Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Rencana baru lagi..


__ADS_3

Kami bertiga maju dengan perlahan untuk mendekati sang pimpinannya yang terlihat duduk ditumpukan monster.


Melihat hal itu mengingatkanku kepada anime Overlord.


"Apakah kita bisa ?" Tanya Rian dengan kesusahan.


Rian menangkis semua serangan monster dengan cepat kearahnya.


(Dibelakang)


Rian menanggapi suaraku dan dengan cepat menghindari serangan monster dari belakang dan memberikan serangan balasan.


Ini cukup sulit.


Aku melihat ke samping kiri dan kanan terlihat orang sudah begitu kelelahan.


Ini tidak bisa diteruskan.


Sepertinya berniat untuk mengincar pemimpinnya cukup sulit untuk saat ini.


"SEMUA PASUKAN MUNDUR" teriakku dengan keras.


Mendengar suaraku seluruh pasukan berlari menuju benteng dengan cepat.


Ketika kami melihat semua orang telah masuk ke dalam dan akhirnya kami pun masuk mengikuti di belakang.


Suara deru pintu gerbang yang begitu kokoh perlahan terangkat dengan mekanis roda dan rantai untuk menggerakkannya.


Monster berjalan menuju pintu gerbang namun tidak mudah.


Pasukan panah dan Penyihir melontarkan serangan mereka dengan bersama.


...


Suasana mereda..


Walaupun monster masih belum bisa menerobos masuk namun itu tidak akan lama setelah mereka menghancurkan pintu gerbang.


Rian dan Iwan duduk dengan rasa lelah mereka di tanah tanpa memperhatikan apakah itu bersih atau tidak..


Mereka hanya ingin mengistirahatkan kaki mereka yang lelah.


Aku masih melihat banyak orang yang terluka terbalut dalam perban di dalam benteng


Pemandangan itu begitu parah.


Bantuan dari Class Suport memberikan healing mereka untuk membantu korban yang terluka dengan berlari kesana kemari.


"Ambilkan perban"


"Siapapun tolong! temanku sedang sekarat!"


"Simpan mana kalian untuk hal yang lebih memerlukan"


"Tolong disini juga"


Semua ricuh dengan suara semua orang.


Aku melihat sekitar tempat bangunan dan terlihat kosong oleh penduduk.


Sepertinya semua penduduk telah melarikan diri melalui jalur persembunyian.


Yuina juga ada disana aku tidak perlu khawatir apapun.


"Semua orang yang masih bisa bergerak tolong dengarkan baik-baik" Ucapku dengan keras.


Semua orang yang masih sehat dengan mengalihkan perhatian mereka kepadaku.


"Kemungkinan besar benteng akan hancur sebentar lagi dan pertarungan dalam benteng pasti tidak dapat dihindarkan.." Ucapku dengan berat.


"Jadi gunakanlah bangunan sekitar sebagai bentuk pertahanan terakhir. Ini mungkin terlihat seperti akhir bagi kita. Akan tetapi kita masih punya harapan" Ucapku dengan sangat yakin dan percaya diri.


Aku melihat sekeliling dan menemukannya.


Seorang pemuda tampan berambut pirang terlihat menatap kearahku dan tatapan kami berdua saling bertemu.


Aku tersenyum.


"Dia akan menjadi rencana kita" Ucapku sambil menunjuk kearahnya.


Semua orang melihat kearahnya.


Menyadari semua tatapan orang kepadanya dia menjadi sadar. "Tunggu aku ?" Dia menunjuk dirinya dengan kebingungan.


"Yap"


Acer terlihat kebingungan dengan memikirkan alasan kenapa dia ditunjuk oleh diriku.


Namun aku hanya tersenyum dengan manis dan membicarakan rencana yang ada dibenakku kepada semua orang.


"Kali ini apakah rencanamu akan berhasil ?" Ucap Seorang Pria dengan Armor lengkap miliknya bertanya kepadaku.


"Aku tidak tahu kecuali mencobanya" Balasku dengan tersenyum kecut.

