Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Level 0 Bisa Apa ?


__ADS_3

Sesuatu terjadi...


"Mari kita pergi melihat" Ucap Rian dengan penasaran..


"Apakah kau bodoh jika itu monster yang kuat apa yang akan terjadi" Kataku dengan marah kepadanya..


"Hei kalian dengar itu ?" Ucap Iwan..


Kami bertiga diam sejenak dan terdengar seseorang minta tolong..


"Kita harus menolongnya"


Rian beranjak pergi langsung menuju ke sumber suara dan Iwan juga langsung mengikutinya di belakang..


"Ah sial.."


Aku tidak punya pilihan lain selain ikut dengan mereka..


Kami berjalan hingga suara tersebut semakin jelas..


Saat sampai kami melihat beberapa orang sudah tumbang dan beberapa masih berdiri mencoba melindungi temannya..


5 Orang terluka 2 diantaranya sangat parah..


4 Orang masih berdiri dan mencoba melindungi yang terluka..


jadi total mereka ada 11..


Ah salah.. ada 9 saja..


Maaf matematikaku buruk..


Kami melihat ke arah monster yang mereka lawan merupakan Serigala yang begitu besar seukuran dengan sebuah mobil dengan taring yang begitu tajam warna mata berwarna merah bulunya terlihat kasar diliputi oleh api yang terus membara di seluruh tubuhnya.


"Itu adalah Kyuu--"


"Bukan"


Aku langsung menyela apa yang ingin Rian katakan..


"Itu adalah Wolf Fire"


Wolf Fire \= Serigala Api..


Seperti namanya serigala ini memiliki api diseluruh tubuhnya itu lah kenapa disebut demikian..


Serigala api ini memiliki peringkat monster tingkat B


"Terima kasih kalian sudah datang"


Seseorang yang melindungi temannya tersebut berbicara kepada kami..


"Apa Rank kalian"


"F"


"Oh Rank F"


"Apa!!?"


Mereka semua terkejut mendengar hal itu..


"Kita semua sudah tamat"


"Sialan seandainya manaku tidak habis kita pasti bisa menang"


Suara putus asa semakin menjadi jadi..


Rian dan Iwan melihat sekelilingnya dan tiba tiba mata mereka menjadi bersemangat..


Aku melihat kearah mana mata mereka tertuju..


Ternyata mereka berdua melihat tiga gadis cantik yang sedang terluka di sana..


Aku mengerti otak mereka..


"Serahkan ini kepada kami kalian bisa pergi" Ucap Rian dengan berani..


"Kami tidak bisa meninggalkan kalian di sini"


Yang berbicara ini adalah lelaki yang sepertinya pemimpin party mereka..


"Kalian harus pergi membawa yang terluka dari sini" Ucap Rian melihat orang yang terluka.. terutama gadis cantik itu..


"Tapi.."


"Tidak perlu khawatirkan kami dengan adanya diriku yaitu Knight terkuat di sini kalian bisa tenang"


Saat Rian sedang berbicara serigala tersebut melihat bahwa dia sedang di abaikan merasa sangat marah..


Dia langsung bersiap menerkam..


Namun Iwan dengan sigap menangkis serangannya menggunakan tamengnya..


"Tolong pergi saja disini ada aku Guardian terkuat maka ini akan mudah"


Iwan berbicara dengan timing yang sangat pas setelah dia menangkis serangan yang datang dari serigala tersebut dengan epic..


Pemimpin party tersebut menggenggam tangannya dengan keras hingga terlihat tangannya terluka akibat kuku jarinya..


Mungkin dia merasa bersalah karena telah melibatkan kami..


"Kami akan kembali dengan bantuan"


Pemimpin party tersebut berjalan ke arah yang terluka dan menggendongnya dan juga beberapa dari yang masih sehat ikut membantu..


Mereka semua pergi dengan begitu cepat..


*Grmmmm...


Serigala tersebut menggeram dengan marah melihat mangsa dia kabur..


