Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Jangan percaya dengan novel isekai


__ADS_3

Yuina mengambil langkah mundur langsung mengeluarkan mantra sihir miliknya..


"Dengan jiwa api yang panas yang diberkahi [Flameball]" Teriak Yuina dengan keras..


Aku yang mendengar hal itu langsung mengeluarkan sebuah sihir tanah yang dimana aku membentuk sebuah perisai dari tanah tersebut..


Lalu serangan tersebut langsung mengenai perisai yang aku buat..


Yuina menatapku dengan iri karena aku tidak perlu untuk mengucapkan sebuah mantra untuk mengeluarkannya..


Aku hanya tersenyum kecut akan hal itu..


Aku menggunakan sihir angin membalas dirinya dari samping namun sepertinya dia sudah menebak ini terjadi jadi dia menghindar dengan mundur ke belakang..


Lalu aku melihat mulut Yuina bergerak begitu cepat dan..


"[BreakFloor]"


Pijakan yang ada di kakiku langsung terasa bergoyang dan keseimbanganku mulai menghilang..


Yuina tidak membiarkan kesempatan ini menghilang..


Dia langsung mengucapkan mantra sihir yang begitu cepat dan..


"[Spines]"


Sebuah duri besar muncul dari dalam tanah..


Reaksiku begitu cepat untuk menggunakan sihir angin untuk melemparkan diriku ke belakang..


Saat aku mendarat ke belakang pijakanku langsung menghilang...


Yuina tersenyum melihat itu dan lagi mengeluarkan sihir yang sama..


[Spines]


Aku melindungi diriku menggunakan tangan untuk serangan yang datang.. namun serangan tersebut tidak ada yang muncul..


Sesaat aku membuka mataku aku sudah melihat Yuina berada tepat di depanku..


Yuina menjentik kepalaku menggunakan jarinya..


"Sakit" Ucapku sambil memegang dahiku..


"Hehe.. kau kalah" Balas Yuina dengan tersenyum..


Pertarungan yang tidak dapat prediksi terutama jebakan yang ada saat aku meloncat ke belakang itu sungguh tidak terduga..


"Kau harus lebih berhati hati lagi karena melawan manusia sangat berbeda dengan melawan monster"


Aku hanya dapat mengangguk mengerti akan hal itu..


Karena pada akhirnya manusia memiliki pikiran dan tipu muslihat yang dimana itu sangat berbeda dengan monster yang tidak memiliki akal..


"Aku akan mengingat hal itu" Ucapku kepada Yuina..


Yuina hanya tersenyum akan kemenangannya..


"Tuan putri memang memiliki pikiran licik dari kebanyakan orang" Kata Lisa yang telah melihat pertandingan kami..


"Terima kasih.. tunggu Lisa itu bukan pujian.."


"Saya tidak tahu kemampuan tuan putri meningkat lagi" Sambung Kina..


"Itu karena aku belajar untuk merapal sihir cepat dari pak Demark"


Pak Demark yang mendengar itu hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya..


"Tidak itu karena kemampuan tuan putri sendiri yang mampu melakukan itu"


Yuina menggelengkan kepala.. "Tidak itu karena ajaran dari Pak Demark terima kasih"


"Entah kenapa aku jadi malu"


Pak Demark sangat bahagia mendengar hal itu..


Sepertinya Pak Demark memang orang hebat aku pikir..


Tapi kenapa dia memiliki badan kekar seperti itu ?..

__ADS_1


Aku hanya menyimpan pertanyaan itu di kepalaku..


"Aku akan belajar lebih giat lagi.." Ucapku dengan semangat..


Setelah itu sesi latihan kami berlanjut dan tidak terasa waktu sore datang..


Kami berjalan pulang ditemani matahari yang tenggelam di ufuk barat menambah suasana kota kerajaan terasa sangat bagus untuk diliat..


Sepanjang perjalanan kami mengobrol santai dan saat sampai kami hanya bersantai hingga waktu makan malam dan setelah itu tibalah saat waktunya tidur..


Dan yah seperti biasa teman idiotku ada di kamarku..


Aku tidak memperdulikan mereka dan hanya membuka buku yang aku pinjam dari perpustakaan istana..


Aku sungguh terkejut bahwa perpustakaan kerajaan sangat besar dari yang aku pikirkan..


Aku sempat lama mencari buku yang aku cari namun syukurlah aku mendapatkannya..


Buku yang aku cari adalah buku tentang sejarah yang terjadi pada kerajaan lalu..


"Apa yang sedang kau baca"


Rian tiba tiba mengangguku yang sedang fokus..


"Oh kau membaca buku cerita" Ucap Iwan yang sedang melihat judul buku tersebut..


"Ini bukan buku cerita namun ini sejarah tentang dunia ini" Jawabku dengan tidak senang..


"Tch membosankan" Balasnya dengan pelan..


Aku hanya tersenyum kecut akan komentar..


Aku melanjutkan membaca buku tersebut..


