Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Perpisahan dari Drian..


__ADS_3

Drian duduk di kereta kuda sambil menatap ke jendela dan melihat kota kerajaan Kleinstar dari kejauhan..


Drian dengan sedih mengingat apa yang terjadi selama ini di kota Kleinstar..


"Maafkan aku karena tidak sempat untuk mengucapkan selamat tinggal secara langsung"


Drian telah memberikan surat perpisahan kepada ke tiga teman idiotnya dan juga satu untuk orang yang dia cintai..


Drian berpikir memiliki kehidupan damai.. memiliki seorang teman dan orang dia cintai masih terasa mimpi bagi dirinya..


Karena sebenarnya Drian merupakan anak dari kota Feinstar yang merupakan salah satu kota dari Kerajaan Gainstar di sebelah barat..


....


....


...


Drian selama hidupnya dia adalah seseorang yang paling sombong dan jahat..


Semua orang mengenali dirinya..


Raja yaitu ayahnya sangat membencinya karena sikapnya itu.. hingga raja pada akhirnya mengasingkan Drian di kota Kleinster.


Saat di kerajaan Klienstar dia bukanlah siapa siapa..


Benar harta dan pengaruh miliknya tidak ada di Kleinstar..


Bahkan semua teman bangsawan yang berada di sini tidak membantunya..


Mungkin menyebut mereka teman hanyalah sebuah kata saja..


Pada akhirnya semua tidak memperdulikannya tanpa harta dan pengaruh.. dia bukanlah siapa siapa..


Saat dia jatuh dalam ketepurukan..


Seorang gadis menyapa dirinya..


Mungkin karena kasihan.. dia mengulurkan tangannya dan membantunya untuk menjadi seorang petualang..


Benar itu adalah Kirana..


Itu adalah awal dimana dia merasakan cinta untuk pertama kalinya..


Seorang gadis sering kali mendekatinya hanya melihat reputasi dan harta.. tidak melihat siapa dirinya.. jadi dia langsung jatuh cinta kepada Kirana..


Karena Drian yang sejak awal memang sudah melatih ilmu pedangnya.. dia dengan begitu mudah untuk mencari uang dengan menjadi petualang..


Walaupun dia berburu monster yang tidak terlalu kuat.. setidaknya itu sudah membantunya sedikit demi sedikit..


Dia telah mencoba untuk berteman dan membuat sebuah party dengan seseorang namun orang selalu mengingat siapa dirinya..


Sombong, Angkuh, Serakah, jahat.. dan kata kata lainnya yang tidak mengenakkan..


"Satu party dengannya.. maaf saja aku tidak ingin seseorang menusukku dari belakang"


"Kau benar karena sifatnya seperti yang dikabarkan siapa tahu apa yang dia lakukan"


"Hmph maaf saja"


Semua orang selalu bergosip tentang dirinya.. mereka semua membicarakan itu dengan keras supaya Drian ikut mendengarnya juga..


Walaupun dia sudah berubah tidak seperti dirinya yang dulu..


Namun hal yang disebut dengan nama baik yang sudah tercoret sulit untuk memperbaikinya..


..


...


....


Drian yang sedang santai duduk di meja guild petualang sambil menatap ke arah Kirana dari kejauhan..


Dia melihat bahwa ada seseorang yang sedang menggoda Kirana..


Dia sangat marah pada awalnya..


Namun siapa sangka bahwa mereka menjadi seorang Rival dan juga Teman saat itu juga..


Sungguh hari yang menyenangkan..


Bahkan saat di akademi petualang..


Walaupun dia tidak perlu untuk masuk ke sana mengingat bahwa dia sudah kuat..


Namun dia tetap masuk untuk mencoba berteman dengan mereka..


Dia sangat berharap bahwa harinya akan tenang selamanya seperti ini..


Hah..


Siapa sangka..


Bahwa ayahnya..


Raja Feinstar


Mati..