Hanya menyisakan kami bertiga di sini..

__ADS_1


Serigala tersebut melihat kearah kami..


""Hiih..""


Mereka berdua menjerit kecil..


"Rei apa kau punya rencana ?" Tanya Rian


Aku melihat kearah mereka berdua dengan dingin dimana mereka bersembunyi di belakangku dengan takut..


"Dimana Guardian terkuat tadi"


"Serigala itu kuat kau tahu.. bahkan tanganku saat menangkis serangannya langsung memerah"


Iwan menunjukkan tangannya..


"Dimana Knight terkuat tadi"


Rian cuma tertawa malu..


Serigala tersebut langsung menyerang kami dengan tangannya yang memiliki cakar yang tajam..


Aku melihat itu langsung mundur ke belakang dan Iwan langsung berdiri paling depan untuk menahan serangan tersebut..


Iwan terlihat kesakitan saat menahan serangan tersebut..


Sepertinya serangan itu tidak dapat di remehkan..


"Hei kalian cepat pikirkan sesuatu" Teriak Iwan dengan menahan rasa sakit di tangannya.


Rian langsung memegang pedangnya dan Aura yang dia latih selama ini telah dia keluarkan..


Walaupun Aura yang dia keluarkan masih sangat kecil namun itu lebih baik daripada tidak ada sama sekali..


"Triple Flash Slash"


Tebasan cepat di keluarkan dari Rian menyerang serigala tersebut.. namun kulitnya yang ditutupi oleh api tersebut tidak memiliki efek apa apa..


Bahkan bekas luka tidak ada disana..


"Keras.. apaan kulit dia"


Mendengar hal itu aku menjadi penasaran..


"Ice Spinning"


Sebuah sihir es aku keluarkan langsung ke arahnya..


Aku pikir es bisa mengalahkan apinya namun itu percuma es tidak berpengaruh..


Ini adalah hal yang wajar mengingat kami memiliki level 0..


Walaupun kami sudah berlatih bela diri dan belajar sihir semua tetap akan lemah jika level masih 0..


Ini memang mustahil..


"Kita lari aja"


"Tidak.. itu sangat berbahaya jika lari tanpa rencana"


"Padahal aku masih belum membuat harem.."


Serigala tersebut langsung menyerang kami dan seketika itu tameng Iwan yang melindungi kami dari serangan serigala tersebut hancur..


Iwan langsung terlempar ke belakang


"Iwan!??"


Aku langsung melihat hal itu tidak bisa diam..


"Rian aku butuh bantuanmu"


Rian mengangguk setuju..


"Ice"


Aku mengeluarkan sihir es namun ini bukan untuk menyerang melainkan menutupi diri kami agar terhindar dari panasnya serigala tersebut..


Lalu..


"Ice Sword"


Kali ini aku membuat sihir es namun aku membentuknya menjadi sebuah pedang dengan imajinasiku..


Aku mendekati serigala sambil menghindari cakar yang dia tujukan kepadaku..


Untungnya Reflekku sangat cepat..


Aku mendekati tubuhnya dan menebasnya..


Namun itu belum cukup..


Drian juga tidak mau kalah dan menyerang dia namun hasilnya sama..


Melihat hal itu serigala menjadi marah..


Kami langsung mundur ke belakang dengan cepat namun aku tidak memprediksi bahwa ekornya akan menyerangku dari samping..


Alhasil aku terpental..


...


Sialan..


Apakah tidak ada cara untuk menang..


Aku melihat statusku dan disana..


MP : 4/30


Manaku hanya tersisa 4..


Jujur memiliki kapasitas mana yang kecil membuatku menjadi karakter yang sangat lemah dan tidak berguna..

__ADS_1


Ah sialan...


Sejak awal kami seharusnya memburu monster kelinci tersebut dan menaiki level kami..


Namun kami tidak membunuh kelinci dan malah membuat lubang yang tidak berguna...


Tunggu...


Lubang..


