
"Siapa kalian ?" Tanyanya kepada kami..
Aku yang mendengar itu langsung menjawab..
"Perkenalkan nama saya Rei dan mereka berdua ini adalah teman saya Rian dan Iwan" Balasku dengan cepat..
Rian dan Iwan yang mendengar aku menjawab lebih dulu dari mereka menatapku dengan dingin..
Kesan pertama yang baik akan berbuah hubungan yang baik..
Jika yang menjawab adalah mereka berdua aku takut kesan pertama kami akan buruk..
Itulah yang aku pikirkan..
"Liana, mereka adalah dermawan yang menyembuhkan pamanmu" Ucap Raja Rexylion menatap kearah kami..
Mendengar hal itu Liana terkejut akan hal itu..
"Apakah benar penyakit paman sudah sembuh" Tanya Liana kepada Raja jesstin..
"Aku sudah sembuh seperti yang kau lihat" Balas Raja jesstin dengan tersenyum..
Liana kembali menatap kami dan langsung menundukkan kepalanya..
"Terima kasih karena telah menyembuhkan paman saya"
"Ini bukanlah hal yang sulit jadi tolong angkat kepalamu tuan putri" Balasku dengan tersenyum..
Kedua temanku masih menatapku dengan dingin karena tidak memberikan kesempatan mereka untuk bicara..
Ahemm..
Ini hanya untuk kesan pertama yang baik..
Bukan berarti karena tuan putri yang ada di depanku ini cantik..
Bukan seperti itu..
Sungguh..
Putri Liana mengangkat kepalanya dan tersenyum..
"Aku sangat berterima kasih kepada kalian"
Kami bertiga langsung terpesona akan hal itu..
"Hei apakah kalian baik baik saja" Ucapnya saat kami menatap dirinya dengan kosong..
"Ya kami baik baik saja"
Aku berusaha untuk sadar dan bahwa ini hanyalah sebuah senyuman ucapan terimakasih..
Namun senyuman itu sungguh dapat menarik semua hati pria manapun..
Memiliki wajah yang sangat cantik, kulitnya begitu putih, rambutnya yang warna pirang keriting panjang hingga ke bahu, sebuah anting kecil bergantung di telinga miliknya menambahkan kesan tersendiri untuk hal itu..
"Haha sungguh menjadi muda adalah hal yang baik" Ucap Jesstin yang tertawa akan tingkah laku kami..
"Ini mengingatkanku kepada dirimu yang begitu kikuk di depan gadis" Balas Raja Rexylion dengan tersenyum licik..
"Hei jangan bicarakan hal itu tolong" Balas Raja Jesstin dengan tidak senang.
Sore itu menjadi hal yang begitu indah dengan perbincangan kecil hingga tanpa sadar waktu berlalu..
Malam hari kami diantar ke tempat kamar kami..
Karena masih banyak ruangan yang kosong jadi kami kebagian kamar sendiri..
Saat aku berada di kamarku seperti biasa teman idiotku datang..
Kenapa aku tidak bisa tenang sendirian di kamarku..
__ADS_1
Melihat mereka datang dan duduk dengan santuy di tempat kasur milikku.. Aku hanya bisa menghela napas sedih akan hal itu..
Aku bangkit dari tempatku dan berjalan keluar..
"Mau kemana Rei ?" Tanya Rian kepadaku..
"Toilet" Ucapku dengan singkat..
Aku berjalan keluar dan menghirup beberapa udara segar di luar sini..
Saat aku berjalan keliling tempat ini aku masih belum menemukan satu pun toilet..
Di ujung lorong aku melihat seseorang sedang berjalan..
"Tunggu.. bisakah kau memberitahu dimana toilet berada" Ucapku untuk menghentikan langkah kakinya..
Orang itu berbalik dan langkah kakiku untuk mendekati dirinya langsung terhenti..
"Ada apa ?" Tanya dia kepadaku..
Aku sangat terkejut bahwa itu adalah Tuan putri Liana..
"Apakah ada sesuatu yang salah" Ucapnya dengan khawatir..
Aku langsung menggelengkan kepalaku dan bertanya "Toilet arah kemana ?" Ucapku dengan tenang..
"Ah toilet hmm.. mungkin akan lebih mudah jika aku mengantarkanmu ke sana" Balasnya sambil tersenyum..
"Mohon bantuannya" Balasku dengan canggung..
Di sepanjang jalan mengantarku ke toliet Liana hanya diam dan tidak berkata apa apa..
Begitu juga diriku.. aku hanya diam dan tidak berniat untuk memulai sebuah perbincangan..
Lagipula aku yang jarang bergaul ini apakah bisa memulai pembicaraan yang normal ?
Saat aku berpikir seperti itu Liana melirikku..
"Kami memang berasal dari dunia lain"
Saat Liana ingin berbicara aku sudah memotongnya.. "Tapi kami bukanlah pahlawan yang di utus seperti di dalam cerita legenda tersebut" Sambungku..