Drian tidak terlalu sedih akan hal ini.. karena dia memang tidak memiliki kenangan yang baik tentang ayahnya..


Namun karena dia adalah anaknya..


Mau tidak mau dia harus menghadiri upacara pemakaman..

__ADS_1


Dan juga penobatan kakaknya yang akan menjadi raja selanjutnya..


................


.............


..........


.......


....


.


Waktu begitu cepat berlalu dan Drian akhirnya sampai di kota kerajaan Feinstar..


Penjaga gerbang yang melihatnya langsung hormat dan membuka gerbang masuk dengan begitu cepat..


Drian yang masih dalam kereta kuda melihat orang di pinggir jalan terlihat tidak kelihatan bersemangat dan juga auranya sedikit berbeda..


Bahkan orang tidak seramai seperti biasanya..


(Apakah ini akibat raja mati, mereka jadi seperti ini ?)


Drian akhirnya sampai di istana..


Dia melihat kakak pertamanya duduk di sebuah kursi singgasana dengan elegan dengan mahkota raja di kepalanya..


"Akhirnya kau datang wahai adikku"


Drian tidak menunduk di depannya dan itu membuat sang penjaga menatap tajam kearahnya..


Namun Saudaranya tidak marah dan menahan penjaga..


"Kenapa kau tidak menunduk di depanku"


"Kau masih belum dinobatkan menjadi raja jadi untuk apa aku menunduk"


Drian dengan berani menjawab tanpa ada rasa takut sedikitpun di matanya..


"Kau benar.. maafkan kesalahan kakakmu ini"


Kakaknya berkata seperti itu namun matanya tidak sama sekali menunjukkan sebuah ketulusan dari kata katanya..


"Apakah aku boleh melihat raja untuk terakhir kalinya.."


Kakaknya mengangguk dan mengantarnya ke tempat peti yang dimana di sana raja atau ayahnya sudah terbaring kaku tak bernyawa..


Drian tidak sedih akan hal itu.. dia hanya melihat ayahnya yang sering memarahinya dan juga tidak terlalu suka kepada Drian dan selalu membandingkannya dengan kakaknya..


Pada akhirnya..


Dia hanya seseorang yang tidak pernah disayangi sama sekali..


"Ibu dimana ?" Drian bertanya dengan penasaran..


"Ibu masih shock dan mengunci diri di kamarnya"


Drian menghela napasnya dan menatap langit..


Cuacanya sungguh sangat tidak bersahabat..


"Aku akan kembali ke ruanganku untuk istirahat"


"Silahkan wahai adikku"


Drian hanya tersenyum kecut..


Karena dia tidak pernah memanggilnya dengan namanya..


Begitu juga Drian tidak sudi memanggil nama kakaknya..


Bahkan memanggilnya dengan sebutan kakak sekalipun dia tidak sudi..


Drian diantar ke ruangan dan akhirnya dia bisa bersantai dari perjalanan panjangnya..


Drian hanya memikirkan apa yang di lakukan ke tiga temannya tanpa dirinya.. dan juga dia sedikit penasaran.. apakah mereka sudah mendapatkan surat yang dia titipkan dengan pak Demark..


(Tunggu aku lupa untuk menulis nama untuk siapa surat tersebut)


Drian hanya menyalahkan kebodohannya yang dia lakukan...


...


Sementara itu..


"Yang mana surat untuk Tiga orang temannya dan yang mana untuk Kirana"


Demark bingung dengan surat yang diberikan Drian karena tidak ada nama untuk siapa disuratnya.. bahkan tidak ada pembeda disalah satu surat miliknya..


"Aku rasa yang ini"


Demark memutuskan dengan ingatan yang asal asalan yang mana surat yang harus diberikan..


...


Aku, Rian dan Iwan mendengarkan rencana pelatihan yang akan dilakukan..


