
Yuina, Kina dan Lisa yang melihat tiga orang idiot tersebut berangkat menggunakan kereta kuda meninggalkan Kleinstar..
Mereka bertiga menatap kereta tersebut berjalan hingga benar benar menghilang dari mata mereka..
Memang mereka bertiga tidak tinggal lama di Kleinstar ini namun keberadaan mereka sangat melekat di hati mereka..
"Apakah kau yakin tidak mengatakan apa apa" Ucap Yuina kepada mereka berdua..
"Tidak ada hal penting yang harus saya ucapkan" Jawab Lisa dengan tenang lalu tersenyum.. "Mungkin Kina apakah kau yakin tidak mengatakan apa apa dengan orang yang kau cinta" Sambung Lisa melihat kearah Kina..
Kina yang mendengar hal itu langsung terkejut dan wajahnya memerah.. "Apa yang kau katakan.. lagipula mereka tidak pergi untuk selamanya" Balas Kina dengan tidak senang..
"Mungkin saja tiba tiba ada seorang gadis yang menyukainya di sana" Balas Lisa dengan tersenyum..
Mendengar hal itu Kina langsung memasang wajah sedih..
"Tunggu aku hanya bercanda" Ucap Lisa dengan terburu saat melihat Kina membuat raut wajah seperti itu..
"Tenang Kina mereka tidak bakal lama disana dan mana mungkin mereka akan mendapat gadis yang menyukai mereka begitu cepat" Ucap Yuina dengan santai.
Mendengar perkataan Yuina.. Kina akhirnya menenangkan dirinya..
Mereka bertiga memandangi kereta kuda yang telah lama menghilang dari pandangan mata mereka..
...
...
...
Beberapa jam kemudian...
"Aku menang.. gahahahaha" Ucap sang raja dengan bahagia..
Kami bertiga hanya bisa mengerutkan kening melihat kartu yang di pegang raja..
"Kita kalah lagi"
Kami hanya menghela napas akan hal ini..
Kami sedang bosan dan Rian menawarkan untuk bermain kartu..
Raja yang melihat hal ini menjadi tertarik dan kami mengajar dia untuk bermain ini..
Namun siapa sangka raja mempelajari peraturan game ini sangat cepat bahkan dia lebih hebat dari kami yang mengajarkan dia cara bermainnya..
Sungguh yang namanya raja itu tidak dapat diremehkan..
Saat kami fokus bermain dan tanpa sadar sang supir yang berada di depan mengetuk kereta kami..
"Kita akan sampai yang mulia" Ucap sang supir yang ada di depan..
Mendengar hal itu aku langsung mengeluarkan kepalaku di jendela dan melihat sebuah gerbang dan dikelilingi oleh benteng yang begitu besar..
Benteng ini besarnya 4 kali lebih besar dari di Kleinstar..
Aku yang melihat itu tiba bajuku langsung di tarik..
"Hei aku juga ingin liat" Ucap Rian dengan tidak senang..
"Hei aku juga mau liat" Iwan juga ikut.
Mereka berdua langsung mengeluarkan kepala mereka melihat benteng dan gerbang yang begitu besar..
__ADS_1
""Woah""
Mereka begitu takjub akan hal itu..
"Ini adalah Ibukota kerajaan kita yaitu Gainestar" Ucap sang raja dengan bangga.."Tunggu saja setelah kalian masuk ke dalam sana" Sambung Raja dengan tersenyum..
Beberapa menit kami akhirnya sampai di pintu gerbang kerajaan dan seperti biasa penjaga disana akan mengecek kartu identitas..
Namun karena ini adalah kereta yang berlambangkan kerajaan jadi kami tidak perlu melakukan hal itu dan para penjaga membiarkan kami lewat dengan hormat..
Kami sampai ke dalam dan melihat bahwa tempat ini lebih sibuk dari Kleinstar..
Orang kesana kemari dengan segala hal urusan yang ada..
Bangunan yang ada tertata begitu rapi disepanjang jalan..
Walaupun hari ini sudah hampir menjelang sore namun suasana masih terasa sangat sibuk..
Kami pun diantar menuju istana kerajaan dan disana sudah ada penjaga yang menyambut kami..
Kami masih bingung dengan keadaan kami karena kami tidak tahu kenapa kita ada di istana yang sangat besar lebih dari istana di Kleinstar..
"Paman kenapa kita berada disini ?" Tanya Rian dengan bingung..
"Bukankah kita akan menemui kakakku" Jawab sang raja..
"Kakak paman apakah seorang raja disini" Sambung Rian..
"Apakah aku tidak memberitahu kalian--"
Saat Raja ingin menyelesaikan apa yang ingin dia katakan seseorang dengan mahkota di kepala dan khas dengan jubah seorang raja terkejut akan kedatangan kami..