Liana menyadari bahwa aku tahu apa yang ingin dia tanyakan jadi dia hanya bisa terkejut mendengar hal itu..
"Aku tahu ini pertanyaan yang aneh namun aku sangat berharap bahwa kalian akan membantu dunia ini" Ucapnya dengan sedih..lalu kembali menatap kearahku "Karena dunia sekali lagi akan memasuki kekacauan"
Aku yang mendengar hal itu langsung membuat diriku teringat akan Yuina..
Karena hal ini mengingatkanku akan permintaannya yang dimana membuat kami harus melatih diri untuk menjadi kuat..
Sekarang apa yang sedang dia lakukan ya ?
"Tuan putri dapat tenang.. karena saya sudah tahu akan hal itu dari tuan putri Yuina"
Mendengar aku menyebutkan Yuina dia langsung terkejut..
Dia langsung teringat surat yang diberikan kepada ayahnya yang dimana di sana menyebutkan bahwa akan ada sebuah peristiwa yang akan terjadi pada turnamen besar yang akan diadakan tahun ini..
"Aku bukan membicarakan hal yang terjadi pada turnamen namun aku membicarakan tentang dunia di sini"
"..?" Aku bingung mendengar hal itu..
"Aku memiliki kemampuan untuk melihat masa depan melalui mimpiku, namun itu juga tidak selalu akurat dan salah satu dari mimpiku aku melihat seluruh dunia akan dikuasai oleh para iblis"
Mendengar hal itu aku hanya bisa terdiam..
"Mungkin itu hanyalah mimpi buruk" Balasku
"Itu bisa saja menjadi mimpi buruk jika kalian menghentikan itu untuk tidak menjadi kenyataan"
Aku hanya tersenyum mendengar hal itu..
__ADS_1
Pada akhirnya orang yang dikirim ke dunia lain harus menyelamatkan dunia..
Aku tiba tiba dapat merasakan perasaan tokoh utama novel yang tersiksa akibat dikirim ke dunia lain secara paksa dan harus menyelamatkan dunia yang tidak dia ketahui..
...
Namun saat memikirkan bahwa mereka memiliki kekuatan Over Power dan harem perasaan kasihanku menghilang..
Pada akhirnya dunia nyata sangat berbeda dengan apa yang terjadi di novel..
"Aku berharap itu hanya lah mimpi" Ucapku dengan pelan..
"Aku harap itu juga hanyalah mimpi" Balas Liana dengan sedih..
"Mungkin aku tidak dapat menjanjikan apa apa namun jika memang itu adalah hal yang akan terjadi aku akan menyelamatkan dunia mungkin teman temanku juga akan berpikir seperti itu" Jawabku untuk mencoba menenangkan Liana yang terlihat sedih..
Liana tersenyum setelah mendengar hal itu..
"Terima kasih"
"Terlalu cepat untuk berterima kasih" Balasku lagi dengan tersenyum kecut.. "Ngomong ngomong apakah toliet masih jauh"
"Ah.. kita telah melewatinya"
-_-
....
....
....
Di ruangan kerja raja Rexylion saat ini bersama dengan raja Jesstin yang dimana mereka duduk dengan tegang saling berhadapan dengan kopi yang telah di siapkan..
Raja Rexylion menatap kearah Raja Jesstin..
Wajah mereka berdua terlihat sangat serius..
"Aku mendapatkan kabar dari kerajaan Feinstar bahwa raja mereka meninggal dan kini digantikan oleh anak pertamanya" Ucap Raja Jesstin sambil memegang cangkir kopi miliknya..
"Aku juga mendapatkan kabar tersebut.. ini sangat aneh.." Jawab Raja Rexylion sambil memegang dagunya.
Raja jesstin mengangguk.
"Apakah kau sudah membaca surat yang dikirimkan putriku" Balas Raja Jesstin yang dimana dia mengingatkan tentang isi surat Yuina..
"Aku sudah membacanya.. sepertinya ini akan menjadi hal yang sangat serius ?" Balasnya sambil mengambil cangkir kopi dan meminumnya secara perlahan sebelum menyambung perkataannya.. "Putriku bermimpi dimana dia melihat bahwa dunia dalam kekacauan yang amat mengerikan"
Mendengar hal itu Jesstin sangatlah amat terkejut karena kekuatan milik Liana merupakan salah satu Unique Skill yang diberikan dewa kepadanya..
"Aku takut ini akan benar terjadi.. melihat apa yang telah terjadi saat ini" Kata raja Rexylion dengan sedih..
"Aku mempercayai mereka dapat menghentikan itu"
"Maksudmu mereka bertiga yang dari dunia lain tersebut"
Raja jesstin mengangguk..
"Aku harap itu yang terjadi.. kita sebagai orang tua dan sekaligus raja harus berkerja keras juga untuk mencegah hal ini"
"Aku tahu itu.."
....
Apakah yang akan terjadi selanjutnya..
Aku juga tidak tahu :3
Saksikan saja episode selanjutnya oke..
Bersambung..
__ADS_1