Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Arah Jalan..


__ADS_3

Kina dengan kesal menatap kearah Rian..


Rian merasakan tubuhnya tanpa sadar merinding lebih kuat dibandingkan melawan monster.


"Aku akan berhati - hati lain kali" Ucap Rian dengan takut.


"Jangan lain kali.. tapi untuk selamanya"


"Ya."


Iwan melihat Rian diceramahi oleh seorang gadis membuatnya tersenyum tanpa sadar.


"Kau juga sama"


Iwan menerima tatapan Kina dengan tajam kearahnya dan langsung terkejut menjawab.. "Iya saya akan lebih barhati - hati lagi"


Iwan tanpa sadar menggunakan bahasa formal dengan Kina karena takut.


Rian melihat itu ingin tertawa.


"Ini bukan hal lucu!" Ucap Kina dengan kesal.


Rian dan Iwan memiliki selera humor yang begitu receh membuat Kina ingin memukul mereka dengan begitu keras.


Melihat monster yang begitu besar masih melempar monster yang lebih kecil darinya kepada Rian dan Iwan..


Kina melihat hal itu menjadi semakin kesal..


Kina dengan kuat melempar belati kearah monster besar tersebut dan mengenainya tepat dibagian kepalanya.


Monster tersebut berteriak dengan kesakitan.


Rian dan Iwan melihat itu langsung terkejut dengan mulut terbuka lebar.


Jarak monster tersebut bisa dilihat memiliki lebih dari 30 meter dari dia melempar monster lain..


Dan Kina hanya menumbangkan hanya dengan melempar belati kearahnya yang memiliki jarak yang tidak masuk akal itu..


"Kalian tunggu apa lagi.. cepat lari"


"Ya kau benar.."


"Baik.."


"Ah.. Arahnya pusat kota kemana ya ?"


Kina dengan pelan menghela napas miliknya dengan begitu banyak kesabarannya yang dia tahan.


...


...


...


Seekor griffin terbang di udara dengan memperhatikan seseorang yang terus berlari..


"Tch..Sial.."


Aku mendecak lidah dengan kesal..


Aku melihat monster itu telah mengincarku dengan begitu buruk.


Aku mengambil panahku dengan cepat dan mengarahkannya ke griffin.


Monster itu melihatku mengincar dirinya langsung terbang dengan menukik tajam kearahku.


Aku melepaskan tali panahku dan melancarkan serangan kearahnya.


Namun Griffin dengan begitu mudah menghindari itu dengan memiringkan badannya selagi dia terbang.


Memanah monster yang bergerak diudara begitu susah.


Mengingat diriku hanya belajar panah baru - baru saja..


Ketika monster itu mendekati diriku sebuah pisau terbang menujunya.


Aku melihat kearah pisau tersebut datang dan terlihat seorang perempuan diatas atap bangunan sedang menatap kearahku.


Perempuan tersebut memiliki rambut yang terurai dan memiliki gaya rambut side ponytail yang diikat menggunakan pita.


Perempuan itu adalah Lisa.


Lisa menatap kearah Rei dan berbicara "Tunggu apa lagi ?"


Aku sadar.


Aku melihat kearah belakang dimana monster masih mengejarku..


...


...


...


Di pusat kota..


Semua orang telah mengambil posisi sebaik mungkin untuk melakukan penyergapan.

__ADS_1


Pemanah telah mengambil alih atas atap bangunan disekitar sebelah kanan lalu sebelah kiri telah diisi oleh Penyihir..


Bagian bawah diisi oleh para Ksatria dan Guardian.


Para Assassin telah bersembunyi ditempat yang tidak terlihat yang dimana mereka akan menyerang monster nantinya dari bagian belakang mereka.


Lalu dibagian paling belakang telah diisi oleh Suport dan Healer yang siap membantu korban terluka.


Lalu bagian depan Ksatria dan Guardian telah diisi banyak mantra sihir yang akan digunakan nantinya sebagai jebakan.


Acer telah bersusah payah dalam membuat hal ini..


Ini akan menjadi sebuah karya yang bagus nantinya..


Ksatria dan Guardian mengalami percakapan kecil diantara mereka.


"Kenapa mereka begitu lama ?"


"Mana aku tahu ?"


"Mungkinkah mereka sedang bertarung di jalan"


"Atau mereka menemukan monster kuat yang menahan mereka"


"Atau mereka telah dikalahkan"


"Atau jangan-jangan mereka tersesat"


Perkataan terakhir itu membuat semua orang menatap kearahnya.


Pria ksatria kecil itu mundur selangkah ke belakang.


"Orang idiot mana yang akan tersesat disituasi seperti ini"


"Jika mereka tersesat maka rencana ini seharusnya tidak dilakukan sejak awal"


Pria ksatria kecil itu mendapatkan hujatan dari mereka semua.


"Yah.. aku minta maaf"


Pria ksatria kecil itu meminta maaf atas pernyataan bodoh miliknya.


Dia seharusnya tidak mempertanyakan hal tersebut dari awal.


Mana mungkin orang yang mengatur rencana dari awal akan tersesat ?


...


Acer dapat mendengar hal itu begitu jelas karena tempat dia duduk tidak jauh dari sana.


Dia melihat kearah jalan yang masih kosong dimana tidak ada tanda-tanda kedatangan mereka bertiga..


Jika tidak ada sesuatu yang terjadi pasti tidak mungkin mereka akan berbelok menuju jalan memutar..


