Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Hari Damai


__ADS_3

Aku sangat fokus dalam mengisi data penting di suatu kertas dan jujur ini begitu membosankan..


Mengingat ini juga tugas penting yang diberikan Rachel kepadaku jadi aku tidak bisa mengecewakannya..


Walaupun sebenarnya aku tidak mengerti apa apa tentang ini..


Namun berkat Liana yang ada di dekatku jadi aku dapat terbantu akan hal itu..


Ketika aku sedang fokus dan Liana terlihat menatap diriku dengan aneh..


"Apa ada sesuatu di wajahku" Ucapku sambil meraba wajahku sendiri..


"Tidak ada.."


"Hmm.."


Aku melanjutkan apa yang aku lakukan dan menulis hal membosankan..


"Sepertinya menjadi raja itu pekerjaan yang membosankan" Ucapku memecahkan keheningan.


"Kenapa tiba tiba membahas ini" Balas Liana dengan heran.


"Menulis hal ini membuatku sadar bahwa raja atau pemimpin melakukan pekerjaan yang begitu membosankan"


"Itu memang pekerjaan membosankan namun aku sangat yakin itu adalah pekerjaan yang paling mulia.. ketika aku masih kecil ayahku begitu sibuk dengan pekerjaannya.. awalnya aku sedih karena ayah tidak meluangkan waktu untuk bersamaku.. namun aku sadar bahwa pekerjaan ayahku adalah seorang pahlawan dan dia selalu berusaha agar semua rakyatnya bisa tersenyum bahagia" Ucap Liana dengan bangga..


Aku melihat kearah Liana dengan takjub.. sorot matanya bahkan tidak terlihat sedikitpun kebohongan dari apa yang dia ucapkan.


Sepertinya aku harus merubah sudut pandangku tentang raja..


"Maaf"


"Tidak usah meminta maaf.."


Aku tidak melanjutkan perbincangan dan melanjutkan nulisku..


"ᴬᵏᵘ ᵖⁱᵏⁱʳ ᵏᵃᵘ ʲᵘᵍᵃ ᵗᵉʳˡⁱʰᵃᵗ ᶜᵒᶜᵒᵏ ᵐᵉⁿʲᵃᵈⁱ ʳᵃʲᵃ"


"Maaf.."


"Tidak bukan apa apa.."


Aku tidak mendengar dengan terlalu jelas apa yang dikatakan oleh Liana kepadaku..


...


...


...


[Rian Pov]


Rian melihat buku yang berisikan tentang tanaman yang diberikan oleh Nita kepadanya..


Dia sedikit sulit untuk mengingat semua yang ada mengingat bahwa dia adalah idiot..


Rian juga sudah menyadari hal itu dan dia juga tidak terlalu memikirkan hal itu..


Berusaha adalah kunci..


Walaupun Rian idiot tapi setidaknya dia bisa melakukan hal yang dia sukai..


Jika seandainya saja motivasinya terus ada untuk dalam hal belajar mungkin dia akan menjadi orang terpintar...


Mungkin..


Rian membalik halaman buku dan secara perlahan membacanya yang ditemani oleh Nita yang disampingnya juga sembari membaca buku yang berbeda di tangannya..


Nita tidak menganggu Rian dan dia juga tidak berusaha untuk memulai pembicaraan..


Mengingat dia juga orang yang tidak terlalu suka bersosialisasi jadi.. yah.. itu menjadi sebuah momen diam yang indah yang pantas diabadikan..


Ketika Rian sedang membalik buku miliknya dan menemukan sebuah tulisan yang membahas tanaman Penangkal Segala Racun..


Rian yang melihat judul itu menjadi tertarik untuk membacanya hingga selesai..


Rian mengerutkan keningnya yang dimana dia melihat deskripsi tanaman tersebut yang merupakan tanaman langka yang sangat sulit ditemukan..


Konon katanya tanaman ini hanya ditemukan di tempat taman ilusi yang sangat berdekatan antara benua Iblis dan benua Demi Human..


Hanya hati yang tulus dapat mendapatkan tanaman ini..


Nita yang melihat Rian yang terlihat begitu fokus menjadi penasaran..


Setelah dia melihat judul yang dibaca Rian.. dia terkejut..


