
Gerombolan warga yang tidak mau terlibat langsung mundur ketakutan meninggalkan Rian, Iwan dan Lily yang dikelilingi oleh orang berjubah.
"Apakah kalian perlu sesuatu dengan kami.. lihat kita bisa menyelesaikannya tanpa ada kekerasan oke.." Ucap Rian dengan panik.
"Kalian ingin bertanya arah jalan mungkin kalian harus cari orang lain" Sambung Iwan dari samping dengan senyum terpaksa miliknya.
"Kau benar.. kami juga orang baru disini jadi juga tidak tahu arah jalan.. haha"
Rian dan Iwan masih sempat untuk bertukar candaan mereka.. Walaupun sebenarnya itu adalah fakta.
"Kami hanya perlu menangkap kalian untuk rencana kami.. jadi jika kalian menyerah maka akan senang hati kami menerimanya"
"Haha.. begitukah.. lalu kau akan melepaskan dia kan ?"
Rian merujuk kearah Lily yang ada di belakangnya.
Lily yang mendengar itu membuat wajahnya memerah karena dilindungi layaknya gadis biasa..
Dia senang akan perlakuan tersebut.. Namun sayangnya dia adalah seorang kapten penjaga.
Hal ini tidak akan membuatnya mundur ketakutan.
"Hmm.. pemimpin merujuk kalian berdua jadi orang yang tidak termasuk dapat pergi" Kata orang yang berjubah itu kepada Rian.
Rian bernapas lega mendengar hal itu namun dia tidak akan mengira bahwa Lily telah berjalan ke depan.
"Kalian telah menganggu warga sekitar dan bahkan mengancam nyawa seseorang.. aku sebagai penjaga keamanan disini tidak dapat membiarkan kalian pergi dengan mudah"
Lily dengan cepat mengeluarkan pedang miliknya..
Sontak semua orang langsung bersiaga untuk bersiap menyerang.
(Hah~ lupakan)
Rian mengharapkan bahwa dia ikut dengan mereka dan disaat perjalanan dia akan mengambil kesempatan untuk kabur namun rencana telah berubah akibat Lily.
Rian langsung mengambil pedangnya diikuti dengan Iwan yang telah menyiapkan senjata dan perisai miliknya.
Mereka berdua mengacungkan senjata mereka dengan begitu berat untuk melawan mereka.
Aura milik Rian menjadi kuning pekat menyelimuti dirinya.
Rian telah mengaktifkan sihir juga untuk persiapan pertarungan yang akan terjadi.
Ketika salah satu orang yang berjubah itu datang menuju Rian untuk membuka pertarungan.
Namun apa yang terjadi adalah orang itu telah terpental jauh darinya.
"Apa yang terjadi !?"
Rian memberikan senyum miliknya kepada mereka.
Itu merupakan salah satu serangan cepat milik Rian..
Dia menyebutnya..
"Kaminari no Hikari"
Skill gabungan dari Aura dan Sihir Angin yang dimana membuatnya dapat bergerak cepat.
Rian membuat musuhnya ketakutan dan mundur namun salah satu dari orang terkuat dari mereka tidak takut akan hal itu.
"Haha.. itu cukup menarik"
Orang itu melepaskan jubah miliknya dan menerpa sayap hitam yang begitu besar dibelakang punggungnya.
Rambut berwarna pirang berwarna kuning yang lebih terang dari milik Rian. Wajahnya tampan yang dimana itu membuat Rian sedikit kesal. Mata merah darah miliknya melihat kearah Rian dengan tersenyum.
"Kalian urus temannya dan biarkan aku yang melawan orang ini" Ucapnya dengan percaya diri.
__ADS_1
Temannya yang ada disampingnya langsung maju menuju Iwan dan Lily.
Rian ingin menghadang mereka namun ketika dia ingin melakukan hal tersebut orang itu telah ada di dekatnya.
Wajahnya tersenyum mendekati Rian yang terkejut melihatnya.
"Kau tidak seharusnya mengalihkan pandanganmu"
Sebuah pukulan datang darinya membuat Rian melindungi wajahnya dengan tangannya.
Namun kekuatan dari serangan begitu mengerikan hingga membuat Rian terseret berapa langkah dari tempat dia berdiri.
Tangannya merasakan sakit namun karena dia telah membungkus dirinya dengan kekuatan Auranya jadi serangan itu tidak menjadi fatal.
Rian memandangi orang itu dengan kesal.
Orang itu mengeluarkan sesuatu dari ikat pinggangnya yang dimana itu adalah sebuah pedang yang telah bergantung lama di sana.
Dia menarik pedangnya kepada Rian dengan kembali tersenyum namun senyuman miliknya kini lebih lebar.
"Aku telah lama tidak bermain pedang.. ini cukup membuatku nostalgia kapan terakhir kali aku menggunakannya"
Rian mengangkat pedangnya dan membuat persiapan untuk menyerangnya.
Aura menyelubungi dirinya sekali lagi dan sihir telah dia rapalkan dengan cepat.
Namun orang itu tidak memberikan waktu Rian untuk melawannya dengan mudah.
Dia datang dengan kecepatan penuh miliknya. Rian terkejut akan hal itu namun dia masih dapat beraksi dengan cepat untuk menangkisnya.
Berat pedang yang diberikan lawannya membuat dia mundur ke belakang namun masih mempertahankan bilah pedang musuhnya untuk tidak menembus pertahanannya.
