Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Awal Menaklukan Dunia


__ADS_3

Suara kicauan burung dan sinar matahari yang masuk disela sela jendela membangunkanku..


Aku merentangkan tubuhku namun jujur aku masih merasa mengantuk karena dua orang idiot ini sangat berisik saat tidur dan juga beberapa kali ingin mengambil selimutku.


*Hoam...


Aku menguap dengan besar..


Lalu aku membuka jendela dan cahaya matahari masuk dengan cepat.


"Ah mataku"


"Silau!"


Mereka berguling guling di kasur saat cahaya matahari masuk..


"Apa yang kau lakukan! Bagaimana jika aku mengidap Sunphobia" Ucap Rian dengan marah.


"Tidak ada yang namanya Sunphobia" Jawabku dengan mata dingin.


"Eh tidak ada ya ?" Balas Rian dengan bingung.


"Tentu saja tidak ada apakah kau idiot"


"Ketakutan pada sinar matahari bukankah Sunphobia" Sambung Iwan dengan agak bingung.


"Jangan seenaknya membuat sebuah kata baru hanya karena kau tahu bahasa inggris" Balasku.


"Eh !?" Rian bingung sampai tidak dapat berkata kata.


"Aku cari di google.. tunggu aku lupa disini tidak ada sinyal" Ucap Iwan saat dia ingin mengambil hp nya.


"Aku baru ingat!.. bagaimana jika aku ingin nonton episode baru anime.. One Piece belum tamat" Sambung Rian dengan panik.


Kenapa mereka baru menyadari ini..


Aku lupa mereka idiot..


"Cepat bangun kita harus berangkat ke Akademi petualang pagi ini"


Mereka bangun dari tempat tidur walaupun masih terlihat enggan..


Kami bertiga datang ke belakang penginapan untuk mandi karena disini tidak ada yang namanya saluran air yang dapat mengalirkan air untuk kita mandi jadi kami harus mengambil air di sumur yang menggunakan sebuah katrol untuk mengangkutnya.


"Akan sangat enak jika kita bisa menggunakan sihir air" Ucap Iwan sambil menarik katrol.


"Ugh! sepertinya aku harus belajar itu" Sambung Rian.


Aku mengangguk setuju..


"Sepertinya langkah awal kita menaklukan dunia dari sini" Ucap Rian dengan bangga.


Entah apa hubungannya mandi dengan menaklukan dunia -_-


Kami membasuh diri kami dengan air secara bergantian karena sumurnya hanya satu.. Lalu memakai sabun yang berasal dari dunia kami karena sabun yang ada disini sedikit aneh karena menggunakan sebuah daun lalu menggosoknya di badan hingga berbusa.


Saat kami mandi.. pintu belakang penginapan terbuka..


Kami menyadari bahwa pintu tersebut ada seseorang yang mengintip kami..


"Ah tidak usah khawatirkan aku disini.. kalian bisa lanjutkan mandi kalian" Suara tersebut adalah seorang pria yang merupakan pemilik penginapan ini.


Punggung kami langsung merinding.. Akan sangat baik jika gadis cantik yang mengintip kami.. Tapi jika kau tahu bahwa yang mengintip kami adalah paman penginapan yang berotot..


Ugh! aku sudah memiliki pengalaman buruk tentang pria berotot dan sekarang satu lagi bertambah..


Walaupun kami menggunakan celana dalam untuk mandi tetap saja kesucian kami tidak bisa di halang hanya dengan ini.


Dengan begitu kami buru buru mandi hingga bayangan kami pun tidak dapat mengikutinya.


Lalu kami kembali ke kamar kami dan memakai seragam..


Ini adalah seragam Akademi Petualang yang diberikan kake--Guild Master kepada kami..


Aku tidak menyangka ini sangat pas di tubuh.


Seragam Akademi petualang sangat mirip dengan pakaian anak sekolah Sma yang dimana itu adalah pakaian di tambah dengan dasi berwarna merah dan hitam lalu sebuah jas almamater.. Namun yang membuatnya keren dari baju ini adalah jasnya.


Jasnya memiliki corak bewarna hijau dimana warna putih menghiasi pinggir bajunya dan warna biru untuk setiap kantongnya..


"Seragam ini apakah menambah ketampanan ku" Ucap Rian dengan bangga sambil bergaya.


"Apapun seragam yang kau pakai wajahmu akan tetap sama" Balasku dengan nada datar.


"Mau ke Korea ?" Sambung Iwan.


"Bukankah sudah terlambat karena kita di dunia lain" Jawabku dengan menggelengkan kepalaku.


"Kau benar" Balas Iwan dengan mengangguk.


"Temanku pada jahat T.T"

__ADS_1


Setelah itu kami keluar dari penginapan dan kami menuju ke Akademi petualang..


Tapi..


Ini akan menjadi tantangan yang sulit..


"Arah menuju Akademi Petualang kemana ya ?" Tanya Rian dengan polos.


Ya ini adalah tantangan yang sangat sulit..


Beberapa Waktu Kemudian...


"Akhirnya kita sampai" Kata Rian dengan ngos - ngosan.


"Apakah kita terlambat" Tanya Iwan.


"Tidak kita masih tepat waktu mungkin" Jawabku saat melihat pintu gerbang akademi.


Kami masuk ke dalam pintu gerbang dan terlihat disana penjaga sedang menatap kami dengan tajam.


"Untung saja kalian tepat waktu" Ucap sinis sang penjaga..


Sepertinya jika terlambat sepertinya akan menerima beberapa hukuman yang mirip seperti di bumi.


