Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Rencana Masa Depan


__ADS_3

Kami kembali ke istana saat itu dan Liana bertemu dengan raja yaitu ayahnya..


Liana memberitahu dia tentang dua anak kecil yang dia bawa untuk dijadikan sebagai adik angkatnya..


Raja hanya tersenyum dan membolehkannya..


...


Malam datang dan makan malam kami tiba..


Aku mencari ayahnya Yuina namun aku tidak melihatnya..


"Kemana--" Ketika aku ingin bertanya.. ayah Liana langsung memotong..


"Adikku dia sudah pulang, katanya dia harus kembali kerajaannya karena ada urusan"


"Tunggu, kami ditinggal di sini ?"


"Apakah kau tidak nyaman tinggal di sini"


"Tidak"


"Kalau begitu baguslah"


"Hmm.. Yang mulia.. saya ingin memberitahumu bahwa nanti di balai kota kami akan mengadakan sesuatu bersama pengungsi" Ucapku dengan nada pelan dan sedikit gugup.


"Ya tidak apa apa.."


"Terima kasih" Balasku dengan gembira.. "Anu.. Satu lagi.. boleh saya meminjam beberapa koin emas.." Ucapku dengan malu..


"Itu masalah kecil"


Raja memberikan sekantong emas saat itu juga tanpa bertanya apapun.


Setelah itu kami melanjutkan makan malam..


Setelah malam aku memikirkan lebih lanjut untuk rencanaku besok..


...


...


Pagi hari aku sudah bangun dan telah bersiap untuk melakukan rencana yang telah aku lakukan..


Pagi hari di balai kota telah ramai pengungsi yang datang..


Sepertinya Rachel telah melakukan dengan baik untuk mengumpulkan mereka..


Aku melihat banyaknya orang sekitar 100 orang lebih..


...


[Pov orang ketiga]


Setelah itu Rei memberitahukan cara untuk membuat keripik singkong yang ditemani oleh Rian..


Alat dan Bahan telah disediakan oleh Rachel..


Pengungsi melihat cara Rian dengan seksama dan teliti..


Pengungsi sudah tahu cara caranya langsung melakukan hal yang sama dengan apa yang Rian lakukan..


Semua penduduk yang ada di kerajaan tertarik melihat apa yang dilakukan para pengungsi jadi banyak yang berhenti dari aktivitas mereka dan juga ikut untuk melihat..


Kala itu di balai kota menjadi begitu ramai seperti festival..


Pengungsi sudah bisa membuat keripik singkong..


Setelah itu Rachel langsung mengambil alih..


Mengingat masalah bisnis adalah dia yang paling jago..


Jadi dia akhirnya memutuskan orang yang akan bekerja..


Tentu semua orang akan kebagian pekerjaan..


Seperti untuk bertani singkong.. membuatnya.. hingga sampai pemasaran..


...


Cukup memakan waktu hingga tidak terasa langit sudah mulai menunjukkan warna orange di langit..


Karena bumbu untuk singkong masih belum di tentukan jadi Rian, Iwan, dan Rei memutuskan untuk membelinya saat pulang..


...


Rian menuntun Rei dan Iwan kearah toko yang menjual tanaman herbal..


Dengan ingatan yang samar samar Rian secara kebetulan menemukannya kali ini..


Rei sudah mempersiapkan mental miliknya jika mereka tersesat namun ternyata tidak..


Mereka bertiga masuk ke dalam dan melihat begitu banyak tanaman..


Sebagian dari mereka Rei dan Iwan tidak tahu namun Rian terlihat senang akan hal itu..


...

__ADS_1


Nita yang biasa menjaga tokonya dengan membaca buku menyadari ada orang yang masuk..


Pelanggan tersebut adalah pelanggan yang kemarin yang bertanya tentang harga tanaman lalu tiba tiba pergi tanpa membeli apa apa..


Lalu Nita melihat kearah Rei dan Iwan..


(Sepertinya dia membawa teman)


Rian yang begitu senang mendekati kearah Nita..


"Aku membeli semuannya" Ucap Rian dengan gembira..


"Tanaman apa yang anda ingin beli ?" Tanya Nita dengan ramah.


"Semua tanaman"


"Maaf ?"


"Semua tanaman yang ada di sini"


Rian lalu mengambil uang dari dalam kantong penyimpanan yang dimana itu adalah uang pemberian raja kepada mereka..


"Ini semua uangnya.. apakah cukup ?"


Rian memberikan kantong tersebut kepada Nita..


Nita menerimanya dengan tatapan ragu..


Ketika Nita membuka isinya dia terkejut akan apa isinya..


Yaitu koin emas putih yang merupakan koin yang hanya digunakan oleh raja dan tingkat emas ini sangatlah banyak..


1 koin emas putih sama dengan 100 koin emas..


"Tunggu ini kebanyakan" Balas Nita dengan panik.


"Eh jadi berapa.. ?" Tanya Rian dengan bingung.


Lalu nita mengambil satu koin dan mengembalikan uang yang diberikan kepada Rian..


"Eh.. satu koin saja cukup ?"


"Ini lebih dari cukup"


Rian hanya bisa mengambil kantong koin tersebut dan menyimpannya di kantong penyimpanan ruang miliknya..


Setelah itu Rei dan Iwan sibuk membantu untuk mengambil semua tanaman herbal yang ada dan juga dibantu oleh Nita..


Karena dikerjakan banyak orang semua isi toko telah habis dibeli..


Nita hanya bisa termenung melihat seluruh isi tokonya habis terjual..


(Mungkin ini akan merepotkan menjelaskannya)


Nita melihat pelanggan itu pergi..