Jadi hanya satu kemungkinan yaitu mereka melawan monster yang kuat di jalan.


(Aku harap mereka tidak apa-apa)


Acer merasakan tanah yang dia pijak perlahan bergetar.


Batu kerikil yang ada di pinggir jalan ikut bergerak karena getaran yang kuat itu..


Acer menatap kearah jalan yang lurus namun itu tidak ada orang di sana..


Tunggu..


Ketika dia melihat ada seseorang dari arah kanan membawa sejumlah monster datang.


Itu adalah Rian dan Iwan.


Mereka berdua lari dengan cepat hingga mata mereka terbuka begitu lebar karena derasnya angin yang masuk ke mata mereka..


Mulut mereka terbuka dengan begitu lebar dan meneriaki sesuatu namun daun memasuki mulut mereka berdua..


Ketika Acer melihat mereka yang datang dari jalan sebelah kanan dia hanya bisa mengerutkan keningnya.


Ketika dia fokus ke bagian jalan kanan..


Tanpa dia sadari getaran dari jalan yang lurus begitu kuat..


Jalan yang lurus itu menampilkan sosok Rei yang berlari..


Rei berlari dengan bagus sambil memegang pedang dan tongkat sihir di tangannya..


Dia melancarkan sihir ke belakangnya untuk menyerang monster dengan sihirnya sambil berlari.


"Apa yang kulihat ini perbedaan surga dan neraka ?"


Acer tidak dapat menahan diri untuk tidak bergumam kecil.


"Siapkan senjata kalian untuk menyerang" Ucap Rei dengan begitu keras hingga terdengar oleh pasukan dari kejauhan.


Acer langsung membaca sihir untuk pengaktifan sihir jebakan miliknya dan juga pasukan langsung menyiapkan berbagai serangan yang akan mereka lancarkan.


Jarak Rei sekitar 70 meter dari jebakan..


...

__ADS_1


...


Aku telah mengetahui situasi Rian dan Iwan.


Aku mengetahui bahwa Kina juga ikut membantu mereka jadi aku dapat tenang.


Aku melihat Lisa yang berlari diatas atap bangunan dengan begitu lancar melakukan parkour.


Sialan kenapa dia begitu cepat berlari diatas sana ?


Dibagian sebelah kananku juga terliha Kina yang berlarian diatas atap..


Kina menuntun mereka menuju jalan yang benar ke pusat kota.


Ketika aku melihat Kina dan Lisa..


Mereka lebih hebat satu sama lain..


Tidak dengan temanku..


(Kalian sudah dekat juga) Rei


(Ya kami semakin dekat) Rian


(Oke bersiap) Rei


Aku menyuarakan suaraku melalui Skill kepada mereka berdua.


Karena mereka sudah berjuang susah payah untuk sampai ke pusat kota dengan cepat menyelaraskan diriku walaupun harus berkeliling jauh.. itu sudah cukup bagus untuk mereka..


Walaupun aku senang melihat mereka tersiksa..


Ketika aku sampai diujung jalan dimana itu berisikan sihir jebakan..


Ketika itu aku melihat Rian dan Iwan juga datang dari arah sebelah kanan..


Kami bertiga langsung melewati lingkaran sihir tersebut dan..


Monster dari dua arah langsung masuk ke dalam lingkaran sihir jebakan yang telah disiapkan..


"Realese The Heart Of Fire"


Acer meneriaki mantra miliknya dengan gagah berani..


Aku melihat ke belakang dimana banyak monster telah terbakar dengan api yang begitu panas muncul di bawah kaki mereka..


Panas dari api itu dapat aku rasakan diwajahku..


Walaupun sudah cukup jauh tapi panas api itu tetap terasa..


Hingga Lima menit jebakan itu bertahan membakar semua monster yang berusaha melewati itu..


Beberapa monster yang terbang di langit juga terkena dampak dari api tersebut dan beberapa yang lolos langsung diserang pemanah dan penyihir dari atas bangunan.


Beberapa monster yang tertinggal di belakang dan masih hidup telah dimusnahkan oleh Assassin.


Rencana ini berhasil walaupun berbeda di awal.


"Ha.. Ha.. Ha.. Lihat.. kami berhasil"


"Ya.. Kita.. Berhasil.."


Rian dan Iwan dengan kelelahan berbaring di tanah dengan napas yang begitu terengah-engah.


"Kerja bagus" Ucapku dengan senang.


Aku senang karena melihat mereka tersiksa akibat keidiotan mereka sendiri..


Ketika aku sedang bahagia..


Monster masih ada yang berdatangan..


Tapi kali ini tidak monster sendiri..


Seorang manusia dengan jubah yang penutup wajah bersama monster.


Tidak hanya satu..


Tapi..


Ada sekitar 20 manusia yang bersama monster..


"Ini akan sulit.."


Aku melihat bahwa sepertinya monster mematuhi perintah mereka..


Ini akan sulit jika monster memiliki strategi dan kerjasama dalam bertarung..


...


Bersambung..


Masih chapter bertarung..


Aku tidak bercanda bahwa pertarungan ini akan panjang..


Jadi tunggu lagi ya..

__ADS_1


Sabar.. Komedinya masih belum banyak.. ;)


Tapi jangan lupa like ya kalian.. karena aku lihat semakin ke bawah semakin sedikit yang like.. *.*...


__ADS_2