Singkat penjelasan dari buku tersebut bahwa dunia ini dulunya memiliki keadaan yang akur dimana pertengkaran tidak ada namun saat ras iblis yang muncul entah darimana datang menyebabkan kekacauan..


Melihat hal ini dewa tidak tinggal diam dan memberikan sebuah kekuatan..


Yah ini sudah kayak cerita fantasy aja menurutku..


Pahlawan di panggil dari dunia lain untuk membantu kedamaian dunia dan mengalahkan raja iblis..


Dikatakan di sini mereka mati karena terluka parah dan ada juga yang bilang bahwa mereka kembali ke dunia asal mereka..


Aku hanya mengerutkan keningku di bagian ini..


Pahlawan dan dunia ini masih sangat misterius bahkan aku membaca buku sejarah ini masih banyak yang tidak begitu di jelaskan..


Seperti..


Sedang disembunyikan..


Atau mungkin saja ini di kontrol oleh yang mengawasi pintu tersebut..


Dimana orang tua paruh baya yang mengirim kami ke sini masih belum diterangkan secara jelas tugas kami apa di dunia ini.. ?


Pada akhirnya aku menutup buku tersebut dan berhenti membacanya..


Aku melihat temanku sedang asik bermain game..


"Hei aku ikut" Ucapku dengan cepat mengambil hpku dari kantong.


"Oh akhirnya.. kebetulan kami kekurangan satu orang healer disini" Ucap Rian dengan gembira..


"Lalu bagaimana ceritanya ?" Tanya Iwan kepadaku..


"Lebih menarik jalan cerita RPG" Jawabku dengan jujur..


Lalu kami bermain game rpg yang menggunakan hotspot dan bermain hingga larut malam dan lalu tertidur..


Keesokan paginya kami bersiap siap untuk berangkat menemani raja ke ibukota kerajaan..


"Yuina maafkan ayah karena menyerahkan urusan kerajaan padamu" Ucap sang raja dengan sedih..


"Apa yang ayah katakan.. ini sudah menjadi kebiasaan Yuina sejak ayah sakit" Balas Yuina dengan tersenyum.


"Kau benar, namun jangan paksakan dirimu"


"Iya ayah"

__ADS_1


"Kina, Lisa tolong jaga Yuina untukku" Ucap raja menatap kearah Kina dan Lisa.


""Tentu yang mulia"" Jawab mereka berdua secara bersamaan..


Dari balik pembicaraan sepertinya Yuina, Kina dan Lisa tidak ikut untuk menemani raja..


Hanya aku dengan teman idiotku dan beberapa pasukan pengawal yang sepertinya berangkat..


"Kami berangkat" Ucapku kepada mereka.."Hei kalian tidak mengucapkan sesuatu" Ucapku kepada Rian dan Iwan yang ada di sampingku..


""Kami berangkat""


Mereka berdua mengatakan hal yang sama dengan apa yang aku katakan..


Yuina dan yang lainnya hanya tersenyum mengantarkan kami ke pintu gerbang istana..


"Jaga ayah untukku" Ucap Yuina saat aku berbalik ingin pergi..


Aku yang mendengar hal itu bingung ingin menjawab apa dan hanya bisa menjawab "Oke serahkan padaku"


Yuina hanya tersenyum dengan cerah sambil melambai untuk kepergian kami..


.......


....


..


Perjalanan kami menuju ibukota kerajaan lumayan lancar..


Itulah yang aku pikirkan di awal..


Namun seperti biasa klise cerita dunia isekai yang dimana MC (Tokoh Utama) yang akan di cegat oleh bandit akhirnya terjadi pada kami..


Kami bertiga bangkit dari tempat duduk..


Raja melihat kami dengan heran..


"Raja tolong diam di dalam sini" Ucapku dengan keren..


"Biarkan kami yang mengurusnya" Sambung Iwan..


"Kalian.." Ucap Raja dengan heran..


"Tenang paman tidak usah khawatirkan kami" Ucap Rian dengan keren..


Kami bertiga turun dari kereta kuda dan bersiap untuk melindungi kereta dari para bandit..


Namun..


Kami berdiri di luar kereta dan melihat para pasukan kerajaan telah menumpas para bandit dengan begitu mudah..


Bahkan para bandit tersebut lari dengan ketakutan..


"Aree~"


Kami bertiga berdiri dengan bingung..


Bukankah seharusnya pasukan kerajaan dikalahkan oleh bandit lalu kami datang membantu untuk menumpaskan para bandit dengan pertarungan epic..


Namun kenapa..


Sialan..


Realita novel dunia isekai sekarang patut dipertanyakan..


Sekarang aku tidak akan percaya dengan cerita yang ada di novel isekai lagi..


...


Kami kembali duduk di dalam kereta dengan diam..


Sang raja menutup mulutnya menahan tawa melihat tingkat bodoh kami tadi..


...


Aku tarik kembali perkataanku..


Perjalanan kami menuju ibukota kerajaan berjalan lancar..

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2