
Aku bangun dari tempat tidurku dan melihat ada buah yang telah disiapkan di meja samping tempat tidurku..
Aku tidak bisa membangunkan Yuina yang tidur jadi aku mengambil buah tersebut dan mengupasnya secara perlahan..
Aku agak lapar karena sepanjang hari ini aku tidak makan..
Ha..
Aku menghela napas..
Mengingat kejadian dimana Yuina sedih untuk orang seperti diriku..
Jujur itu membuatku sadar bahwa di dunia ini masih ada orang yang mengkhawatirkanku..
Apakah orang tuaku juga sama ?
...
Aku dengan sedih memakan apel yang aku kupas sendiri dan ternyata rasanya manis..
"Hm.."
Yuina mengeluarkan suara yang aneh selagi tidur..
Apa dia sedang bermimpi.. ?
Lalu tiba tiba dia membuka matanya secara perlahan..
"Gawat aku tertidur" Ucap Yuina sambil mengucek matanya..
Dia melihat kearahku yang sedang memakan apel dengan santuy..
"Apa kau mau apel ?" Tanyaku kepadanya..
Yuina mengucek matanya sekali lagi dan mencubit pipinya..
Sepertinya dia mengira ini adalah mimpi..
Sungguh kelakuan yang sangat imut..
"Kau baik baik saja ?" Tanya Yuina dengan khawatir..
"Apakah aku terlihat tidak baik baik saja"
"Tapi kata orang orang kau yang paling serius cederanya"
Sepertinya orang yang menolongku telah menyebarkannya..
Sepertinya popularitasku akan naik..
Aku tersenyum membayangkan itu..
Yuina tiba tiba mencubit pipiku..
"Awwww.. apa yang kau lakukan"
"Apaan senyum itu"
"Wajar jika aku tersenyumkan.. karena gadis cantik seperti dirimu mengkhawatirkanku"
Wajah Yuina menjadi memerah..
Tunggu.. apa dia marah..
"Dasar.."
Yuina langsung membuat wajah kesal.. "Setelah membuatku khawatir.." Yuina bergumam sesuatu..
*tiktok
Tiba tiba pintu ruanganku ada yang mengetuk..
"Maaf mengganggu" Ucapnya seraya membuka pintu..
Dia berdiri di depan pintu dan melihat bahwa Yuina dan Aku terlihat seperti bemesraan..
"Apakah aku mengganggu"
"Ya tidak" balas Yuina dengan wajah memerah..
Orang yang masuk tersebut adalah lelaki paruh baya.. fisik dia tidak begitu tua namun rambut rambut yang ada di kepalanya telah menunjukkan tanda penuaan..
Pakaian yang dia kenakan adalah pakaian seorang Priest yang sering aku lihat di anime..
Sayangnya priest yang datang bukanlah gadis muda yang cantik..
Melihat aku yang kecewa priest tersebut mendekatiku..
"Aku akan mengecek kondisi pasien.. bolehkan tuan putri untuk menunggu di luar"
"Apakah pengecekan perlu hal seperti ini"
"Benar tuan putri.."
"Kalau begitu aku akan menunggu di luar"
Yuina bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar..
Melihat Yuina sudah keluar Priest tersebut langsung tersenyum..
"Hei.. nak kau lumayan hebat bisa membuat tuan putri jatuh cinta kepadamu"
__ADS_1
"Kami tidak seperti itu" Balasku dengan bingung..
Karena pada akhirnya kami memang tidak memiliki hubungan seperti itu.. bahkan aku takut jika berpikir seperti itu..
"Oke oke aku tahu.. haha.."
Priest tersebut tertawa beberapa detik lalu memasang muka serius..
"Lalu apakah kau akan meneruskan berpura pura sakit"
"Apa maksudmu ?"
"Alah kau pura pura tidak mengerti.. banyak sekali orang yang sepertimu berpura pura sedang terluka berat padahal tidak.. dan kami para priest harus merahasiakan itu.. kau tidak tahu berapa banyak pasangan telah langgeng sampai ke pernikahan dengan apa yang kami perbuat"
Aku yang mendengar hanya bisa mengerutkan keningku..
Apaan coba dengan layanan itu..
Yah..
Aku tidak menyangkal bahwa romansa laki laki jika dia sakit ingin dikunjungi oleh kekasihnya..
Seperti di suap makan..
Mengelap keringat dengan air basah..
Menggantikan pakaian kekasih..
Saling berjaga satu sama lain dan membicarakan tentang hal menarik dan tiba saat malam..
...