Rian kembali menatap kearah Nita saat ingin pergi..


"Bisakah aku nanti datang lagi ke sini"


"Eh.. boleh tapi.. seperti yang anda tahu hampir semua bahan herbal habis dan yang tersisa hanya ada di kebun yang belum siap panen" Jelas Nita.


"Itu adalah hal yang bagus.. dan aku juga ingin berbicara hal untuk masa depan"


"Masa depan !?"


Wajah Nita langsung memerah karena ada sedikit kesalahpahaman akan kata kata Rian..


Namun Rian yang idiot itu tidak mengerti akan hal itu..


"Yap benar tentang masa depan yang mungkin akan kita lakukan"


"Kita!?"


Wajah Nita semakin memerah..


"Oi Rian.. kalau lama lama akan kami tinggal" Ucap Iwan yang telah berjalan jauh..


"Kalau begitu sampai jumpa besok" Ucap Rian dengan tersenyum pergi meninggalkan Nita..


...


Lalu malam pun tiba dan Rian sudah sibuk dalam meracik bumbu yang akan digunakan sebagai bumbu singkong yang terbaik..


Rei dan Iwan tidak berniat untuk menganggunya jadi mereka meninggalkannya di ruangannya sendiri.


...


[Pov Normal]


Iwan kembali ke ruangannya juga jadi aku akhirnya dapat bersantai di kamarku sendiri..


Hari ini begitu melelahkan..


Kalau dipikir kenapa aku melakukan hal ini yang merupakan bukan prinsipku..


Aku teringat dengan percakapanku dengan Yuina..

__ADS_1


Padahal aku pernah berkata bahwa aku tidak ingin menjadi seorang pahlawan dan tidak ingin terlibat lebih banyak dengan dunia ini..


Namun apa yang aku lakukan ?


*Tok tok


Siapa yang datang ?


Apakah Iwan memutuskan untuk tidur di kamarku malam..


Kenapa aku tidak bisa istirahat sendirian di kamarku..


*Tok tok


Pintu kamar diketuk lagi..


Aku bangkit dari tempatku tidur dan dengan malas membuka pintu kamarku..


"Iwan sudah aku bila--"


Aku ingin mengatakan sesuatu namun aku terkejut dengan siapa yang mengetuk..


Itu adalah Liana..


"Apakah aku menganggumu ?" Tanya Liana dengan tidak nyaman.


"Yah tidak juga.. silahkan masuk" Balasku sambil tersenyum.


Liana menerima tawaranku dan masuk ke dalam kamar dan duduk di kursi yang ada..


"Apakah ada sesuatu yang kau.. ah" Ucapku terputus..


Karena baru mengingat sesuatu yang dimana aku lupa untuk meminta maaf..


"Aku minta maaf.. saat itu aku memang benar benar tidak sengaja" Ucapku sambil menundukkan kepala.


"Apa yang kau maksud ?" Balas Liana dengan kebingungan..


"Itu.. saat itu.. di kamar mandi.." Jawabku dengan malu malu..


Liana baru ingat akan hal itu..


"Lupakan saja tentang itu.. lagipula aku yang lupa mengunci pintu" Balas Liana dengan wajah memerah..


Aku langsung bernapas lega...


"Aku kira aku akan dihukum akan hal itu.."


"Mana mungkin"


"Jadi ada perlu apa sampai tuan putri di sini"


"Aku melihat apa yang kalian lakukan.. apakah ayah menyuruhmu ?"


"Eh tidak.. ini memang keinginanku.. tapi syukurnya aku tidak sendirian jadi ini dapat dilakukan dengan mudah"


Aku berkata jujur akan hal itu.. jika Rachel, Rian dan Iwan tidak ada membantu mungkin ini tidak terwujudkan dengan mudah..


"Begitu rupanya.. Rei jika ada yang bisa aku bantu tolong katakan"


"Ini mungkin waktu yang tepat.. aku perlu beberapa bantuan darimu"


"Tolong katakan"


Setelah itu aku meminta bantuan kepada Liana mengenai lahan kosong yang ada di kerajaan ini untuk dijadikan perkebunan singkong.. mungkin juga tidak hanya singkong tapi juga umbi umbi yang dimana juga bisa dijadikan jenis keripik..


Liana juga mengerti akan hal itu akan memberitahukan hal ini kepada ayahnya..


Beberapa aku juga meminta lahan kosong untuk dijadikan pabrik.. yah intinya ini tentang perdagangan jadi memerlukan yang namanya tempat..


Lalu tidak lupa juga tentang perizinannya sertifikat dan lain lain..


Ketika aku ingin melanjutkan pembicaraan tentang rencana besok Liana terlihat sedang mengantuk jadi aku tidak melanjutkannya.


"Mungkin ini saja terlebih dahulu.. besok pagi kita akan melanjutkannya"


"Baik.."


Setelah itu Liana pergi untuk ke ruangannya sendiri..


Aku hanya bersiap untuk tidur..


Sepertinya besok akan menjadi hari yang melelahkan.


...


Bersambung..


Maafkan author jika lama untuk update ya..


Aku cukup sibuk dengan novelku yang satunya jadi novel ini akan sedikit melambat karena aku ingin menyamakan novelku yang satunya menjadi 40 chapter supaya bisa sama dengan chapter di novel ini..


Jadi kalau udah sama nanti aku bandingkan yang mana lebih populer untuk bisa update harian.. hehe..


Walaupun tidak tiap hari namun aku tetap akan update tiap minggu.. mungkin bisa 1-3 chapter dalam satu minggu.. jadi nantikan saja ya..


Bye bye..

__ADS_1


Jangan lupa like ya.. ;)


__ADS_2