
Aku yang melihat hal tersebut tidak bisa memikirkan rencana lain..
Bangunan yang ada secara perlahan runtuh ketika monster itu berjalan tanpa memperhatikan hal sekitar..
Monster yang ada memiliki kekuatan yang sangat berbeda dari yang kami lawan.
Monster itu memiliki mutasi yang terlihat berbeda.
Bahkan urat di kulit monster terlihat menonjol dengan mengerikan.
Tatapan mata mereka hanya ada keinginan untuk menghancurkan apa yang ada di depan mereka..
Bangunan baru yang dimana itu adalah rencanaku untuk membuatnya menjadi tempat tinggal pengungsi juga runtuh dengan mudah.
Iwan yang melihat hal itu menjadi marah dan tanpa sadar menggenggam erat tangannya hingga membentuk sebuah kepalan.
Aku memperhatikan hal itu dan menahan dirinya untuk tidak gegabah.
"Jangan terburu-buru"
Aku menyuarakan suaraku dengan pelan.
Aku tahu bahwa Iwan juga ikut dalam membantu dalam membangun itu.. jadi perasaan marahnya dapat aku mengerti.
"Ini akan sulit"
Aku tidak bisa menahan untuk diriku untuk tidak takut menghadapi ini..
Melihat seluruh pasukan yang tersisa memiliki kelelahan yang ada di wajah mereka.
Setelah bertarung beberapa jam untuk menahan monster yang datang dari pintu gerbang telah menguras banyak sekali tenaga.
Aku sendiri masih merasakan kelelahan di kakiku dan beberapa luka goresan dari pertempuran untuk menggiring monster ke sini telah menghabiskan banyak usaha dan energi..
Aku mengambil air minum dari kantong penyimpanan milikku dan meminumnya.. beberapa air tumpah disudut bibirku..
Rian mendekati kearahku dan mengangkat tangannya.
"Apa ?"
"Air minum"
Aku menyerahkan air minumku kepada Rian.
Rian meminum air tersebut dengan ganas lalu Rian memberikannya lagi kepada Iwan yang ada disampingnya dan melakukan hal yang sama.
Aku hanya bisa menghela napasku melihat kelakuan mereka..
"Sepertinya ******** gila ini tidak membiarkan kita untuk istirahat" Ucap Rian dengan suara yang tenang.
Aku terkejut mendengar Rian menggunakan kata-kata kasar. Sangat jarang melihat Rian begitu kesal.
"Sepertinya itu benar" Jawabku dengan pelan.
Aku menatap kembali kepada orang yang berjubah hitam itu.
Beberapa bangunan telah rata hanya dengan kekuatan monster itu..
Kekuatan monster itu begitu kuat hingga meruntuhkan bangunan yang ada di depannya dengan cepat.
Hanya dari persekian detik semua menjadi hamparan reruntuhan..
Seolah bangunan yang berdiri kokoh sebelumnya telah sirna.
"HAHAHAHAHAHA"
Suara tawa yang begitu keras memasuki pendengaranku..
Aku mengerutkan kening dengan begitu dalam..
Melihat seorang berjubah panjang berdiri diatas monster berbadan begitu besar.
Monster tersebut seperti kadal dalam bentuk yang begitu besar..
__ADS_1
Kadal itu memiliki kulit yang terlihat mengkilap seperti besi dan juga gigi yang begitu tajam.
"INI AKAN MENJADI AKHIR KALIAN"
Orang itu menunjuk kearah kami yang sedang berdiri diam di pusat kota.
Kami hanya melihat mereka menghancurkan segala bangunan tanpa bisa melakukan apapun.
Mata merah tajam muncul dari balik jubahnya menatap kearah kami.
Semua pasukan perlahan menelan ludah mereka.
Perlahan monster mengikuti arah yang ditunjuk oleh orang berjubah itu.
Aku menyiapkan diriku dengan baik dengan menggunakan senjata dan tongkat sihir.
"Semua pemanah dan penyihir fokuskan serangan kalian kepada orang yang berjubah itu.. pasukan ksatria dan guardian tahan monster yang datang.. Assassin berikan serangan terbaik kalian" Ucapku dengan cepat.
...
...
...
"Ha-ha-ha"
Suara napas Yuina terdengar begitu keras ketika dia berlari mengejar waktu.
