
Kami berjalan di gua yang penuh akan cahaya kristal yang begitu indah menemani perjalanan kami.
"Apakah ini jalan yang benar ?"
"Aku sangat yakin cara tradisional pasti berhasil"
Rian dan Iwan saling cekcok memimpin di depan seraya membicarakan jalan yang dipilih.
Ketika mereka saling berbicara cahaya dari luar gua masuk dan memperlihatkan jalan keluar sudah dekat.
"Lihat itu jalan keluar" Ucap Rian dengan senang.
Iwan yang mendengar itu mengangkat hidungnya dengan tinggi.
"Aku ini ahlinya dalam berpetualang seperti ini karena acara di tv.. apakah kau pernah mendengar acara tv nya ?"
"Ah.. acara itu.. jejak si botak" Balas Rian dengan percaya diri.
"Jejak si petualang!" Balas Iwan dengan kesal. "aku ini reikarnasi panji kau tahu" Sambung Iwan dengan bangga.
"Panji masih hidup oi!" Balasku menatapnya dengan sinis.
Aku hanya bisa melihat mereka saling berbicara omong kosong dan terkadang aku ikut tertawa membalas lelucon mereka.
Jujur mereka kadang selalu saja berbicara tanpa topik arahan yang jelas..
Sungguh bersama mereka kadang bisa menghibur diri sendiri..
Kami keluar dari dalam gua dan melihat pemandangan yang begitu luas akan pepohonan yang begitu besar.
Pohon tersebut begitu besar hingga terlihat seperti gedung pencakar langit.
"Ini terlihat berbeda dari tempat kita semula" Ucap Rian dengan kebingungan.
"Apakah memang ada pepohonan sebesar ini ketika kita dalam gerbong kereta" Sambung Iwan dengan penasaran.
"Tidak ada.. ini baru pertama kali aku melihat ini" Balasku dengan keheranan.
"Apakah kita ada di dunia lain ?" Tanya Iwan dengan kaget.
"Kita sudah ada di dunia lain idiot" Balasku dengan sinis.
"Oh ya.. kau benar.. jadi kita dikirim ke dunia lain terus ke dunia lain lagi..itu akan jadi judul novel yang aneh"
"Mari kita menelusuri tempat ini.. siapa tahu kita menemukan pemukiman atau orang untuk bertanya"
Rian dan Iwan hanya mengangguk setuju dengan pendapatku.
Kami pun memulai menelusuri tempat ini..
Sembari melihat peta yang aku punya untuk memperkirakan ada dimana kami..
Namun peta tidak memperlihatkan tanda seperti hutan.. apakah tempat ini memang ada di dunia lain ?..
Tiga orang idiot pergi ke dunia lain dan ke dunia lain.
Deskripsi judul yang mengerikan..
Aku menggelengkan kepalaku ketika memikirkan sesuatu yang aneh.
Rian meletakkan kedua tangannya di telinga untuk dapat mendengarkan sesuatu.
"Hei.. kau dengar itu ?" Rian berbicara dengan tersenyum senang.
"Kau mendengar apa ?" Balas Iwan dengan memperagakan hal yang sama dilakukan oleh Rian.
Mereka berdua saling tersenyum..
""Sumber air""
Ah !
Entah mengapa aku merasakan deja vu yang telah lama aku lupakan kini kembali datang.
"Mari ikuti aku"
Rian dengan senang memimpin di depan untuk mencari sumber suara yang dia dengar.
Aku harap ini bukan seseorang yang sedang.. ya aku harap tidak.
__ADS_1
Kami mengikuti Rian dan seketika pandangan kami terisi dengan indahnya air terjun yang jatuh dari ketinggian.
Airnya begitu jernih dan indahnya pelangi yang muncul akibat pembiasan cahaya di sela sela air terjun menambah keindahan tersebut.
Angin sejuk menerpa kami yang berdiri di pinggir air terjun..
"Air terjun ini sangat indah" Ucap Rian dengan terpukau.
"Aku merasa ingin mandi di sini" Sambung Iwan dengan jujur.
"Mandi ?" Tanyaku dengan bingung.
"Yah kau tahu.. membasahi tubuhmu dengan air--"
"Yah aku tahu apa itu mandi" Balasku dengan kesal.
