Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Masih Dikejar..


__ADS_3

Matahari yang bersinar terang perlahan tertutup dengan awan hitam di langit..


Suasana menjadi begitu menegangkan..


Aku mengangkat tangan kananku yang dimana sebuah belati aku pegang dengan begitu erat.


[Change Class Assassin]


Monster Serigala dengan cepat menerkam kearahku..


Aku langsung menghindari serangan cakarnya dengan menghindarinya kesamping kanan dan langsung melancarkan serangan kearah perutnya..


Suara memekik dari serigala tersebut terdengar kesakitan.


Serigala itu terlalu bodoh untuk menyerang tanpa memikirkan pertahanan miliknya.


Kera yang memiliki kulit tanaman itu berjalan dengan cepat kearahku..


Aku ingin mengangkat kakiku dan berjalan mundur namun ada sesuatu yang menahan pergerakanku.


Tanaman merambat telah melilit di kakiku.


Sepertinya itu dikendalikan oleh monster monyet kulit tanaman ini.


Sial..


Kera itu sudah dekat denganku..


[Change Class Mage]


Aku dengan cepat mengganti Classku dan mengarahkan tongkatku ke wajahnya dimana sihir api keluar..


Wajah Kera tersebut terkena apiku namun tangannya telah dekat denganku dan membuat bahuku langsung terluka karena jari kukunya.


"Kukakka"


Kera tersebut berupaya memadamkan api ditubuhnya dengan berguling..


Sial..


Jika aku terlambat sedikit saja mungkin leherku sudah terpisah dari tubuhku..


Mengambil kesempatan ini untuk kabur namun satu monster datang untuk menutupi jalanku.


Monster ini adalah singa yang dimana sekujur tubuhnya memiliki sisik ikan..


Itu kombinasi yang sangat aneh..


Aku tidak mengerti bagaimana monster seperti ini ada ?


Aku rasa novel isekai tidak pernah menampilkan sosok absurd seperti ini..


Singa tersebut dengan cepat menuju kearahku..


[Change Class Assassin]


Aku langsung menghindarinya dan menangkis cakarannya kearahku..


Suara dentingan belatiku mengenai cakarnya membuat suara yang mengerikan.


Cakar tersebut menghancurkan belatiku dengan begitu mudah.


Aku merasakan insting untuk kematianku sesaat namun aku langsung menundukkan kepalaku dengan cepat hingga nyaris dahiku akan terluka.


[Change Class Mage]


Selagi aku menunduk aku dengan cepat mengarahkan tongkat sihirku kearahnya dan menyerangnya dengan sihir api..


Namun sihir apiku tidak membakarnya.


Kulitnya yang memiliki sisik itu tidak bisa dibakar..


Ketika menyadari hal itu aku langsung mundur dengan cepat dengan gerakan meluncur..


Suara gertakan datang dari mulut singa dengan ganas.


Singa dengan cepat datang menuju arahku dengan melebarkan mulutnya untuk menerkamku..


[Change Class Assassin]


Aku masih sempat mengganti Classku dan kelincahanku bertambah dan menghindari hal tersebut dengan meloncat kesamping.


Mengambil senjata baru dengan cepat..


Ini adalah senjata panah.


[Change Class Archer]


Aku memiliki Class Archer yang jarang aku gunakan..


Tapi bukan berarti aku tidak bisa menggunakan panah sebelumnya.


Karena ketika lomba 17 agustus untuk lomba panah aku lumayan bagus.. walaupun hanya masuk juara 4..


Tapi yah.. Itu lumayan bagus..


Semua skill yang berhubungan dengan archer juga telah aku pelajari selama waktu luangku di sini.


Aku menarik busurku dengan kuat.

__ADS_1


[Burst Arrow]


Aku meneriakkan skill panahku dan mengarahkan kearah mata singa tersebut.


Karena jarak kami hanya beberapa meter saja..


Serangan tersebut dengan cepat mengenai singa itu..


Tanpa disangka seranganku mengenai matanya dengan begitu buruk.


Dia berteriak dengan kesakitan..


Aku menembakkan panah lagi namun kali ini dengan tiga mata panah sekaligus.


[Triple Arrow]


Tiga panah melesat dengan cepat menuju singa tersebut..


Satu mengenai kepalanya.. satu mengenai tubuhnya..


Dan yang satunya meleset menuju tanah yang tidak jauh dari tubuh singa.


Ini cukup susah.


[Change Class Assassin]


Aku dengan cepat mengerahkan seluruh kekuatanku untuk mendekatinya dan melancarkan belatiku untuk menyerang matanya yang satunya..


Ketika dia berusaha menghindari seranganku dengan mengelak ke samping.. namun..


Dia tiba - tiba tersandung dengan panah yang menancap di tanah karena serangan panahku yang ketiga meleset..


Aku mengambil keberuntunganku tanpa malu dan melancarkan serangan dengan begitu kuat di matanya hingga mengenai otaknya.


Singa tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.


Aku menyeka darah yang mencurat di wajahku.


