
(Apakah aku akan mati ?)
Kesadaran Pak Demark perlahan menghilang dengan darah yang mengalir melalui luka di kepalanya dan menutupi pandangannya..
Pendengaran miliknya memberikan sebuah dentuman hening yang begitu keras yang dikarenakan serangan monster tersebut.
Karena serangan tersebut pak Demark memiliki bekas cakaran dibagian wajahnya.
"Demark!"
Kiana menyuarakan suaranya namun Demark tidak beraksi apa - apa..
Yuina dengan cepat membuat sihir cahaya kembali untuk melindungi Pak Demark.
Mata monster tersebut yang hanya tersisa satu akibat serangan Bu Kiana memberikan rasa sakit yang hebat akibat efek cahaya itu.
Kiana memberikan serangan cepat kearah leher monster tersebut namun karena kulitnya yang begitu keras membuatnya menjadi monster yang begitu sulit ditangani..
Demark masih berdiri dengan tegap dengan sisa kekuatan miliknya..
"Demark kau bisa mendengarku ?"
Demark memulihkan kesadarannya secara perlahan..
Dia masih ingat bahwa dia harus tetap sadar ketika nyawa semua orang masih dalam bahaya..
Demark menyeka darah yang ada di kepalanya dan menggenggam erat tangannya..
Ketika sihir Yuina telah menghilang Monster tersebut akhirnya dapat mengembalikan penglihatan miliknya namun ketika dia membuka matanya..
Sebuah pedang dan pukulan melayang tepat ke wajahnya..
Monster tersebut terpental dengan jauh hingga ke dinding terowongan..
Cahaya kristal yang menjadi pencahayaan di setiap dinding perlahan meredup akibat getaran keras tersebut..
Cahaya tersebut kembali bersinar dan menampilkan sosok monster tersebut yang masih berdiri dengan kuat..
Kristal cahaya yang menyinari dinding secara perlahan jatuh di samping monster tersebut..
Monster tersebut menghindari kristal yang jatuh tersebut dengan sedikit menggeserkan badannya.
Melihat hal itu Yuina menjadi sedikit heran..
"Yuina, apakah kau juga menyadarinya ?"
Bu Kiana memberikan suaranya kepada Yuina dengan pelan..
Yuina mengangguk dengan pelan..
Kristal yang menjadi penerangan setiap dinding terowongan adalah Kristal Cahaya yang ditemukan di pertambangan kerajaan..
Karena unsur kristal tersebut yang begitu unik dimana cahaya tersebut akan terus bercahaya hingga dia dihancurkan secara berkeping - keping..
Karena kristal ini ayah Liana membuatnya sebagai bisnis baru seperti lampu penerangan di jalan,penerangan di rumah, hingga ke terowongan..
"Aku mempunyai rencana.. bisakah kau membantuku ?"
Yuina mengangguk dengan pelan sambil memperhatikan rencana yang diberikan Bu Kiana..
...
Monster tersebut memegang matanya dengan begitu kesakitan..
Beberapa detik kemudian akhirnya mata dapat melihat dengan begitu jelas..
Namun ketika dia membuka matanya apa yang dia lihat adalah sebuah lintasan pedang tajam yang begitu cepat mengarahkan kearahnya..
Pak Demark yang masih terluka terlihat memaksakan dirinya untuk ikut bertarung..
Dengan kekuatan mereka berdua monster tersebut terpojok dan hanya bisa melindungi dirinya..
Secara perlahan pedang yang Kiana pegang mulai hancur..
Bahkan tangan milik Pak Demark telah berdarah akibat memukul Monster tersebut..
Karena kulitnya yang saat ini telah berubah menjadi tajam dan keras..
Monster tersebut menjadi marah dan wajahnya sangat berubah..
Taring yang ada dimulutnya mulai memanjang..
Matanya menjadi merah dengan darah..
Cakarnya menjadi lebih tajam dari sebelumnya..
Satu tebasan dia gerakkan membuat pedang milik Kiana patah dengan rapi..
Kiana langsung mundur dengan cepat untuk menghindari itu..
__ADS_1
Pak Demark juga secara reflek mundur dengan cepat..
Mereka berdua tersenyum dengan hebat..
Itu karena waktu yang mereka ulur sudah sangat cukup memberikan waktu untuk Yuina membaca mantra sihir kuat miliknya..
"Maaf karena sudah menunggu.."
Yuina berdiri di lingkaran sihir yang begitu besar yang telah dia buat dalam waktu yang begitu singkat..
Dengan membaca mantra sihir yang telah dia selesaikan..
Saatnya untuk mengeluarkannya..
Yuina sebuah senyuman kejam miliknya..
Sihir angin yang dia keluarkan begitu besar dan mengangkat kristal yang ada di dinding terowongan..
Dengan pengendalian sihir angin Yuina kristal tersebut seperti menari - nari dan akhirnya menjadi satu..
Ketika kristal itu memusatkan menjadi satu dan terfokus kepada Monster tersebut..
Monster tersebut menjadi takut akan hal itu..
Dia bergegas menggali tanah untuk jalan dia kabur namun itu sudah terlambat..
