Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Di sisi benteng..


__ADS_3

"Kita harus cepat untuk membantu pasukan lain"


Drian berlari dengan begitu cepat untuk menyerang monster yang selalu berdatangan..


Namun..


"Aku lebih berguna daripada dirimu yang hanya jadi beban" Ucap Giva dengan bangga setelah mengalahkan satu monster.


"Hah! aku adalah orang yang diandalkan Drian untuk menjaga bagian belakang.. kau tahu kami telah berburu monster bersama" Balas Luna dengan kesal.


"Waktu bersama tidak dihitung saat ini tapi yang dihitung adalah berapa banyak dirimu membantu ?"


"Oh kau meragukanku ? aku akan buktikan dengan membunuh monster lebih banyak darimu"


"Mari kita lihat kesombonganmu apakah sama dengan apa yang kau katakan"


Drian melihat Luna dan Giva sedang bertengkar selagi mereka berjalan.


Mereka sudah seperti ini selama membunuh monster.


Drian sudah menyerah untuk menengahi mereka karena sepertinya itu menjadi penyemangat mereka untuk membunuh monster..


Jadi apa salahnya ?


...


...


...


"Kalian maju bersama.. aku akan memberikan support terbaik kepada kalian"


Rambut Frey yang berwarna pirang berkibar dengan pelan oleh angin dan menampilkan sosok ketampanannya.


Beberapa perempuan menampilkan pipi memerah ketika mereka melihat Frey..


Frey membaca mantra dengan cepat ketika monster datang menuju para gadis.


"[Boost Aglity]"


Semua gadis merasakan tubuh mereka begitu ringan dan menunjukkan kelincahan mereka dalam membunuh monster yang datang.


Melihat hal itu Frey tidak dapat menahan senyum miliknya.


"Ah.. sungguh orang yang memerintah mereka menggunakan rok dalam bertarung adalah ide yang sangat bagus"


Frey berkata seperti itu setelah melihat rok para gadis berkibar begitu hebat dikarenakan gerakan mereka yang begitu liar dalam bertarung tanpa memperhatikan rok mereka.


"Yah walaupun kebanyakan dari mereka memakai lapisan celana pendek di sana.. tapi pemandangan ini tidak buruk.. ah sial hidungku mulai memanas"


Frey memberikan komentar dengan wajah tersenyum.


Untungnya tidak ada yang mendengar Frey mengatakan itu.


Jika para gadis itu mendengarnya berkata begitu mungkin image ketampanan miliknya akan berubah menjadi orang mesum..


Namun sayangnya ada satu orang gadis yang mendengar hal itu yang tidak jauh dari Frey.


"Aku akan mencongkel matamu setelah pertarungan ini" Heni dengan kesal menyuarakan suaranya..


Frey bergidik ngeri dipunggungnya..


Frey memberikan senyuman. "Itu hanya bercandakan ?"


Heni dengan cepat menghilang dari pandangan Frey dan telah menuju monster yang tidak jauh darinya.


(Tapi aku akui kekuatan sihir support miliknya begitu kuat)


Heni merasakan tubuhnya begitu ringan dalam berbagai aspek..


Sihir milik Frey memberikan dorongan pada status semua orang..


Itu adalah kekuatan support tingkat tinggi..


Tidak semua Class Support bisa melakukan hal ini karena tingkat kesulitan mempelajari ini begitu tinggi.


(Sayang sekali orang ini begitu mesum)


...


...


...


Sebuah pisau menancap rapi di kepala monster.


"Terima kasih"


Para gadis berterima kasih atas bantuan Jack kepada mereka.


Jack mengangguk kepada mereka sebelum menghilang di sela - sela ranting pohon.

__ADS_1


Dia meloncati dari satu pohon ke pohon lain dengan cepat.


Jack telah membantu semua orang dengan keahlian melempar belati miliknya..


Dia memiliki skill melempar belati begitu hebat hingga ditingkat dimana mereka tidak akan pernah melesat dari pandangannya.


Dibalik topeng miliknya dia memiliki pandangan yang begitu tajam untuk melihat sekelilingnya.


Satu monster datang menuju kearah pasukan lain dan sebuah belati menancap dikepala mereka semua..


Belati milik Jack memiliki jumlah yang banyak dalam kantong penyimpanan miliknya jadi dia tidak perlu berpikir untuk kehabisan..


"Hebat"


Semua orang terpukai dengan kekuatan melempar miliknya.


Bahkan anak panah saja tidak bisa menembus daging monster yang tebal ini..


Namun kekuatan melempar belati Jack membuatnya seperti menancapkan pisau di keju.


"Kita harus cepat mengalahkan semua monster" Jack menyuarakan suaranya dengan keras kepada semua orang..


Pasukan dari Desa Pembunuh datang membantu pasukan Desa mata-mata dan membuat semuanya menjadi begitu mudah.


Beberapa Desa pembunuh juga menampilkan keahlian mereka dihadapan Desa mata - mata yang memiliki mayoritas anak gadis membuat mereka bersemangat.


Melihat hal itu Jack tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum..


Lelaki itu adalah makhluk yang begitu sederhana.


Hanya sedikit kaguman dari seorang gadis akan membuat mereka bersemangat.


Termasuk dirinya..


