
Perjalanan kami akhirnya dapat dilanjutkan..
Walaupun Yuina masih sangat penasaran dengan beberapa hal baru yang ada di sini..
Namun aku sudah mendesaknya untuk berjalan - jalan lagi nantinya..
...
Ketika kami sampai aku begitu terkejut dengan apa yang aku lihat..
Pintu gerbang yang begitu besar..
Luasnya taman yang ada dapat membuat kita ingin berguling dan rebahan di sana..
Gedung yang ada di depanku juga begitu besar..
Mungkin bangunan sekolahku yang sebelumnya terlihat begitu kecil dibandingkan ini..
Penjaga gerbang melihat kearah kami..
"Maaf ada keperluan apa kalian di sini ?" Tanya penjaga gerbang dengan ramah.
"Kami di sini ingin masuk ke akademi petualang" Jawab Yuina.
"Akademi petualang ?.. kalian yakin ?" Balas penjaga dengan nada heran.
"Ya"
"Umm.. kalian bisa menemui kepala sekolah.. mari ikuti aku"
Penjaga gerbang tersebut membukakan gerbangnya dan menuntun kami ke dalam.
Jalan dari muka gerbang menuju gedung memerlukan waktu yang lama.
Memang luasnya taman yang ada di depannya begitu lebar jadi tidak heran waktu yang diperlukan 15 menit untuk bisa sampai..
Itulah yang aku pikirkan..
Ternyata kami tidak berhenti di gedung besar ini..
Ketika itu kami melewati bangunan yang besar ini dan mengelilingi tempat ini..
Akhirnya kami melihat tempat kecil yang tidak jauh dari gedung besar tersebut yang dimana tempat tersebut berada tepat di belakangnya..
"Ini adalah akademi petualang" Ucap Penjaga tersebut dengan berat.
Aku melihat bangunan kayu yang bertingkat keatas dan terlihat begitu rapuh..
Yuina melihat itu tersenyum kepada penjaga gerbang tersebut.
"Terima kasih karena sudah mengantar kami"
"Tidak.. itu adalah kewajiban saya.. kalau begitu saya permisi"
Penjaga tersebut pergi dengan cepat tanpa melihat ke belakang..
Rian dan Iwan terlihat kecewa dengan apa yang terjadi..
"Ini Akademi petualang ?.. lalu apa bangunan yang ada di depannya ini" Ucap Rian dengan agak kecewa dan kesal.
"Itu adalah Akademi Pahlawan" Jawab Yuina untuk pertanyaan Rian.
"Kenapa tempatnya berbanding begitu jauh dan juga bukankah tempat ini agak begitu buruk dengan yang ada di Klienstar" Ucapku dengan agak kesal juga.
"Ini terjadi karena tidak banyak yang ingin masuk menjadi petualang di ibukota" Balas Yuina dengan berat.
"Oh kalian akhirnya datang"
Suara tersebut terdengar begitu familiar..
Ketika kami menoleh kearah pintu Akademi Petualang terlihat seorang pria yang memiliki badan yang begitu kekar dengan pakaian kaos putih yang dia pakai..
"""Pak Demark""" Ucap kami bertiga dengan terkejut.
"Apakah kalian sudah lupa denganku ?"
Kami tersenyum akan kehadirannya..
Aku juga memiliki kesan yamg bagus terhadap Pak Demark..
Walaupun awalnya aku memiliki kesalahpahaman kepadanya.. tapi itu telah lama sirna ketika dia memang serius melatih kami.
"Bapak ganti model rambut jadi kami tidak mengenali bapak" Ucap Rian dengan melihat rambutnya..
__ADS_1
Aku juga menyadari bahwa gaya rambutnya sudah berubah..
Awalnya dia memiliki rambut mohawk.. sekarang dia terlihat biasa dengan rambut gaya pendeknya..
Entah auranya sedikit berbeda dari sebelumnya..
Dia menatap kami dengan tersenyum..
"Apakah ini cocok denganku ?"
"Ya itu sangat cocok" Balas Rian dengan semangat.
"Ahaha.. terima kasih"
"Kenapa bapak ada di sini ?" Tanya Rian.
"Sebenarnya aku dipindah tugaskan mengajar di sini" Ucap Pak Demark diiringi dengan suara tawa miliknya.
"Dia hanya ingin melihat kalian bertiga di sini" Ucap Bu Kiana yang datang dari belakangnya.
Kiana menatap kearah Pak Demark dengan tersenyum licik.
"Dia terlihat tidak sabar untuk melihat kalian lagi" Sambungnya dengan menatap kami bertiga.
"Ahaha.. Bu Kiana jangan bercanda.. saya di sini murni untuk mengajar" Jawab Pak Demark dengan keringat kecil yang muncul di dahinya.
"Ya.. ya aku tahu itu" Jawab Bu Kiana dengan tersenyum.
"Oh ibu juga ada di sini.. kenapa ? apakah ibu juga kangen dengan saya.." Ucap Rian dengan begitu bersemangat.
"Tidak!" Jawab Bu Kiana dengan cepat.
Rian terkena pukulan yang sangat terasa hingga ke jantungnya..
"Saya penasaran.. kenapa gedung kita bukan yang besar ini ?" Tanyaku dengan penasaran.
