Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Pagi hari yang menegangkan..


__ADS_3

Hari yang begitu damai terlihat disekitar hutan yang memiliki pesona alam yang begitu indah.


Terlihat juga di sana seorang wanita cantik yang sedang berebah santai di salah satu dahan pohon.


Wanita itu menguap dengan ganas setelah menahan ngantuknya semalaman.


"Giliran jaga malamku akhirnya selesai" Ucapnya seraya merentangkan tangannya dengan nyaman..


Angin berhembus sejuk membuat pagi yang dia rasakan begitu nyaman..


Rasa ngantuk datang ke dirinya sesaat..


Selama malam hari dia harus berjaga untuk memastikan tidak adanya pergerakan monster yang datang..


Jika dia ketahuan tertidur ketika sedang berjaga maka bersiap saja untuk mendapatkan hukuman yang mengerikan dari Hena dan Heni.


Grrrr... Grrr...


Getaran tanah secara perlahan bergetar mengguncang permukaan..


Getaran yang pelan itu tiba - tiba menjadi semakin keras diiringi dengan suara raungan yang begitu mengerikan..


Burung yang ada di hutan terbang dengan deras ke langit..


"Gawat! Gawat! Gawat!"


Wanita itu menjadi panik melihat pemandangan yang dia lihat..


...


...


...


...


Aku bangun begitu pagi dari biasanya dan mendapatkan diriku sendirian di kamarku..


Tidak ada dua orang idiot itu dan juga tidak ada Yuina di sampingku..


Namun tidak buruk juga jika Yuina ada di sini bukan dua orang idiot itu..


Tunggu.. kenapa aku berpikir seperti itu..


...


Aku bangkit dari tempat tidurku dan mendengar suara terompet yang begitu nyaring diiringi dengan sihir api yang muncul dilangit seperti kembang api..


Aku yang melihat dari jendela kamarku berpikir apakah ada festival yang dilaksanakan hari ini ?.


Kenapa semua orang begitu ribut..


"Rei gawat" Ucap Rian menerobos masuk ke dalam kamarku.


"Apakah festival terjadi hari ini ?" Tanyaku dengan spontan.


"Ini bukan festival"


"Terus ?"


"Kau bisa melihatnya sendiri dari atas istana"


Kenapa mereka begitu panik dalam hal ini..


Apakah ini prank yang akan mereka lakukan selanjutnya kepadaku ?


Aku hanya mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan..


Lagipula jika itu prank maka aku akan memukul mereka dengan keras nantinya..

__ADS_1


...


Ketika aku sampai di atas istana, pemandangan yang begitu mengerikan masuk dipandanganku..


Sekeliling tembok luar yang melindungi ibukota kerajaan kini terlihat banyak sekali monster yang bermunculan dari dalam tanah..


Dari kejauhan mereka terlihat begitu kecil layaknya semut..


Namun aku tahu itu bukan ukuran asli mereka melainkan karena jauhnya jarak pandanganku dari mereka.


Dan jumlah mereka begitu banyak..


Ini sangat banyak..


Liana dan Yuina melihat kearah kami yang baru datang.. Raja juga ada di sana..


"Kalian bertiga tolong kaburlah melewati jalan rahasia bawah tanah milik kerajaan" Ucap Raja kepada kami.


"Apa yang raja katakan.. kami tidak bisa meninggalkan kalian disini sendirian" Jawab Rian dengan cepat.


Aku hanya menelan air ludahku dengan rasa yang menganehkan.


Perasaan takut disetiap manusia pasti akan ada..


Dan itulah yang terjadi padaku..


"Sebaiknya kalian bertiga pergi.. kekuatan kalian tidak cukup untuk menghentikan bencana ini" Ucap Liana dengan sedih kearah kami.


"Bukankah turnamen masih belum--" Balasku namun dengan cepat dipotong oleh Lisa.


"Ini monster bukan dari kerajaan lain.. kami telah memeriksa itu dengan teliti ketika menyusup di kerajaan lain.. akan aneh jika kami tidak menyadari ini" Balasnya dengan mengalihkan tatapannya dengan tajam kearah monster yang ada dihadapan kami.


"Monster ini sepertinya telah dipersiapkan jauh hari sebelum itu.." Sambung Kina dengan tatapan sedih.


"Ini.."


Beberapa kenanganku selama di dunia ini melintas sekejap dibenakku..


Awal datang ke dunia ini terjadi begitu tiba-tiba namun tanpa sengaja kami bertemu dengan Alex dan Rachel yang merupakan orang baik..


Mereka bercerita tentang dunia ini yang begitu banyak dengan sihir dan selalu membanggakan kerajaaan tempat dia tinggal..


