Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Kiana dan Demark


__ADS_3

Di ruang guru..


"Bagaimana Kiana.. muridku apakah ada yang berhasil mengaktifkan Aura ?" Tanya Demark dengan penasaran.


Kiana menghela napasnya saat mengingat hal tersebut..


"Tidak ada yang bisa" Jawabnya dengan sedih.


"Sudah aku duga.. memang sangat susah untuk mengaktifkan Aura dalam sekali percobaan" Ucapnya sambil tersenyum.


Demark tidak terlihat kecewa sama sekali mendengar hal itu dan itu membuat Kiana menjadi penasaran..


"Kenapa kau terlihat bahagia" Tanya Kiana dengan heran.


"Haha.. ini terjadi karena murid bernama Rei ini berhasil mengeluarkan sihir tanpa mantra" Balasnya dengan begitu bahagia..


Mendengar hal itu Kiana tidak bisa menyuarakan keterkejutannya.


"Bagaimana bisa"


"Aku juga tidak tahu namun sepertinya Akademi Petualang sangat diberkati dengan adanya seorang jenius ini"


Kiana hanya mengangguk setuju akan hal itu..


Karena saat ini kebanyakan orang tidak tertarik untuk menjadi seorang petualang dikarenakan adanya Akademi Pahlawan..


Karena di Akademi Pahlawan mereka memiliki masa depan sangat terjamin karena setelah lulus akan dapat memasuki bagian pasukan khusus kerajaan..


Uang dan Ketenaran otomatis akan didapatkan juga..


Bahkan saat ini kerajaan telah membuat sebuah pasukan yang memiliki kekuatan yang unik.. Mereka disebut dengan Hero League..


Berbeda dengan Akademi Petualang yang dimana saat mereka lulus harus mencari sebuah Quest/Misi untuk menafkahi diri mereka sendiri..


Namun menjadi seorang petualang lebih bebas dan bisa berpetualang kemana saja..


"Oh aku baru ingat bahwa suster yang menjaga Uks menemukan murid yang terluka"


Demark menatap kearahnya dengan tajam..


"Itu bukan salahku.. itu karena mereka mengatakan sesuatu yang tidak bisa untuk di ucapkan" Jawab Kiana dengan cepat.


"Eh.. sesuatu tentang apa ?"


Kiana hanya bisa menghela napas karena pertanyaan yang diajukan Demark..


"Lupakan itu"


Kiana hanya bisa memendam apa yang ingin dia katakan..


Karena alasan dia membenci hal tersebut awalnya karena pria ini..


Demark..


...


Beberapa tahun yang lalu.. saat mereka masih muda dan polos..


"Seorang gadis sepertimu tidak seharusnya untuk menjadi seorang petualang"


"Hmph.. seharusnya aku yang berkata begitu dengan badan kurus seperti itu apa yang bisa kau lakukan"


"Aku Class mage tentu saja tidak harus mengandalkan otot sepertimu"


"Kau mengajakku berkelahi"


"Tentu.. sini"


Para petualang yang melihat hal tersebut menjadi tertawa..


"Lagi - lagi mereka berkelahi"


"Sudah berapa kali aku melihat ini sungguh hiburan yang menakjubkan"


"Kau benar.. perkelahian seperti suami istri tontonan yang sangat bagus"


Mendengar orang disekitar mereka membicarakan mereka membuat mereka menjadi memerah malu..


Tentu ini adalah sebuah kebiasaan mereka saat pertama kali masuk ke Guild Petualang..


Walaupun..


Mereka dulunya tidak seperti ini..

__ADS_1


Mereka sangat dekat sejak pertama kali mereka mengambil party bersama.. namun setelah beberapa lama mengambil party bersama.


Demark tiba tiba ingin membuatnya berhenti untuk menjadi seorang petualang..


Karena itu mereka berdua berpisah party dan menjadi saling berkelahi saat satu sama lain bertemu..


........


....


.


