Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Matia


__ADS_3

Suara mendengkur yang begitu keras di hutan berkabut membuat panik sekelompok iblis yang saat itu masih beristirahat tidak jauh dari sumber suara tersebut.


"Kau dengar suara itu!"


"Aku yakin itu adalah monster penjaga di hutan ini"


"Apakah kita akan mati"


Hal itu menjadi perbincangan keras diantara mereka hingga membuat keributan yang tidak terkendali.


"Semua tenanglah jika kalian ribut maka monster tersebut akan terbangun dan menyadari keberadaan kita"


Suara keras dari iblis perempuan itu membuat mereka menjadi diam seketika.


"Tapi bukankah ketua yang sekarang berbicara terlalu keras"


Dia mendapati komentar dari sampingnya.


Wajahnya menjadi hitam dan menatap marah kearah orang yang berkomentar tersebut.


"Maafkan hamba"


Ketua tersebut menghela napasnya dengan santai dan menatap seluruh orang yang ada.


"Sekarang ambil senjata kalian dan kita akan membunuh monster tersebut"


"Ketua bukankah itu agak berbahaya.. dan lagipula tugas kita di sini adalah membangun portal teleportasi antara benua iblis dan benua manusia"


"Jika kita ingin membuat portal dengan aman di sini kita harus menyingkirkan monster tersebut selagi dia masih tertidur.. bukankah itu akan menjadi keuntungan kita" Ucap tetua mereka dengan tersenyum percaya diri.


Iblis lain yang mendengar hal itu mengangguk setuju akan perkataan ketua mereka.


Lagipula mereka tidak ingin membangun portal ketika punggung mereka terbuka lebar untuk diserang.


Seluruh iblis yang berjumlah tiga puluh orang yang dikirim dan dipilih oleh raja iblis sendiri untuk datang memiliki kemampuan yang hebat.


Baik sebagai tukang pembangunan dan juga sebagai pendekar.


Setelah mereka mempersiapkan persenjataan dan mental.


Mereka mencari sumber suara tersebut dengan cara mengendap-endap dan tersembunyi.


Suara mendengkur semakin keras dan ketika dekat mereka langsung melihat dua orang saling membelakangi satu sama lain sebagai sandaran untuk mereka tidur.


"Mereka manusia!" Seru iblis dengan kaget.


"Shh.. jangan tertipu dengan penampilan mereka karena kita tidak tahu apakah mereka sedang menyamar" Ucap ketua mereka menyadari kesalahannya.


"Benar kata tetua.. manusia mana yang bisa mendengkur sekeras itu"


Mereka kini mengangguk dengan yakin ketika mereka mendengar apa yang dikatakan oleh tetua mereka.


Kini mereka perlahan mendekati kedua orang tersebut dengan pedang yang ada di tangan mereka siap untuk menyerang.


Namun ketika mereka ingin menyerang kedua orang itu tersebut sebuah tameng udara muncul melindungi mereka.


*Tang


Suara pedang terpental akibat tameng tersebut membuat mereka terbangun.


Namun mereka hanya membuka mata mereka sedikit dan melanjutkan tidur mereka.


Mata mereka berdua masih hitam membengkak seperti panda yang membuat mereka memiliki rasa kantuk yang sangat besar.


Mereka berdua terlalu santai ketika nyawa mereka sedang terancam.


Apakah mereka begitu percaya diri dengan kekuatan mereka sehingga mereka melanjutkan tidur mereka.


Ataukah mereka idiot yang terlalu santai menanggapi semua hal yang ada..


...


...


Beberapa menit sebelumnya..

__ADS_1


"Sialan mataku mengantuk" Ucap Rian sembari mengucek matanya yang begitu berat ingin terlelap.


"Aku juga lelah dan ingin beristirahat" Sambung Iwan yang ada di dekatnya.


"Rei.. bagaimana jika kami menunggu di kereta-- lah kok Rei hilang!"


Rian baru menyadari bahwa di depan mereka Rei telah tidak ada.


Akibat hutan berkabut ini pandangan mereka hanya memiliki jarak lima meter untuk dapat melihat.


Selebihnya hanya kabut dan kabut.


"Sekarang kita bagaimana!" Iwan bertanya dengan panik kepada Rian.


Namun Rian hanya dengan santai menjawab.


"Kau bertanya denganku tapi dengan siapa aku bertanya"


Suatu perkataan yang digemari oleh orang idiot satu ini. Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan itu adalah hal yang digemari oleh Rian.


"Aku tahu jawabannya pasti akan seperti itu" Ucap Iwan menatap sinis kearah Rian.


Kini mata kedua orang tersebut semakin memberat dengan rasa ngantuk yang datang.


Ini terjadi akibat mereka menjaga tenda dari serangan monster selagi Rei terlelap tidur.


Mereka tidak menyangka bahwa malam itu monster datang bergerombol lari kearah tenda mereka.


Selagi melawan monster Rei hanya terlelap tidur hingga tidak menyadari perjuangan mereka untuk menjaga dirinya.


