Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Eksekusi ?


__ADS_3

Aku menemukan diriku di sebuah penjara yang sedikit berbeda dari penjara di kerajaan setengah hewan.


Dimana penjara ini memiliki penghalang sebuah kayu untuk jerujinya.


Dan juga tempat makanan di sudut ruangan namun entah kenapa isi makanan itu terlihat seperti makanan basi.


Ada sebuah ember di pojok ruangan yang sepertinya digunakan untuk membuang zat alam di tubuh.


Ada tempat tidur bertingkat tapi terlihat begitu rapuh seakan itu bisa runtuh kapan saja.


Aku akan memberi nilai dua dari lima bintang.


Tunggu kenapa aku bersikap seolah aku hobi dipenjara ?.


"Ini bukankah lebih buruk daripada sebelumnya ketika kita di penjara" Ucap Rian dengan kesal.


"Kenapa lantainya tidak dibersihkan.. kyaa.. apa itu yang bergerak" Sambung Iwan yang melihat sekitar dan terkejut akan sesuatu.


Rian melihat apa yang dilihat oleh Iwan juga menjadi ikut panik. "Kecoa.. Rei tolong ada kecoa.."


"Bisakah kalian tidak berlebihan"


Mereka berdua begitu heboh hanya satu makhluk kecil itu.


Apa yang menakutkan dari itu.. Namun ketika aku berpikiran seperti itu.


Kecoa itu membuka sayapnya..


Sialnya.. Itu terbang kearahku..


"Kyaa.."


Aku berteriak tanpa sadar dan menghindari makhluk itu begitu hebat.


Karena tanganku yang diborgol membuatku kesusahan untuk melakukannya.


Aku hanya menendang makhluk itu begitu kuat dengan kakiku.


Untungnya makhluk itu terkena seranganku dan terpental jauh.


Aku bernapas lega namun kedua temanku menatapku dengan sinis.


"Sial aku ingin keluar!"


"Penjaga tolong!"


Mereka berdua berteriak untuk memanggil penjaga namun sepertinya penjaga kami tidak memperdulikan nasib kami di sini.


Sungguh perlakuan yang mengerikan dari sebelumnya.


"Kalian bisa menghancurkan borgol kalian ?" Tanyaku dengan penasaran.


"Tentu saja tidak bisa"


"Jika bisa sudah pasti kami akan melepaskannya dari tadi"


"Hah~ ini merepotkan"


...


...


...


"Kenapa manusia bisa ada di sini ?"


Suara Elf tua terdengar begitu panik meneriakkan salah satu anak buahnya.


Elf muda ini tidak dapat menjawab apa yang diteriakkan oleh tetuanya.


Ini memang sulit dipercaya yaitu tempat mereka yang disembunyikan dari dunia luar kini telah terungkap oleh manusia.


Jika ini terjadi maka mereka takut akan ditangkap dan menjadi budak oleh manusia.


Itu sudah terjadi lama sekali namun cerita dari pendahulunya telah menjelaskan bagaimana manusia itu penuh dengan keserakahan dan nafsu yang mereka miliki.


Apalagi elf memiliki kecantikan yang sangat menawan bahkan prianya saja sangat tampan bahkan ada yang cantik juga..


"Kami menemukan mereka ketika para gadis sedang mandi" Jawab pemuda elf itu.


"Bagaimana pun kita harus mengeksekusi mereka dan semua masalah akan terselesaikan"


...


...


Aku tiba-tiba merasakan leherku menjadi begitu dingin..


Apa yang terjadi ?


Ketika aku berpikir seperti itu seseorang pria dengan rambut panjang, wajah tampan dan memiliki telinga panjang.

__ADS_1


Salah satu temannya juga datang untuk menemani dirinya. temannya memiliki penampilan sama dengan dirinya namun memiliki benjolan di dadanya.. sepertinya jenis kelaminnya perempuan..


"Sepertinya jadwal eksekusi mereka dilakukan malam hari"


"Hah~ kenapa kita yang harus menjaga mereka"


Ketika kami mendengar perkataan mereka wajah kami langsung pucat.


Eksekusi ?


"Jangan bercanda ? eksekusi ? hanya melihat tubuh gadis di sini apakah harus dihukum sedemikian rupa ?" Ucap Rian dengan panik.


"Benar.. lagipula itu bukan salah kami jika kalian datang dengan telanjang" Sambung Iwan.


Rian dan Iwan menyuarakan pendapat mereka dengan keras kepada penjaga yang datang ini.


Aku yang mendengar hal itu mengangguk dengan setuju akan perkataan mereka.


Melihat reaksi mereka tidak sesuai apa yang aku ekspetasi. Karena mereka berdua terlihat terkejut..


""Kalian bisa berbicara bahasa kami!!""


Mereka berdua kaget dan berbicara secara bersamaan.


"Ah terima kasih.. nilai ujian bahasa Indonesiaku lumayan tinggi jadi--"


"Aku yakin mereka tidak sedang berbicara dengan bahasa Indonesia" Ucapku memotong pembicaraan Rian.


"Eh !?"


Aku baru ingat bahwa ada skill pasif bawaan ketika pertama kali mendaftar sebagai petualangan adalah [Bisa semua bahasa].


Aku lupa akan kemampuan ini karena tidak ada yang membahas ini sebelumnya.


Jika menurut logika seharusnya bahasa dunia ini bukanlah bahasa Indonesia. Namun kemampuan dari skill ini membuat kami mendengar dan berbicara selayaknya menggunakan bahasa Indonesia pada umumnya.