Suatu waktu ketika Kiana mengambil sebuah misi..


Itu adalah misi yang sangat mudah yang dapat di lakukan satu orang yaitu misi mengirim barang.. namun Kiana tidak menyadari bahwa ini adalah sebuah jebakan..


"Akhirnya kita bisa bertemu.." Ucap seseorang pria yang muncul menghadang jalan Kiana..


"Siapa kau" Tanya Kiana dengan rasa waspada.


"Fufu~ Tolong jangan marah begitu.. wajah cantikmu akan hilang"


Kiana dengan sigap langsung mengambil pedang yang selama ini selalu ada di pingggangnya..


"Jangan terburu mari kita bicarakan ini baik baik" Ucap pria tersebut dengan takut..


Kiana menjadi waspada dengan pria yang ada di depannya karena pria ini terlihat tidak ramah sama sekali..


"Mungkin itu yang aku katakan.. tapi sekarang aku berbeda" Sambungnya sambil tersenyum..


Tersenyum sangat jahat.. dan tidak terlihat sama sekali bahwa senyum itu menunjukkan bahwa dia manusia..


"AKU SELALU MENCINTAIMU SELAMA INI"


"NAMUN PRIA ITU SELALU MENGHALANGIKU"


"SEKARANG KESEMPATAN SUDAH ADA DI DEPANKU"


"AKU TIDAK AKAN MELEPASKANMU"


Kiana langsung merinding akan mendengar hal tersebut..


Sesuatu tiba tiba terjadi pada pria tersebut..


Dia menjadi begitu besar dan tangan kuku miliknya menjadi begitu panjang..


Pria tersebut.. tidak Monster tersebut langsung mendekati Kiana dengan begitu cepat..


Untungnya reaksi Kiana begitu cepat.. Kiana langsung menangkis tangan yang mencoba menangkapnya dengan pedang miliknya..


Aura langsung di keluarkan oleh Kiana..


Kiana mundur beberapa langkah untuk mengatur pergerakan dan langkah selanjutnya..


Namun sebelum dia memikirkan itu Monster tersebut tidak melepaskan kesempatan itu.. tangan kiri dari monster tersebut langsung memegang pedang milik Kiana..


Kiana tidak dapat menggerakkan pedang miliknya akibat perbedaan kekuatan.. Pada akhirnya Kiana terpaksa melepaskan cengkraman pedangnya untuk menghindari serangan yang akan datang dari tangan kanan miliknya..


Pedang Kiana kini berada di tangan monster..


Monster tersebut langsung mematahkan pedang tersebut seperti mematahkan sebuah lidi..


"SEKARANG PEDANGMU TIDAK ADA JADI SEBAIKNYA KAU MENYERAH... DENGAN BEGITU AKU TIDAK AKAN MELUKAI TUBUH INDAHMU"


......


...


.


"Kiana bodoh apa yang kau lakukan sendirian.. dasar bodoh"


Demark berlari terus menerus tanpa berhenti saat dia mendengar dari Receptionis Guild Petualang bahwa Kiana menerima Quest mengirim sebuah barang kearah utara dimana tempat tersebut merupakan desa tepat di daerah perbatasan kerajaan Kleinstar..


Namun bukan itu masalah pentingnya karena jalan menuju tempat tersebut penuh dengan energi sihir jahat yang sangat tinggi..


Informasi ini baru dia dapatkan dari seorang petualang yang kembali dari desa tersebut..


Demark terus belari bahkan pohon disekitar tidak bisa menahan dari untuk tidak mengikuti angin yang ada dibelakang Demark..


Tidak perlu waktu yang lama suara teriakan Kiana terdengar.. Demark melihat seorang pria.. tidak monster yang berwujud manusia sedang memegang tubuh Kiana..


"Dengan roh api.. Tidak ada yang dapat mengalahkan panasnya.. ~... Fire"

__ADS_1


Demark dengan cepat melantunkan mantra sihir api miliknya dan menyerang ke arah monster tersebut..