Rian menyadari tatapan Nita kepadanya dan tidak tahan untuk tidak bertanya..


"Apa kau tahu tentang ini ?"


"I-itu merupakan salah satu cerita legenda terkenal"


"Bisa kau ceritakan lebih lanjut"

__ADS_1


"Ini cerita dimana pahlawan yang pulang dari medan perang mengetahui bahwa kekasihnya telah diberikan racun oleh sahabatnya sendiri.. Racun ini tidak membuat kekasihnya mati melainkan membuatnya tertidur dalam kematian.. sahabatnya itu langsung menghilang setelah melakukan hal tersebut... Pahlawan yang mengetahui itu menjadi begitu sedih akan hal yang dilakukan sahabatnya.. Racun yang diberikan oleh sahabatnya begitu sulit untuk disembuhkan bahkan ahli tabib.. ahli penyembuh.. ahli racun.. ahli herbalis.. semua dipanggil.. namun tidak ada yang dapat menyembuhkannya.. Pahlawan begitu sedih dan memutuskan untuk mencari penawarnya diseluruh sudut dunia dan akhirnya menemukan tanaman ini.. Dia akhirnya dapat menyelamatkan kekasihnya tetapi dia telah kehilangan sahabatnya.. sampai sekarang tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada sahabatnya.. tamat"


"Itu saja ?" Tanya Rian dengan kecewa.


"Ada versi panjangnya mau dengar ?"


"Tidak perlu.. entah kenapa aku merasa mendengarkan cerita The Sleeping Beauty versi dunia ini"


Nita tiba tiba tertarik akan apa yang di ucapkan oleh Rian..


Ketika Rian melihat mata penasaran Nita..


Dia menghela napasnya dan mencoba menceritakan tentang tuan putri tidur..


...


...


Beberapa menit kemudian Rian merasakan sakit dipunggungnya karena terlalu lama untuk duduk dan membaca..


Dia juga merasakan haus yang tidak tertahankan..


Lalu dia melihat kearah Nita yang sedang fokus membaca..


"Hei.. boleh aku pinjam dapurmu sebentar"


"B-boleh" Balas Nita dengan gagap..


Nita memang agak pemalu jadi terkadang tanpa sadar dia sering terpleset dalam mengucapkan kata kata.. karena gugup..


Lalu Nita bangkit dari tempatnya dan mengantar Rian ke dapur..


Dapurnya hanya berisikan sebuah hal biasa saja.. seperti dapur pada umumnya..


Namun karena dunia ini bukan dunia modern.. jadi untuk memasak kita harus menggunakan kayu bakar..


Melihat itu Rian langsung memasak air panas dan memgambil sesuatu dari dalam kantong penyimpanannya..


Rian menggeledah isi dalam kantongnya dan beberapa lama akhirnya dia menemukan apa yang dia cari..


Yaitu jahe, teh kantong sachet dan juga gula..


Rian dengan sigap membersihkan jahe tersebut lalu memotongnya kecil kecil..


Lalu dia membuat jahe tersebut ke dalam panci yang berisikan air yang sudah dia letakkan ke tempat untuk memasak..


Dia dengan cepat meniup api hingga membakar kayu bakar dengan ganas..


Setelah beberapa menit air yang berisikan jahe tersebut telah panas..


Setelah dia menyaring sari yang tidak dibutuhkan lalu dia meletakkan teh kantong tersebut ke dalam air yang berisi jahe dan tidak lupa juga gula untuk sedikit oenambah rasa manis..


Selesai..


Rian dengan bangga menatap hasil kerja keras miliknya..


Nita yang berada di sampingnya hanya bisa memperhatikan apa yang sedang Rian buat..


Karena rasa penasaran Nita tidak dapat menahan diri untuk tidak bertanya..


"Kau sedang buat apa ?"


"Oh ini adalah jamu"


"Jamu ?"


"Yap.. minuman khas di negara kami"


Nita melihat kearah minuman tersebut dengan penasaran..


Lalu Rian mengambil minuman tersebut dan memberikannya kepada Nita..


Karena dia membuatnya cukup banyak jadi dia tidak perlu khawatir untuk kehabisan..


"Silahkan diminum.."


