
Aku berdiri di gerbang utama kerajaan dengan mata yang begitu perih melihat monster sepanjang mata memandang.
Kegugupan orang menjadi sangat mengerikan dengan pedang, tombak, perisai, panah, dan tongkat sihir yang mereka pegang bergetar dengan hebat.
Wajah semua orang menjadi begitu pucat dan bahkan mereka menelan ludah mereka dengan begitu berat.
Rasa gugup tidak bisa dijelaskan dalam situasi ini..
Mungkin bukan gugup..
Lebih tepatnya takut..
Aku yang melihat itu tidak bisa menahan diri untuk hanya diam dan melihat situasi semakin memburuk.
"Ingat kita hanya perlu mengulur waktu untuk warga dan keluarga kita yang ada di dalam untuk melarikan diri dengan aman" Ucapku dengan suara keras.
Suaraku yang begitu keras menarik perhatian mereka kepadaku.
"Kita hanya perlu mundur dan selamat.. tidak perlu memaksakan diri kalian.. selama kita selamat bahkan dengan cara pengecut sekalipun kalian akan di cap sebagai pahlawan"
Aku berbicara kepada semua orang yang ada di sini dengan suara yang keras dan lantang.
Aku tidak dapat menahan diriku untuk melihat semua orang dalam keadaan yang tidak bersemangat.
"Dengarkan semua.. aku memiliki rencana"
Aku tersenyum dengan pelan..
...
...
...
Rombongan warga memasuki istana kerajaan dengan cara berdesakkan seolah mereka dikejar oleh waktu..
Yuina membantu para warga untuk memasuki istana kerajaan karena jalan persembunyian ada tepat di bawahnya..
Yuina dengan sabar membimbing para warga untuk masuk ke istana..
"Apakah kau khawatir dengan dia ?" Ucap Liana kepada Yuina.
Yuina mengangguk dengan pelan..
Walaupun dia terlihat tenang dipermukaan tapi tetap hatinya masih terus memikirkan nasib mereka.
"Kenapa kau menahanku untuk ikut dengan mereka" Balas Yuina dengan sedih.
"Aku hanya ingin mengorbankan beberapa orang untuk menyelamatkan banyak orang"
Yuina yang mendengar itu menjadi sangat marah dan memegangi kerah baju Liana dengan erat..
"Apa yang kau bilang ?"
Semua warga yang ada disekitar terdiam ketika melihat itu..
Tentu itu adalah pemandangan yang begitu langka melihat seseorang yang begitu lembut menjadi sangat marah..
Banyak yang bertanya - tanya apa yang sebenarnya terjadi ?
Liana memberikan sebuah senyuman yang menakutkan dari balik wajahnya.
"Haha.. kita dalam keputusasaan.. siapa yang akan menyelamatkan kita ? seluruh benteng telah dikelilingi oleh monster ? mengorbankan beberapa nyawa itu bukanlah seberapa"
"Ini bukanlah hal yang kau putuskan sendiri.. aku sangat yakin kita selamat tanpa ada korban sedikitpun"
"Itu hanya delusi bodohmu"
"Ini bukan.. Kekuatan mereka bertiga lebih hebat dari yang kau pikirkan.. mereka bertiga adalah pahlawan yang menyelamatkan kita.. sama ketika mereka membantu pengungsi yang datang.."
Semua orang yang mendengar itu menjadi ingat dengan sosok tiga orang yang telah menyelamatkan mereka ketika sedang dalam keputusasaan dimana tidak ada orang yang mengulurkan tangan mereka.. namun mereka tidak..
Mereka begitu baik..
"Iwan tidak akan kalah.. dia pasti akan menang.. aku sangat yakin dengan kekuatan otot miliknya" Ucap pria paruh baya dengan suara yang begitu nyaring.
"Rian juga pasti tidak akan kalah.. dia telah menciptakan obat herbal yang sehat bagi semua orang" Ucap seorang perempuan dengan memiliki topi penyihir yang menutupi seluruh wajah cantiknya.. gadis ini tidak lain adalah Nita.
"Iwan juga begitu baik dengan semua orang.. dia memiliki hati yang baik jadi dia pasti akan berjuang dan menyelamatkan kita semua" Suara itu datang dari dalam ketika sosok seorang gadis cantik yang memiliki rambut pirang pendek sampai sebahu.. gadis ini adalah Charllotte.
__ADS_1
Semua menjadi menyuarakan suara mereka yang memiliki pendapat yang sama ketika mereka mengingat apa yang telah dilakukan Rian, Iwan dan Rei kepada mereka yang telah membantu pengungsi yang telah diserang oleh monster dengan membuat mereka memiliki pekerjaan, tempat tinggal, hidup dengan nyaman dan lain - lainnya..
Bahkan para warga asli ibukota kerajaan terbantu dengan beberapa hal baik yang mereka perbuat..
Baik para pengungsi dan juga warga asli menjadi begitu bersemangat meneriakkan nama mereka dan memuji mereka..
Namun Rei tidak terdengar sama sekali oleh mereka karena dia jarang sekali muncul dimuka publik jadi wajar..
Namun lebih dari siapapun Yuina tahu bahwa Rei pasti bisa mengatasi hal ini..
