
Benteng sebelah kanan dimana itu adalah tempat dimana Hena sedang melindungi benteng dari serangan monster yang datang.
Kondisi medan hutan cukup memadai untuk melakukan serangan terhadap monster tersebut.
Mereka dapat menahan monster tersebut dan membunuh mereka dengan mudah.
Namun sayangnya jumlah monster terus saja bertambah dengan banyak.
"Tuan putri, monster telah menerobos bagian sayap kanan" Lapor seseorang kepada Hena.
"Aku akan pergi ke sana" Balas Hena dengan cepat.
Hena dengan cepat berlari menuju tempat tersebut.
Dengan bantuan pohon - pohon yang dia loncati membuat dia sampai dengan cepat.
Dia langsung terjun dari atas pohon dan menancapkan salah satu belatinya kearah kepala monster.
Semua orang yang melihat itu menjadi semangat.
"Tuan putri"
Semua bernapas lega akan kedatangan tuan putri untuk membantu.
"Tetap fokus"
Hena menarik pisaunya dari monster yang telah dia tumbangkan.
Dia berdiri dengan tegap dan melihat kearah kawanan monster yang datang tanpa henti dari arah hutan.
Satu Orc bergerak dengan cepat menuju kearahnya.
Dia menghindari palu besar yang dibawa oleh Orc yang diarahkannya kepadanya.
Hentakan dari palu tersebut mengenai tanah kosong dan ketika monster itu menyadari bahwa Hena sudah ada berada dibelakang punggungnya.
Seketika itu kepalanya terlepas dari tubuhnya.
Satu monster dari pohon bergelantungan dengan mengerikan sedang melihat Hena.
Itu adalah Monster Monyet yang memiliki ekor ular.
Monyet itu turun dari pohon dengan cepat menuju kearah Hena.
Hena dengan cepat menghindari serangan yang datang ketika tangan monster tersebut berusaha meraihnya.
Ketika dia fokus untuk menghindari serangan monster itu salah satu ekornya yaitu ular yang sedang merayap dengan ganas kearahnya.
Dia menebas belatinya dengan cepat untuk melindungi tubuhnya dari serangan tersebut.
Namun ular tersebut hanyalah sebuah umpan..
Serangan aslinya adalah monyet tersebut yang dengan santai menangkap dirinya.
Hena berusaha untuk mengeluarkan tangannya yang terjepit oleh cengkeramannya..
Namun tidak bisa.
"Tuan putri"
Orang yang melihat itu tidak diam dan berusaha untuk menyelematkan tuan putri namun..
Monster telah menghadang mereka untuk mendekat.
Monyet itu dengan ganas menjilati bibirnya seolah dia menemukan sebuah pisang yang begitu sedap.
Ini adalah kesalahannya karena tidak waspada untuk monster yang satu ini.
Jika seandainya saja dia menggunakan skill Stealth dia mungkin bisa saja menghilang dengan cepat dan membunuhnya.
Namun itu adalah satu kecerobohannya untuk tidak melakukan itu.
Sebuah pisau kecil melesat kearah kepala monster tersebut dan membuatnya terkejut untuk melepaskan cenkeramannya.
Melihat hal itu Hena langsung mengambil kesempatan ini untuk lolos dari cengkeramannya dengan menarik pisaunya keatas dan berhasil memotong satu jarinya.
"Argggjjh"
Monster tersebut melepaskan Hena dan merasakan keterkejutan akan sakit yang menimpanya.
Hena dengan cepat menyelinap kearah leher monster tersebut dari bawah tubuhnya dan melakukan usaha ekstra untuk memenggal lehernya yang begitu tebal.
Monster tersebut masih mempertahankan kehidupannya dengan menggunakan ekor ular miliknya untuk menyerang Hena.
Namun ketika itu hendak sampai ketubuhnya.
Ekor monster telah putus dengan pisau yang melayang tepat menuju ekornya.
Hena mempercepat serangannya dan akhirnya berhasil untuk memenggal sepenuhnya leher monster tersebut.
Darah mencuat dan mengenai pipi Hena.
Hena menggosok pipinya dengan lengan baju miliknya.
Dia melihat kearah atas pepohonan dan melihat seorang pemuda bertopeng dengan santai mengangguk kepadanya.
"Jack ?"
Hena bingung akan keberadaannya di sini..
Bukankah seharusnya dia sedang menjaga benteng bagian belakang istana ?.
Hena ingin mengucapkan sesuatu namun monster masih terus berdatangan.
Pada akhirnya dia menyimpan pertanyaannya miliknya di hatinya.
...
__ADS_1
...
...
Heni dengan sigap melawan monster yang datang kearahnya.
Dia telah diperintahkan oleh kakaknya Hena untuk menjaga benteng bagian kiri bersama pasukan miliknya.
