Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Monster Rubah ? Trenggiling ? Tikus Tanah ? Atau ?


__ADS_3

Monster tersebut berjalan dengan tegak layaknya manusia dengan tubuhnya yang berlapis dengan kulit trenggiling yang terlihat begitu keras..


Monster tersebut mengangkat jarinya dengan pelan menunjuk kearah Liana dan Yuina..


Yuina dan Liana merasakan tekanan yang begitu mengerikan di hati mereka..


Semua warga yang melihat itu menelan ludah mereka dengan begitu berat..


Tidak ada yang berani membuat suara sedikitpun dari tempat mereka berdiri..


Monster tersebut masuk ke dalam tanah dengan cara menggaruknya begitu cepat..


Ketika dia baru masuk Yuina telah dikejutkan kemunculannya dari samping..


Cakar miliknya telah diayunkan dengan cepat kearahnya..


Liana yang berada di sampingnya telah beraksi begitu cepat untuk melindungi Yuina dengan menahan serangan yang datang. Namun pedang yang dia gunakan langsung patah..


Alhasil serangan tersebut mengenai dirinya dengan meninggalkan luka di tubuhnya..


Untungnya luka tersebut tidak terlalu dalam hingga harus membuka organ perutnya..


"Liana!"


Yuina dengan cepat menahan tubuh Liana yang jatuh karena serangan tersebut..


Yuina membangun dinding tanah dengan sihirnya untuk melindungi dirinya..


Namun itu tidak terlalu berarti apa - apa di depan monster ini..


Satu langkah lagi ketika dia melancarkan serangannya..


Pak Demark datang dengan cepat menyerangnya dari samping hingga membuatnya mundur beberapa langkah..


"Yuina kau baik - baik saja ?" Tanya Pak Demark dengan cepat.


"Pak Demark.. Liana.." Balas Yuina dengan panik.


"Aku masih bisa bertarung.." Ucap Liana yang terlihat memaksakan dirinya untuk tetap sadar.


"Kiana.. tolong bawa mereka ke tempat aman!" Ucap pak Demark kearah bu Kiana.


"Tapi--"


"Aku bisa menahannya"


Kiana mengangguk dengan cepat dan membawa Liana mundur ke tempat yang aman..


Demark melihat mereka menjauh akhirnya dapat bernapas lega..


Namun hanya seperkian detik dia mengalihkan pandangannya dari monster tersebut dia sudah ada tepat di depannya..


Pak Demark menahannya dengan kekuatan otot tangannya..


Walaupun cakarannya tidak dapat melukainya karena ototnya yang keras namun tetap saja yang namanya kulit manusia pasti akan terluka..


Darah mengalir secara perlahan dari tangannya..


Satu serangan datang dari arah samping..


Pak Demark dengan sigap menghindari itu dengan kekuatan miliknya namun beberapa serangan masih mengenainya karena cakarnya yang begitu panjang..


Monster tersebut memiliki kesabaran yang begitu sedikit..


Dia masuk kembali ke dalam tanah dengan begitu mudah..


Lalu muncul dari atas untuk menarik Pak Demark..


Namun pak Demark tersenyum dengan ganas karena dia telah mengarahkan tinjunya tepat di atasnya..


Serangan tersebut mengenainya sebelum dia memunculkan kepala..


Tumbukannya begitu keras namun itu masih belum cukup untuk membunuhnya..


Bahkan monster tersebut tidak terluka sama sekali karena terlindungi dari kulitnya yang begitu keras.


"Tch"


Pak Demark mendecak lidahnya dengan kesal..

__ADS_1


Ketika dia ingin melancarkan serangan yang berikutnya monster tersebut menghilang ke dalam tanah dan telah muncul dibelakang pak Demark..


"Bagaimana bisa"


Pak Demark tidak bisa menghindari itu dan terkena serangan cakarnya dibelakang punggungnya dan meninggalkan luka..


Monster tersebut ingin melanjutkan serangannya namun sebuah pedang melayang tepat ke wajahnya..


Namun reaksinya begitu cepat untuk menghindari itu..


"Demark! kau baik-baik saja!"


Kiana terlihat panik melihat hal itu..


Kiana telah mengantarkan Liana ke tempat yang aman dan langsung kembali membantu Demark.


"Aku tidak apa - apa.. tubuhku lumayan berotot jadi serangannya tidak terlalu fatal"


Pak Demark berdiri dengan luka yang menetes dari punggungnya..


Terlihat sayatan cakar monster tetapi untung itu tidak terlalu dalam..


Kiana merasakan bahwa kenangan ketika dia dilindungi oleh Demark kembali terngiang di kepalanya..


(Aku tidak akan mengulangi kejadian seperti di masa lalu)


Kiana memegang pedangnya dengan erat dan mengarahkannya kepada monster tersebut..