"Hei itu ide yang bagus.. kapan lagi kita dapat mandi di air terjun yang indah ini" Ucap Rian dengan bahagia.
"Tunggu jangan bilang kalian mau mandi ?"
"Sebentar saja"
"Rei.."
Mereka berdua melihatku dengan mata yang memelas.
Aku menghela napasku.
"Sebentar saja"
"Hore"
Mereka berdua begitu bersemangat langsung melepaskan pakaian mereka dan terjun ke air.
"Puah~Segar~"
"Airnya aku minum dan rasanya sangat manis"
"Yang benar ?"
Rian ikut meminum air yang dibilang Iwan dan merasakan kesegaran yang tidak pernah dia rasakan.
Aku mendengar mereka jadi agak penasaran bagaimana rasanya.
Jadi aku melepaskan pakaianku dan terjun ke air.
Segarnya air sangat nyaman dan ketika aku meminumnya rasanya tidak seburuk yang aku kira.
"Kenapa tiba-tiba air jadi hangat ?" Iwan bertanya dengan heran.
"Hehe" Rian tertawa kecil.
Aku yang meminum air yang tidak jauh darinya langsung melebarkan mataku dengan terkejut.
"Kampret.."
Aku langsung mengeluarkan air yang ada di mulutku dengan cepat.
Beberapa sudah aku minum..
Mungkin air tadi belum terkontimasi tapi tetap saja ini sedikit membuatku takut.
"Maaf aku tidak sengaja oke.. airnya sangat menstimulasi hingga kandung kemihku-"
"Tidak usah dijelaskan secara detail" Ucapku menghentikan penjelasan Rian.
Aku hanya ingin melupakannya dengan merasakan sejuknya air terjun dan indahnya pemandangan pelangi yang ada di air terjun
Rian dan Iwan tidak mengangguku lagi dan berenang menjauh dariku..
Mereka berdua sepertinya sedang berlomba berenang seperti anak kecil.
Hah~
Ini lumayan enak dan nyaman.
Ketika aku berpikir seperti itu suara langkah kaki dapat aku dengar.
Ketika aku menoleh ke sumber suara tersebut.
__ADS_1
Pemandangan gadis dengan pakaian dalam mereka terlihat.
Ada lima gadis yang terlihat..
Dan..
Mereka memiliki telinga panjang dan runcing.
"Kyaa!!!"
Mereka semua berteriak histeris seperti perempuan pada umumnya.
Rian dan Iwan juga melihat mereka..
Tentunya tanpa berkedip sedikitpun.
Ketika kami terpana melihat mereka salah satu dari mereka membaca sebuah mantra dan air yang ada di air terjun tiba-tiba menjadi besar hingga membuat kami tersapu ombak yang begitu besar.
Aku tidak mengira akan datangnya hal tersebut hingga diriku tersapu cukup jauh dari air terjun dan terpental keras di pohon.
Rian dan Iwan juga memiliki nasib yang sama denganku.
Aku ingin berniat melawan namun entah kenapa aku tiba-tiba merasa mengantuk..
...
...
...
...
Aku membuka mataku secara perlahan dan mendapati diriku di tempat yang sangat familiar.
"Selamat pagi Rei" Ucap Rian menyambutku.
"Apakah kau bermimpi indah ?" Iwan menanyakan diriku yang baru bangun.
Mereka berdua memiliki borgol di tangan mereka.
Aku juga mendapati diriku dengan borgol di tanganku.
Setiap perjalanan apakah kami akan mendapati diri kami di dalam penjara ?.
Bersambung..
[Ruang curhat pemain]
"Kita ada di penjara lagi" Rian
"Apakah ini udah menjadi takdir kita ?" Iwan
"Biasalah" Rei
"Kapan lagi kan melihat karakter sendiri tersiksa" Author
"Bang hajime suruh mikasa menggal kepala ni orang" Rian
"Janganlah anjir.." Author
...
Begitulah..
Tinggalkan like, vote, dan komen kalian..
Karena itu akan menambah semangat Author dalam berkarya..
..
...
...
....
.....
Tapi boong :v
__ADS_1
Karena author punya kesibukan juga jadi gk bisa janji cepat juga updatenya :v