Rei mengira bahwa itu hanya candaan mereka ketika dia bangun namun itu adalah kenyataan bahwa mereka melawan monster ketika dia tidur.


"Iwan coba kau duduk menghadap kearah sana"


"Apa yang kau ingin lakukan"


"Cepatlah"


Iwan menuruti perkataan Rian dan dia duduk kearah yang ditunjuk.


Rian langsung duduk kearah berlawanan hingga mereka saling bersandar satu sama lain.


"Hei.. kenapa aku harus menjagamu"


Iwan memprotes dengan cepat namun Rian sudah menutup matanya dan tertidur.


"Hoam"


Iwan juga merasa lelah dan ingin tidur.


"Air Shield"


Iwan mengaktifkan pertahanan udara untuk berjaga-jaga jika ada yang menyerang mereka tiba-tiba.


...


...


...


Aku berjalan mengikuti gadis yang memakai penutup mata sebagai penunjuk jalan.


Aku tidak tahu bagaimana cara kerja dia melihat namun yang aku tahu bahwa dia bisa dengan mudah melihat apa yang ada di depannya.


Walaupun saat ini kabut masih dengan jelas menyelimuti seluruh hutan ini.


"Rei sepertinya ada orang lain selain temanmu di sini"


"Apakah mereka dalam bahaya ?"


"Aku tidak terlalu yakin.. semenjak kekuatanku masih belum pulih sepenuhnya jadi penglihatanku di hutan masih agak kurang"


Aku tidak tahu apa artinya itu tapi yang jelas itu terdengar keren.. Tunggu bukan saatnya untuk terpukau.


Apakah dua orang idiot itu selamat itu adalah pertanyaannya.

__ADS_1


"Kalau begitu mari kita bergegas" Ucapku kepadanya.


Gadis penutup mata di depanku mengangguk dengan cepat dan mempercepat langkahnya untuk memimpin di depan.


"Ngomong-ngomong aku belum tahu namamu" Ucapku dengan agak malu.


Aku selalu lupa untuk menanyai nama seseorang yang telah menyelamatkanku bahkan ketika di hutan Elf aku juga hampir lupa akan hal itu. Ketika Felisha membantu kami keluar dari penjara.


"Haha.. aku tahu kau melupakan itu"


"Hei jangan seenaknya membaca pikiranku"


"Aku membaca ingatan bukan pikiran"


"Apa bedanya"


"Jika kau mengingat sesuatu dimasa lampau maka itu adalah ingatan.. jika kau memikirkan sesuatu saat ini maka itu adalah pikiranmu"


"Apakah itu sama dengan istilah kata di Inggris past tense dan present tense"


"Apa itu.. aku tidak mengerti"


"Tidak perlu kau pikirkan.. jadi.. siapa namamu gadis penutup mata yang cantik"


"Haha.. kau mulai merayuku sekarang ya" Ucapnya sembari tertawa dengan santai "Namaku adalah Matia"


"Matia.. namanya yang unik"


"Apa kau tahu apa artinya ?"


"Aku tidak tahu"


"Maka aku tidak akan memberitahumu"


"Hei"


Dia tertawa sekali lagi karena berhasil untuk membuatku penasaran.


"Kita hampir sampai"


Matia menyadarkan diriku akan tujuan utama kami berlari.


Sesampainya di sana aku melihat tiga puluh orang sedang mengerumuni dua orang yang saat ini sedang duduk saling bersandar satu sama lain.


Itu tidak lain adalah Rian dan Iwan.


Aku langsung menggunakan skill [Blink] milikku untuk masuk melewati kerumunan orang-orang.


"Apa yang--"


Mereka semua terkejut akan kemunculanku di depan mereka semua.


Aku tidak menyerang mereka dengan tiba-tiba sebelum memastikan keselamatan dua orang idiot ini.


"Hei kalian terluka" Ucapku dengan panik mengkhawatirkan mereka.


Namun bukan jawaban yang aku dapatkan dari mereka melainkan..


*zzzzzzz


*zzzzzzz


Suara dengkuran mereka membuatku tahu bahwa mereka tidak terluka melainkan sedang tertidur. Disituasi seperti ini mereka malah tidur..


Apakah hanya aku saja yang waras di sini ?


"Maafkan teman idiotku!" Ucapku dengan tulus kepada mereka yang datang.


Bersambung...


Past Tense adalah kata yang menunjuk kepada sesuatu yang telah terjadi pada masa lampau. Kata ini menerangkan suatu pekerjaan/perbuatan telah terjadi dan selesai dilakukan pada waktu yang telah berlalu. 


Present Tense adalah kata yang menunjuk kepada sesuatu yang saat ini sedang dilakukan. Kata ini menerangkan suatu pekerjaan/perbuatan yang sedang dilakukan atau yang dilakukan berulang-ulang dalam waktu sekarang.


Inilah alasan kenapa Rei menyamakan keuatan Matia seperti istilah kata yang ada dalam bahasa Inggris.

__ADS_1


Setidaknya ada sedikit pembelajaran yang dapat diambil.. iyakan :)


Jangan lupa likenya ya ;)


__ADS_2