Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Kekuatan


__ADS_3

Kirana terkejut dengan bola kristal tiba tiba bergetar dengan hebat hingga membuat meja Resepsionis bergeser.. Walaupun hanya sebentar tapi hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya.


"Aku pilih Class mage" Ucapku memecahkan keheningan.


Kirana bangkit dari lamunannya dan langsung mengambil sebuah kartu kosong kepadaku.


"Ini dia silahkan salurkan setetes cairan disini"


Eh ?


Cairan ? Jangan bilang itu.. darah ?


"Keringat, liur apapun yang berasal dari tubuh" Sambung Kirana dengan wajah memerah.


Aku cuma bisa tersenyum kecut saat memikirkan bahwa aku harus melukai diriku untuk mendapatkan darah..


Aku mengambil sedikit air liurku menggunakan tanganku.


Tiba tiba kartu kosong tersebut terisi dengan..


Nama : Reyhan Naim


Class : Mage


Level : 0


MP : 30


HP. : 100


Kekuatan : 23


Pertahanan : 12


Kelincahan : 18


Skill : 0


Skill Unique : 2


[Belajar semua bahasa] Pasif


[Tiga orang idiot] Pasif


Aku mengerutkan kening saat melihat kartu tersebut berubah.


Namun ada satu skill yang membuatku penasaran.. [Tiga orang idiot] Pasif.


Siapa yang idiot ?


"Sekarang anda adalah seorang petualang" Ucap Kirana dengan tersenyum.


"Ah terima kasih" Balasku dengan canggung.


"Sekarang apakah anda ingin menjadi petualang secara resmi atau ingin masuk ke akademi petualang" Ucap dia sambil menatapku sebentar sebelum melanjutkan perkataannya "Saya sangat menyarankan untuk masuk ke dalam akademi karena pemula seperti anda akan kalah hanya melawan slime"


Sungguh sakarsme secara tidak langsung.. Walaupun itu benar sih.


"Aku ingin masuk akademi petualang"


"Baik biaya adalah 20 koin silver untuk pendaftaran dan 30 Koin silver biaya spp sebulan"


Saat dia mengatakan hal tersebut aku baru ingat bahwa Rachel memberikanku surat rekomendasi.


"Maaf sebenarnya saya mempunyai ini" Balasku sambil menunjukkan surat yang diberikan Rachel kepadaku.


"Ah ini surat rekomendasi dari tuan Rachel" Jawab Kirana dengan terkejut saat dia melihat lambang surat tersebut.


"Iya" Jawabku secara cepat.


Lalu aku memberikannya kepada Kirana untuk dia melihat keaslian surat tersebut.


"Surat rekomendasi ini asli sekarang anda adalah murid akademi biaya masuk dan spp tidak perlu bayar namun.. Pajak petualang anda harus bayar untuk setiap bulannya 10 Koin silver"


Aku tidak tahu kekuatan dari surat rekomendasi dari Rachel sangatlah berpengaruh..


Siapa sebenarnya Rachel.


Lupakan masalah itu..


Sebenarnya ada satu lagi yang membuatku penasaran.


Kartu tersebut menunjukkan statusku lalu apa yang ada di depanku.


Apakah orang lain tidak dapat melihatnya.


Nama : Reyhan Naim


Main Class : Mage


Sub Class : Assassin, Knight, Archer, Guardian.


...


Semua isinya sama seperti ditunjukkan di dalam kartu namun yang membedakan adalah Sub Class.. Apakah aku dapat mempelajari Skill selain dari Mage.


"Apakah aku boleh bertanya.. Bagaimana cara mempelajari skill"

__ADS_1


"Dengan membuatnya sendiri dengan berlatih atau mempelajarinya dari orang lain"


"Apakah bisa mempelajari skill selain dari class mage"


"Tidak bisa"


Benar seharusnya di game RPG juga tidak bisa mempelajari skill yang bukan dari class nya sendiri tapi apa maksudnya ini..


Semakin aku memikirnya semakin pusing jadinya kepalaku..


