Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Pelatihan


__ADS_3

Klub Training..


Itulah sebutan baru klub yang telah dibentuk oleh Tuan Putri Yuina..


Rei, Rian dan Iwan tidak berani untuk menentang penamaan yang buruk dari sang tuan putri.. karena takut akan menyinggung perasaannya..


Klub Pelatihan selalu dilakukan setelah selesai pembelajaran Akademi..


Sudah satu minggu tiga idiot ini berlatih dengan diawasi oleh Pak Demark disana..


Rei yang sedang berlatih sihir bersama Yuina membuatnya telah memiliki pemahaman yang mendasar tentang sihir.


"Sungguh hebat, kau bisa memahami sihir secepat ini bahkan tanpa menggunakan mantra"


Yuina tidak bisa menahan dirinya untuk tidak kaget akan hal ini.. walaupun ini sudah satu minggu pelatihan dia selalu berkata seperti itu seakan masih bermimpi..


"Walaupun aku bisa menggunakan sihir tanpa mantra namun itu tidak bisa menyebut diriku hebat.. karena pada akhirnya akan pasti ada orang yang lebih hebat dariku"


"Ya ya aku mengerti"


Rei berbicara serius akan hal itu karena pada akhirnya sihir tidak akan selalu bisa diandalkan untuk dalam waktu berkala..


Mengingat mana menjadi titik penting disini..


"Bagus Rei.. menjadi rendah diri dan tidak sombong adalah kunci menjadi orang hebat" Pak Demark yang mendengar percakapanku dengan Yuina langsung mendekatiku dan menepuk bahuku.. "Sihir tidak bisa selalu dapat diandalkan disaat genting jadi kau juga harus melatih fisikmu" Sambungnya sambil memperlihatkan ototnya..


(Sepertinya aku berkata sesuatu yang seharusnya tidak aku katakan)


Rei hanya bisa tersenyum kecut akan hal itu..


"Kalau begitu hari ini menjadi latihan fisik"


Rei yang mendengar hal itu langsung tidak bersemangat karena latihan fisik mungkin memunculkan sesuatu yang tidak harusnya muncul (Otot)..


"Ayo lari"


Rei mendengar hal itu hanya bisa mengerutkan keningnya dan mulai berlari sesuai yang diperintahkan.. walaupun dia sebenarnya tidak mau..


...


Rian dan Iwan berlatih pedang bersama Lisa dan Kina..


"Bagus lakukan seperti itu"


Kina yang melawan Rian terus menangkis serangan yang datang kepadanya..


Satu ayunan dari kiri secara horizontal dan di ikuti serangan dari atas.. terus berganti seperti itu..


Saat Kina ingin menyerang Rian dengan sebuah serangan kejutan.. Rian sudah mengantisipasinya dan menangkis menggunakan pegangan pedang miliknya..


Kina terkejut akan hal itu karena gerakan itu sungguh diluar dugaannya..


Dengan momentum tersebut Rian langsung memukul mundur pedang Kina..


Rian langsung memanfaatkan hal ini untuk menyerang balik namun Kina langsung menendang tangannya menggunakan kakinya hingga membuat pedang miliknya terpental..


"Reaksimu sudah bagus namun kau masih belum mengawasi gerakan kaki lawanmu dan juga sekitarmu"


Kina mengomentari kekurangan Rian..


Rian langsung terduduk di tanah karena kelelahan..


"Ak- u M-au istirahat sebentar"


Rian berbicara terbata bata karena kesulitan mengatur pernapasannya karena latihan yang dia lakukan menggunakan energi yang sangat banyak..


Kina langsung mengambil sebuah botol air minum dari kantong penyimpanan miliknya kepada Rian..


Rian yang melihat itu langsung mengambil dan meminumnya dengan cepat..

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kau bisa menangkis seranganku menggunakan pegangan pedang.. darimana kau mendapatkan gerakan tersebut"


"Anime"


Rian menjawab dengan singkat.. namun Kina kebingungan dengan perkataannya..


"Itu adalah sebuah acara hiburan yang ada di duniaku"


Rian menjelaskan dengan singkat..


Kina hanya bisa mengangguk saja mendengar hal itu..


...


Iwan memegang sebuah pedang di tangan kanannya dan sebuah tameng di tangan kirinya..


Iwan menangkis serangan yang datang dari Lisa..


Lisa terus menyerangnya hingga Iwan terlihat tidak di untungkan..


Iwan mencoba momentum yang tepat untuk menunggu sebuah celah..


Saat ayunan Lisa agak sedikit melebar..


Iwan langsung maju sedikit dan menangkis pedang yang dia gunakan menggunakan tamengnya hingga terpental lalu dia mengayunkan pedangnya ke arah Lisa.


Lisa dengan sigap langsung menangkap tangan Iwan dan membuat dia melintir tangan Iwan hingga membuat dia tidak bisa memegang pedangnya dengan benar.. lalu pedang yang ada digenggamannya terjatuh..


"Aww.."