Aku bangkit dengan cepat dan melihat monster yang mengejarku telah begitu dekat..


Aku terlalu menghabiskan waktu di sini..


Aku berlari dengan secepat yang aku bisa..


Namun serangan panah dari goblin melesat dengan mengerikan..


Aku menangkisnya dengan belatiku dan menghindarinya dengan mantap..


Walaupun beberapa dari panah tersebut membuat tubuhku tergores.. namun itu masih belum bisa membuatku berhenti berlari..


Monster bagian belakang yang memiliki tubuh yang begitu besar tidak henti - hentinya untuk melempar monster yang lebih kecil darinya kearahku..


Aku semakin kesal..


[Change Class Archer]


Aku menarik panahku dengan cepat kearahnya..


Aku tidak bisa mengincar bagian matanya dari jarak ini.. namun monster itu pasti akan kesakitan..


Lagipula mata panah itu sudah aku lumuri dengan cairan yang dibuat Rian..


Satu panah melesat ke tubuhnya.


Secara perlahan monster tersebut kesakitan dengan sangat buruk.


Aku melanjutkan lari dengan cepat..


Namun masih ada monster yang terbang di langit yang tidak membiarkanku kabur dengan mudah.


Sial..


Kenapa satu demi satu monster yang bermunculan begitu merepotkan.


...


...


...


Dua orang pemuda dengan cepat berlari dengan banyaknya monster yang mengejar mereka di belakang.


"Rian apa yang harus kita lakukan ?"


"Kau bertanya denganku tapi dengan siapa aku bertanya ?"


Iwan dan Rian secara kebetulan lari ke arah yang sama jadi..


Mereka berdua bersama..


Rei tidak ada bersama mereka membuat mereka bingung untuk langkah selanjutnya.


Bahkan jalan menuju tempat penyergapan pun mereka lupa - lupa ingat.


Karena dalam berpikir mereka begitu buruk jadi..


Jangan ditanya apa yang ada di kepala mereka.


Mereka hanya bisa terus berlari menghindari monster yang berdatangan mengejar mereka.

__ADS_1


*Brak..


Satu monster yang dilemparkan di depan mereka.


Mereka terkejut akan hal itu dan langsung berhenti.


Satu dua tiga empat..


Empat monster telah ada di depan karena satu monster telah melempar mereka.


Keempat Monster ini adalah Orc.


Jalan yang di tutupi oleh bangunan di sekitarnya membuat mereka tidak bisa untuk memutari monster yang ada di depan.


Rian mengeluarkan pedang miliknya dengan penuh gaya..


Iwan juga mengambil tameng miliknya dengan penuh dengan gaya juga.


Disaat situasi seperti ini mereka masih saja melakukan sebuah selebrasi yang menganehkan.


Jika ada Rei di sini sudah sangat yakin dia akan memarahi mereka saat ini.


"Iwan tolong pancing mereka kearahmu dan aku akan melawan mereka"


"Serahkan padaku.. [Taunt]"


Cahaya muncul dari tameng milik Iwan dan membuat monster yang ada di depannya untuk menyerang kearahnya.


Rian dengan mudah mengambil kesempatan ini ketika Orc mulai menyerang Iwan.


Rian memberikan tebasan miliknya dengan nyaman kearah Orc..


Satu Orc tumbang dengan cepat.


Dua Orc tumbang dengan cepat juga.


Tiga Orc tumbang dengan mudah juga.


Empat Orc..


Oh dia sudah lari..


"Kerja sama kita sangat bagus"


"Yap"


Mereka berdua ngobrol terlalu santai dan tidak menyadari bahwa mereka telah berhenti untuk terus lari..


Alhasil Monster yang mengejar mereka sudah menjadi sangat dekat dengan mereka.


Satu Monster serigala telah menerjang mereka dengan sangat cepat.


Rian yang terkejut melihat itu tidak bisa menghindari serangan itu.


"Kalian idiot!"


Suara muncul dari samping serigala tersebut dan menendang serigala tersebut hingga terpental.


Seorang gadis yang memiliki pita dirambutnya dan sebuah klip berbentuk bunga datang menyelamatkan mereka.


Itu adalah Kina.


Kina memasang wajah sangat marah kepada Rian.


"Jangan lengah! Dasar idiot!"


Bersambung..


,...........


.....


....


...


Ah..


Aku bosan..


Aku bosan..


Adegan bertarung membuat otakku menjadi sakit.


Akan sangat mudah jika di tulis seperti ini :


Rei dengan cepat mengalahkan monster dengan kekuatannya yang OP.. lalu semua orang selamat.. tamat.. ~


Bukankah itu keren..


*Plak (Sendal melayang..)


Oke maaf..


Kalian pasti tidak suka.. itu jadi.. yah..


Aku harap kalian masih suka dengan adegan bertarungnya..


Masih lama nih masa damainya..

__ADS_1


Jadi sabar.. Namanya juga perang :')


Oke jangan lupa like ya.. ;)


__ADS_2