Namun serangan milik Demark dengan begitu mudah ditangkis olehnya..


"SUNGGUH KEBETULAN SEKALI"


"AKU INGIN MEMBALAS DENDAMKU WAKTU ITU"


Monster tersebut tersenyum jahat saat melihat ke arah Demark..


Demark melihat Kiana yang sangat kesakitan saat berada di cengkraman Monster tersebut..


Melihat itu hati Demark menjadi sangat sakit pikirannya menjadi sangat marah..


"Lepaskan Kiana" Teriak Demark dengan marah..


"APAKAH MENURUTMU AKU AKAN MENURUTI KEMAUANMU ?"


Demark hanya bisa menjadi marah setelah dia berkata begitu..


Demark membaca mantra kali ini dengan begitu cepat dan menggabungkan sihir Api dan Es..


"Eternal Fire Ice"


Sebuah sihir es bertubrukan dengan api yang sangat panas tepat mengarahkan ke arah Monster tersebut..


Mengingat Bahwa Kiana berada di genggaman monster tersebut Demark hanya bisa melemahkan sedikit serangannya..


Sihir Es yang bertemu dengan Api yang panas seketika itu juga sihir tersebut berubah menjadi Uap yang sangat tebal..


Demark memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekat untuk melancarkan serangan..


Demark sekali lagi membaca mantra sihir dengan cepat dan melancarkan serangan langsung tepat di depan wajahnya yaitu sihir api yang menimbulkan sebuah ledakan..


Ledakan tersebut langsung mengagetkannya dan cengkraman tangan yang memegang Kiana langsung terlepas..


Demark menangkap Kiana dengan gendongan ala tuan putri..


Wajah Kiana langsung memerah saat dia tahu bahwa dia sudah diselamatkan layaknya tuan putri..


"KURANG AJAR"


"AKAN KU BUNUH"


"AKAN KU BUNUH KAU"


Monster tersebut meraung dengan marah sambil memegang wajahnya yang kesakitan akibat serangan Demark..


Demark menurunkan Kiana..


"Apakah kau baik baik saja"


"Ya aku baik baik saja"


Kiana tidak terluka terlalu parah hanya sedikit goresan dan bekas cengkraman tangan monster tersebut..


"Tolong kau pergi dari sini"


"Tidak aku masih bisa bertarung.."


"Seorang gadis sepertimu apa yang bisa kau lakukan"


"Kau.."


Saat mereka sedang bicara Monster tersebut sudah pulih dari serangan Demark..


Monster tersebut ingin meraih Kiana namun Demark dengan sigap mendorong Kiana...


Sebagai gantinya Demark tertangkap..


Tangan tersebut mencengkram kuat di leher Demark..


"HAHAHAHA AKU AKAN MEMBUNUH DENGAN CEPAT AGAR AKU BISA MEMILIKI WAKTU BERDUA DENGAN KIANA SAYANGKU"


Demark melalukan usaha yang sangat berat dimana dia memaksakan tenggorokannya untuk mengucapkan mantra sihir..


Namun cengkraman monster tersebut menjadi kuat..


Bahkan udara tidak bisa masuk ke dalam paru paru Demark.. namun dia tetap berusaha untuk mengucapkan mantra sihir..


Bersambung..


Note author : Sebenarnya aku ingin membuat cerita tentang masa lalu Demark dengan Kiana ini sesingkat mungkin.. namun siapa sangka tiba tiba menjadi panjang seperti ini.. bahkan aku harus menyambungnya di chapter berikutnya..

__ADS_1


Maafkan jika kalian yang menunggu cerita tiga orang idiot karena disini tidak ada mereka.. huhu.. T.T mungkin saat ini mereka bahagia karena tidak tampil karena beberapa chapter mereka selalu tersiksa oleh diriku..


Namun tenang saja aku akan pastikan mereka akan tersiksa saat kembali.. ;)


__ADS_2