Dia sangat yakin itu..
Liana yang memiliki wajah suram beberapa saat kembali dalam wajah biasanya..
Dia tersenyum kepada Yuina dan mengelus kepalanya dengan pelan..
"Maafkan aku.."
"Tidak itu--"
Semua warga yang sebelumnya khawatir kini menjadi tenang..
Hati mereka saat ini dipenuhi dengan sebuah harapan yang telah diciptakan oleh Liana..
"Mari kita ke ruanganku sebentar"
Liana menarik tangan Yuina dengan perlahan menuju tempat rahasianya..
"Aku sudah menyuruh Frey dan Jack untuk menjaga bagian belakang benteng.. Hena dan Heni bagian Samping benteng dan setelah kita membantu warga untuk melarikan diri.. aku akan membantu mereka.. tolong pinjamkan kekuatanmu"
"Aku sudah mengirim Kina dan Lisa untuk membantu mereka dibalik bayang - bayang.. jadi aku tidak bisa tinggal diam.. jadi aku pasti akan membantu"
"Aku tahu kau akan menjawab itu"
"Apakah kau sengaja melakukan itu ketika sedang dilihat semua warga ?"
"Coba tebak"
"Aktingmu sungguh buruk"
"Haha.."
"Bisakah kau berhenti melakukan hal itu.. jujur itu tidak cocok dengan umurmu yang sekarang ini"
"Jahatnya.."
...
...
...
"Sungguh waktu yang begitu buruk" Ucap Frey dengan tidak senang.
Frey sangat marah akan situasinya saat ini..
Dia tidak menyadari bahwa musuh telah mempercepat penyerangan mereka untuk menghancurkan ibukota kerajaan..
Alhasil jebakan yang mereka buat tidak bisa mereka selesai..
"Mengeluh tidak akan merubah keadaan" Ucap Jack dengan memegang erat topengnya.
Suasana begitu mencekam dengan semua orang yang ada menemani Frey dan Jack..
Semua orang itu berasal dari desa pembunuh..
"Aku tidak terlalu banyak berharap.. tapi kita hanya bisa bertahan hingga sampai warga berhasil kabur" Ucap Jack dengan suara beratnya. "Jika kalian ingin pergi dan kabur maka silahkan.. aku tidak akan menghentikan kalian" Sambungnya dengan mengangkat bahunya.
Beberapa orang yang mendengar ingin mundur namun harga diri menahan mereka untuk melakukan itu..
Mereka dari desa pembunuh..
Jika mereka mundur apa yang akan dikatakan orang - orang ?.
"Jika kau mulai berbicara omong kosong maka tolong hentikan" Ucap marah orang yang ada di sampingnya, orang itu adalah Frey.
"Aku tidak akan pergi.." Sambungnya dengan mengenggam erat tangannya hingga berdarah.
Jack memberikan anggukan kecil setelah mendengar hal itu..
__ADS_1
"Jangan mati"
Jack menegaskan kata - katanya dengan diiringi skill unique miliknya..
...
...
...
Hena dan Heni hanya bisa diam seribu kata ketika melihat apa yang ada di depan mereka..
Hutan belantara sekarang datang dengan banyaknya monster di sana..
Itu cukup buruk..
"Manfaatkan pohon untuk memukul mundur monster"
"Pasukan pertama tahan pergerakan mereka dari bawah"
"Pasukan Kedua serang mereka dari jarak jauh"
"Pasukan ketiga bersiap untuk membantu orang yang terluka"
"Pasukan keempat laporkan situasi dengan melihat posisi mereka secara berkala"
"Pasukan kelima.. kalian prioritaskan untuk menyerang monster yang lemah"
Semua pasukan yang disebutkan oleh Hena mengangguk dengan mengerti akan perintah yang diberikan..
Mereka adalah desa mata - mata..
Membunuh bukanlah keahlian mereka..
Itu adalah hal yang jelas..
Namun setidaknya mereka masih belajar cara untuk bertahan diri..
Jujur saja Hena bahkan terlalu takut untuk memberikan perintah miliknya..
Mengingat bahwa dia dan orang - orangnya dapat kabur dari sergapan banyaknya monster di desa mereka karena medan desa mereka yang begitu rumit..
Itu adalah salah satu alasyanya..
Dan satunya lagi adalah pengorbanan tetua yang ada di desa untuk menahan monster yang datang untuk membeli waktu untuk mereka kabur..
"Dan satu lagi perintah kepada kalian semua" Ucap Hena dengan menarik napasnya sebelum berbicara.. "Tolong jangan mati"
Hena mengucapkan kata itu dengan begitu berat..
Orang yang ada di desa sana tersenyum lembut karena Hena sedang mengkhawatir mereka..
...
...
...
Jangan mati..
Kata - kata itu seperti sebuah angan - angan dalam kondisi ini..
PERTANYAANNYA..
APAKAH MEREKA BISA SELAMAT ?
Bersambung...
...
I really like it when is Yuina angry..
Is kinda cute you know..
Where i can find one like her ?
Maybe in my dream.. :')
Don't forget to press like button to me.. oke.. :)
__ADS_1