
Luna kelelahan mengejar Drian yang berlari begitu cepat.
Dia menyandarkan tubuhnya di pohon dengan wajah yang sangat kelelahan.
Luna terkejut dengan cepatnya Drian yang bahkan dia tidak dapat menandinginya kecepatannya.
Bahkan seorang petualang terkuat yang pernah dia lihat bahkan tidak bisa berlari seperti itu.
Petualang terkuat itu adalah Celistia yaitu kakaknya Luna.
Dia petualang yang menjadi panutan Luna.
Sayangnya Celistia saat ini tidak ada di kerajaan Klienstar karena dia sedang dalam misi yang panjang diberikan guild kepadanya.
"Perjalananku masih panjang"
Luna mengeluhkan atas lemahnya dirinya.
Ketika dia melihat Drian menyelamatkan para gadis di sana hanya dengan sebuah batu kecil membuatnya semakin terkejut..
Yah itu semakin membuatnya penasaran..
Kenapa dia bisa semakin kuat dalam beberapa waktu terakhir ini.
Drian terlihat berbicara pada gadis yang dia selamatkan membuatnya tidak senang akan hal itu.
"Drian mari kita menuju tempat lain" Ucap Luna kepada Drian dengan nada agak kesal.
Drian berbalik badan kearahnya dan melihat kearah Luna yang memanggilnya.
"Ya kau benar.. kita tidak mempunyai banyak waktu" Balas Drian dengan tersenyum kecut.
Dia baru ingat bahwa aku adalah uang saat ini.
"Tolong ijinkan kami mengikuti tuan Drian.. kami pasti akan berguna" Ucap Giva dengan cepat.
Drian tidak terlalu mempermasalahkannya..
"Ya silahkan" Jawab Drian.
Luna mendengar itu menjadi cemberut dan berkata. "Kita berdua saja cukup"
Giva yang mendengar hal itu langsung mengerutkan keningnya.
"Banyak orang membantu lebih baik, bukankah begitu ?" Tanya Giva kepada Luna.
"Nah aku yakin kalian tidak terlalu berguna nantinya" Jawab Luna dengan nada yang menjengkelkan.
Mendengar hal itu kerutan marah di dahi Giva muncul.
"Lihat siapa yang berbicara karena kelelahan berlari dan tidak melakukan apa - apa" Balas Giva dengan kesal.
Wajah Luna menjadi memerah.
"Itu bukan permasalahannya disini" Ucapnya dengan panik.
Drian mendengar dua gadis berkelahi membuatnya kesal. "Cukup kita tidak mempunyai waktu.. jika kalian ingin bertengkar maka silahkan"
Drian dengan cepat pergi menuju tempat dimana masih banyak monster yang berdatangan..
"Tuan Drian"
"Drian"
Mereka saling menatap dengan tajam sebelum pergi mengejar Drian.
...
...
...
Aku berdiri di depan pintu gerbang benteng utama.
Bersama kedua temanku Rian dan Iwan.
Aku menatap kearah mereka berdua dan terlihat begitu gugup.
Yah itu tidak bisa dihindarkan.
"Ingat kita hanya perlu menggiring monster menuju tempat penyergapan yang telah disiapkan" Ucapku kepada mereka.
"Yah aku tahu itu" Balas Rian.
"Tenang saja ini pasti akan mudah" Sambung Iwan.
Aku telah memerintahkan semua orang untuk berjaga di pusat kota yang tempatnya berada ditengah kota.
Jadi di gerbang benteng saat ini hanya ada kami.
Kami hanya bertugas untuk menjadi umpan dan menggiring monster ke tempat penyergapan.
__ADS_1
Aku telah menyuruh Acer untuk membuat sihir besar sebagai jebakan nantinya.
Jadi aku sangat berharap bahwa akan banyak monster yang datang dan mengikuti kami.
*Drak.. *Drag..
Pintu gerbang memberikan suara dobrakan yang mengerikan.
Satu rantai penahan pintu gerbang putus..
Dan perlahan membuka gerbang..
Lalu selanjutnya pintu gerbang terbuka dengan cepat diikuti dengan wajah monster yang senang.
"Kita akan lari!"
Suaraku dengan cepat aku suarakan.
Kedua temanku langsung bergegas mengambil aba - aba..
Aku juga telah berlari dengan cepat..
Menoleh ke belakang terlihat monster telah melihat kami dan mulai mengejar.
Itu sangat menakutkan dan membuat jantungku berdegup dengan kencang. Aku sangat yakin ini bukan perasaan cinta.
"Kalian harus berhati-hati dan jangan sampai--"
Ketika aku melihat kiri dan kananku..
Teman idiotku tidak ada..
Karena tempat ini berisi bangunan jadi kemungkinan mereka untuk tersesat menjadi tinggi..
....
(Kalian Dimana ? Oi vangke!!!!)
Aku menyuarakan komunikasi skill pasif dari [Tiga Orang Idiot]
(Sepertinya aku tersesat) Rian
(Sama aku juga) Iwan
(Kalian idiot.. kenapa bisa kita terpisah) Rei
(Yah karena panik aku tidak melihat kearah mana aku berlari) Rian
(Ini bukan waktunya lelucon sekarang) Rei
Aku menoleh ke belakang dan melihat monster masih mengejarku di belakang walaupun sepertinya sebagian dari monster telah berkurang karena mengejar dua orang idiot itu.
