
Apa yang aku lihat adalah monster yang sangat berbeda dari apa yang aku lawan sebelumnya..
Monster ini memiliki badan lebih besar dari bentuk normalnya..
Seluruh tubuh mereka membengkak dengan urat yang muncul diseluruh tubuh mereka..
Aura mereka juga sangat berbeda dari monster biasa..
Serigala..
Orc..
Goblin..
Tiga monster ini saja sudah terlihat berbeda dari biasanya..
"Sejak kapan kita masuk ke dunia titan ?" Tanya Rian dengan heran.
"Apakah ini masih dunia isekai ?" Sambung Iwan.
Aku mendengar komentar dua orang idiot ini membuat aku berpikir seperti itu juga..
Apakah aku perlu menggigit tanganku untuk berubah ?
Ketika aku berpikir seperti itu suara auman datang dari langit.
Griffin terbang di langit dengan jumlah yang begitu banyak..
Mereka memiliki tubuh singa dan berkepala elang..
Dengan cakar dan paruh yang begitu tajam membuat mereka begitu mengerikan dan menakutkan..
Mereka semua mulai mengintai pasukan yang ada di atas benteng yaitu pasukan pemanah dan mage..
"Kalian berhati-hati" Ucapku dengan keras kepada mereka..
Aku hanya bisa berharap kepada mereka untuk selamat..
Karena kunci kemenangan untuk melawan monster di darat adalah mereka..
...
...
Pasukan pemanah dengan sigap menarik busur mereka ke langit dengan tatapan yang begitu fokus..
"Kita harus menembak bagian mata mereka jika itu terlalu sulit tembak saja bagian penting mereka"
Pemimpin pasukan panah menyuarakan suaranya dengan lantang..
Bawahannya mengangguk dengan mengerti..
Ketika jarak monster telah masuk ke dalam kawasan tembak panah..
Satu gerakan pemimpin untuk mengawali tembakan lalu diikuti oleh bawahannya..
Satu panah mengenai tepat di mata monster tersebut..
Gelar pemimpin bukan hanya sebuah sebutan saja..
Ketepatan dia menembak arah yang dia tuju begitu akurat..
Satu tembakan itu membuat monster tersebut kesakitan dan membuat terbangnya tidak setabil..
Pemimpin pasukan panah terkejut melihat itu..
Bukan karena tembakannya tepat mengenai matanya melainkan bahwa efek dari panahnya tersebut sangat efektif..
Pemimpin pasukan panah hanya bisa berdecak kagum karena panah yang dia gunakan telah diolesi dengan cairan aneh dari Rei..
Bawahan pemimpin pasukan panah tidak bisa melakukan seperti yang dilakukan oleh pemimpin mereka namun mereka masih bisa menembakkan sesuatu yang penting dari monster tersebut..
Itu adalah...
Adik kecilnya monster tersebut..
Yah itu..
Sesuatu yang ada tepat di ************ burung dan di sana ada burung..
Karena monster ini terdiri dari banyaknya gabungan monster lain..
Terutama Griffin yang memiliki tubuh singa.. juga terlihat burung bergelantungan di sana..
"Apakah kalian bodoh ? itu tidak mungkin ef-- apa ?"
__ADS_1
Belum selesai kapten berbicara salah satu monster tersebut terbang dengan kesakitan dan mengepakkan sayapnya dengan ganas hingga mengenai kawanan yang ada di sampingnya..
Itu menjadi begitu gila dan bagian itu mulai membengkak dan akhirnya pecah..
Monster tersebut tidak lama mati dan jatuh dengan cepat ke tanah.
Pemimpin pasukan dengan kagum melihat itu dengan mulut yang terangkat..
...
...
"Oh sepertinya ada orang yang pintar di sana.." Iwan kagum melihat pemandangan itu.
"Aku sangat suka ide itu" Balas Rian dengan tersenyum licik.
"Apakah kita akan mencobanya ?" Tanya Iwan.
"Itu mungkin.. bisa.." Balasku dengan tersenyum kecut.
Aku hanya bisa menyetujui pendapat dua orang temanku..
Lagipula sepertinya cairan itu begitu mengerikan jika terkena bagian intim..
"Sebenarnya apa yang kau campurkan untuk membuat jamu itu"
"Oh itu.. Aku hanya mencampurkan sesuatu yang pedas dan juga banyak jahe.. oh dan juga lada.. lalu cabai terus.."
"-_"
Aku ingin memukul kepalanya dengan sangat keras..
Ternyata apa yang aku minum saat itu adalah sesuatu yang sangat berbahaya..
Sangat beruntung aku masih hidup sekarang..
Jika tidak..
Oh..
Cerita ini pasti akan tamat..
...
Sekumpulan monster datang dengan jumlah yang banyak.
