadi mungkin leluconnya masih belum kena.. :v
Maaf garing..
Jangan lupa like ya..
Biar tetap semangat up nya..
:v
__ADS_1
Sampai jumpa next episode..