Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Sulitnya Jadi Matia


__ADS_3

(Ini sulit..)


Matia dengan cepat melakukan serangkai serangan yang dia kerahkan menggunakan kekuatan dari hutan berkabut kepada para iblis yang datang menghampirinya.


Walaupun serangan yang dia berikan tidak berakibat fatal kepada mereka dan hanya


membuat mata mereka sakit.


Namun itu cukup untuk memperlambat gerakan mereka.


Sejak awal misi dia hanyalah sebagai penjaga hutan yang diberi tugas oleh pahlawan terdahulu.


Dia sudah lupa berapa ratus tahun telah berlalu sejak saat itu.


Kini setelah dia mulai kehilangan kekuatannya secara perlahan karena tidak adanya pemberi pasokan makanan.


Pahlawan terdahulu sering kali datang untuk berkunjung dan memberikan dia makan.


Namun setelah dia meninggal dunia tidak ada orang lain lagi yang datang ke sini selain dari orang putus asa yang ingin mengakhiri hidupnya karena kehilangan orang yang dia sayang.


Sungguh ironis dia harus menggunakan kekuatan kabut sebagai ilusi untuk memberikan harapan kepada orang yang datang tersebut menjadi orang yang mereka kenal demi mendapatkan makanan.


Dia masih bisa hidup tanpa makan namun kekuatan dia untuk mempertahankan kekuatan kabut akan berkurang.


Contohnya sekarang ini.


Kekuatannya masih belum sepenuhnya pulih karena makanan yang diberikan oleh Rei masih sangat kurang untuk memenuhi energi yang dia punya.


"Hei kalian berdua cepat bangun dan bantu aku!"


Matia menyerukan suaranya dengan kesal kepada dua orang idiot yang masih tertidur.


Serangan pedang datang dari sampingnya ketika dia mengalihkan pandangannya sebentar.


Matia langsung berubah menjadi sosok orang yang dikenal oleh iblis tersebut.


"Bia!"


Iblis itu menyerukan nama seseorang yang dia lihat.


Iblis itu langsung menghentikan serangannya dengan paksa namun Matia tidak membiarkannya berdiam di sana dan menendang tulang kering iblis tersebut dengan begitu keras.


Iblis tersebut tersungkur dengan rasa sakit yang mengerikan di kakinya namun tidak berhenti disitu. Iblis tersebut menerima sebuah tendangan tepat kearah wajahnya hingga membuat dia pingsan.


"Berhati-hati lah monster ini bisa meniru orang yang kita kenal" Ucap iblis tersebut kepada temannya yang lain.


(Sial)


Matia hanya bisa mengumpat dalam hati ketika iblis tersebut menyadari kekuatannya.


Skill ilusi akan kurang efektif jika mereka telah mengetahuinya.


"Hei kalian berdua tolong bangunlah!" Ucap Matia dengan panik kepada dua orang idiot yang masih tertidur.


Selagi dia berusaha untuk membangunkan kedua orang itu. Sebilah pedang telah mendekati kearah lehernya dengan cepat.


Matia dengan cepat bergerak menjauh dari pedang tersebut menggunakan kabut untuk mempercepat langkahnya.

__ADS_1


(Aku tidak bisa melakukan ini terus menerus)


Kekuatannya tidaklah cukup untuk mempertahankan kemampuan tempur ini.


Dia bahkan telah menggunakan kabut area sekitar sini untuk menghindari pedang tersebut.


Hingga area kabut di sini mulai memudar akibat penggunaan Matia yang berlebihan.


Jika kabut disekitar menghilang..


Maka dapat dipastikan nyawanya akan melayang.


Dia memutar otaknya hingga dia terbesit satu ide yang mungkin akan berhasil.


Iblis melihat Matia yang tersenyum mulai merasakan sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi.


"Kita harus cepat membunuh monster in--"


Belum sempat iblis itu berkata kabut mulai menyelimuti Matia dengan begitu cepat.


Kabut telah menyelimuti Matia sepenuhnya hingga para iblis mulai takut apa yang akan terjadi selanjutnya.


Iblis mulai bersiaga penuh dengan kemungkinan apa yang akan terjadi kepada mereka.


Beberapa detik kemudian kabut perlahan menghilang dan iblis mulai ketakutan dengan keringat dingin menyelimuti mereka.


Namun sesuatu tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.