Kami berjalan masuk ke dalam Akademi dan kami tidak dapat membayangkan bahwa tempatnya sangat bagus dan juga besar.


"Mungkin jika aku berjalan sendiri disini mungkin aku akan tersesat" Rian bicara dengan kenyataan.


ugh!! Apakah ada peta disini..


Apakah aku perlu pinjam peta milik dora.


"Hei kalian masuk Akademi juga" Ucap seseorang yang ada dibelakang kami.


Saat kami menoleh ke belakang dan orang itu adalah Drian.


"Hei Drian" Balas Rian dengan senang saat dia tahu itu adalah Drian.


"Apakah kau juga masuk akademi petualang" Tanya Iwan dengan penasaran.


"Apakah kau tidak melihatnya" Jawab Drian dengan menunjuk seragamnya.


Ya aku melihatnya..


Saat mereka bicara Drian melihat kearahku.. Well sepertinya aku harus mengenalkan diriku.


"Dia Rei.. dia orang baik" Kata Rian sambil menunjuk kearahku.


"Itu normal bukan" Jawabnya dengan bingung.


"Kenapa nada perkenalannya seperti 'ini buah lemon.. rasanya manis' seperti itu"


"Eh lemon manis" Tanya Rian.


"Bukankah asam.." Jawab Iwan.


"Tunggu dulu kenapa kita bahas lemon" Ucapku dengan bingung.


...


Drian tertawa melihat kami..


"Kalian begitu dekat satu sama lain"


"""Aku bukan gay"""


...


Setelah itu kami berbincang sedikit dengan Drian beberapa hal yang tidak penting..


Seperti Kirana.. Seperti Kirana..


Bla bla.. aku tidak mengikuti pembicaraan mereka cuma mendengarkan saja walaupun dengan terpaksa.


Aku mengikuti mereka di belakang hingga sampai di ruangan kelas untuk murid baru.. Karena jika aku terpisah mungkin aku akan tersesat di tempat besar ini.


"Apakah ini ruang untuk murid baru" Tanya Rian dengan terpukau.


Kami melihat tempat dimana itu adalah sebuah ruangan dengan tempat duduk yang bertingkat ke atas seperti tempat duduk di universitas..


Kami masuk dan melihat bahwa disana sudah ada 30 lebih orang yang ada..


"Cih cuma ada 6" Kata Rian dengan tidak senang.


Rian dan Iwan cuma menghitung jumlah murid perempuannya. -_-


"Aku cuma butuh Kirana tidak butuh yang lain" Ucap Drian dengan gentleman.


Rian dan Iwan langsung terkejut dengan kata kata Drian..


"Aku cuma menghitung" Balas Rian tersenyum canggung.

__ADS_1


"Dasar Rian" Sambung Iwan.


"Hei kau tadi juga keliatan kecewa.. jangan cuma bisa melempar panci panas kearahku" Ucap Rian tidak senang.


Drian cuma bingung dengan pribahasa yang absurd itu.


"Hei kalian lihat itu mereka"


"Bukankah mereka berdua memiliki Dual Class"


"Enaknya bisa memiliki Dual Class"


Rian dan Iwan yang memiliki telinga yang panjang bisa mendengar hal tersebut dan langsung membusungkan dadanya seperti ayam..


Aku mundur beberapa langkah seperti biasa..


Karena jika bersama mereka berdua entah kenapa aku yang merasa malu.. Maafkan aku jika punya teman seperti ini -_-..


Kami pun memilih tempat duduk yang paling belakang karena disana kita bisa melihat secara jelas apa yang berada di depan.


"Menurutmu seperti apa guru kita"


Rian memulai pembicaraan yang tidak penting seperti biasanya.


"Aku harap itu perempuan" Jawab Iwan dengan cepat.


"Aku harap gurunya seperti yang ada di novel sebelah" Sambung Rian.


Aku juga berharap seperti itu..


"Apa yang kalian bicarakan" Tanya Drian dengan bingung.


"Menurutmu guru kita perempuan apa tidak" Rian mengulangi pertanyaan kepada Drian.


Saat mereka membahas guru tiba tiba kedatangannya tepat waktu..


Seorang pria berotot dengan kepala mohawk masuk.


Pria berotot tersebut berdiri di depan papan tulis..


"Oi jangan bilang"


"Nama saya Demark Piere, saya yang akan menjadi wali kelas kalian"


Aku melihat hanya bisa membuka mulutku karena terkejut..


"Kenapa harus pria berotot"


"Tidak!!"


Rian dan Iwan menangis dalam hati mereka..


Aku juga begitu..


Sialan realita ini sungguh menyakitkan..


Sialannnnnnn....


Bersambung..


Quotes untuk hari ini...


Mandilah untuk menaklukan dunia dan juga tolong kunci pintu kalian karena siapa tahu pria berotot akan datang mengintip kalian..


Ruang Curhat Pemain..


"Sunphobia bukannya phobia matahari kan ?" (Rian)


"Hanya karena kau bisa bahasa ingrris tolong jangan buat kata yang tidak ada" (Rei)


"Lalu apa nama orang yang phobia matahari" (Rian)


"Fearsunphobia" (Iwan)


"Kenapa menjadi lebih parah" (Rei)


"KowaiSunPhobia" (Iwan)


"Tolong jangan campur dengan bahasa jepang -_-" (Rei)


"Terus apa dong" (Iwan)


"..."


"..."


"..."


Suasana jadi bingung..


Tolong bantu mereka cari.. Sungguh aku tidak tahu apa apa ? [Author]

__ADS_1


__ADS_2