
"Aku punya rencana"
"Rencana apa ?"
Aku memberitahukan kepada Yuina tentang ilmu ikatan sihir yang pernah aku baca di perpustakaan.
"Bukankah itu sihir yang telah dilupakan.. Sihir itu juga tidak bisa dilakukan tanpa adanya mantra yang lengkap"
"Apakah kau lupa ?"
"Tidak mungkin"
Aku memberikan sebuah senyuman kepada Yuina dengan penuh kepercayaan diri.
Aku tidak perlu merapalkan mantra karena sistem ini bisa melakukannya hanya dengan menyebutkan namanya..
Lalu aku juga bisa melakukannya asalkan deskripsi sihir masih bisa aku bayangkan..
Jadi ini hanya sebuah kue bagiku..
"Tapi aku perlu bantuanmu.. karena.. sihir.. memerlukan pasangan" Ucapku dengan malu-malu.
Yuina yang mendengar hal itu tersenyum dengan begitu manis..
"Aku tahu kalau ikatan sihir harus dilakukan dengan lawan jenis"
Aku mengangguk pelan..
Aku menatap kearah seluruh pasukan yang ada..
"Semuanya dengar.. kalian perlu mengulur waktu untuk kami menggunakan sihir kuat"
Mereka semua mengangguk dengan kuat.
"Tenang aku akan melindungi kalian" Ucap Iwan dengan percaya diri.
"Ksatria Rian ada disini" Sambung Rian mengangkat pedangnya dengan tinggi.
Aku mengangguk kepada mereka berdua..
Aku memegang tangan Yuina dengan erat..
Aku sedikit gugup akan hal ini tapi aku menekankan diriku untuk tidak memikirkan hal lain.
Aku memejamkan mataku dan mulai melakukan ikatan sihir..
Aku merasakan aliran mana mengalir dari tanganku yang mengenggam erat Yuina.
Yuina dapat merasakan itu juga..
Ikatan sihir hanyalah sebuah nama..
Sebenarnya itu hanyalah penggabungan dari aliran mana yang berbeda yang akan digunakan untuk melancarkan serangan sihir yang kuat..
Dikatakan di buku bahwa sihir ini dibuat untuk melindungi kerajaan dimasa lalu oleh sepasang kekasih..
Mengingat sepasang kekasih itu membuatku gugup..
Namun pikiran itu seketika menghilang..
Aku membayangkan kekuatan yang begitu kuat dengan bantuan sistem aku tidak perlu membaca mantra kuno atau mantra aneh seperti chunibyoo jadi aku dapat tenang.
Aliran mana semakin kuat mengalir diantara tanganku..
Aura putih dan lingkaran muncul dibawah kakiku..
Langit perlahan membentuk sebuah awan terang bercahaya..
Bukan awan putih pada umumnya melainkan awan yang berwarna cahaya terang.
Semua tempat yang ada di dalam kerajaan begitu terang..
Itu kekuatan yang dahsyat..
Pertarungan antara monster masih berlanjut namun ketika cahaya itu menyinari semua orang..
Cahaya itu membuat orang berhenti termasuk monster..
Senyum membentuk diwajahku..
__ADS_1
Ini adalah sihir yang membuat monster musnah yang diceritakan di buku..
Nama sihir ini..
Benar..
"[Judgment Day]"
Suatu serangan massal yang ditujukan hanya kepada monster dan tidak akan membunuh manusia.. Sihir ini memang memiliki kegunaan seperti ini..
Perlahan monster mulai sirna seperti air yang menjadi uap ketika terkena matahari yang begitu panas..
Namun cahaya ini tidak memiliki efek terhadap manusia malah sebaliknya..
Efek ini akan menyembuhkan orang yang terluka.
"Lihat monsternya menghilang"
"Luka kita sembuh"
"Hidup Kerajaan.. Hidup Tuan Putri.. Hidup Sang Pahlawan"
Semua bersorak bahagia..
Bahkan beberapa orang saling berpelukan dan air mata bahagia muncul.
Namun beberapa dari mereka begitu intim hingga melupakan sesuatu..
"Hei menjauhlah dariku"
"Aku bukan gay"
"Hei.. kau berkata seperti itu sekarang"
"Kalau kau suka.. aku bisa--"
Sialan suara mereka hampir membuatku takut lebih mengerikan daripada melawan monster..
Aku menghela napasku secara pelan setelah sihir mulai pudar di langit.
Ketika itu aku melihat Yuina telah tersungkur duduk di tanah dengan kelelahan..
"Kau baik-baik saja ?"
"Aku baik-baik saja.. aku cuman.. agak kelelahan sedikit" Ucap Yuina dengan memberikan senyuman kuat miliknya.