Oleh karena itu dia telah melawan monster yang tiada henti terus berdatangan.
Ketika dia selesai membunuh satu monster.
Satu monster telah datang lagi kearahnya.
Mata Heni bergerak dengan begitu cepat memperhatikan serangan monster yang datang dan menghindarinya dengan begitu baik.
Hanya dengan satu gerakan dia dengan begitu cepat merobohkan monster yang datang dengan menyerang bagian tubuhnya dan kepalanya dengan rapi.
Darah mengalir dari pedang yang dia pegang
"Aauuuuuummmmm"
Serigala besar datang mengaum dengan begitu kuat dan memiliki beberapa urat yang muncul ditubuhnya.
Monster serigala tersebut berbeda dengan monster yang lain.
Ketika monster serigala tersebut yang berada cukup jauh dari Heni.
Namun hanya kedipan mata Heni dia sudah menjadi begitu dekat dengannya.
Heni dengan cepat menghindari cakar serigala dengan begitu tipis hampir mengenai wajahnya.
Satu hela rambut Heni terpotong akibat cakar tersebut.
Monster tersebut memiliki momentum yang begitu kuat dan kembali lagi untuk melancarkan serangan selanjutnya.
Dengan cepat Heni mundur namun serangannya tersebut masih mengenai dirinya hingga membuat bahunya tergores dengan rapi membentuk luka.
Perlahan darah turun dari bahunya dan mengalir menuju tangannya sampai dipegangan pedang miliknya.
Serigala tersebut menjilat tangannya yang berisi darah Heni.
Dia mengaum dengan ganas dan menyukai rasanya.
Dia memiliki keinginan yang begitu kuat untuk memakan Heni.
Heni membuang pedang yang dia pegang dan mengeluarkan dua belati kecil di kantong penyimpanannya.
Heni bukanlah orang yang memiliki Class Knight sejak awal.
Dia menggunakan pedang hanya ingin menghemat energinya.
Tapi sekarang menghemat energi tidak begitu penting.
"Stealth"
Insting Serigala tersebut begitu baik oleh karena itu serigala tersebut dapat mengantisipasi serangan tersebut dengan menghindarinya kesamping dan menangkisnya dengan cakar miliknya.
Serigala tersebut mendorong Heni dengan tubuhnya yang besar dan membuat Heni terpental dari tempatnya berdiri.
Serigala tersebut mengambil kesempatan ini untuk menyerangnya namun Heni memiliki manuver gerakan yang mengerikan ketika dia berada di udara.
Dia dengan santai membalik badannya kearah samping dan melemparkan salah satu belatinya tepat kearah mata serigala tersebut.
Serigala tersebut terkejut akan hal itu dan tidak dapat menghindarinya.
Serigala tersebut meringis kesakitan akan matanya yang terluka.
Namun Serigala tersebut masih mempertahankan pandangannya kearah Heni.
Heni dengan kecil tersenyum bangga.
Namun ketika dia bangga tersebut perlahan pedang yang ada dimata serigala tersebut jatuh dan melihat bahwa regenerasi milik serigala tersebut begitu cepat.
Regenerasi lukanya serigala tersebut memiliki kecepatannya yang mengerikan..
Hanya beberapa detik luka dimatanya menghilang.
"Apa!?"
Heni tidak bisa untuk menahan dirinya akan keterkejutannya melihat hal itu..
Monster tersebut melihat kearahnya dengan marah.
Hanya beberapa detik monster tersebut telah menghilang dihadapannya dan telah muncul dibelakangnya.
Heni memiliki kelincahan yang bagus namun dia tidak dapat menghindari serangan yang akan datang kearahnya.
Dia mengangkat belatinya untuk melindungi dirinya.
Ketika dia telah berharap bahwa hidupnya akan berakhir seseorang meneriaki namanya.
"Heni!"
Seorang lelaki tampan memberikan sebuah tendangan lurus dari samping mengenai tepat kepala serigala tersebut.
Serigala tersebut tersungkur ke tanah dengan begitu mengerikan.
Dia menggeram kesakitan akan tetapi dia memiliki regenerasi luka yang memulihkan kesehatannya dengan cepat.
"Frey ? Kenapa kau ada disini ?" Tanya Heni dengan kebingungan.
Frey seharusnya berjaga benteng bagian belakang tetapi kenapa ada di sini membuat Heni bertanya.
"Seseorang telah mengurus bagian belakang benteng.. jadi kau dapat tenang" Frey menjawab dengan bahagia. "Akan sulit menjelaskannya jadi sebaiknya kalahkan monster ini terlebih dahulu" Sambungnya dengan mengerutkan keningnya.