Matia sekarang berubah menjadi sosok gadis yang sangat cantik, badannya ramping dan seksi, Rambutnya berwarna pirang panjang bermata biru, Baju yang dia kenakan minim akan kain hingga beberapa belahan dadanya berusaha keluar untuk menyapa.


Iblis yang mengeluarkan keringat dingin kini meneguk air ludah dengan aneh.


"Tergantung"


Salah satu iblis dengan cepat membalas dengan mata yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Dia juga mulai melemaskan jarinya dengan cara yang aneh kearah Matia.


"Oi kau serius" Tanya temannya dari samping.


"Kau tidak mau ?"


Iblis tersebut kembali melihat kearah Matia dengan wajah yang berbeda.


"Mungkin sedikit"


Secara perlahan iblis mulai mendekati Matia.


(Bukankah berubah menjadi gadis cantik pria akan menjadi ramah. Tapi kenapa mereka malah semakin menakutkan dari sebelumnya)


Matia sepertinya tidak tahu apa yang ada di kepala seorang pria.


Walaupun dia hidup cukup lama namun dia tidak tahu banyak hubungan sosial antara pria dan wanita.


Jadi sangat wajar jika dia tidak tahu hal ini.


"Kalian menjadi menakutkan" Ucap Matia dengan suara yang begitu gemetaran.


Dia tidak bisa melakukan perlawanan balik kepada mereka karena kekuatan kabutnya telah habis dia gunakan untuk perubahan ini.

__ADS_1


Namun iblis yang mendengar hal itu tidak berhenti untuk mendekatinya.


"Kya.. Jangan mendekat!" Ucap Matia dengan suara yang begitu keras.


Matia menutup matanya dengan takut ketika Iblis sudah sangat dekat dengannya.


Dia menunggu apa yang akan terjadi kepadanya namun dia tidak merasakan sesuatu yang terjadi kepadanya.


Ketika dia membuka matanya Iblis yang mendekatinya telah jatuh jauh di tanah.


Hanya dua orang manusia yang berdiri di depannya dengan punggung yang begitu besar melindungi dirinya.


Nama mereka berdua adalah Rian dan Iwan.


"Kau tidak apa-apa.. tuan putri!" Ucap Rian dengan wajah yang begitu khawatir kepada Matia.


"Aku--"


Matia belum sempat menjawab salah satu temannya dengan cepat menyerobot garis start.


"Tidak perlu khawatir gadis cantik.. aku telah ada untukmu" Ucap Iwan dengan wajah yang begitu percaya diri.


Mereka berdua berusaha membuat kesan baik terhadap Matia yang saat ini memiliki penampilan cantik dan seksi.


Rian menatap kesal kepada Iwan yang telah mengambil kesempatannya untuk dekat dengan Matia.


"Kau masih mengantuk bukan.. kenapa kau tidak tidur saja dulu dan serahkan ini kepadaku" Ucap Rian dengan begitu ramah kepada Iwan.


"Tidak Rian. Bukankah kamu yang mengantuk hingga terlihat noda hitam dibawah matamu" Balas Iwan dengan tersenyum santai.


"Tidak Iwan. Lihatlah siapa yang berbicara.. Kau juga memilikinya wahai kawanku" Ucap Rian dengan wajah yang sedikit kesal.


Matia yang melihat mereka berdua sedang bertengkar dan tidak fokus terhadap musuh-musuh yang ada di depannya membuat Matia khawatir.


Apakah dia bisa mempercayai nyawanya kepada mereka.


Namun apa pilihan Matia sekarang.


Rei masih sibuk bertarung dengan iblis yang memegang sebuah pedang besar di tangannya.


Dan sepertinya pertarungan mereka tidak mungkin akan berakhir cepat.


"Tolong pahlawan jangan bertengkar.. iblis masih ada di depan kalian.. siapa yang paling banyak mengalahkan iblis maka aku akan memberikan--" Matia berhenti sejenak ketika Rian dan Iwan menatap kearahnya."H-A-D-I-A-H" Ucap Matia dengan bibir yang begitu lembut dan menggoda.


Rian dan Iwan menjadi begitu bersemangat untuk melawan Iblis.


Sepertinya pertarungan mereka akan terjadi..


Siapakah yang menang Rian atau Iwan ?


Tunggu jika iblis yang menang maka apakah mereka juga dapat hadiah ?


Bersambung..


Ini hanya cerita fiksi..


Jadi jangan terlalu banyak menghayal dan ambil cangkulmu kawan.

__ADS_1


Mari mengkuli bersamaku.


__ADS_2