"Jesstin" Ucapnya dengan kaget..
"Hehe aku datang untuk berkunjung" Jesstin tertawa dengan pelan..
Aku baru tahu juga bahwa namanya Jesstin..-_-
Kakaknya raja memeluk dirinya dengan begitu senang..
"Kau sudah sembuh ?"Tanya Kakaknya Raja tersebut dengan memperhatikan segala yang ada di tubuh Jesstin..
Jesstin tersenyum melihat tingkah kakaknya..
"Aku baik baik saja.. Ini berkat mereka" Ucapnya sambil menunjuk kearah kami..
Kakaknya Jesstin langsung mengerti..
"Nama saya Rexylion Gainestar raja ibukota kerajaan Gainestar"
"Eh..!?"
Aku terkejut akan pernyataan itu.. karena orang yang ada di depanku adalah seorang raja dari keseluruhan yang menduduki kerajaan di Gainestar..
"Paman tidak usah memakai bahasa formal.. entah kenapa itu terasa sangat kaku"
Aku yang mendengar perkataan Rian langsung memukul kepalanya dan Rian menjerit kecil..
"Maafkan atas sikap tidak sopan teman saya" Ucapku dengan terburu buru..
"Haha tidak apa apa.. jika dia berkata begitu maka aku tidak perlu menggunakan bahasa formal"
"Eh..!?"
__ADS_1
Aku menjadi terkejut lagi..
"Kalian adalah dermawan yang menyelamatkan adikku maka aku akan memperlakukan kalian dengan baik" Balasnya dengan tersenyum..
Rian yang mendengar hal itu langsung bahagia..
"Lihat Rei.. kau setidaknya harus santai tidak baik jika terlalu kaku terus" Ucap Rian sambil memukul bahuku dengan pelan..
Aku hanya bisa menatapnya dengan dingin..
"Silahkan masuk.. tidak baik untuk berlama lama diluar" Ucap sang raja Rexylion..
Kami lalu diajak dalam istana yang dimana tempat ini lebih besar dari istana Kleinstar..
Aku sangat yakin akan tersesat jika berada di istana ini..
"Mari silahkan duduk"
Kami dipersilahkan duduk di tempat sofa yang begitu empuk.. saking empuknya.. Aku pikir pantatku akan hilang jika aku duduk disini lama lama..
Pelayan dengan sigap telah menyiapkan secangkir teh dan juga kue untuk dimakan.
"Aku akan mengucapkannya lagi kali ini.. Terima kasih karena telah menyembuhkan adikku" Ucap raja Rexylion dengan menundukkan kepalanya..
Aku langsung panik akan hal itu.."Tolong angkat kepala anda.. ini bukanlah yang patut untuk dilebih lebihkan.." Ucapku dengan cepat..
"Benar paman ini hanya bantuan kecil berkat obat dari dunia kami" Sambung Rian..
"Dunia kami ?"
Raja tersebut langsung menanyakan hal itu..
Karena Raja atau ayahnya Yuina sudah tahu bahwa kami bukan berasal dari dunia ini jadi dia tidak terkejut akan hal itu..
Rian langsung saja menceritakan semuanya kepada sang raja Rexylion..
"Berarti kalian adalah pahlawan utusan dewa" Ucap Sang Raja Rexylion dengan kaget setelah mendengar keseluruhan cerita kami..
"Menyebut kami pahlawan itu agak berlebihan saya pikir.. karena kami datang ke sini tanpa perintah apa pun" Balasku dengan tersenyum kecut..
Karena apa yang aku katakan adalah sebuah fakta..
Karena orang tua paruh baya tersebut tidak menyebutkan apa apa kepada kami bahkan menyebut dia dewa sepertinya tidak cocok untuk orang itu..
"Kalian terlalu merendahkan diri" Ucapnya raja tersebut dengan tersenyum..
"Ayah aku melihat kereta milik kerajaan--"
Seorang gadis datang dan begitu terkejut dengan apa yang dia lihat..
"Paman" Ucapnya dengan bahagia sambil memeluk Raja Jesstin..
"Kau sudah besar ya" Balas Raja Jesstin sambil mengusap kepalanya..
"Hentikan paman aku bukan anak kecil lagi" Ucapnya dengan tidak senang.."Mana Yuina ? kenapa aku tidak melihat dia" Tanya saat dia melihat sekitarnya dan matanya jatuh ke arah kami..
"Siapa kalian ?" Tanyanya kepada kami..
...
Bersambung..
Maaf pendek ya.. 1000 kata sudah diambang batas.. aku harap kalian suka dengan perkembangan cerita ini..
__ADS_1
Mungkin ini akan memiliki Arc baru di sini.. Nantikan saja oke..
Jangan lupa like kalau suka :)