Frey menyadari bahwa monster didepannya sangat kuat
__ADS_1
Heni mengambil satu belati yang baru setelah dia kehilangan belati yang dia lemparkan kepada monster tersebut.
Frey melihat kearah Heni dan memperhatikan luka yang ada di bahunya.
Frey meletakkan tangannya kearah bahunya dan luka yang ada di bahu Heni mulai tertutup setelah cahaya hijau muncul di tangan Frey.
"Kau Class Support ?"
"Apakah aku belum memberitahukanmu"
Ketika mereka berbicara begitu santai dan mengabaikannya.. serigala tersebut menjadi marah..
Dia dengan cepat bangkit dari tanah dan langsung bergerak cepat layaknya angin.
Ketika dia muncul dibelakang mereka Heni dan Frey telah menebaknya dan telah mengayunkan serangan kepada monster tersebut.
"Begitu mudah ditebak"
Monster tersebut lagi - lagi dia terkena serangan Frey.
Frey hanya menggunakan tangan kosongnya untuk menyerang serigala tersebut.
Namun dari serangan tersebut berisi sebuah debuff yang diaktifkan ditangannya.
Ketika monster tersebut terkena serangan tersebut dan ingin memulihkan kesehatannya.
Tapi dia tidak bisa.
Frey adalah Class Support yang juga tidak hanya memiliki kemampuan penyembuhan tapi juga memiliki kemampuan untuk menghambat penyembuhan.
Bisa dibilang ini adalah Skill Debuff yang memberikan efek negatif pada monster.
"Aku telah melakukan sesuatu kepada regenerasi miliknya dan juga memberikan gangguan pada gerakan cepatnya.. sisanya terserah kepadamu"
"Kau tidak perlu memerintah diriku.. aku juga tahu"
Heni dengan cepat bergerak menuju monster tersebut.
Dengan kelincahan miliknya dia begitu cepat menyerang serigala tersebut.
Serigala tersebut mencoba untuk bertahan namun karena dia tidak dapat menghindarinya dengan kecepatannya yang terhambat dia hanya bisa menahan serangan dengan tubuhnya yang bergerak kesana kemari untuk menghindari.
Namun sayangnya Heni sudah begitu berpengalaman dalam pertarungan.
Apalagi dengan dua belati yang dia pegang membuatnya menjadi begitu mengerikan.
Heni mengincar bagian kaki serigala tersebut dengan memenggalnya begitu rapi lalu akhirnya dia menghancurkan isi perut serigala tersebut dengan bergerak dibawah tubuhnya yang besar lalu dia meloncati tubuhnya dirinya dan di udara dia membalikkan badannya dengan begitu hebat dan melancarkan serangannya kearah leher monster tersebut.
Kepala monster tersebut pun jatuh dengan keras ke tanah dan meninggalkan tubuhnya tanpa nyawa.
"Sungguh teknik yang bagus untuk mengakhiri nyawa serigala tersebut"
"Pujianmu itu tidak berarti bagiku"
"Yah itu sungguh hebat.. aku bisa melihat rokmu berkibar dengan mantap diudara menampilkan keindahan yang tidak bisa diceritakan oleh orang rendahan ini"
"Kau!? Dasar Mesum.. Aku akan membunuhmu selanjutnya"
"Tunggu itu bercanda.. lihat monster masih berdatangan.. kita harus membantu yang lain"
Frey dengan panik membuat alasan.
Namun perkataan Frey masih berupa fakta.
Karena serangan monster masih belum berakhir.
Masih banyak monster yang terus berdatangan.
Heni hanya bisa menyimpan rasa membunuhnya untuk saat ini.
Bersambung..
Catatan Author :
Regenerasi dalam biologi adalah menumbuhkan kembali bagian tubuh yang rusak atau lepas.
Debuff merupakan pemberian kerugian terhadap siapapun yang terkena efek ini. Biasanya, skill debuff akan mengurangi stats yang ada dan bahkan memberikan efek Crowd Control terhadap siapapun yang terkena efek debuff.
...
Sumpah dah.. ini orang berdua memiliki keberadaan yang begitu baik dihati saya sekarang ini..
Jack dan Frey.
Hena dan Heni.
Mereka sudah bisa dibilang menjadi tokoh utama juga.
Aku akan pastikan memberikan adegan keren yang banyak kepada mereka.
Tiga orang itu ?
Hmpphh.
Siapa yang peduli dengan tokoh utama.. Haha.. :v
Oke itu aja..
Jangan bilang ke mereka bahwa aku sedang menghibah mereka..
Karena mereka sedang sibuk bertarung jadi ruang curhat pemain saat ini masih kosong..
Aku merasa kesepian :')
Oke itu aja..
Jangan lupa like dan juga vote ya kalau bisa.
__ADS_1