Sihir jebakan yang telah disiapkannya sudah terpicu dan membuat tanah tersebut mengeras untuk tidak dapat digali..
Yuina adalah ahli dalam membuat sihir jebakan..
Tidak heran jika Kina dan Lisa menyebut Yuina adalah orang yang begitu licik..
"Kau melawan orang yang salah" Ucap Yuina dengan keras.
Yuina melancarkan serangan tersebut dengan begitu kuat dengan sihir anginnya yang menghantam tepat kearah monster tersebut..
Kulit yang begitu keras melindunginya kini terkikis begitu cepat dengan kristal yang mengenainya..
Bahkan kulit tersebut seolah begitu rapuh karenanya..
Monster tersebut tidak lama memiliki bengkak ditubuhnya dan secara perlahan itu mengeluarkan darah dari kulitnya..
Pecahan yang seperti nanah itu memberikan perasaan yang begitu menjijikkan untuk dilihat..
Secara perlahan monster tersebut tumbang dengan erangan kesakitan terakhir miliknya..
Darah mengalir dari monster tersebut dengan lubang yang begitu banyak di tubuhnya..
...
Yuina akhirnya dapat bernapas dengan lega..
Semua mana yang dia gunakan telah habis terfokuskan dalam satu sihir miliknya..
Yuina tidak dapat berdiri dan hanya bisa duduk dengan lemas..
Melihat ke samping Pak Demark sudah terbaring di tanah. Terlihat ditubuh Pak Demark penuh dengan luka dan bagian wajahnya yang terkena serangan monster tersebut secara perlahan mengalirkan darahnya hingga menutupi wajahnya..
"Demark!"
Kiana berlari mendekati Demark...
Demark yang jatuh terbaring karena kelelahan melihat Kiana yang begitu khawatir dengannya...
"Kiana.. aku minta maaf.. karena melibatkanmu"
Pak Demark dengan suara yang begitu serak memaksakan dirinya untuk berbicara..
"Tidak.. Demark.. itu bukan salahmu"
"Lagi - lagi aku membuatmu sedih"
Pak Demark memberikan sebuah senyuman terakhir miliknya sebelum dia menutupkan matanya..
"Demark.. bangun Demark.."
Suara Kiana begitu keras dan membuat dirinya menangis dengan hebat.
"Demark.."
Kiana mengangkat kepala pak Demark dan memeluknya dengan erat..
Kiana...
Dia begitu sedih...
Dia..
Sepertinya..
__ADS_1
Kehilangan seseorang yang berarti bagi hidupnya..
"Aku selalu mencintaimu"
Kiana menyatakan cinta dengan penuh dengan kesedihan dan penyesalan..
Dia tidak pernah mendengarnya..
Orang yang dia nyatakan cinta...
Tidak akan pernah mendengarnya..
Kini penyesalan muncul di hatinya..
...
(Sial.. aku hanya kelelahan saja kenapa ini menjadi seperti ini)
Demark menjadi begitu panik dengan apa yang sedang terjadi..
Luka yang diberikan monster tersebut tidaklah sampai membuatnya mati..
(Muridku apa yang harus aku lakukan)
Pak Demark teringat dengan cerita dimana tiga orang muridnya yang berpura - pura terluka ketika itu..
Dia tidak pernah menyadari ternyata berpura - pura sekarat tidak terlalu buruk juga..
...
...
...
"Hacim.." Suara bersin Rian terdengar begitu imut..
Sungguh membuatku kesal..
"Ini bukan saatnya bersin" Balasku dengan cepat sambil membunuh monster yang datang dengan belatiku..
"Sepertinya ada yang sedang membicarakanku" Balas Rian dengan menggosok hidungnya..
"Fokus.. kita masih belum selesai.." Iwan dengan cepat menyela selagi dia melindung Rian dari monster yang datang..
Rei melihat monster terus berdatangan dengan banyak..
Walaupun mereka mudah dikalahkan namun jumlah mereka tidak ngotak..
Itu bukan jumlah yang bisa dilawan dengan kekuatan..
"Pasukan yang terluka dan kelelahan cepat mundur dan bergantian dengan yang lain.."
Rei memerintahkan pasukannya dengan tegas..
Pasukan kerajaan dengan patuh menuruti tindakannya..
"Hei.. Rei.. itu makhluk apa ?"
Aku mengalihkan pandanganku kearah Rian yang sedang gemetar menunjuk sesuatu..
Ketika aku melihat apa yang sedang dia tunjuk..
Sungguh..
Aku tidak bisa berkata apa-apa melihat pemandangan yang aku lihat.
...
Bersambung...
Ah penatnya..
Sungguh menulis scene pertarungan membuatku kesal..
Itu cukup sulit..
Itulah kenapa kedamaian adalah yang terbaik..
Aku harap kalian masih suka..
Tolong jangan pergi karena hari damainya masih belum ada..
Karena aku akan memperkirakan bahwa chapter pertarungan ini akan berlangsung sangat lama..
Mungkin akan menghabiskan sepuluh chapter untuk hal ini..
Jadi maaf ya..
Komedinya masih belum ada.. :')
__ADS_1
Jangan lupa like ya.. :)
Oke.. :)