"Untuk sementara kalian berdua akan dilatih oleh Kina dan Lisa karena mereka berdua memiliki Class Assassin.. walaupun berbeda dengan Claass Knight atau Guardian.. aku yakin mereka cukup membantu kalian" Ucap Yuina menatap ke arah Rian dan Iwan..


"Dan aku akan melatih Rei karena Class kami sama.. yaitu Mage" Sambung Yuina menatap kearahku..


Aku langsung mengangguk setuju karena ini memang pilihan yang pas..


"Aku harap kalian bisa menahan diri" Kata Rian dengan nada ketakutan menatap Kina dan Lisa.

__ADS_1


"Tolong jangan lakukan diluar batas ya.." Sambung Iwan dengan takut juga..


Kina dan Lisa hanya membalas mereka dengan senyum..


Dan itu langsung membuat Rian dan Iwan merinding..


Saat kami berbicara..


Tiba tiba saja pintu Klub kami ada yang mengetuk..


Yuina bangkit dari tempat duduknya dan berjalan membuka pintu..


"Oh kalian disini ternyata" Ucap pak Demark tertawa melihat mereka "Aku ada surat untuk kalian" Sambungnya sambil melihat ke arah kami bertiga..


"Surat ?"


Kami bertiga langsung bingung dengan apa yang terjadi dan memikirkan dalam beberapa detik..


Jangan jangan ini..


"""Maaf kami bukan gay"""


"Apa yang kalian pikirkan ?" Balas pak Demark dengan kebingungan.."ini surat dari Drian" Sambungnya..


Kami akhirnya bernapas lega..


Tunggu..


"Drian jangan jangan dia"


"Mungkin saja"


"Jangan bilang dia ditolak terus sama Kirana akhirnya dia menyimpang.."


Kami tiba tiba menjadi takut..


Rian yang mengambil surat tersebut dan membukanya secara perlahan..


.......


...


Mata mereka bertiga langsung ternodai oleh ngerinya surat tersebut..


Karena di sana terdapat sebuah kata kata cinta yang begitu bucin dan alay.. hingga membuat mata mereka sakit..


"Mataku"


"Ah.."


Mereka bertiga mengucek mata dengan cepat..


"Sepertinya ini surat bukan untuk kami"


Rian langsung menutup surat tersebut dan mengembalikannya ke pak Demark..


"Ah..Maaf sepertinya ini yang benar"


Pak Demark lalu mengambil surat yang satunya..


Rian mengambil surat tersebut.. terlihat ragu untuk membukanya namun Rian menguatkan iman dan membuka surat tersebut..


Saat beberapa menit membaca..


"Sepertinya Drian tidak akan kembali dalam waktu dekat"


"Keluarganya wafat di kerajaan Feinstar"


"Ini sangat berat untuk Drian"


Mereka semua mengerti kenapa Drian membuat surat ini..


Namun Drian tidak memberitahu latar belakang miliknya dan hanya menjelaskan bahwa keluarganya di kota kerajaan Feinstar wafat..


Mendengar hal itu..


Yuina dibisikkan oleh Kina dengan pelan..


"Drian ini merupakan putra kedua dari raja kota kerajaan Feinstar.. dia telah menjalin pertemanan dengan mereka bertiga"


Yuina mengangguk dan memikirkan sesuatu..


Dia mempunyai firasat buruk tentang ini..


"Hei kalian membentuk sebuah Klub ?"


Pak Demark yang masih ada di sini tidak tahan untuk tidak bertanya dengan mereka..


"Ya pak kami baru membentuk klub"


"Bagaimana jika aku yang menjadi pembimbing klub"


Mendengar hal itu Yuina menjadi senang..


"Dengan senang hati kami menerima bapak"


"Kalau begitu tolong kerjasama untuk ke depannya" Ucap Pak Demark dengan tersenyum bahagia..


Mendengar hal itu Rian, Iwan dan Rei.. Menjadi takut.


Mereka pikir mereka sudah bebas dari pria berotot namun siapa sangka..


Ini terjadi..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2