Ketika di Klienstar kami begitu bersemangat dan memasuki guild petualang seperti ada di novel isekai yang masih terasa mimpi bagiku untuk merasakan pengalaman tersebut..


Rian dan Iwan yang selalu berucap untuk menguasai dunia suatu hari terus terngiang di kepalaku.. bahkan mereka mengatakan itu ketika mandi di penginapan yang dimana seorang pria berotot yang sedang mengintip kami..


Sepertinya itu mimpi buruk.. tapi.. itu juga tidak terlalu buruk untuk disebut sebagai 'kenangan'


Aku melihat kearah Yuina yang masih terlihat bersalah di wajahnya.. Sepertinya dia sangat khawatir dengan keputusan kami..


Awal aku bertemu dengannya mungkin terkesan buruk yang dimana kedua temanku mencoret wajahku dengan begitu buruk saat itu..


Janji untuk membantunya ketika turnamen antara kerajaan yang dimana memiliki kemungkinan terjadinya cikal bakal perang dengan kerajaan lain..


Itu masih janji..


Aku perlahan menatap kembali kepada kedua temanku..


Mereka juga menatapku tanpa bicara sedikitpun namun aku mengerti dari tatapan mereka..


Ini tidak bisa mereka biarkan terjadi..


Membiarkan kerajaan yang baik hancur tepat di depan mata mereka..


...


"Kami akan membantu apapun yang terjadi" Ucapku memecahkan keheningan sesaat..


"Ini berbahaya.. nyawa kalian bisa saja menghilang" Balas Yuina dengan cemas.

__ADS_1


"Kami akan baik - baik saja.. percayalah" Balasku dengan percaya diri.


"Jika kami terluka tolong rawat kami ketika itu" Sambung Rian dengan tersenyum.


"Aku tidak memaafkan kalian jika berbohong lagi ketika terluka parah" Ucap Kina yang begitu kesal kepada Rian..


"Akan aku usahakan" Balasnya dengan lemah.


Rian tersenyum dengan takut mendengar hal itu..


Yah itu memiliki sedikit kenangan indah juga saat itu..


...


Kami bertiga berjalan menuju benteng utama dan terlihat sepanjang perjalanan semua orang yang ada dalam kondisi putus asa.


Namun tepat ketika itu suara yang begitu lantang terdengar dari atas istana yang megah..


Liana berdiri dengan tegap menghadap seluruh rakyatnya di balkon istana yang begitu besar..


"Rakyat semua.. tolong dengarkan dengan baik.. harapan masih ada.. semua tolong datanglah ke istana kerajaan karena ada jalan tersembunyi yang akan membawa kalian keluar dari sini.. maka tolong tenang dan kendalikan diri kalian"


"Prajurit akan membantu untuk menangani ini semua.. Saya harap Guild petualang, Siswa dan siswi Akademi Pahlawan membantu dalam evakuasi warga"


Kami yang berada di jalanan mendengar hal itu dengan jelas..


Sepertinya dia menggunakan sihir untuk hal itu..


Aku melihat kearah Rian dan Iwan yang terlihat gugup.


Aku mengaitkan kaki mereka ketika mereka berjalan dengan gugup.


Rian dan Iwan hampir terjatuh secara bersamaan saat itu..


"Apa yang kau lakukan Rei" Ucap Rian dengan marah.


"Jangan terlihat gugup.. bukankah kau ingin menguasai dunia ?" Balasku dengan tersenyum licik.


"Gugup.. aku seorang pahlawan untuk apa aku gugupkan" Balas Rian dengan membusungkan dadanya.


"Baguslah kalau begitu" Jawabku dengan pelan.


"Aku mencium bau pesing beberapa saat lalu" Ucap Iwan dengan menggosok hidungnya.


"Yang pasti itu bukan aku" Balas Rian dengan cepat..


Aku dan Iwan melihat Rian secara bersamaan dengan tatapan tidak percaya akan hal itu..


...


Bersambung..


...


Aku nulis dan menghapus beberapa bagian yang tidak cocok terlalu sering..


Aku harap ini masih bagus..


Karena aku masih bingung bagaimana mengungkapkan rasa gugup pada pembaca tentang situasi yang dihadapi..


Tapi entah kenapa aku tidak bisa nulis bagian itu..


Sudah aku duga comedy sepertinya lebih cocok untuk aku tulis.. :v


Oke itu aja curhatan panjangku..


Terima kasih udah luangkan 10 detik untuk membaca ini.. :'3


Jangan lupa like oke :')

__ADS_1


__ADS_2