Iwan sudah berdiri untuk menghalau monster tersebut..
"Taunt"
Cahaya menyilaukan muncul dari tameng Iwan dan membuat semua monster fokus ke arahnya..
Itu adalah skill khusus Guardian untuk membuat monster terpancing untuk menyerangnya..
Lalu tongkat sihirku menyala dan menandakan bahwa aku sudah menyalurkan kekuatan sihirku..
"Falling Down"
Satu sihir tersebut membuat tanah yang monster pijak menjadi jatuh..
Dengan kesempatan itu Rian dengan cepat menyalurkan sihirnya ke pedangnya miliknya dengan kekuatan Aura milik class Knight..
"Tebasan biasa saja"
Aku melihat Rian yang meneriakkan jurus miliknya dengan kosong..
Apaan dengan nama itu..
Seperti namanya..
Tebasan Rian hanya tebasan biasa yang mengarah tepat ke leher monster tersebut..
Dengan gabungan sihir dan aura itu membuat pedang miliknya menjadi lebih tajam.
Satu sayatan tersebut membuat leher monster menghilang..
Satu monster datang lagi secara bergantian..
Ketika aku ingin mengulangi cara yang sama tiba tiba monster tersebut meloncat dengan kekuatan penuh dan sudah berada tepat di depanku..
Aku langsung terkejut bahwa dia tidak mengincar Iwan yang menggunakan skill [Taunt].
Hanya sepersekian detik aku mengganti Classku dengan Assassin dan melihat bahwa dia telah mengayunkan tangannya menuju kepalaku..
Menghindari dengan menundukkan badanku dengan sedemikian rupa..
Ayunan lengannya begitu kencang hingga angin dari ayunan tersebut dapat aku rasakan..
__ADS_1
Aku menggunakan kecepatan assassin untuk mundur ke belakang dengan cepat..
Monster tersebut menatapku dengan heran..
Sepertinya dia sedang memikirkan kenapa seorang mage memiliki kecepatan seperti itu..
"KAU HEBAT"
Aku mengangkat alisku dengan terkejut mendengar pujian dari monster tersebut..
Baru pertama kali aku mendengar monster bisa berbicara..
Menurut buku yang pernah aku baca bahwa monster yang bisa berbicara telah hidup sangat lama dan memperoleh kecerdasan dari semua makhluk hidup yang dia makan..
Monster ini adalah Orc berwarna putih dengan tubuh yang begitu besar dan memiliki wajah yang begitu mengerikan.
Monster Orc terkenal pemakan semua yang ada..
Bahkan teman mereka sendiri..
Aku menelan ludah dengan rasa yang tidak begitu mengenakkan..
"Rei kau tidak apa - apa ?" Rian menyuarakan kekhawatirannya..
"Ya"
Aku melihat Rian dan Iwan sedang sibuk mengurus monster yang datang mengerumuninya..
Jadi meminta bantuan kepada mereka mustahil..
"SANTAPAN SEDAP"
Monster tersebut memberikan tekanan yang begitu mengerikan disekelilingnya..
Hingga aku merasa ragu apakah bisa menang melawannya..
...
Satu gerakan besar dikeluarkan monster tersebut untuk mendekatiku dengan cepat..
Indraku begitu tajam dalam mode class Assasin dan bisa dengan cepat menghindari serangan yang datang..
Satu pukulan yang dia arahkan di kepalaku dengan begitu cepat..
Aku menghindarinya dengan menggeserkan kepalaku dan membalas serangannya dengan momentum dia sendiri..
Lengannya menjadi teriris karena pisau tersebut mengenai pergelangan tangannya hingga ke tubuhnya..
Aku tidak berhenti disana..
Aku langsung bergerak menuju belakang monster tersebut dengan cepat dan menusuk belatiku kepunggungnya lalu memotong kearah atas hingga membuat bagian punggungnya menampilkan daging yang terpotong secara rapi..
Ketika aku terlalu fokus untuk menyerang bagian belakang..
Hingga..
Aku tidak menyadari bahwa tangannya telah pulih begitu cepat dan menyerangku dengan keras..
Alhasil aku terpental beberapa meter dari tempat aku berdiri..
""Rei!!""
...
Bersambung..
...
Oke itu aja aku nulis..
Kepalaku pusing untuk membuat action..
Maaf ya agak santai sedikit updatenya soalnya aku berpikir keras bagaimana biar bagus gitu loh..
Aku gk bisa makanya aku berusaha.. awakwkakw..
Oke itu aja sekian..
Jangan lupa like ya..
Kalau bisa vote juga dong..
10 poin juga gpp.. setidaknya ada yang ngisi vote di sana.. Kasihan kosong... :')
Oke sekian terima kasih.. Adios~
__ADS_1