"Sebenarnya ini terjadi karena dana kerajaan telah lama dipindahkan ke Akademi Pahlawan.. itu juga salah satu alasan kenapa Akademi petualang jarang diminati di ibukota" Jawab Yuina dengan menutup matanya dengan sedih.
"Oh tuan putri.. kenapa anda datang tidak memberitahukan saya sebelumnya"
Kami semua berpaling melihat suara yang datang itu berasal dari pemuda tampan dengan rambut berwarna merah dan warna mata berwarna oranye.
Pakaian yang dia kenakan terlihat begitu bagus dengan berbagai ornamen di jas yang dia pakai..
"Anda seharusnya tidak datang ke sini.. tempat ini begitu kotor.. bagaimana jika tuan putri masuk ke dalam akademi pahlawan dan saya akan menyiapkan ruangan pribadi untuk kita berdua meminum secangkir teh" Ucapnya dengan begitu ramah dengan senyuman yang menempel di wajahnya.
Yuina hanya memberikan sebuah senyuman ramah miliknya sebelum dia berkata. "Maaf, saya harus menolak kebaikanmu karena aku tidak mempunyai waktu untuk itu"
Terlihat wajah pemuda itu menjadi terluka dan menampilkan wajah tidak senangnya.
Dia menatap kami dengan wajah marah..
"Apakah anda menghabiskan waktu berharga anda dengan orang seperti ini.. orang kampungan ini"
Kami bertiga langsung memunculkan urat marah di dahi kami..
"Apa yang kau katakan ? sepertinya orang kampungan ini tidak mendengarnya begitu jelas" Ucap Rian dengan mengucek telinganya.
"Kau jelas mendengarnya tentang orang kampungan" Ucapku dengan datar untuk mengomentari perkataan Rian.
"Oh ya maafkan kebodohanku" Balas Rian dengan tertawa kecil namun itu tidak menunjukkan keramahan dari nadanya..
Pria itu lalu menatap kami dengan tersenyum.
"Lalu bagaimana jika kita bertanding ?"
...
...
...
Di stadion tempat akademi pahlawan yang dimana digunakan oleh para siswa untuk latih tanding dengan seseorang..
Tempat ini tentu begitu besar dengan beberapa tempat duduk bertingkat yang disediakan disekeliling lapangan..
Orang begitu banyak berdatangan dengan kesibukan mereka sendiri..
"Hei siapa yang bertanding ?"
"Dewan mahasiswa sepertinya menantang seseorang dari Akademi petualang"
"Akademi petualang ?"
__ADS_1
"Sepertinya ini akan menjadi hal memalukan bagi akademi petualang"
"Haha.."
"Tapi jika dewan mahasiswa yang kalah maka kita yang akan malu"
"Kita membicarakan dewan mahasiswa di sini bung.. apakah kau perlu menanyakan kekuatannya ?"
"Oh kau benar.."
Suara orang yang berdebat itu saling tertawa dan menunggu kekalahan Akademi Petualang yang datang..
Ketika mereka asing berbicara seorang pria bernama Rei keluar secara perlahan menampilkan sosoknya yang begitu gagah..
Nah..
Rei tidak terlalu gagah sebenarnya..
Beberapa menit sebelumnya..
"Lalu siapa yang akan maju melawannya ?" Tanyaku dengan menatap kearah mereka berdua..
"Bukankah tokoh utama yang akan maju biasanya" Balas Rian tanpa beban.
"Aku sih bisa saja cuman sepertinya aku tidak cocok" Sambung Iwan dengan santai..
Lalu mereka berdua melihat kearahku dengan tersenyum..
Yah aku tahu dari apa yang mereka pikirkan..
"Lagipula aku juga ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepada kalian.. mungkin ini adalah kesempatan yang bagus" Jawabku dengan tersenyum kecut.
...
Jadi begitulah kenapa aku yang terpilih untuk maju di sini..
"Keluarkan jurus licikmu untuk menang.. tidak perlu khawatirkan citra tokoh utama" Teriak Rian dengan keras.
"Kami akan membantu dengan doa" Sambung Iwan dengan berteriak juga.
"Apa yang mereka bicarakan ?"
Aku hanya bisa melihat lawan yang ada di depanku..
Dia begitu percaya diri ketika aku melihatnya..
"Peraturannya mudah.. bertarunglah dengan berbagai cara yang kau bisa dan jika ada yang menyatakan menyerah kalian harus berhenti bertarung" Ucap wasit yang mengawasi..
Aku hanya bisa mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan oleh wasit.
Pria itu tersenyum dengan ramah..
"Aku akan berusaha semampuku untuk tidak melukaimu"
"Terima kasih atas perhatiannya"
Aku menjawab dengan kesal..
Tentu itu adalah suatu pernyataan yang begitu meremehkan..
Aku memanggil 'system'
Aku menekan layar yang muncul yang dimana itu adalah sub class..
[Berhasil mengganti Class Assassin]
Aku tersenyum kepadanya..
"Aku harap kau masih bisa bertahan" Ucapku dengan tersenyum..
Bersambung...
Hiya hiya..
Sesekali bertarung juga baguskan..
Komedi terus aku jadi bosen.. :'v
Like yang jika suka..
Maaf jika update memang lambat..
Terima kasih.. sampai jumpa next episode..
__ADS_1
Adios~