Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Monster Dalam Jalan Persembunyian


__ADS_3

Getaran hebat terjadi akibat langkah kaki monster tersebut sampai dibagian bawah tanah yang dimana ini adalah jalur perlarian warga..


Terlihat semua orang menjadi takut akan hal itu dan bahkan ada yang saling berdesakan untuk menyelamatkan diri mereka..


"Ibu.. aku takut.."


Seorang anak perempuan kecil merengek dengan sedih kearah ibunya..


Ibunya secara perlahan menatap kearah anaknya yang sedang dia gendong di bahunya.


"Semua akan baik - baik saja.. tidak ada yang perlu dikhawatirkan"


Ketika dia menyelesaikan kata-katanya itu sesuatu terjadi di dinding dekat mereka bergetar dengan hebat..


Dinding tersebut bergetar dan akhirnya menunjukkan sesuatu..


Itu..


"Agh.."


Seseorang berteriak dengan keras ketika tangannya telah hilang..


Sebuah tangan menarik itu kearah lubang yang muncul..


Monster tersebut begitu cepat melakukan serangan tersebut..


"Ibu!!"


Anak kecil tersebut berteriak ketika dia melihat sebuah lubang muncul tepat diatas kepalanya..


Namun terlambat..


Monster tersebut telah meraih kepala ibunya dan menarik ke dalam lubang..


Tubuh ibu tersebut terjatuh tergelatak di tanah..


Anak kecil itu menangis begitu hebat..


Ketika salah satu lubang muncul di dekat gadis tersebut untuk menyerang..


Namun itu berhasil ditangkis dengan sebuah sihir tanah..


"Lari!"


Yuina berteriak kearah gadis tersebut ketika dia melindungi monster yang datang kearah anak kecil tersebut..


Namun anak kecil itu terlalu takut hingga dia tidak bisa menggerakkan kakinya..


Ketika salah satu monster muncul lagi dan telah melewati sihir perlindungan Yuina..


Hanya selangkah saja monster tersebut dari gadis tersebut untuk terbunuh..


Namun takdir berkata lain..


Liana sudah begitu cepat mengambil pedangnya dan menebas monster tersebut dengan cepat..


"Maaf aku terlambat"


Liana mengangkat anak kecil tersebut dan menjauh dari tempat ini..


Ketika itu jalan untuk menuju jalan keluar telah terhalang oleh banyak monster yang datang..


Warga hanya bisa mundur secara perlahan dengan rasa takut yang ada dipunggung mereka..


Monster tersebut memiliki penampilan tikus tanah dengan cakar yang begitu tajam dan kulit yang begitu keras seperti trenggiling.


Sepertinya monster ini adalah jenis perkawinan silang antara monster tikus tanah dan trenggiling.


"Kekkekk"


Mereka tidak dapat berbicara namun suara yang mereka buat memiliki arti yang terdengar meremehkan..


"Semuanya tolong mundur.. monster ini akan pasti kami basmi" Ucap Yuina dengan nyaring.


Ketika dia sedang berbicara salah satu monster muncul di belakang para warga..


Pak Demark datang memukul monster tersebut dengan begitu kuat..


Pak Demark memberikan sebuah pukulan berotot yang begitu mengerikan..


"Tuan putri kami ada membantu" Ucap Demark dengan gagah..


Bu kiana juga langsung mengambil pedang miliknya dan mengeluarkan Aura Pedang yang mengerikan..


"Hati - hati Demark.. monster ini tidak bisa diremehkan"


Ketika bu Kiana berbicara seperti itu salah satu monster muncul tepat diatas kepala Pak Demark..

__ADS_1


Bu Kiana dengan cepat menebas itu dengan nyaris memotong rambut baru pak Demark.


Pak Demark merasakan ketakutan yang mengerikan dibandingkan monster..


"Kau juga tolong hati - hati" Ucap pak Demark dengan ketakutan..


Bu Kiana masih sangat fokus dengan apa yang dia lakukan..


Bu Kiana tidak ingin sesuatu terjadi pada semua orang yang ada di sini..


"Syukurlah"


Yuina dan Liana perlahan merasakan beratnya beban yang dia pikul sedikit berkurang..


Karena bagian belakang telah dijaga oleh Pak Demark dan Bu Kiana yang ada di sana..


Jadi dia tidak perlu khawatir lagi..


Liana melihat monster yang ada dan menfokuskan dirinya ke pedang miliknya..


Dia mengeluarkan Aura Pedang yang dia punya dan ini jauh lebih kuat dari Bu Kiana..


Yuina merasakan kagum akan hal itu bahwa Liana telah menjadi kuat dari terakhir kali dia bertemu..


Monster yang ada di depan masuk ke dalam tanah dengan cepat dan perlahan tanah mulai merasakan sedikit getaran..


Satu muncul tepat diatas dan satu dari samping..


Liana mengayunkan pedang dengan cepat tanpa terlihat sedikitpun garis lintasan pedang yang dia lakukan..