Monster tersebut memberikan sebuah senyuman dari wajah rubah miliknya yang telah tercampur dengan wajah tikus tanah dan trenggiling..


Itu kombinasi wajah yang mengerikan jika kita membayangkannya..


Rubah memiliki sifat yang licik dan dapat beradaptasi dengan cepat..


Tikus tanah dapat menggaruk tanah dengan cepat seperti ikan yang berenang di lautan..


Trenggiling memiliki kulit yang begitu keras..


Kombinasi yang mengerikan bukan ?


Ketika melihat monster tersebut ingin masuk ke dalam tanah dia tidak menghentikannya...


Lalu ketika dia merasakan sedikit getaran dia menyadari darimana arahnya datang..


Ketika cakar monster tersebut ingin mengenai Kiana.. hanya persekian detik Kiana mengambil pedang baru dari kantong penyimpanan dengan begitu cepat..


Satu pedang baru datang menukik kearah mata monster tersebut..


Kiana telah merebut kesempatan dimana monster tersebut terpancing untuk menyerangnya..


Dengan momentum yang kuat Kiana memasukkan lebih dalam ke matanya..


Monster tersebut tidak bodoh..


Dia langsung melancarkan serangan kearah Kiana..


Kiana mundur beberapa langkah dalam penjagaannya dan mengambil sebilah pedang baru..


Namun ketika dia telah mengambil pedangnya dan mengarahkannya kepada monster tersebut..


Dia telah menghilang..


Bunyi tanah yang begitu keras muncul tepat di bawah kakinya..


"Kiana!!"


Teriakan Demark begitu keras melihat pemandangan itu..


Ketika Kiana ingin terbawa oleh monster tersebut sebuah cahaya menyilaukan datang hingga menyakiti matanya yang satunya..


Demark menarik tangan Kiana dengan kuat sambil menginjak wajah monster tersebut dengan begitu kuat..


"Kiana kau tidak apa-apa ?"


Demark melihat seluruh tubuhnya Kiana yang terlihat utuh..


Sebuah tamparan melayang tepat ke wajah Demark..


"Ini bukan saatnya"

__ADS_1


Kiana memasang wajah memerah padam karena kelakukan Demark yang menatap tubuhnya dengan begitu dekat.


"Bu Kiana dan Pak Demark, kalian tidak apa-apa"


Yuina datang dengan suara khawatir..


Cahaya yang datang membantu itu adalah sihir milik Yuina.


Sejenak mereka sedang berbicara..


Monster tersebut muncul dengan wajah yang sangat marah dengan salah satu matanya yang terluka..


Dia menatap kearah Kiana, Demark dan Yuina dengan tatapan kesal..


Taringnya mengeluarkan suara gesekan dirahangnya..


Senyuman kini perlahan menghilang..


Hanya wajah marah..


Marah..


Dia yang awalnya berdiri tegak perlahan turun dan berdiri dengan keempat kakinya layaknya hewan berkaki empat..


"B-BUNUH.. M-MANUSIA"


Dia berbicara dengan begitu kesulitan namun maknanya masih dapat dimengerti oleh orang-orang..


Suasana menjadi begitu mencekam..


Ketika itu..


Monster tersebut bergerak dengan cepat kearah bu Kiana.


Kecepatannya jauh berbeda ketika dia sedang berdiri dengan dua kakinya..


Reaksi pak Demark begitu cepat dan menahan serangan tersebut.


Otot pak Demark menampilkan urat yang begitu mengerikan ditangannya akibat menahan tangan monster tersebut..


Cakarnya hanya berjarak satu sentimeter dari wajahnya..


Kiana tidak hanya diam dan menyerang monster tersebut dari samping menggunakan Aura Pedang miliknya..


Tebasan telah mengenai kulit monster tersebut namun...


Tanpa disadari..


Pedang yang digunakan Kiana langsung patah dan tangannya terluka begitu berat..


Ketika dia menyadari apa yang terjadi...


Kulit monster tersebut telah berubah menjadi kulit landak yang begitu tajam..


"Kiana!"


Monster tersebut mengambil kesempatan keterkejutan ini dan berhasil mengerahkan kekuatannya untuk menggapai wajah Pak Demark dan sebuah luka muncul dengan berat dibagian kepalanya..


Pandangan Pak Demark perlahan memudar..


Suara yang ada disekitarnya mulai terdengar hening secara tiba - tiba..


(Apakah aku akan mati ?)


...


Bersambung..


Aku tidak terlalu pede dalam adegan pertarungan..


Aku harap ini masih bagus dan tidak terkesan buruk..


Jika ada kritik atau saran tentang bagian ini aku harap kalian memberikan komentar di bawah sini.. oke..


Itu saja..


Tolong Like dengan semangat kalian..


Oh tunggu...

__ADS_1


Kenapa tanah tempatku tinggal bergetar ?


...


__ADS_2