Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Kembalinya Jack dan Frey #2


__ADS_3

Ruangan yang begitu besar dikelilingi oleh beberapa tumpukan buku yang sangat banyak.


Terlihat seorang gadis cantik dengan rambut pirang dengan gaya rambut panjang dengan beberapa lekukan di ujung rambutnya. Bajunya memiliki beberapa armor yang melindungi dadanya dan rok yang memiliki sarung pedang yang dia kenakan di pinggang untuk membuat dia tenang.


Liana dengan sibuk mengatur beberapa rencana yang harus dia lakukan untuk mempersiapkan turnamen yang akan diadakan di wilayahnya.


Turnamen ini merupakan tradisi turun temurun yang harus dilaksanakan untuk mempertahan relasi mereka terhadap kerajaan lain.


Walaupun berdasarkan informasi dari Kina dan Lisa bahwa kerajaan Gainiver dan Maister saling bersinggungan dalam konflik. Mereka akan tetap hadir dalam acara ini.


Namun tidak hanya itu.. Mereka menghentikan konflik mereka untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menyeret kerajaan Huinester untuk ikut perang.


Kerajaan akan dihadapkan dengan pilihan antara memihak Kerajaan Gainiver atau Maister.


Namun ada juga pilihan bahwa mereka akan berkerjasama untuk menghancurkan kerajaan Huinester. Itu akan menjadi hal buruk kepada kerajaan mereka jika itu terjadi.


"Setidaknya aku harus menghentikan hal tersebut agar tidak terseret dalam konflik mereka"


*tok tok


Ketika dia sedang fokus pintunya diketuk oleh seseorang.


"Masuk"


Ketika Liana menyuruh masuk. Pintu perlahan terbuka dan menampilkan wajah yang dia kenal.


"Jack.. kemana saja kau pergi!" Liana dengan cepat bertanya.


"Santai tuan putri.. tidak bisakah saya duduk terlebih dahulu dan meminum segelas teh"


"Santai sekali ya.. setelah pergi terlalu lama dan datang meminta teh" Ucap Liana dengan cukup kasar.


Jack menelan air liurnya dengan takut.


Jack sepertinya menginjak ranjau yang seharusnya tidak dia lakukan.


Namun memahami situasi saat ini wajar jika tuan putri menjadi sangat khawatir.


"Tenang tuan putri.. saya tahu anda khawatir tentang gempa yang terjadi dan saya dapat pastikan itu bukanlah berasal dari monster"


"Sebaiknya kau jelaskan semuanya ketika kau pergi"


Lalu Jack menghela napas dan mulai menceritakan semua yang terjadi..


...


...


"Jadi kau memaafkan mereka berdua asalkan ketika kita membutuhkan bantuan mereka akan datang"


Jack menceritakan tentang pasangan bodoh yang bisa berbicara dengan monster.


Jack menjelaskan bahwa mereka memiliki kemampuan yang cukup baik untuk menjadi bala bantuan rahasia.


"Saya melihat perkembangan mereka dan saya yakin dengan kemampuan mereka bisa digunakan untuk bala bantuan"


"Lalu.. siapa pemasok pil yang kau sebutkan sebelumnya"


Lingkungan mereka hidup yang cukup berat membuat mereka terpengaruh oleh keinginan jahat ketika terhasut akan kesempatan yang diberikan oleh seseorang.


Dan itu adalah pil yang Jack ceritakan.


"Apakah tuan putri ingat dengan orang yang berjubah hitam yang menggunakan pil tersebut"


"Iya"


"Sepertinya mereka bukan berasal dari tempat ini.. mereka berasal dari kota pelabuhan Vine Demon.."


"Tunggu.. apa maksudmu pelabuhan yang ada di lautan perbatasan antara benua iblis tersebut"


"Yap benar sekali"


"Itu masuk akal.."


Liana mengangguk dengan mengerti.

__ADS_1


Ruangan menjadi sunyi dalam sejenak dan Jack tidak tahan akan hal itu.


"Kalau begitu bisakah saya meminta secangkir teh. tenggorokan saya agak kering"


Jack masih bersikeras tentang teh tersebut. Itu wajar dia berlari cukup jauh untuk menuju kerajaan.


Ketika sampai dan bahkan belum sempat duduk dia malah di perintahkan untuk menjelaskan semuanya.


Sungguh nasib Jack yang malang.


"Tuan saya sudah datang membawakan teh" Ucap Celine dengan meletakkan teh di meja Jack.


Jack tersenyum dengan bahagia dan mengelus kepalanya.


Hena yang melihat itu agak cemburu dengan Celine karena bisa mendapatkan hadiah dari Jack.


Dia sudah bersiap untuk pergi ke dapur untuk mengambil teh namun Celine sudah bergerak cepat untuk melakukan itu.


Jack mengambil teh tersebut dan meminumnya. Ketika selesai dia meletakkan tehnya dan kembali berbicara.


"Maaf jika aku tidak membunuh mereka.. aku tahu kemarahan kalian pasti lebih besar.. karena banyak orang mati akibat ulah mereka" Ucap Jack kearah mereka yang hadir di ruangan.