Nita terlihat ragu namun dia sangat penasaran akan rasanya jadi dia mengambil cangkir yang diberikan Rian lalu meminumnya..


Rasa panas langsung muncul di tenggorokannya dan rasa hangat dapat dia rasakan ditubuhnya..


"Ini agak aneh"


"Haha.. memang gitu jamu.. ini memiliki banyak khasiat untuk tubuh"


Rian langsung mengambil cangkir lain dan menuangkan teh jahe tersebut dan meminumnya..


"Hangat.."


Rian gembira akan apa yang dia rasakan..


Tubuhnya merasa kembali segar dan kehangatan menjadi begitu mengenakkan..


Nita sekali lagi meminum jahe yang diberikan dan merasakan secara perlahan tubuhnya menghilangkan rasa lelahnya dan bahkan badannya merasa lebih bugar daripada biasanya..

__ADS_1


"Aku tidak tahu bahwa ada cara seperti ini untuk menikmati tanaman herbal"


"Bagaimana cara menikmati tanaman herbal di sini"


"Hm.. seperti biasa kau membersihkannya terus menghaluskannya.. mencampurnya dengan beberapa bahan sesuai dengan jenis penyakit yang ingin di sembuhkan lalu telan"


"Wah.. kenapa itu merasa tidak mengenakkan"


"Itu benar tidak mengenakkan rasanya lebih parah daripada pahit"


Rian tiba tiba merasakan apa yang dirasakan oleh orang di dunia ini..


Mengingat Rian juga tidak terlalu suka dengan rasa pahit seperti yang ada di obat..


"Apakah aku boleh mempelajari lebih dalam.. t-tentang jamu ?"


"Tentu boleh"


Nita begitu senang dengan jawaban Rian..


Setelah itu mereka berdua membuat beberapa jamu untuk dipelajari..


[Iwan Pov]


"Bagaimana rasanya"


Iwan bertanya dengan penasaran apa yang dirasakan oleh Charlotte..


"Ini sangat enak.. rasanya manis" Balas Charllotte dengan bahagia..


Iwan merasa senang bahwa bumbu yang diberikan Rian berhasil..


Sepertinya ini sudah bagus untuk dibuat sebagai bumbu utama..


"Mari kita rasakan yang satu ini"


Iwan menabur bumbu baru..


Setelah dia mengaduknya dalam merata lalu mencicipinya..


"Rasanya balado"


Charllotte juga mengambil keripik tersebut dan merasakan pedas..


"Pedas"


"Haha.. ini namanya balado"


Lalu Rian menabur kembali bumbu baru tersebut dan merasakan kembali..


Tidak lama Iwan sudah merasakan lima kantong bumbu tersebut..


Pertama yaitu rasa manisnya


Kedua yaitu rasa pedasnya balado


Ketiga yaitu rasa lada hitam


Keempat yaitu rasa asin original


Kelima yaitu rasa yang pernah ada..


Eh salah.. Rasa jahe..


"Rasa jahe sungguh bagus.. Rian cukup hebat membuat rasa baru dari singkong menggunakan bahan jamu" Ucap Iwan dengan senang..


Charllote tidak terlalu mengerti namun dia setuju akan rasa terakhir yang dimana itu rasa yang cukup unik dimana rasanya tubuhnya mengalami panas yang begitu menghangatkan badannya..


"Sepertinya aku akan ketagihan dengan rasa ini"


"Aku sangat yakin kau akan ketagihan mulai dari sekarang"


Bersambung..


Ruang Curhat Heroine..


"Sepertinya kita mulai dilupakan di sini" (Kina)


"Kau benar.. kenapa kita tidak muncul muncul" (Lisa)


"Aku ingin memarahi author tentang hal ini" (Kina)


"Aku akan ikut" (Lisa)


"Author pasti punya rencananya sendiri.. sebaiknya kalian sabar.. lagipula author pasti menyayangi kita" (Yuina)


"Kita juga menyayangi author jadi kita akan memarahinya sebagai bukti cinta kita" (Kina)


"Kina kau sungguh jenius" (Lisa)


"Author semoga tenang di alam sana" (Yuina)


...

__ADS_1


"Apa aku akan mati ?" (Author)


__ADS_2