Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Dark Orc Menyerang


__ADS_3

Semua orang telah memegang senjata mereka masing-masing untuk melawan Dark Orc ini..


Malam hari memiliki kesulitan yang begitu tinggi untuk mengalahkan Dark Orc mengingat Dark Orc memiliki kelebihan dari bagian matanya yang dimana dia dapat melihat malam begitu jelas seperti siang hari..


Dark Orc menerjang kearah depan dimana Gelion dengan sigap menahan serangan yang datang menggunakan tameng berbentuk bulat miliknya..


Dark Orc tidak hanya satu tapi lima Dark Orc sekarang keluar dari balik kegelapan malam..


Aku bergerak dengan cepat menggunakan skill Stealth milikku untuk menyerang satu Orc yang lainnya..


Namun mata Orc itu begitu tajam hingga dia dapat menghindari seranganku dengan baik..


Aku memakai skill Stealth tapi sepertinya itu tidak dapat mengelabui matanya itu..


Sepertinya ini lebih sulit karena bertarung di malam hari..


"Seandainya Class Mageku masih ada" Gumamku dengan kesal.


"Rei tenang.. aku juga bisa beberapa sihir" Balas Rian kepadaku..


Rian dengan cepat menyebut mantra sihirnya dan sebuah api muncul ditangannya..


"Haha saksikan sihir kuat ini" Ucap Rian dengan penuh gaya. "ULTRA FIREBALL"


Api meluncur tepat kearah monster tersebut namun api tersebut meluncur begitu lambat hingga monster Orc tersebut menghindarinya dengan mudah..


Bahkan nyala apinya begitu kecil hingga menghilang di udara begitu cepat..


"Orc ini kuat" Ucap Rian dengan sok keren seolah melakukan sesuatu yang hebat.


"Seranganmu aja yang lemah" Balasku dengan kesal.


Aku melihat hal itu hanya bisa melihatnya dengan tatapan sinis milikku..


"Iwan cepat maju dan alihkan perhatiannya"


"Siap"


Iwan dengan cepat mematuhi perintahku dan berjalan menuju Orc dengan tameng miliknya..


Iwan menahan serangan yang datang menggunakan tamengnya dengan kuat..


Iwan telah memiliki peningkatan dari segi kekuatannya jadi itu tidak membuatnya terpental dari tempatnya berdiri seperti sebelumnya.


"Taunt"


Monster terfokus kepada Iwan dengan skill [Taunt] miliknya..


Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan menyerang Dark Orc..


Aku bergerak begitu cepat dan memanfaatkan pohon yang ada disekitarnya untuk mendapatkan pijakan di udara..


Aku melancarkan serangan menuju mata Orc dengan menusukkan belatiku..


"Argggehhh"


Orc merasakan kesakitan..


Sekarang Orc tidak bisa melihat dengan jelas..


"Rian!! cepat seranganmu"


"Ya aku tahu"


Rian dengan santai berjalan mendekati Orc tersebut dan menebasnya dengan kuat menggunakan pedangnya..


Orc tersebut terbelah dengan manis di pedang milik Rian..


Sungguh pedang Rian yang diberikan oleh ayahnya Himura sangat tajam dan bagus..

__ADS_1


"Ah kenapa terlalu mudah ?" Ucap Rian dengan begitu sombong.


"Ini masih belum selesai.. masih ada tiga Orc" Ucapku kepada Rian.


Aku melihat tiga Orc bertarung dengan orang yang mengaku bahwa mereka adalah 'bandit'.


Aku melihat sebagian dari mereka begitu gemetaran memegang pedang dan tameng..


Bahkan orang yang memegang tongkat sihir memiliki mulut gemetaran tak terkendali ketika merapalkan mantra sihir.


"Tenanglah kalian semua" Suara Gelion begitu keras menegur semua orang yang ketakutan..


Gelion perlahan maju di depan mereka menghadang tiga Orc yang maju..


Gelion dengan sigap melakukan serangan dan mundur sambil menghindari serangan yang datang kearahnya..


Satu Orc terluka dibagian wajahnya akibat serangan Gelion..


"Apakah kalian lupa bahwa kekuatan yang paling dahsyat adalah keluarga.. jangan sampai lupa akan kekuatan itu"


Semua orang mengangguk dengan dalam mendengar perkataan Gelion..


"Kita tidak sendirian.. kita akan melawan bersama - sama"


Gelion maju dan menjadi pusat perhatian tiga Dark Orc..


Salah satu dari penyihir telah merapalkan mantra sihir cahaya yang membuat mata tajam Dark Orc terganggu..