Biarkan saja dulu untuk saat ini aku harus mencari tempat untuk bermalam.


Kalau dipikir pikir dimana dua orang teman idiotku.


...


Sementara itu..


"Hei apakah kau yakin jalannya ke arah sini" kata Iwan dengan nada tidak percaya.


"Jangan remehkan ingatanku.. aku sangat yakin disini" Balas Rian dengan bangga.


Namun walaupun dia sudah berkata seperti itu dia benar benar tidak tahu kemana arah guild petualang.


"Hei kalian mau kemana ?" Ucap seseorang sambil memegang bahu Rian.


Rian terkejut dengan tangan yang tiba tiba muncul tepat di bahunya.


"Siapa?" Ucap Rian dengan panik sambil mengeluarkan kuda - kuda silat miliknya.


"Tenang kenapa kalian begitu panik" Tanya pemuda tersebut dengan heran.


"Kau.. bukankah... Siapa ya?"


Guha.. pemuda tersebut langsung terkena serangan batin secara tidak langsung.


"Benar hawa keberadaanku memang begitu tipis wajar saja kalian tidak ingat" Ucap pemuda tersebut seakan akan ingin menangis. "Namaku Hiura Yire aku satu rombongan dengan kalian walaupun kau tidak mengingatku tapi aku masih mengingat masakan rendang yang kau buat"


Rian dan Iwan mencoba mengingat wajahnya namun tetap saja otak kecil mereka tidak mempunyai ingatan tentang wajahnya.


Lagipula Rian dan Iwan terlalu fokus untuk melihat wajah para gadis disana namun tidak ada yang begitu cantik selain dari resepsionis yang mereka lihat hari ini.


Mengingat itu Rian dan Iwan menghela napas secara bersamaan.


"...?"


"Ahem" Rian batuk untuk meredakan kesunyian. "Apakah kau tahu kemana arah menuju Guild Petualang"


"Apakah kalian tersesat" Tanya Hiura.


Bukankah itu sama saja -_-


"Guild petualang tidak jauh lagi kalian cuma ambil jalan lurus ini lalu saat ada persimpangan kalian belok kanan" Kata Hiura dengan peragaan tangan menunjukkan jalan ke arah guild petualang.


"Ah terima kasih Hanura"


"Namaku Hiura T.T"


Rian dan Iwan pun pergi setelah ditunjuk jalan oleh Hiura.


Setelah sampai mereka melihat Rei sudah menunggu mereka di depan pintu gerbang guild.


"Rei.. Syukurlah kau tidak tersesat" Ucap Rian datang dengan memegang bahuku.


Aku melihat mereka dengan wajah dingin..


"Untung kau tidak berjalan jalan jauh dari guild jika tidak kau pasti tersesat" Kata Iwan dengan mata berbinar binar.


"Benar karena kau sudah bertemu dengan kami sekarang kau aman" Sambung Rian dengan tegas.


"..."


Aku menatap mereka dengan wajah dingin.


Sungguh aku ingin menonjok wajah mereka..


Mereka bertingkah seolah aku yang tersesat padahal yang tersesat adalah mereka.


Sejak awal bukankah kalian yang meninggalkanku..


"Untung aku tidak tersesat bagaimana yang akan terjadi jika aku tidak bertemu dengan kalian" Balasku dengan nada datar.


"Sekarang kemana kita pergi" Tanya Iwan.


"Bukankah kalian akan mendaftar petualang" Jawabku dengan heran..


Apakah mereka idiot !?.


"Astaga aku lupa alasan aku datang kesini apakah kau sudah Rei"


"Aku sudah"


"berarti kami berdua mau daftar dulu"


Mereka masuk ke dalam guild petualang..


Karena penasaran aku mengikuti mereka di belakang.

__ADS_1


"Saya ingin mendaftar Miss Kirana" Ucap Rian dengan gentle..


Kirana menatap mereka dengan dingin..


Tatapannya sudah tidak memandang seperti manusia melainkan seperti melihat serangga..