__ADS_1


"Yah kita tidak punya pilihan lain" Jawabnya dengan mengangguk.


Semua orang terlihat mengangguk mengerti setelah mendengar rencanaku.


"Lalu yang menjadi umpan siapa ?" Tanya Pria armor kembali.


"Kalau begitu serahkan bagian umpan kepada kami" Jawabku dengan percaya diri.


Mendengar kata 'Kami' membuat Rian dan Iwan yang ada disampingku menatapku dengan bingung.


""Kami ?""


Aku menatap kearah Rian dan Iwan dengan tersenyum..


"Siapa lagi ?"


"Eh.. bukankah itu bahaya ?" Balas Iwan.


"Aku masih belum menikah" Sambung Rian.


"Sayang sekali bagian ini merupakan bintang yang hanya akan bersirna terang satu kali dan itu akan diingat oleh semua orang.. ah.. sepertinya aku harus mencari yang lain.."


"Tunggu.. siapa bilang kami menolak" Jawab Rian dengan cepat.


"Aku tidak akan membiarkan Rei mengambil semua sorotan lagi" Sambung Iwan dengan kesal.


Mereka sepertinya masih ingat ketika aku bertarung sendirian saat latih tanding dengan Acer.


"Bagus.. lagipula hanya kalian berdua yang dapat aku harap"


Itu adalah ungkapan yang murni dari hatiku..


Walaupun aku sedikit berat untuk mengatakannya tapi hanya mereka berdua yang bisa aku berikan perintah dengan cepat.


Salah satu Skill tiga orang idiot..


Bisa berkomunikasi melalui pikiran..


Dengan itu aku sangat yakin ini bisa berhasil..


...


...


...


Satu monster datang dengan cepat melalui semak-semak yang begitu tinggi..


Tentu itu adalah hal yang begitu mengerikan untuk melihat jumlah mereka yang banyak dan juga ukuran mereka yang besar.


Orc yang muncul ini langsung mengelap mulutnya yang meneteskan air liur ketika dia melihat banyak gadis yang sedang berjuang.


Ini membuatnya tidak dapat menahan nafsu miliknya.


Orc terkenal memperkosa gadis dari ras lain.


Karena desa mata-mata memiliki banyak penduduk yang berjenis kelamin perempuan dibandingkan dengan lelakinya.


Itu wajar jika kau melihat ini..


Jika itu di asia mungkin sebutan mereka ini adalah kunoichi namun sayangnya ini masih dunia lain yang memiliki peradaban eropa jadi istilah itu tidak ada.


Pasukan Lima menjadi panik dan takut.


"Biar aku yang menahan monster itu kalian cepat menyerangnya" Ucap seorang gadis berambut ungu dengan keras.


Suara itu memecahkan keheningan yang terjadi.


Gadis berambut ungu ini adalah Giva.


Giva dengan cepat menahan monster yang datang.


Walaupun dia bukan memiliki Class Tank namun dia masih bisa menahannya dengan cara menghindar dan menangkis.


Giva dengan berani maju ke depan untuk melawan Orc.


Satu hentakan senjata yang digunakan milik Orc ke tanah membuat beberapa getaran yang lumayan hebat.


Ini dilakukan Orc tersebut untuk menakuti lawannya supaya menyerah.


Sepertinya Orc ingin para gadis ini untuk tidak mati dan hanya melihat mereka menyerahkan kesucian mereka kepadanya.


Menahan serangan yang datang mungkin tidak akan bisa dilakukan Giva.


Jika kekuatan monster tersebut sudah semengerikan itu.


Enam monster telah mengepung mereka dengan cepat memberikan sebuah senyuman mengerikan yang dipasang di wajah mereka.


"Giva bagaimana ini ?" Tanya seseorang yang ada disampingnya.


Giva adalah pemimpin pasukan lima.


Ini membuat Giva menjadi begitu kesulitan untuk memutuskan perintahnya.