Seketika kepala monster itu sudah tergeletak di tanah..


Kulit monster tersebut sangatlah tebal namun Liana dengan nyaman membunuh mereka..


Satu monster muncul secara terlambat datang dari belakangnya..


Yuina telah menyiapkan mantra miliknya dengan sihir air yang diarahkan kepada monster tersebut dan merubahnya menjadi es..


Monster tersebut menjadi beku dengan cepat..


"Hati - hati" Ucap Yuina dengan kesal.


"Aku tahu ada monster di belakangku makanya aku serahkan kepadamu" Balas Liana dengan santai.


"Tch.. masih saja sombong"


Monster yang lain memandang satu sama lain dan mereka masuk ke dalam tanah secara bersamaan..


Jalan persembunyian istana melalui jalur terowongan dan tempat ini adalah bawah tanah..


Jika membicarakan hal itu..


Secara alami ini adalah tempat terbaik mereka untuk bertarung..


Sedangkan untuk manusia..


Tempat yang begitu sempit dan memiliki banyak orang yang ada di dalam akan menjadi begitu sulit untuk bertarung..


Yuina dan Liana hanya perlu bertahan dan tidak perlu melakukan pertarungan yang merugikan..


Pasukan yang dibawah Liana telah menjaga warga dari monster tersebut dengan berjaga disekitar..


Bagian belakang ada juga Bu Kiana dan Pak Demark jadi mereka berdua hanya perlu bertahan dari musuh yang muncul diarea mereka..


Satu muncul dari samping dengan mengangkat cakarnya kearah Liana..


Liana menahan serangannya dengan cepat dan menebasnya dengan nyaman..


Namun setelah satu dikalahkan..


Maka muncul lagi..


Yuina melancarkan sihir cahaya menyilaukan...


Makhluk bawah adalah makhluk yang biasa takut dengan cahaya..


Jadi Liana tidak menyiakan kesempatan yang diberikan Yuina dan menyerang musuh dengan cepat.


Dua..


Tiga..


Enam..


Monster yang muncul telah dikalah Liana dengan cepat..


Dengan bantuan Yuina dia bisa leluasa dan nyaman melakukan serangan ketika Yuina yang menjaga warga di belakangnya..

__ADS_1


...


"Pukulan kematian"


Pak Demark dengan bersemangat melancarkan serangan yang begitu kuat kearah monster..


Kulit monster yang keras itu retak seketika dan membuatnya mati dengan kepalanya yang hancur..


Kiana dengan sengit melancarkan serangan pedangnya dengan nyaman..


Kombo mereka berdua begitu sangat bagus..


Karena mereka berdua telah menjadi satu party yang sangat lama..


"Maaf Kiana membuatmu terseret di sini"


"Apa yang sekarang kau bicarakan ?"


"Jika kau tidak ikut denganku mungkin--"


"Tidak perlu khawatirkan masalah itu sekarang.. lagipula aku ikut karena keinginanku sendiri"


"Kenapa ?"


Kiana menebas pedangnya kearah monster dengan wajah yang sedikit memerah..


Kiana tahu akan perasaannya sejak dulu kepada Demark..


Namun Demark tidak menyadari hal itu..


Dia sedikit kesal akan hal itu dan menebas monster yang muncul di dekat Demark dengan tebasan angin yang dapat dirasakan oleh Demark...


Keringat dingin muncul di dahinya..


(Sebenarnya apa yang aku lawan di sini ?)


Pak Demark hanya bisa bergumam dengan takut dihatinya..


Satu hal..


Mereka..


Masih belum bertemu..


Dengan satu monster...


...


Getaran tanah kali ini muncul namun lebih kuat dari yang pertama..


Cakar yang begitu besar membelah dinding yang memiliki ukuran sebesar manusia dewasa..


Cakar tersebut memperlihatkan monster yang begitu besar dengan wajah yang mengerikan dengan aura yang mengerikan..


Sorot tatapannya begitu tajam..


Wajahnya seperti rubah namun dengan campuran tikus tanah dan trenggiling..


Kengerian muncul di hati semua orang..


Yuina dan Liana yang berada di depan melihat hal itu dengan jelas..


Karena monster tersebut keluar dari samping dinding yang ada di dekat mereka..


Semua monster yang menyerang mereka kembali ke bawah tanah dengan takut..


Senyuman muncul di monster tersebut dengan susunan wajah yang mengerikan tersebut..


Yuina dan Liana merasakan insting mereka untuk lari..


Namun tidak bisa..


Karena mereka harus melindungi semua orang..


Bersambung...


LIKE.


JIKA TIDAK..


AKU AKAN MENGHANCURKAN TANAH YANG KALIAN PIJAK..


HAHAHAHA...


...


Itu bukan suaraku..

__ADS_1


Itu adalah monster tadi..


Oke itu aja.. :)


__ADS_2