Menggunakan sihir tanah untuk membuat pijakan agar mudah menahan serangan musuhnya.
"Tidak buruk"
Itu keputusan yang begitu beresiko hingga membuat jantung Rian berdegup begitu kencang melihat hal itu.
Rian mengambil celah serangan itu dengan menyerang balik dengan serangan kejutan mengarahkan pedang miliknya menuju lehernya.
Orang itu lalu berjalan mundur untuk menghindari serangan tersebut namun dia tiba tiba tersandung dengan tanah yang menonjol keatas menghalangi kakinya.
Pedang Rian begitu dekat kearahnya dan hampir mustahil untuk dihindari tapi orang itu malah membiarkan dirinya jatuh mengikuti jebakan Rian dan ketika dia terjatuh memutari dia langsung memutari tubuhnya di udara untuk menghindari serangan tersebut dan secara tidak langsung dia langsung melilitkan kakinya ditangan Rian untuk membuat dirinya ikut jatuh bersamanya.
Musuhnya begitu pintar memanfaatkan jebakan yang dibuat Rian menjadi kesempatan untuk menyerang.
Rian mendapatkan dirinya terjatuh ke tanah dengan keras namun kesadaran masih dapat dia pertahankan.
Serangan lanjut datang ketika dia berbaring di tanah. Dia langsung bangkit menghindari pedang yang menuju wajahnya.
Dia mundur dengan cepat seketika dibantu dengan sihir angin.
Dia mengangkat pedang kembali namun kini dengan penuh aba-aba bersiap untuk serangan balik.
Aura dan Mana dia alirkan menjadi satu ke pedangnya.
Ini adalah kekuatan dari Class gabungan Ksatria(Knight) dan Penyihir(Mage).
"Fierce Sword"
Mengayunkan pedang dengan sekuat tenaga yang dimana pedangnya miliknya telah dia alirkan dengan Aura dan Mana.
Rian begitu putus asa hingga dia harus mengeluarkan teknik pamungkas miliknya ini yang dimana teknik ini mengharuskan dirinya untuk mengerahkan seluruh Auranya hingga habis.
Namun tidak hanya Aura tapi Rian juga mengalirkan Mana yang seharusnya digunakan untuk mengeluarkan sihir namun malah dia alirkan juga dipedangnya.
Seharusnya itu mustahil untuk dilakukan namun pedangnya cukup istimewa yang dimana itu ditempa dengan bahan meteorite langka yang dapat menyalurkan mananya.
Pedang itu semakin tajam dan kuat yang dimana memiliki penggabungan dengan sihir.
__ADS_1
Orang itu langsung menahan pedang yang datang kearahnya dengan pedang miliknya.
Namun ketika dia melakukan itu pedangnya langsung patah dengan begitu baik.
Sesaat ketika ujung pedang itu hampir mengenai wajahnya. Rian langsung menghentikan pedangnya dengan keterkejutan.
"Wah.. itu hampir saja"
Musuhnya itu menatap dengan heran kepada Rian ketika dia menghentikan serangan tersebut.
"Kau sudah kalah"
"Kenapa kau tidak membunuhku"
"Kalian tidak berniat untuk membunuh kami bukan ? jadi kami juga tidak berniat untuk membunuh kalian"
Ketika Rian berkata kami juga dia percaya dengan temannya yaitu Iwan..
Iwan bergerak begitu baik mengontrol perisainya untuk melindungi Lily.
Mata Iwan juga menyala dengan cerah ketika dia mengaktifkan Skill dari Class Pemanah untuk mempertajam penglihatannya.
Ini adalah gabungan dari Class Pemanah(Archer) dan Penjaga (Guardian)
Musuhnya Iwan kewalahan ketika seluruh serangan mereka ditangkis dengan baik.
Lily juga mengambil kesempatan dengan menyerang mereka menggunakan teknik berpedang yang begitu baik.
Kapten penjaga bukan hanya sebuah gelar.
Semua musuh yang melawan mereka akhirnya dikalahkan...
Tentu tanpa ada yang korban jiwa.. Walaupun beberapa dari mereka terluka tapi itu tidak cukup untuk dapat mengancam nyawa mereka.
Orang yang melawan Rian hanya dapat tersenyum kecut melihat hal itu.
Dia tidak percaya bahwa dia dikalahkan dengan begitu cepat.
...
...
...
Bersambung..
Maaf ya aku lama gk update..
Tiba-tiba aku sibuk dengan pekerjaan di real life dan beberapa kali kelelahan...
Dan aku juga pengen nulis tiba-tiba gak ada mood..
"Bilang aja kalau aku yang bertarung jadi malas nulisnya" -Rian
"Yah itu juga sih"
Btw Rian dan Iwan memang memiliki dua Class ya..
kali aja ada dari kalian yang lupa..
Jadi memang agak kuat sih mereka apalagi setelah level mereka meningkat ketika penyerangan monster itu..
Nanti ada aku tampilkan tentang status mereka tapi gk sekarang.. untuk saat ini masih misteri :v
Jadi gaya bertarung Rian agak mirip dengan si Rei dulu ketika masih ada Class Magenya cuman ini dia agak op karena pedangnya itu.. Jika kalian ingat pedangnya itu dia dapatkan dari Hiura.. ingat ?.. pasti lupa sih.. :v
Moga aja masih masuk dengan imajinasi kalian. soalnya aku kalau nulis adegan pertarungan rada kurang pede.. :')
Likenya jangan lupa ya :')
__ADS_1