"Semua sudah terjadi.. dan jika mereka memang merubah sikap mereka dan merenungkan perbuatan mereka. Maka itu bagus"


Tuan putri mengucapkan hal itu maka Jack akhirnya dapat bernapas lega.


Hena, Kina, Lisa, Celine, dan Brad yang sudah sedari tadi mendengarkan seluruh cerita Jack mengangguk setuju akan keputusan tuan putri.


"Maaf atas kekasaran ku sebelumnya"


"Tidak perlu tuan putri meminta maaf. Ini salahku karena tidak melaporkan dengan cepat"


"Aku akan membiarkanmu istirahat hari ini.. karena besok kita akan berkumpul kembali untuk merencanakan siapa yang akan ikut turnamen"


"Eh !?"


Jack memiringkan kepalanya dengan bingung.


Turnamen ?


Ketika tuan putri sedang mengembalikan buku yang penuh di mejanya ke tempat semula.


Dia mendapatkan surat yang telah dia baca beberapa hari yang lalu dari Rei.


"Ah besok juga akan ada kunjungan dari kerajaan Demi-human.. ahh besok akan menjadi hari sibuk lainnya"


Tuan putri akhir-akhir ini mulai mengeluh karena beban berat yang di kirim Rei kepadanya.


"Aku pasti akan menagih sesuatu dari Rei sebagai balasannya" Ucapnya dengan tersenyum licik.


...


...


...


Jack berjalan menuju tempat yang akan menjadi tempat peristirahatannya yang dipimpin oleh Celine di depan.


Brad ketika selesai pertemuan dia langsung pergi dan kembali menjalankan tugasnya lagi.


Kina dan Lisa kembali menuju sisi tuan putri Yuina untuk menjaganya.


Dan Hena..


Jack melirik kearah Hena yang berjalan di sampingnya mengikuti arahnya berjalan.


"Apakah ada sesuatu yang diperlukan ?" Jack bertanya dengan penasaran kepadanya.


"Ya.. t-tidak ada.. aku hanya ingin melihat ruanganmu.. itu saja"


(Kenapa dia gagap ?)


"Aku ingin kamu tidak menganggu istirahat tuan" Ucap Celine dengan cukup kasar.


"Aku tidak keberatan" Balas Jack dengan santai.

__ADS_1


"Kau dengar itu" Ucapnya dengan tersenyum.


Celine memberikan tatapan tajam kearahnya dan juga Hena membalas apa yang dia lakukan.


"Apakah tempatku sudah dekat" Ucap Jack menggaruk topengnya yang tidak gatal.


"Ah.. sudah dekat.. ini dia" Ucap Celine dengan cepat membukakan pintu.


Jack melihat ruangan yang cukup besar dengan kasur yang terlihat begitu empuk.


Ada meja belajar yang bisa digunakan dengan beberapa buku di sampingnya.


Ornamen lemari yang memiliki ukiran yang begitu indah untuk menyimpan baju.


Cermin yang cukup besar hingga dia dapat melihat seluruh badannya.


"Tempat ini cukup menakjubkan"


Jack berjalan mengarah jendela yang memiliki pancaran sinar mentari yang indah.


Jack melihat pemandangan yang bagus dari jendelanya.


Mengingat istana kerajaan ini cukup tinggi dari bangunan yang lain.


Jack melihat tempat baru yang memiliki putaran seperti kincir angin.. tapi bukan kincir angin melainkan di sana ada tempat bagi seseorang duduk.


"Apa tuan penasaran" Celine muncul disampingnya melihat apa yang dilihat Jack. "Itu Bianglala"


"Bianglala ?"


"Salah satu alat taman hiburan baru di kerajaan" Jelas Hena dengan cepat yang juga muncul di sampingnya Jack.


"Bagaimana nanti kita ke sana tuan.. hanya kita berdua" Ucap Celine dengan wajah memerah malu.


"Aku cukup tahu daerah sana.. aku bisa menemanimu juga" Ucap Hena dengan wajah yang memerah.


Mereka berdua berharap jawaban dari Jack namun karena dia terlalu fokus melihat kearah taman hiburan. Jadi mereka berdua tidak diperhatikan oleh Jack.


Jack tidak memperhatikan mereka berdua karena dia melihat seseorang yang dia kenal sedang bersenang-senang.


"Sepertinya Frey sedang bersenang-senang" Ucap Jack dengan tersenyum.


"Eh.. Apakah kau melihatnya dari sini ?" Hena langsung bertanya dengan kaget.


Pasalnya tempat mereka cukup jauh dengan tempat hiburan namun Jack berkata seolah dia melihatnya.


"Tidak.. cuman firasatku"


"Oh begitu.."


Hena tidak bertanya lebih jauh lagi tentang hal itu. Karena tidak mungkin orang bisa melihat dengan jelas dari kejauhan seperti ini.


Iya kan..


"Sebelum itu apa yang kalian tanyakan tadi ?"


Celine dan Hena hanya menghela napas dengan kesal..


...


...


...


Bersambung...


Jack sungguh bodoh.. Kau dikelilingi oleh gadis cantik dan malah fokus ke Frey..


Hah~


Mari lupakan tentang itu..


Selanjutnya akan menjadi cerita Drian..


Jangan lupa likenya terima kasih ;)

__ADS_1


__ADS_2