
Hamparan buku terlihat begitu banyak yang dimana itu dapat membuat otakmu sakit.
Perpustakaan Istana memiliki banyak buku yang dimana ruangan tersebut sendiri memiliki tiga lantai yang dipenuhi dengan buku.
Satu buku aku ambil dari rak buku secara acak dan membawanya menuju meja baca panjang yang sering ada pada perpustakaan pada umumnya.
Melihat sampul bukunya ini memiliki judul yang aneh.
[Ikatan Sihir]
Aku mengambil catatan kecil yang selalu aku gunakan jika mendapatkan sesuatu yang penting.
Membalik lembar buku satu per satu dengan begitu cermat.
Walaupun aku cuman membaca hal yang membuatku tertarik.
Aku sudah selesai.
Hmm..
Tidak ada yang begitu menarik.
Tidak semua buku yang ada di sini aku baca.. tapi beberapa hal seperti buku jenis sihir dan jenis penggunaan senjata sering aku baca.
Aku tidak tahu apakah nanti akan berguna dimasa depan.
"Apakah kau menemukan sesuatu yang menarik ?" Liana bertanya sambil mendekati kearahku.
Liana mengambil kursi yang ada di depanku dan duduk dengan manis di sana.
Aku tersenyum kepadanya.
"Tidak ada sepertinya"
Liana melihat sampul buku yang aku temukan dan tersenyum..
"Apakah kau menyukai buku yang seperti ini"
"Buku apa ?"
"Cerita cinta"
Aku langsung terkejut mendengar hal itu.
Aku melihat sampul buku tersebut yang dimana itu memiliki judul [ikatan sihir].
Dan aku sangat yakin ini tidak memiliki unsur cinta.
Tunggu..
Sepertinya ada..
"Ini cerita cinta ?" Tanyaku dengan heran.
"Kau tidak tahu"
"Aku pikir ini tentang ilmu sihir"
Aku tidak mengetahui bahwa ini adalah cerita cinta.
Ini bukan salahku jika judulnya ikatan sihir.
Ya kan..
Aku kembali bertanya kepada Liana. "Apa kau pernah membaca buku ini ?."
"Sewaktu aku kecil ibuku sering bercerita tentang ini" Ucapnya dengan bahagia. "Ikatan sihir adalah jenis serangan sihir yang kuat karena perasaan hatimu yang membuatnya kuat namun itu tidak dapat kau lakukan sendiri. Oleh karena itu kau membutuhkan orang yang kau cintai dan ikatan yang kuat itulah yang akan menjadi sebuah sihir" Sambungnya dengan penjelasan yang bagus.
Aku mendengar perkataan itu dengan bagus dan ini juga memiliki kata kata yang sama yang seperti ada di buku.
Aku mencatatnya karena ini terlihat penting.
"Apa yang kau lakukan ?"
"Mencatatnya kau tahu bahwa hal ini mungkin penting"
"Apakah ada sesuatu yang lain"
"Apa kau sangat yakin sudah membacanya ?"
Aku mengalihkan mataku sebentar dan berkata. "Sebenarnya tidak terlalu"
"Aku yakin itu" Balas Liana yang sepertinya sudah tahu akan hal itu.
"Aku bukan malas kau tahu.. ini hanya karena sepertinya tidak terlalu menarik" Jelasku dengan cepat.
Liana hanya menghela napasnya dan tersenyum kepadaku sebelum melanjutkan penjelasannya.
"Penggunaan sihir ini biasanya akan menghancurkan inti mana seseorang hingga dia tidak bisa menggunakan sihir kembali atau kemungkinan terburuk dapat membuat seseorang mengalami kematian"
"Hmm.. aku menebak cerita di buku ini pasti tokoh utamanua meninggal dalam melakukan itu atau orang yang dia sayangi meninggal dunia"
__ADS_1
"Kau sudah baca ?"
"Hmph.. ini hal biasa jika di duniaku"
Liana menjadi sedih mendengar hal itu dan juga sekaligus terkejut.
"Duniamu ternyata juga ada hal yang seperti itu"
"Bukan itu maksudku.. tapi duniaku lebih maju dan tidak ada peperangan.. itu hanya sebuah cerita fantasy jika di duniaku"
"Cerita Fantasy"
"Hanya cerita dan itu tidak nyata"
"Bisakah kau menceritakannya sedikit tentang hal itu"
Aku sudah menduga pertanyaan itu akan datang.
Mengingat dunia ini hanya memiliki sedikit hiburan dan budaya membaca sebagian masyarakat masih menganggap itu tidak penting.
*Ahem.
Aku memberikan batuk dalam tenggorokanku untuk membuat suaraku sedikit lebih jernih dalam menceritakannya.
Waktu berlalu dan aku menceritakan banyak hal kisah fantasy yang aku tahu.. seperti Cinderella, Putri tidur, dan karya disney lainnya.
Tidak lupa juga aku menceritakan tentang kisah tokoh utama yang memiliki situasi yang sama denganku..
Namun sayangnya tidak ada yang dikirim dengan teman idiotnya.
Tanpa aku sadari..
Liana tertidur dengan nyaman karena mendengarkan cerita milikku.
Mungkin cerita ini terlalu cocok sebagai cerita tidur.
Aku mengambil sebuah selimut dari kantong penyimpanan milikku dan memberikannya kepada Liana agar tidak kedinginan.