(Apakah kalian dikejar monster) Rei
(Yap) Rian
(Sepertinya mereka jatuh cinta dengan ketampananku dan masih mengejar) Iwan
Sudah aku duga..
(Kalian masih ingat jalan pusat kota kan.. jadi tetap dalam rencana.. bawa mereka ke--)
Saat aku ingin menyelesaikan apa yang ingin aku katakan.. pernyataan idiot mereka pun keluar..
(Sayang sekali aku tidak tahu arah jalannya) Rian
(Untung aku punya GPS.. tunggu aku baru ingat disini tidak ada sinyal) Iwan
(...) Rei
Argg..
Aku tahu idiot mereka ini sudah ketingkat DNA.. Tidak Ketingkat ATOM..
(Bagaimana kalian bisa berjalan menuju tempat yang kalian tuju ketika masih dalam keadaan normal ?) Rei
(Rei kau tahu aku tidak mudah menghafal jalan bukan ? oleh karena itu aku sering bertanya dengan orang tentang arah jalan.. lagipula ibukota kerajaan ini besar bagaimana bisa aku hafal dengan mudah ?) Rian
(Sama aku juga.. aku hanya ingat jalan yang sering aku lewati dan selebihnya aku masih membaca peta) Iwan
(Apakah ada orang yang bisa ditanyakan arah jalan disini ?) Rian
(Bukan orang sudah melarikan diri) Iwan
(Haha aku lupa) Rian
(Kalian terlalu santai disituasi seperti ini.. kalian tahu ini menyangkut nyawa kalian!!) Rei
(...)
(...)
__ADS_1
Aku masih berlari dari kejaran monster dan merasakan bahwa aku salah mempercayai mereka dengan tugas ini..
Jika ini anime, manga atau novel..
Mungkin orang idiot seperti mereka sudah menjadi pameran yang bisa dibuang kapan saja..
Sialan..
(Bagaimana rencananya sekarang ?) Rian
(Kalian berlari saja dulu.. biarkan takdir menenentukan) Rei
(Tunggu kata - kata itu tidak cukup menyakinkan untuk saat) Iwan
(Aku akan terus berlari jadi jika ada sesuatu aku akan mengabari kalian) Rei
Aku hanya bisa mengandalkan keberuntungan mereka disituasi seperti ini..
Kata orang zaman dulu orang idiot hidupnya akan panjang..
Apakah itu benar ?
Aku terus berlari namun sesaat setelah aku menoleh ke belakang satu monster sudah semakin dekat denganku.
Setelah aku melihat lebih jauh ke belakang terlihat monster berbadan besar melempar monster untuk menangkap diriku.
Sialan kenapa mereka memiliki ide seperti itu..
Satu monster dilemparkan yaitu goblin jatuh tepat mengarahku.
Aku menghindari dengan cepat ke samping untuk tidak mengenai diriku.
Namun tidak hanya dia yang dilempar..
Monster yang begitu besar juga melempar serigala dan juga seekor monyet dengan tubuhnya yang berlapiskan kulit yang terlihat seperti batang tanaman.
Monster yang dia lempar membuat jalan perlarianku menjadi lebih sulit.
Satu monster yang dia lempar tepat berada di depanku dan dengan cepat aku berhenti untuk menghindari itu.
Monster yang dia lemparkan tersebut bangkit dari tumpukan tanah berdebu dan menampilkan sosok yang mengerikan..
Monster monyet ini lebih mengerikan dari saat aku melihatnya dari kejauhan..
Dia memberikan sebuah senyuman keramahan miliknya untuk bersiap membunuhku..
Aku tidak bisa lari..
Jika aku lari maka punggungku akan terbuka lebar dan itu membuatku menjadi mangsa yang begitu empuk untuk diserang..
Aku dengan cepat mengeluarkan belatiku dan juga tongkat sihirku...
Hanya hitungan detik banyak monster telah dekat denganku..
Sial..
Ini masih belum berakhir..
Mana sihirku masih banyak..
Energiku untuk bertarung juga masih ada..
Aku hanya perlu celah untuk melewati ini dan langsung pergi menuju tempat yang akan menjadi penyergapan monster sialan ini..
Bersambung..
Apakah nasib mereka baik - baik saja ?
Saksikan mereka setelah pesan - pesan berikut ini..
Like.. Komen and Vote..
Jangan lupa agar author menjadi semangat dalam menulis..
wkwk..Oke itu pesan singkatnya..
Kembali ke cerita..
Ah aku lupa..
Kalian harus menunggu beberapa hari lagi untuk bisa baca.. huhu.. kasihan.. aku yang nulis jadi udah tahu.. haha..
Jangan salahkan aku menjadi kejam..
Karena kalian tidak vote dan like maka..
*Plak sandal melayang..
Ah.. maaf aku cuman bercanda.. tolong jangan lempar itu..
Haha.. tokoh jahat tidak cocok denganku jadi maaf.. haha.. :')
__ADS_1
Updatenya masih slow ya.. kalau terlalu cepat nulisnya nanti amburadul.. wkwk.. walaupun sudah ada dipikiran tapi untuk mengungkapkannya menjadi sebuah tulisan itu cukup sulit kau tahu.. :')