__ADS_1


"Aku lebih baik mati daripada dibuat menjadi mainan para Orc" Ucap Giva dengan mencekram keras belati miliknya. "Aku akan mengerahkan seluruh kemampuanku jadi aku harap kalian bisa mengambil kesempatan ini untuk lari" Sambung Giva dengan mata yang penuh dengan tekadnya.


Gadis lain melihat itu ingin berjuang bersamanya namun ketakutan untuk mati masih ada dihati mereka.


Karena pada akhirnya mati adalah hal yang paling banyak ditakuti oleh makhluk hidup.


Ketika monster Orc perlahan mendekati mereka..


.. Tiba-tiba kepala Orc hancur.


Satu dua bahkan enam Orc yang mengelilingi mereka telah mati dengan cara yang sama..


Kepala mereka hancur seolah seperti jeruk yang diperas.


Begitu rapuh.


"Apakah kalian baik - baik saja ?"


Suara tersebut membuat mereka terkejut dan menoleh dengan cepat ke sumber suara.


Seorang pria tampan memiliki badan yang begitu bagus dengan otot yang ada ditubuhnya.


Rambutnya dengan lembut terurai oleh hembusan angin memancarkan sosok pria idaman keren yang ingin dimiliki banyak gadis manapun.


Dia melemparkan sebuah batu kecil ditangannya ketika dia melihat satu Orc yang bersembunyi sedang berusaha kabur.


Batu itu mengenai tepat di kepala Orc tersebut dan seketika itu Orc itu mati.


Semua orang melihat itu tidak dapat menahan keterkejutannya.


Orc yang terkenal begitu kuat dan memiliki keahlian untuk bertempur mati hanya dengan batu kecil ?.


Bahkan jika mereka menceritakannya kepada orang lain mungkin orang lain tidak akan percaya dengan omongan mereka.


Ini adalah jenis kekuatan yang mengerikan.


"Terima kasih Tuan Drian karena telah menyelamatkan kami" Ucap Giva dengan cepat.


Teman Giva yang melihat itu menjadi sedikit marah kepada Giva karena mendahului mereka untuk mencuri perhatian pria tampan ini.


"Hmm kau.."


Drian yang melihat gadis berambut ungu ini teringat pernah bertemu dengannya.


Ketika itu kenangan kecil masuk ke dalam memorinya.


"Oh Giva.. kalau tidak salah ?" Ucap Drian dengan nada ragu.


"Oh tuan Drian masih ingat dengan saya.. sungguh suatu kehormatan" Balas Giva dengan sangat senang.


Drian tersenyum kecut ketika mendengar balasan Giva yang begitu berlebihan hanya dia mengingat namanya saja.


Drian ingat dengan Giva ini ketika dimana Luna yang ceroboh mengejar monster dan membuatnya hampir terbunuh.


Saat itu Giva dan temannya sedang menjalankan misi untuk membunuh monster tersebut.


Itu adalah pertemuan yang tidak sengaja.


Jawaban Drian saat itu masih dia ingat.


'Hanya orang lewat'


...Bersambung.....


Ah Drian masih keren seperti biasanya..


Aku sangat iri dengannya..


Tiga orang itu pasti menangis melihat Drian.


Ah..


Aku sangat merindukan mereka bertiga di ruang curhat pemain..


Sudah lama rasanya aku tidak berbicara bersama mereka..


Mereka masih sibuk jadi tidak ada orang yang di ruang curhat..


[Ruang Curhat]


"Lihat tidak ada orang"


"Oh author-kun.. apakah anda sedang mencari sesuatu ?"


"Tunggu.. Paman penginapan berotot ?"


"Ara-ara.. Author-kun masih ingat ternyata"


"Tolong jangan ucapkan Ara-ara dengan wajah itu.. dan juga otot itu.. argghh.. imajinasiku untuk seorang gadis lembut menyebutkan ara-ara adalah seorang pria berotot ? jangan bercanda"


"Ara-ara.. kenapa author-kun ? wajahmu begitu buruk"


"Tidak jangan mendekat.. argghh"

__ADS_1


Author left the group


"Ara-ara.. jangan lupa like ya pembaca semua :)"


__ADS_2