Itu dia..


Aku bangkit dari tanah dan melihat Rian yang masih berdiri melawan Monster tersebut..


Jujur Rian kali ini telah menunjukkan hasil latihannya selama ini.. Walaupun dia masih level 0 namun dia masih bisa bertahan..


"Rian!! Mari Kita giring dia ke lubang jebakan" Teriakku kepada Rian..


Rian mendengar hal tersebut menjadi ingat dengan lubang jebakan yang kami buat..


Rian langsung mengangguk..


"Sini serigala jelek"


Rian mengejek serigala tersebut dan menjadi marah


Sontak serigala tersebut langsung mengejar kami berdua..


Kami berdua berlari dengan begitu cepat..


Aku cukup bersyukur telah latihan fisik dengan Pak Demark.. sepertinya aku harus mentraktir dia makan..


Kami berdua melihat lubang jebakan yang ada di depan dan langsung meloncatinya dengan jauh..


Rian langsung memegang dadanya karena pikir bahwa loncatan miliknya tidak dapat sampai ke seberang...


Serigala tersebut menjadi senang saat Rian dan aku berhenti berlari namun tanpa dia sadari pijakan di kakinya tidak ada..


Dia langsung terjatuh ke bawah..


Untungnya Lubang yang kami gali cukup besar dan juga dalam..


Jadi Serigala tersebut langsung jatuh dengan kepala terlebih dahulu..


Mengingat tubuhnya yang kuat mungkin itu tidak akan berarti apa apa jebakan yang ada di lubang.. namun.. apakah matanya dapat menahannya juga..


Alhasil Serigala tersebut langsung meraung kesakitan dengan mata yang tertusuk oleh kayu yang tajam itu menembus bagian otaknya melalui matanya..


Selang beberapa detik suara serigala itu tidak ada..


"Rei kita berhasil" Rian berteriak dengan kegirangan..


Aku yang melihatnya cuma bisa bernapas lega..


...


Setelah selesai itu kami berdua berjalan menuju Iwan dimana dia terpental..


Saat kami mendekati Iwan dia sudah pingsan..


Tunggu..


"zzzzzz"


Dia tidur..


Bersambung..


Note Author :


Sudah tidak terasa chapter novel sudah sampai Episode 26.. yah jika ini anime cour mungkin bisa dianggap ini season satu iya kan :v


Btw.. jika kalian misalnya merasa bahwa ada nama dimana itu hampir mirip tolong maafkan saya karena tidak pandai untuk membuat nama...


Terutama..


Drian dan Rian..


Namanya hampir sama kan..


Lalu..


Kina, Kiana, Kirana..


Hampir sama :v


Jadi tolong dimaklumi ya..


Dan juga misalnya ketemu chapter misalnya..


Koq ini deskripsi karakternya berbeda dengan chapter sebelumnya.. (Jika kalian membacanya dengan teliti dimana karakter Drian pertama kali bertemu dengan Karakter Tiga orang idiot)..


Jujur aku tidak memliki niat sama sekali membuat Drian menjadi seperti itu..


Jujur aku ingin membuatnya seperti karakter sampingan seperti Alex dan Rachel..


Namun entah kenapa ini seperti Drian menjadi Semi - Hero / Semi - MC


Jadi yah maaf yah.. mungkin aku akan baca lagi chapter sebelumnya dan merevisi.. namun nanti saja.. lagi mager :p


Jujur dan sekali lagi jujur..


Alur cerita tiga orang idiot ini sama sekali tidak ditentukan..


Seperti apa akhirnya atau seperti apa jadinya...


Bahagia kah


Sedih Kah


Atau paling parah gantung kah.. ?


Jadi jika ide lagi lancar dan semangat dan juga dalam kondisi bagus.. dan melihat novel like nya bertambah banyak.. votenya banyak.. komennya banyak..

__ADS_1


(Pada akhirnya minta di like :v)


Jadi stay tune dan terus suport aja oke..


__ADS_2