
Ketika Jack dan Frey masuk ke dalam kerajaan mereka langsung disuguhkan pemandangan yang membuat mereka terpukau.
Orang begitu sibuk kesana kemari sembari membawa berbagai kesibukan mereka sendiri.
Ada yang membawa berbagai alat dan bahan untuk pembangunan.
Ada yang membawa berbagai bahan makanan.
Ada yang membawa barang dagangan untuk mereka jual.
Seluruh kerajaan begitu sibuk dengan apa yang mereka kerjakan.
Penduduk mulai beraktivitas dengan sangat senang diiringi dengan berbagai keceriaan.
Sebagian orang dari desa pembunuh juga sudah mulai berbaur dengan masyarakat hingga membuat Jack dan Frey terperangah kaget.
"Apa yang kalian lakukan.. terdiam di sana ?"
Hena dengan santai menyadarkan diri mereka kepada kenyataan.
"Perubahan ini cukup begitu banyak"
Jack tidak mengira bahwa penduduk desa mereka bisa melakukan kegiatan biasa selain latihan untuk melakukan misi pembunuhan.
Hena yang melihat Jack kebingungan sadar apa yang sedang dipikirkan olehnya.
"Kita saat ini memerlukan tenaga kerja yang sangat banyak untuk memulihkan kehancuran yang terjadi. Jadi kami tidak mempunyai waktu untuk mensortir orang-orang"
Sebelum Jack bertanya dia langsung menjelaskan apa yang terjadi
"Ah begitukah"
Ketika mereka masuk dua orang dengan cepat mendekat kearah Jack dan Frey.
"Tuan telah kembali"
Orang yang menyebut Jack tuan adalah seseorang gadis cantik memiliki tinggi badan pendek, rambutnya berwarna merah dan mata berwarna hijau zamrud. Semua orang menatap nya ketika dia berlari menuju kearah Jack.
Namun orang bukan melihat dari betapa cantik wajahnya melainkan dadanya yang cukup besar yang berbanding berbeda dari tubuh pendeknya sehingga ketika dia berlari gunungnya juga ikut terguncang. Sungguh proporsi tubuh yang cukup mencengangkan.
Orang-orang yang melihat itu merasakan kesegaran di tubuh mereka dan semakin semangat menjalani hari mereka.
Lalu disampingnya juga ada seseorang pria dengan perut yang buncit sembari membawa kain untuk mengelap keringat yang begitu banyak di dahinya.
"Celine dan juga Bred" Ucap Jack dengan senang ketika melihat mereka berdua.
Mereka merupakan rekan yang dipilih Jack untuk menggantikan Frey dan Dirinya untuk memimpin orang-orang dari desa pembunuh ketika mereka berdua pergi.
Walaupun penampilan mereka berdua terlihat tidak seperti seseorang yang bisa membunuh orang lain namun kenyataannya kemampuan mereka tidak bisa diremehkan.
Sungguh kau tidak bisa menilai seseorang dari penampilannya.
"Nama saya Brad tuan" Ucap Brad dengan senyum kecut miliknya.
"Ah maaf" Ucap Jack menggaruk kepalanya ketika dia tahu bahwa dia salah menyebut namanya.
"Aku senang melihat tuan datang dengan selamat"
Celine tersenyum dengan senang melihat kearah Jack.
Jack hanya mengangguk sembari berhati-hati untuk tidak melihat area pegunungan karena disana terdapat area yang berbahaya.
Frey yang ada disampingnya tanpa ragu menatap kearah gunung yang dia bawa tanpa rasa malu sedikitpun.
"Hmm apakah kau semakin besar ?"
Frey memberikan komentar jujurnya ketika melihat dua gunung tersebut.
Namun ketika dia selesai mengatakan itu dua buah pisau telah melayang menuju kearahnya.
Dia dengan santai menangkap satu pisau dengan dua jarinya dan satu pisaunya lagi juga telah di tangkap oleh Jack dengan baik.
"Kita berada di kerumunan saat ini.. jadi jangan melemparkan pisau karena bisa terkena orang lain" Ucap Jack dengan kesal menatap kearah Celine dan juga Kina. "Namun jika kita tidak di kerumunan orang kalian bisa melakukannya"
"Jahatnya!" Balas Frey dengan cepat kepada Jack.
__ADS_1
"Maaf tuan.. amarah telah mengendalikan diri saya" Ucap Celine dengan menyesal
"Aku juga minta maaf" Kina juga menyesal karena tidak berpikir akan hal itu karena reflek amarah yang dia rasakan kepada Frey.
Hena yang ada disampingnya langsung memukul kepala Heni dengan kasar.
"Aw!"
"Sebaiknya kau menyesali ini dengan baik-baik"
Jack mengembalikan pisau yang dia tangkap yang merupakan milik Kina dan Frey mengembalikan pisau milik Celine.
Ketika Frey mengembalikannya kepada Celine dia kemudian mendekati telinga Frey dan berbisik dengan wajah yang begitu kesal hingga kecantikan di wajahnya menghilang.
"Jika kau bukan temannya tuan. Aku sudah membunuhmu sejak dulu"
Frey tersenyum dengan santai tanpa memikirkan apa yang dia katakan.
Karena dia tahu itu mustahil dia bisa melakukan itu.
Celine langsung kembali menghadap kepada Jack dengan wajah imutnya.