Kesempatan ini langsung diambil semua orang untuk menyerang..


Dark Orc bertahan dengan mengarahkan pedang yang digunakan kearah yang tidak beraturan untuk menghindari diri untuk tidak terserang..


Beberapa orang yang memiliki Class Guardian memegangi tamengnya untuk menahan pedang Dark Orc kearahnya..


Semua orang menyerang tiga Orc bersamaan dengan kuat hingga seketika itu Dark Orc mati setelah serangan fatal yang diakhiri oleh Gelion..


Tiga Orc tumbang dengan sekejap..


Gelion memang cocok menjadi seorang pemimpin yang berkharisma dan juga memiliki teknik dan kekuatan dalam ilmu pedangnya.


Satu Dark Orc baru muncul bersiap untuk menyergap Gelion yang terlihat lengah..


Aku melemparkan pisau belati milikku dari kejauhan dengan kuat hingga lemparan milikku tepat menancap mata Dark Orc itu..


Itu keberuntungan yang mengerikan.. aku tidak menyangka lemparanku akan mengenai bagian matanya..


Gelion menyadari kelengahan miliknya dan dengan cepat menyerang Dark Orc ini hingga kepalanya terpenggal dengan pedang miliknya..


Sepertinya tidak ada Dark Orc lagi yang muncul..


Gelion menatapku dengan tersenyum ramah..


"Dark Orc sudah mati.. kita bisa bernafas lega sekarang"


Semua orang memiliki wajah bahagia dan helaan nafas lega mereka keluarkan.


Gelion mendekati kearahku dan memegangi bahuku dengan santai.


"Terima kasih atas bantuannya"


"Bukan apa-apa"


Aku menjawab dengan biasa seakan itu normal dilakukan olehku..


Padahal aku sangat gugup jika lemparanku meleset..


*Kruk..kruk..


Suara keras rintihan dari perut lapar terdengar..

__ADS_1


Aku membalikkan badanku ke belakang dan terlihat Rian memiliki senyum malu di wajahnya..


"Ah.. aku masih lapar.. karena belum menghabiskan makananku sebelumnya"


Mendengar jawaban Rian yang terlihat malu itu Gelion tertawa terbahak - bahak..


"Kau bisa lanjut makan lagi.. sisa makanan tadi masih banyak"


"Tidak.. aku akan buat sendiri"


Rian membalas dengan cepat.. karena dia tidak mau memakan makanan gosong tadi..


"Aku juga masih lapar.. Rian.. tolong masakkan juga bagianku" Ucap Iwan dengan memelas kearah Rian..


"Oh oke.. siap laksanakan"


"Ahem.."


"Oke"


Rian memahami batuk palsuku dengan sangat baik..


Aku juga tidak mau makan makanan gosong itu..


...


...


...


Setelah itu Rian memasak buat kami soto dengan kuah yang kaya dengan kaldu ayam..


Itu kelihatan sangat nikmat hingga membuat bau yang begitu sedap


Akibat bau tersebut membuat perut semakin tidak sabaran untuk menyantap sajian yang dibuat oleh Rian..


Aku menunggu dengan sabar ketika Rian mengaduknya dengan pelan di tungku..


"Baunya sangat enak.. bolehkan kami minta"


"Bisakah kalian bagikan sedikit dengan kami"


"Tolong.. perutku berbunyi semakin keras"


Orang - orang disekitar yang mencium bau itu menjadi ingin menyantap masakan Rian..


Aku yang melihat ini langsung merasakan deja vu begitu jelas ketika pertama kali melakukan perjalanan menuju Klienstar..


"Aku sudah menduga hal itu.. oleh karena itu aku sudah memasaknya di tungku yang lebih besar" Ucap Rian dengan seringai senyum diwajahnya..


Semua orang menjadi bahagia mendengar jawaban itu dan mengambil piring mereka..


Nasi sudah dimasak oleh Rian dan dia langsung mengambilnya dengan santai untuk semua orang..


"Apaan ini.. sangat enak"


"Akhirnya aku dapat makanan yang layak selama beberapa bulan ini"


"Ah.. apakah makanan ini dari surga ?"


Semua orang melebihkan apa yang mereka rasakan dan membuat Rian semakin membusungkan dadanya akan pujian..


Ketika semua orang masih fokus kepada masakan Rian.


Aku melihat kearah ras setengah hewan yang masih terikat disana.. Mulutnya meneteskan air liur dengan deras..


Aku melihat hal tersebut langsung tersenyum dengan licik..


Bersambung..

__ADS_1


Like ya teman - teman jangan lupa..


:')


__ADS_2