Yuina perlahan keluar dari pintu kastil dan melihat pusat kota yang berada tidak jauh dari kastil dapat melihat dengan jelas bahwa monster telah menghancurkan bangunan dengan begitu mudah.
Seorang prajurit mengikuti Yuina dengan pelan berkata "Tuan putri.. apakah anda yakin untuk tidak kembali"
Mata Yuina yang berwarna biru cerah itu mengarah kepada prajurit itu dengan tajam.
"Aku tidak akan meninggalkan temanku.. jika kau ingin kembali silahkan.. aku tidak melarangmu"
"Tidak tuan putri.. mengikutimu adalah salah satu kehormatan"
Hanya ada lima prajurit yang mengikuti Yuina keluar untuk membantu dengan sukarela.
Bahkan banyak pasukan lebih memilih untuk melindungi warga daripada keluar untuk membantu melawan monster.
Yuina perlahan mengangguk melihat wajah prajurit yang memiliki keberanian dan tekad.
...
Dia bisa melihat Rei sedang berjuang begitu keras di garis depan.
Yuina melihat seluruh pasukan yang ada dimana mereka berjuang begitu keras hingga terlihat di mata sayu mereka masih ada harapan untuk masa depan..
Ketika monster datang menuju Rei dan terlihat Rei sedang mengangkat belatinya menuju monster lain.
Yuina mengangkat tongkat sihirnya dan merapalkan mantra dengan begitu cepat.
"Fire Storm"
Api mulai muncul menyelimuti monster itu dengan anginnya berputar membakar seluruh tubuhnya dengan api.
"Yuina!"
...
...
...
Aku melihat kearah Yuina yang telah membantuku..
"Kenapa kau ada di sini ?"
"Apakah aku perlu alasan untuk membantu seorang teman ?"
Yah tidak ada..
__ADS_1
'Teman'
Yah itu tidak salah sih..
Salah satu monster Orc datang kembali di depanku.
Monster ini tidak memberikan kesempatan untuk berbicara sebentar..
Aku mengarahkan belatiku menuju lehernya dengan menggunakan kelincahan yang aku kerahkan.
Ketika leher monster tersebut terlepas dari tubuhnya.
Aku merasakan kakiku menjadi kesemutan..
Melihat keanehan itu Yuina bergegas menuju depan dan memberikan serangan sihir kepada monster.
Satu monster datang namun ini terlihat berbeda.
Monster ini memiliki cangkang kura - kura di tubuhnya.. berjalan menggunakan dua kaki.. dan memiliki kepala kura - kura namun dalam versi yang begitu ganas dimana taring dan wajahnya terlihat begitu mengerikan..
Dia tidak membawa senjata di tangan mereka namun mereka memiliki cakar sebagai senjata..
(Kura-kura ninja kenapa ada di sini)
Satu monster datang bersamaan dengan bentuk yang menganehkan dengan berbagai bentuk yang menganehkan juga dan berdiri begitu tegak dengan dua kaki..
Semua monster yang memiliki bentuk aneh bermunculan.
Terlihat sulit menjelaskan mereka karena itu banyak sekali dari mereka..
"Sial.."
Rian yang tidak jauh dari tempatku berdiri sudah kewalahan dengan monster yang berdatangan.
Monster ini juga terlihat dapat menghindari skill [Taunt] milik Iwan.
Terlihat monster ini begitu cerdas dalam pertarungan.
Beberapa prajurit juga terluka terkena serangan monster baru ini datang.
Assassin membantu dengan seranga fatal mereka yang dilakukan dengan diam - diam..
Namun pertahan monster ini tidak dapat diremehkan..
Kina dan Lisa yang telah menghabiskan banyak monster dengan kekuatan mereka sekarang perlahan menurun karena kelelahan yang mereka rasakan..
Aku kembali menatap kearah Yuina dan terbesit satu cara atau mungkin satu - satunya cara untuk keluar dari keadaan ini.
"Yuina.. aku memiliki rencana" Ucapku dengan ragu kepada Yuina..
Yuina menatapku dengan cepat.
"Apa rencananya ?"
"Rencananya adalah--"
...
Bersambung..
Yah..
Lama masih bro.. susah nulisnya ini..
Pertarungan soalnya..
Tapi gak lama ini akan berakhir..
Oke stay tune aja ya...
Jangan lupa tinggalkan like kalian..
Karena jika tahu likenya semakin kebawah semakin dikit nanti semangat saya berkurang :')..
__ADS_1
Oke itu aja.. adios..