Aku melanjutkan membaca buku yang aku ambil karena sedikit penasaran dengan apa yang dijelaskan oleh Liana.
...
...
...
"Biasanya apa yang dilakukan Rei ?" Tanya tuan putri dengan penasaran.
"Entah.. dia sering sibuk dengan buku dan menulis sesuatu" Balas Rian dengan bingung.
Rian dan Iwan tidak pernah bertanya tentang hal yang dilakukan oleh Rei.
Karena mereka tahu jika mereka bertanya dan Rei menjawab.
Mereka sangat yakin mereka tidak mengerti isi apa yang dibicarakan.
Pelajaran adalah hal yang tidak disukai mereka.
Tentu itu bukan hal yang patut dirahasiakan.
Karena judulnya saja kau tahu..
"Kita sudah sampai" Balas Iwan dengan bahagia.
Istana sudah ada di depan mata mereka.
Penjaga istana yang melihat kedatangan tuan putri langsung datang dan menghormatinya.
"Apakah saya perlu memanggil yang mulia untuk menyambut anda ?" Tanya penjaga.
"Tidak perlu" Balas singkat Yuina.
Penjaga tersebut mengangguk dan membiarkan tuan putri lewat.
Sampainya didalam mereka datang menuju tempat Rei yang sering bekerja tapi mereka tidak menemukannya di sana.
"Mungkin di perpustakaan" Ucap Rian.
Karena dia sering melihat Rei menuju ke sana jika dia bosan.
Pintu perpustakaan istana sudah ada di depan mata mereka.
Rian membukakan pintu secara perlahan dan mereka melihat..
Melihat..
.
.
.
__ADS_1
.
"Mereka sedang tidur" Ucap Rian dengan pelan.
Terlihat Rei dan Liana tertidur pulas di meja panjang yang ada di perpustakaan.
Liana terlihat memiliki sepasang selimut yang menutupi dirinya untuk tidak kedinginan.
Rei juga tertidur dengan pulas dengan buku yang masih dia pegang. Namun berbeda dengan Liana, dia tidak memiliki sepasang selimut pada dirinya.
Yuina memperhatikan hal tersebut tersenyum dengan manis.
(Rei masih saja memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri)
Yuina berjalan mendekatinya dan mengambil sebuah selimut yang ada di kantong penyimpanan miliknya.
Lisa dan Kina yang meperhatikan ini hanya bisa tersenyum kecut dan memiliki pemikiran.
(Kenapa pertemuan tuan putri terlihat normal)
Mengingat pertemuan mereka dengan Rian dan Iwan entah kenapa itu membuat mereka terlihat lucu.
Yuina mengambil kursi yang ada di samping Rei dan meletakkan kepalanya begitu dekat dengan Rei hingga dia bisa melihat wajahnya dengan begitu jelas.
Yuina terlihat begitu bahagia.
Karena orang yang dia cintai sekarang ada di depannya.
Waktu satu bulan terasa sangat menyiksanya karena tidak bisa melihat Rei.
Rindu yang menumpuk dihatinya sekarang mulai terlepas.
Yuina tersenyum kecil.
"Tuan putri ?" Tanya Lisa dengan khawatir.
"Entah kenapa ini mengingatkanku akan pertemuan pertamaku dengan Rei di Academy Petualang"
Yuina teringat saat dimana dia bertemu Rei dengan situasi yang sama yang terjadi saat ini.
Yaitu Rei yang sedang tidur di meja kelas academy.
Lalu Yuina tertawa kecil.
"Wajah Rei waktu itu sedikit lucu dengan coretan"
"Tuan putri mau kita mencoret wajahnya lagi ?" Tanya Iwan dengan ketakutan.
"Maaf tuan putri, pukulan Rei tidak main main" Balas Rian dengan cepat sambil menunjukkan benjolan besar yang ada di kepalanya.
Yuina tertawa melihat itu.
"Kalian masih sama seperti biasa ternyata"
Lalu Yuina menguap.
"Aku sedikit mengantuk"
Yuina mulai memejamkan matanya dan mulai tertidur sambil menatap wajah Rei.
...
"Aku juga tiba tiba mau tidur" Ucap Rian dengan menguap. "Apa kalian juga mau tidur" Tanyanya.
"Aku sedikit lelah karena membantu paman jadi tidur mungkin istirahat terbaik" Balas Iwan dengan senang.
"..."
"..."
Bersambung...
Ruang curhat Heroine.
"Author pilih kasih" Ucap Lisa dengan tidak senang.
"Benar! kenapa hanya Yuina yang pertemuannya terlihat normal" Sambung Kina dengan marah.
"Padahal aku mengharapkan sebuah kesalahpahaman komedi yang sering terjadi" Ucap Lisa dengan sedih.
"Iya kenapa hanya kami" Sambung Lisa.
"Ah maaf tanganku terpeleset.. haha.." Ucap Author tanpa rasa bersalah.
"Mungkin kita harus meluruskan tangan auhtor biar tidak terpeleset lagi" Ucap Lisa dengan senyum.
"Mungkin dengan beberapa pengoperasian akan berhasil' Sambung Kina dengan senyum jahat.
"Tunggu apa yang kalian rencanakan.. tunggu.. tolong.. !!!"
Like..
__ADS_1
Biar tangan author selamat..