"Daripada kita berdiri di sini mari tuan, Ikuti saya ke ruangan pribadi milik kita" Ucap Celine dengan tersenyum kearah Jack dengan menampilkan wajah imut nan polos.
Perubahan sikap yang begitu besar ketika dia sedang menghadap kepada Jack jauh berbanding berbeda dengan Frey.
"Ruangan kita ?"
"Iya tuan putri secara pribadi memberikan beberapa ruangan di istana untuk kita"
"Ah. sebelum itu aku ingin bertemu dengan tuan putri. karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadanya dan kepada kalian semua nantinya."
"Baik tuan"
"Ah aku tidak ikut.. lagipula aku sudah tahu apa yang ingin dikatakan Jack" Sela Frey kepadanya.
Jack mengangguk kepadanya dan memberikan ijin untuk pergi.
"Aku tidak perlu ikut juga. Lagipula berpikir bukanlah keahlianku" Ucap Kina dengan cepat pergi menyusul Frey.
"Ara"
Jack dan Hena memiliki reaksi yang sama ketika mereka berdua bergegas pergi secara bersamaan.
...
...
...
"Woah tempat ini memang banyak perubahan" Gumam Frey dengan santai.
Frey sangat menikmati pemandangan baru dari Kerajaan Huinester yang baru.
Terutama..
"Hai gadis cantik.. saya pendatang baru di sini.. jadi aku tidak tahu jalan.. bisakah gadis cantik menemani say--"
"Aku bisa menemanimu" Ucap Kina yang muncul dari sampingnya.
"-- eh.."
Ketika Frey sedang berbicara dengan gadis yang ada di depannya ternyata gadis tersebut telah lari ketakutan ketika melihat Aura menakutkan yang datang dari belakangnya.
Itu ternyata adalah Heni.
"Apa yang sedang kau lakukan ?"
"Aku mengawasimu agar tidak ada korban pelecehan seksual darimu"
"Aku bukanlah orang yang seperti itu!"
Frey menatap kearah Heni dengan kesal.
Dia sudah cukup lama tinggal di hutan yang jauh dari keramaian bersama Jack.
__ADS_1
Jadi dia berharap bisa bersenang-senang bersama seorang wanita untuk menghilangkan stressnya.
Frey berjumpa banyak wanita untuk dia rayu namun banyak juga yang lari setelah Kina datang untuk menganggu.
Frey berlari dengan cepat agar Heni kehilangan jejak kakinya namun dia juga dengan cepat menemukannya. Gelar mata-mata bukanlah sekedar sebutan.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan ?"
"Sudah aku bilang.."
Frey perlahan mendekati kearahnya.
"Apakah memang itu tujuanmu ?"
"Iya.."
Frey sudah sangat dekat dengan wajahnya hingga Heni perlahan memalingkan wajahnya.
"Apakah memang itu tujuanmu ?"
Wajah Heni memerah ketika melihat wajah Frey.
"Sebenarnya.. aku ingin membalas budi ketika kau datang menolongku waktu itu"
Waktu itu yang dikatakan Heni adalah waktu ketika monster menyergap kearahnya ketika terjadinya penyerangan besar monster terhadap kerajaan.
Mendengar Kina yang mengatakan ingin balas budi membuat Frey tidak percaya.
"Hah!?"
"Aku mau balas budi.. mau berapa kali kau ingin mendengarnya" Ucap Kina dengan wajah yang begitu memerah.
Frey melebarkan matanya dan perlahan tersenyum kepadanya.
"Apa yang kau tawarkan sebagai balas budi ?" Ucap Frey yang perlahan menatap tubuh Heni dari atas hingga bawah.
Heni dengan cepat menutup badannya dan melihat kearahnya dengan marah.
"Dasar mesum apa yang kau lihat!"
Heni dengan santai mengeluarkan sesuatu dari kantongnya dan memberikan selembar kertas kepadanya.
"Ada tempat baru yang telah dibuka tuan putri.. Dan aku ingin kau menemaniku"
Frey mengambil kertas tersebut yang dimana di sana berisi surat iklan yang sering disebarkan oleh orang-orang pada umumnya.
Namun kertas ini pengecualian karena kertas ini di cetak langsung oleh kerajaan yang dimana ini merupakan surat pengumuman resmi dari kerajaan.
"Aku tidak menyangka tuan putri telah banyak merenovasi tempat di sini sekarang"
"Bukan tuan putri tapi ide ini milik Tuan Rei.. Sebelum dia pergi dia menitipkan sesuatu kepada Tuan putri"
"Eh bagaimana kau tahu ?"
"Sebaiknya kau tidak meremehkan informasi dari seorang mata-mata" Ucapnya dengan percaya diri sembari mengedipkan satu matanya dengan tersenyum.
"Jadi bisakah kau mengantarkanku dimana tempat baru yang disebut dengan taman bermain ini ?"
Bersambung...
Kali ini cerita akan beralih sejenak kepada Jack dan Frey.
Aku juga berencana untuk beralih ke Drian karena penasaran apa yang sedang dia lakukan jadi..
Mungkin tiga idiot akan sedikit lama muncul lagi..
Itu aja.. Jangan lupa like dan komen ya..
;)
Ah satu lagi.. Aku lupa akan nama kerajaan ibukota Kleinstar yang dimana di beberapa chapter tertulis Gainestar.. Namun sebenarnya nama ibukotanya adalah Huinester.. Jadi mohon maaf atas kelalaian author..
Itu aja..
Adios...
__ADS_1