Ah otakku menjadi overheat..
"Bagaimana pemuda"
Priest tersenyum..
"Pasti ada bayarannya bukan"
"Oh kau pemuda yang pintar" ucapnya memujiku sambil tersenyum.."Biaya hanya 100 koin silver"
Aku mendengar hal itu hanya bisa kaget..
Itu layanan yang sangat mahal..
Aku memegang daguku untuk berpikir..
Jujur layanan ini tidak buruk..
Tapi..
Aku tidak mau menipu Yuina lebih jauh..
Hah...
Aku menghela napasku..
"Aku harus menolak ini.. karena pada akhirnya berbohong itu memang tidak baik"
"Tch.. sok suci"
"Ei priest sialan kau mengajakku berkelahi disini"
"Terserah jika kau tidak mau.. kalau begitu aku akan memberitahu dia bahwa kau baik baik saja"
"Itu lebih baik"
Priest tersebut keluar dari ruanganku..
...
Yuina memasuki ruangan dengan sedih..
Apa priest sialan itu berkata sesuatu yang buruk..
"Apakah kau akan mati Rei"
Hah ?
Priest sialan itu..
"Aku tidak tahu apa yang di katakan priest itu tapi aku tidak akan mati"
"Sungguh"
"Ya.."
Yuina masih menatapku dengan mata sedih..
"Setelah aku beristirahat seharian mungkin besok aku akan kembali sehat"
*Krukkk~
Suara perutku berbunyi..
Aku memegang perutku dengan malu..
Yuina yang mendengar hal itu menjadi tertawa..
"Haha.. sepertinya penyebab kematianmu akan menjadi kelaparan"
__ADS_1
"Hei itu tidak lucu"
"Tunggu sebentar aku akan mengambil bekal yang telah aku bawa.."
Yuina keluar dari ruanganku dan kembali membawa sebuah bekal tempat makanan..
Dia membuka bekal tersebut dan terlihat masakan yang ada di sana langsung menggunggah seleraku..
Aku berusaha untuk makan sendiri namun dia ingin menyuapiku..
"Aku bisa sendiri"
"Apa yang kau katakan.. kau sedang sakit jadi beristirahatlah biar aku yang menyuapimu"
"Tidak itu sedikit.."
Yuina menatapku dengan tajam..
"Baik aku menyerah"
Aku tidak mau beradu debat dengan seorang gadis.. karena pada akhirnya gadis selalu benar..
Setelah menyuapiku makan dan aku merasa sangat kenyang..
Aku berkata bahwa aku baik baik saja dan hanya perlu istirahat namun dia ingin menunggu di ruangan yang sama denganku..
...
Aku sedikit penasaran dengan kedua teman idiotku..
...
Di tempat Rian..
Kina bersikap begitu baik kepada Rian..
Bahkan dia makan disuapi oleh Kina..
Rian masih merasa bahwa semua ini adalah mimpi..
Namun setiap kali dia mencubit pipinya dia menyadari bahwa ini memang bukan mimpi..
Kina yang selalu kasar dan sikapnya yang tomboy tidak seperti gadis yang lain..
Namun untuk saat ini dia seperti orang gadis pada umumnya..
Saat mereka sedang bermesraan..
Rian juga didatangi oleh seorang priest.. yaitu pria yang sama yang datang ke tempat Rei..
Dia memberi tahu hal yang sama..
Pada akhirnya Rian hanya dengan sedih memberikan uang kepadanya.. karena dia takut bahwa akan dibunuh oleh Kina jika dia mengetahuinya..
Namun mengingat itu dia tidak menyesalinya karena saat ini dia begitu bahagia..
...
Di ruangan Iwan..
Untuk Iwan..
Yah.. sama saja..
Perlakuannya sama...
Priest datang..
Yah orangnya sama juga...
Karena Lisa sudah tahu dia memang baik baik saja dan tidak terluka jadi priest tersebut pergi dengan sedih karena tidak mendapatkan uang tambahan...
...
Hari yang damai terjadi lagi..
Mereka begitu bahagia..
Namun..
Happy End masih jauh untuk dapat mereka bertiga capai..
Bersambung...
Note author :
Jujur ini adalah momen yang dramatis dan juga bahagia..
Tapi..
Yah..
Jika ingin merasakan hal yang sama seperti mereka..
Jangan mencari penyakit yang tidak tidak ya..
Karena pada akhirnya dunia ini pasti akan ada orang yang mengkhawatirkanmu...
#Stay_at_home
#Stay_Save
__ADS_1
Oke jangan sampai lupa like itu aja :v