Aku mungkin tidak berani untuk menggodanya jika dia menatapku seperti itu.


"Isi kertas ini dengan data diri dan letakkan tangan diatas bola kristal ini"


"Apa ini kertas lamaran untuk menikah" Kata Rian dengan percaya diri


Kirana menatap mereka lagi dengan wajah begitu jijik.


Oi kalian tolong berhenti...


"Cuma bercanda... tapi jika serius mungkin kita bisa.. Ahem"


Tolong kalian berhenti..


Wah.. Wajah Kirana sekarang ini bahkan menatap mereka begitu jijik dan lebih jijik lagi..


Apakah mereka tidak menyadarinya..


Rian hanya tersenyum saat Kirana diam saja dan menatapnya seperti itu.


Beberapa saat..


Setelah Rian dan Iwan mengisi data diri mereka meletakkan tangan ke bola kristal..


Pertama Rian memiliki warna Biru tua dan Merah.. Sedangkan Iwan dia memiliki warna Kuning dan Orange..


"Anda dapat memilih Class Mage dan Knight" Ucap Kirana dengan wajah jijik kepada Rian.


"Sedangkan Anda dapat memilih Class Archer dan Guardian" Ucap Kirana kepada Iwan.


Mereka berdua berpikir begitu keras...


Lalu..


"Aku memilih keduanya" Ucap Rian dengan percaya diri.


"Sama aku juga" Sambung Iwan.


...


Kirana menatap mereka dan tatapan matanya terlihat seperti berkata 'Apakah kalian idiot'..


Apakah dia melihatku seperti itu juga tadi..


"Tuan.. Class hanya bisa dipilih cuma satu"


Saat Kirana berkata begitu warna di dalam bola kristal tiba tiba keluar dan mengelilingi tubuh Rian dan Iwan lalu warna tersebut masuk ke dalam tubuhnya Rian dan Iwan..


Semua orang yang berada di dalam guild terkejut dengan kejadian tersebut. Karena hal tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya.


Warna di dalam Kristal masuk ke dalam tubuh Rian dan Iwan memang pemandangan yang begitu mengejutkan..


Sedikit berbeda dengan diriku yang bola kristalnya hanya bergetar dengan hebat.


Mungkinkah Rian dan Iwan memiliki kekuatan OP seperti yang ada di novel isekai jepang.


"Tolong kasihkan cairan tubuh kalian ke kartu ini" Ucap Kirana dengan penasaran.


"Jangan bilang itu.. darah?"


"Keringat, liur yang berasal dari tubuh.. tolong jangan membuat orang salah paham" Ucap Kirana dengan marah dibalut wajah memerahnya.


Rian dan Iwan tidak begitu mengerti hanya melakukan apa yang diperintahkan Kirana kepada mereka.


Saat Rian dan Iwan meletakkan air liurnya dikartu tersebut tiba tiba berisi sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya.


Bersambung...


Ruang Curhat Pemain


"Apakah kau pikir sekarang gadis gadis akan tertarik denganku mulai sekarang" (Rian)


"Kurasa tidak" (Rei)


"Tunggu bukankah Kirana sudah terlihat seperti itu" (Rian)


"Apakah kau sangat yakin tentang itu" (Rei)


"Sepertinya dia melihat gadis tidak seperti orang normal" (Iwan)


"Mungkinkah dia termasuk orang yang melihat sesuatu dari sudut pandang yang sempit" (Rei)


"Oi apa yang kalian bicarakan" (Rian)


Mereka menatap Rian dengan wajah kasihan.


Suasana menjadi Curam..


Note Author : Maaf jika ada yang salah pengetikan atau tulisan yang salah.. tolong maafkan.. jika kalian menemukannya atau ada yang janggal jangan sungkan memberikan kritik kalian..


Btw jangan lupa like.. Karena ego seseorang dapat dilihat dari berapa sering dia menekan tombol like :).. Sampa Jumpa Next Episode

__ADS_1


__ADS_2