Iwan merintih kesakitan saat merasakan tangannya diperlakukan seperti itu..


"Pikiranmu sudah bagus untuk menunggu momentum lawan untuk membalik keadaan namun kau harus lebih sedikit memikirkan ke depannya karena siapa tahu bahwa musuhmu memancingmu untuk melakukan hal itu.. karena pada akhirnya manusia memiliki pikiran juga jadi jangan pikir mereka tidak memikirkan apa yang kau pikirkan"


Iwan cuma bisa mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan Lisa kepadanya..


"Itu saja yang ingin aku katakan"


"Guardian memang tugas yang sangat berat karena tugas Guardian adalah melindungi orang yang ada di belakangnya jadi jangan gegabah dan tetap fokus"


"Terima kasih"


Iwan hanya mengangguk mengerti..


Sesi latihan akhirnya berakhir..


...


"Perkembangan kalian sungguh memuaskan, sepertinya kalian sudah bisa mengambil Quest untuk berburu.."


Pak Demark memberikan sesuatu kepada mereka bertiga..


"Ini kartu izin untuk mengambil Quest.. sebenarnya kalian harus menunggu satu bulan lagi untuk mendapatkan ini namun karena kalian sudah sanggup maka aku beri pengecualian"


Mereka begitu bahagia dengan apa yang mereka dapatkan karena ini menandakan usaha mereka tidak sia sia..


"Ini adalah langkah awal untuk menaklukan dunia"


Rian dengan bangga mengambil kartu tersebut dan memegangnya setinggi mungkin..


"Jangan lupa tentang diriku"


Iwan dengan bangga juga melakukan hal yang sama..


Orang yang ada di sana tersenyum dengan tingkah kekakanakan mereka hingga mereka juga melihat kearah Rei.. dan tatapan matanya seperti.. 'kau tidak melakukannya juga?'


Rei hanya tersenyum kecut karena telah disamakan dengan mereka..


.............

__ADS_1


.........


.....


Waktu menunjukan bahwa hari sudah sore dan saatnya mereka harus pulang menuju istana bersama para heroine..


"Besok kalian harus mencoba mengambil Quest petualang nanti agar kalian tahu dimana batas kemampuan kalian" Ucap Yuina kepada mereka bertiga.


Mendengar hal itu Mereka bertiga mengangguk..


"Tenang saja ini akan menjadi sangat mudah.. setelah apa yang kalian lakukan untuk kami" Rian berbicara dengan memukul dadanya..


"Mungkin monster peringkat B bisa kami lawan" Sambung Iwan dengan bangga.


Rei terlihat memikirkan sesuatu dan tidak tahan untuk tidak bertanya..


"Hei.. apakah monster bisa dijadikan peliharaan ?"


Yuina, Lisa dan Kina yang mendengar itu menjadi terkejut akan pertanyaan itu..


"Monster tidak memiliki akal sama halnya dengan hewan.. mereka hanya memiliki insting.. namun berbeda lagi jika itu adalah Monster yang telah lama hidup ribuan tahun karena tidak menutup kemungkinan bahwa mereka memiliki pemikiran layaknya manusia.." Jelas Yuina dengan lancar.. "Namun menjadikan mereka peliharaan itu sedikit.."


"Maafkan pertanyaan bodoh milikku"


Rei menyesal telah menanyakan hal itu..


Yuina menggelengkan kepalanya.."Itu hal wajar bertanya seperti itu mengingat bahwa kalian berasal dari dunia lain yang berbeda di sini"


"Mungkin jika memilih monster untuk dipelihara.. aku mungkin akan memilih slime" Rian langsung menyuarakan keinginan terpendamnya..


"?"


"Bukankah mereka itu enak jika kita mainkan di tangan kita" Sambungnya dengan menggerakan tangannya dengan aneh..


"Apakah tanganmu mau melepuh" Kina menjawab dengan menatap dingin kearahnya..


"Eh?"


"Slime memiliki cairan yang bisa langsung meleburkan benda padat" Yuina menjelaskan..


"Aku pikir bisa memelihara mereka dan membuat mereka memakan baju yang.."


Rei langsung memukul kepala Rian yang hendak melanjutkan perkataannya.


"Sakit.. apa yang kau lakukan" Ucap Rian meringis kesakitan..


"Lupakan yang si bodoh ini katakan" Ucap Rei.


Yuina dengan bingung apa yang sebenarnya terjadi..


Tanpa sadar berjalan sambil membicarakan hal yang tidak penting mereka akhirnya sampai di istana..


Seperti inilah hidup mereka saat ini..


Hidup dengan damai..


Namun..


Kehidupan damai ini mungkin tidak akan bertahan lama..


"Aku penasaran bagaimana keadaan Drian saat ini" [Rian]


"Mungkin dia baik baik saja" [Rei]


"Aku harap dia tidak terlalu bersedih akan orang tua nya wafat" [Rian]


"Mari kita hibur dia jika dia sudah kembali" [Iwan]


...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2