Aku menatap Yuina dengan erat dan ingin mengatakan sesuatu namun suara sistem datang untuk menganggu..
[Class Mage untuk beberapa keadaan tidak dapat digunakan sekarang ini]
Aku tidak terlalu memikirkan hal ini dan beralih dengan Class Assassin..
"KALIAN!! JANGAN PIKIR HANYA MELENYAPKAN MONSTER BISA HIDUP SELAMAT"
Suara yang tidak mengenakkan masuk di telingaku..
Aku baru ingat bahwa sihir ini hanya bisa ditujukan untuk monster.. lalu mereka yang berjubah hitam yang bertugas sebagai pengendali monster tidaklah mati karena bukan monster..
"Pergilah" Yuina bersuara dengan cepat untuk mendorongku pergi..
Aku yang begitu enggan untuk melepaskan lengannya hanya bisa menyimpan perasaan khawatirku kepadanya..
Aku berbalik dan melihat seorang gadis berpakaian priest milik gereja.
"Healer.. tolong rawat Yuina"
"S-siap tuan"
Gadis itu dengan sigap mendekati Yuina dan menopang tubuhnya secara perlahan untuk membuat Yuina merebahkan dirinya di tandu darurat.
"Aku akan kembali"
Yuina memberikan senyuman miliknya dengan samar kepadaku..
...
...
...
__ADS_1
Yuina dengan pelan batuk menutup mulutnya ketika melihat Rei berjalan menjauh..
Ketika Yuina melihat di tangannya berisikan darah dia hanya bisa memasang wajah tidak berdaya.
Kulit Yuina yang awalnya cerah secara perlahan memucat..
"Tuan putri"
Gadis Healer dengan panik memberikan mantra penyembuhan namun apa yang dia lakukan tidak dapat menghentikan perubahan kulit Yuina.
Bahkan wajah Yuina secara perlahan memutih pucat..
"Ini--"
Gadis Healer itu tidak bisa menahan dirinya untuk sedih...
Keadaan ini tidak bisa dia sembuhkan..
...
...
...
Aku berlari dengan cepat mendekati pasukan yang masih bisa berdiri dan sehat...
"Bagaimana keadaan semua orang"
Aku menyuarakan suaraku dan bertanya kepada sang kapten pasukan ksatria..
"Semua tidak ada yang terluka berkat sihir yang tuan berikan.. namun beberapa masih merasakan kelelahan mental akibat pertempuran panjang ini"
Aku mengangguk dengan penuh mengerti..
"Biarkan pasukan yang kelelahan untuk istirahat"
"OI SEBAIKNYA KAU TIDAK MEREMEHKAN KAMI DISINI"
"HANYA KARENA KAMI BERJUMLAHKAN 20 ORANG JANGAN PIKIR KAMI TIDAK BISA MEMBUNUH SEMUA ORANG DI SINI"
Mereka memiliki suara yang sama namun berasal dari orang yang berbeda..
Apakah mereka hanya bisa bersuara dengan suara tinggi ?.
Ketika mereka mengatakan hal itu sesuatu seperti pil berbentuk bulat seukuran kelereng mereka telan..
Aku hanya bisa mengerutkan kening dengan apa yang mereka makan..
Jangan bilang itu..
Tubuh mereka menjadi begitu besar dan baju yang menyelimuti tubuh mereka perlahan robek karena tubuh mereka yang membengkak..
Urat ditubuh mereka terlihat mengerikan disekujur tubuh mereka..
Wajah mereka yang tertutupi oleh jubah itu sekarang menampilkan wajah manusia namun sekarang itu telah berubah karena apa yang pil yang mereka telan.
Wajah mereka berubah menjadi begitu mengerikan..
"Wajah mereka menjadi lebih jelek dari wajahmu Rei"
Aku menatap kearah Rian yang memberikan komentar pedas kearahku..
"Tolong bercermin.. wajahmu lebih mengerikan daripada milikku" Balasku dengan kesal.
"Aku tahu kamu kesal karena itu fakta bukan ?" Ucap Rian dengan tersenyum.
"Nah.. aku lebih tampan daripada kalian berdua jadi tidak perlu berdebat" Ucap Iwan yang ada di sampingnya.
Aku hanya bisa menghela napas kecil melihat keidiotan mereka yang begitu tenang disituasi seperti ini.
Sepertinya pertempuran ini masih belum berakhir...
Bersambung..
Like oke..
Sedih saya jika liat makin ke bawah makin sedikit yang like.. :')
Jadi jangan pelit dengan like ya.. :')
__ADS_1