Jack melihat Hena sedang bertarung begitu fokus dengan monster yang ada di depannya.


Jack melempar pisau kepada monster itu dengan santai menuju mata monster.


Hena terbantu dengan hal itu dan dengan mudah melancarkan serangannya kepada monster.


"Terima kasih"


Hena tersenyum kepada Jack..


Dibalik topeng Jack terlihat dia sedang tersenyum membalas senyuman milik Hena.


"Aku sedikit penasaran.. kenapa sejak dulu kau memakai topeng ?" Ucap Hena dengan heran.


"Aku sangat yakin kau berbohong"


"Silahkan tebak sendiri"


Jack kembali meloncat keatas pohon dengan mudah dan mencari orang yang perlu dibantu.


Hena melihat punggung Jack telah menghilang dibalik pepohonan..


"Aku sangat penasaran dengan wajahmu sejak kecil"


Hena bergumam kepada dirinya sendiri karena sejak dulu dia selalu memperhatikan Jack tanpa dia sadari..


...


...


...


Beberapa menit kemudian..


...


Seluruh monster telah hilang dari sisi benteng..


Karena upaya Drian, Frey dan Jack..


Semua monster di sisi benteng telah musnah.


Frey, Jack dan Drian secara kebetulan bertemu bersama disuatu persimpangan untuk menuju jalan ke dalam Istana.


Karena sisi benteng hanya memiliki satu gerbang untuk masuk ke dalam benteng.


"Jack"


Frey memanggil Jack ketika dia melihatnya.


Jack mencari sumber suara dan melihat Frey sedang melambaikan tangannya.


Jack tersenyum dari balik topengnya dan bergegas mendekati Frey..


"Bagaimana keadaanmu"


"Tidak ada yang lebih baik dari ini" Ucap Frey dengan bahagia sebelum melanjutkan. "sangat disayangkan kau tidak dapat melihat apa yang aku lihat" Sambung Frey dengan menghela napasnya.

__ADS_1


Jack mendengar pernyataan Frey menjadi penasaran.


"Apa yang aku lewatkan ?"


"Semua gad--"


Sinar pisau memantul dari leher Frey dengan begitu cepat.


Frey ingin mengatakan sesuatu namun seseorang telah menghentikannya..


"Kau mengatakan sesuatu ?"


Heni menatap Frey dengan mata yang ingin membunuh..


"Aku tidak berkata apa-apa"


"Bagus"


Jack semakin penasaran dengan apa yang terjadi.


"Apakah ada sesuatu yang salah" Hena yang ada disampingnya Heni bertanya dengan penasaran.


"Kakak tahu sendiri dengan kepribadiannya"


"Maaf aku salah bertanya"


Hena mengerti dengan apa yang terjadi hanya dengan melihat Heni begitu kesal.


Jack melihat kearah Frey memberikan beberapa kedipan mata dengannya..


Kedipan mata mereka berisikan percakapan kecil yang hanya dipahami oleh mereka berdua..


'Beritahu aku nanti'


'Oke'


Itu adalah isi kode kedipan mata mereka..


"Aku membunuh 50 monster paling banyak" Ucap Luna dengan bangga.


"Aku yakin kau salah hitung.. aku yang banyak membunuh" Balas Giva dengan tatapan meremehkan.


"Apa.. kau pikir aku bodoh"


"Bukankah itu benar ?"


"Kau!!.. Drian bagaimana menurutmu ? Siapa yang membunuh monster paling banyak ?" Ucap Luna menghadap kearah Drian.


Drian menatap kearah gadis yang sedang ribut dengan mata yang begitu heran.


Dia sendiri tidak menghitung berapa banyak monster yang dia bunuh saking banyak jumlahnya.


Sekarang dia disuruh untuk menilai siapa yang paling banyak ?


(Bukankah aku yang paling banyak ?)


Drian ingin menyuarakan pendapatnya namun dia menahannya.


"Ya kalian berdua sudah berjuang dengan keras.. jika kalian bertanya siapa yang menang maka aku tidak bisa memilih diantara kalian.. tapi terima kasih karena telah membantuku"


Drian memberikan senyuman miliknya kepada mereka berdua dan seketika wajah mereka memerah dengan cerah.


Perkataan Drian membuat mereka senang walaupun tidak bisa memilih diantara mereka berdua namun Drian telah berterima kasih dengan tulus.


Itu sudah membuat mereka senang.


"Mari kita masuk untuk membantu yang lain" Ucap Drian memecah keheningan..


Jack dan Frey melihat keuwuan gadis terhadap Drian mulai merasakan sedikit iri dihati mereka.


Tapi mereka tahu bahwa Drian adalah orang yang banyak berkontribusi untuk memburu monster jadi mungkin itu adalah hal wajar bagi seorang tokoh utama disini untuk direbutkan oleh para gadis..


Jadi mereka hanya bisa menyalahkan nasib mereka yang buruk..


...


...


...


Bersambung..


Pertarungan mulai sampai kepuncak..


Tolong pembaca jangan berhenti sampai disini dulu..


Memang aku nulis agak lambat dari penulis lain.. Jadi aku harap kalian tidak berhenti disini..


Jangan lupa tekan tombol like juga.. Vote juga kalau bisa.. :')


Oke itu aja.. adios~

__ADS_1


__ADS_2