Bahkan tulisan buku secara otomatis di translate menjadi Indonesia.


Kenapa aku baru sadar sekarang!


"Itu bukanlah hal penting tapi sekarang.. bisakah jelaskan kenapa kami harus dieksekusi ?" Ucapku untuk menghilangkan kebingungan penjaga.


"Tunggu kenapa kita bisa bahasa mereka ?"


Itu datang dari mulut Rian yang juga terlihat kebingungan.


"Kenapa kalian juga bingung ?"


Ah aku lupa..


Mereka kan idiot..


"Nanti akan aku jelaskan oke.. kita akan dieksekusi sekarang.. mana yang lebih penting ?"


"Kau benar!"


Aku kembali menatap dua penjaga itu yang terlihat bingung di wajah mereka.


"Kenapa kami dieksekusi ? bolehkan tahu alasannya ?"


Aku kembali menanyakan pertanyaan sama kepada mereka.


Mereka sepertinya baru kembali akan kesadaran mereka dan menatapku dengan seksama.


Mereka berdua saling menatap satu sama lain.


"Apakah kita harus memberitahukan mereka ?"


"Aku tidak tahu ?"


Mereka berdua kembali menatapku namun kini dengan wajah tegas mereka.


"Ini cukup mengejutkan bahwa ada manusia yang bisa bahasa kami jadi maafkan sikap kami sebelumnya"


"Mengingat manusia melakukan kejahatan ketika dimana mereka memperbudak ras selain mereka.. jadi penatua memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada kalian"


Mereka berdua berbicara secara bergantian dengan begitu fasih dan lancar.


"Tunggu! itu terjadi sudah lama sekali dan juga tidak semua manusia itu jahat!" Ucapku untuk mengutarakan pendapatku.


"Kau benar tapi ini sudah keputusan tetua"


"Ini tidak adil menghukum mati kami dengan alasan seperti itu"


"Ini sudah ketentuan"


"Tolong panggil penatua kalian ke sini.. aku ingin berbicara"


"Tidak bisa!"


Mereka berdua masih tegas dengan jawaban mereka dan juga sepertinya tidak memiliki niatan untuk memanggil penatua yang mereka sebutkan.

__ADS_1


Namun kedua temanku dapat diandalkan di situasi seperti ini.


"Nah bolehlah kami bertemu ketua kalian" Ucap Rian dengan wajah memelas.


"Tidak boleh!"


"Kami penasaran bagaimana hebatnya ketua kalian" Sambung Iwan dengan wajah yang sama dengan Rian.


"Tidak boleh!"


"Karena kalian berdua penjaga penjara yang begitu hebat pasti ketua kalian juga hebat" Ucap Rian memujinya.


"Dia memang hebat"


"Seperti yang aku duga.. dia pasti sangat tampan juga" Sambung Iwan yang ikut memujinya.


"Tentu"


"Ah.. andaikan dia ada di sini pasti akan menjadi hadiah hebat sebelum kematian kami" Ucap Rian dengan wajah kecewa berat.


"Aku juga ingin melihat betapa hebatnya ketua kalian" Sambung Iwan dengan ekspresi yang sama dengan Rian.


"Apa boleh buat!"


"Bolehkah ? ah ternyata tuan penjaga begitu baik.. pasti ini ajaran dari ketua" Rian kembali memuji mereka dengan wajah begitu bahagia.


Lihat..


Mereka berdua dapat diandalkan bukan...


Seketika itu penjaga penjara tersebut begitu senang berjalan pergi untuk memanggil ketua mereka.


Aku menatap kedua temanku dengan mengacungkan jempolku kepada mereka berdua.


Mereka berdua membalasku dengan mengacungkan jempolnya juga.


Hanya saat seperti ini aku merasa bahwa kami adalah tim yang hebat.


Sungguh ini perasaan yang aneh..


"Sebenarnya kenapa kita bisa bahasa mereka ?"


Mereka berdua sepertinya masih bingung akan hal itu.


Aku menghela napasku dan menjelaskan mereka berdua alasannya.


"Ah aku baru ingat itu ada"


"Haha.. ini menjelaskan semuanya"


"Kalian setidaknya cek system status kalian secara rutin" Ucapku kepada mereka berdua.


"Oh cek dikartu petualang.. aku baru ingat itu juga" Balas Rian dengan bahagia.


"Kenapa harus cek dikartu petualang ? emangnya kalian tidak bisa memunculkan system status kalian ?" Ucapku dengan bingung kepada mereka.


"Bukannya kalau cek status memang dikartu petualang ?" Balas Rian dengan bingung.


"Harusnya memang hanya dikartu petualang" Sambung Iwan dengan bingung juga.


"Eh!"


"Eh!"


"Eh!"


Bersambung...


Akhirnya bisa update juga..


Wkwk..


Maafkan penggemar setia semua.. pasti capek nungguin ini novelkan..


Haha.. :'v


Beberapa hari ini aku sakit yang dimana itu cukup parah hingga rasanya kepala sangat sakit.. lalu ketika berjalan rasanya seperti berjalan diatas kapal..


Sungguh perasaaan yang mengerikan..


Tapi sekarang udah baikan..


Walaupun sehat maupun gk ni novel gak bisa cepat juga sih updatenya :')


Tapi terimakasih kalau masih ada yang baca dan suka dengan cerita mereka..


Maaf tiba-tiba jadi ngomong seperti ini..


Niatnya mau ngelawak tapi gk bisa..


Karena pada akhirnya memang kalian yang masih baca yang buat aku pengen terus nulis.

__ADS_1


Jadi terima kasih..


__ADS_2