
Seluruh warga berbaris dengan rapi ketika ksatria kerajaan dengan ketat memeriksa seluruh orang.
Sembari membawa batu merah yang dimana itu akan menyala jika menemukan seorang vampire.
"Aku adalah manusia kenapa kalian memaksaku"
"Cepatlah pak sentuh batu ini dan semua akan berakhir dengan cepat"
Suara cekcok antara ksatria dan lelaki tua itu membuat perhatian Nikky teralihkan.
Setelah beberapa lama cekcok akhirnya dia mendekati batu tersebut dengan terpaksa.
Ketika dia menyentuh itu batu merah itu menyala dengan terang.
Semua pasukan langsung bersiaga mengelilingi pak tua itu.
Pak tua itu langsung mengeluarkan sayap vampirenya dan menerjang salah satu ksatria di depannya.
Ksatria itu langsung menangkis dengan lengannya. Itu reflek yang bagus namun sayangnya lengannya langsung terluka terkena cakar panjangnya.
Vampire tersebut mengitari tubuhnya dan menancapkan taringnya ke leher ksatria. Hanya perlu sepersekian detik hingga leher ksatria itu memucat hingga akhirnya dia mati akibat kehabisan darah untuk menuju otaknya.
"HAHAHA"
Dia tertawa dengan lepas dengan matanya yang begitu memerah darah.
"Jangan biarkan dia menghisap darah lebih banyak lagi"
Seluruh ksatria sekarang mengelilingi dengan penuh hati-hati.
Satu ksatria datang menuju kearahnya dengan menghunuskan pedangnya. Vampire itu bersiap untuk mengelak serangan yang terlihat jelas itu dengan senyum percaya dirinya. Namun itu bukanlah serangan melainkan pengalih perhatian yang dimana sebuah panah telah melesat kearahnya setelah dia mengelak.
Karena matanya tertuju kearah ksatria yang menyerangnya dia tidak menyadari bahwa pemanah telah menargetkan dirinya.
Satu panah tertancap dalam di mata kirinya. Namun panah itu masih belum cukup untuk menembus otaknya.
Ksatria yang sebagai pengalihan tersebut memberikan ayunan pedang dari samping tubuhnya.
Dia menghindari serangan tersebut dengan terbang menggunakan sayapnya. Berusaha untuk kabur tetapi jalan pelariannya telah ditutupi oleh sihir angin yang telah dirapalkan para penyihir kerajaan sedari tadi.
Setelah kehilangan keseimbangannya di udara panah telah dilancarkan membuatnya terjatuh ke tanah. Ksatria sudah bersiap disana langsung memenggal kepalanya tanpa banyak usaha.
"Sekarang kembali memeriksa semua orang dengan cepat"
...
Ksatria memeriksa satu persatu orang hingga sampai dimana giliran Nikky.
Nikky dengan ragu-ragu untuk memegang batu itu dengan kecepatan yang begitu lambat.
"Bisakah lebih cepat"
Gertakan ksatria membuatnya merasa takut untuk menyentuhnya. Hingga ksatria itu langsung memegang lengannya dan memaksa untuk menyentuhnya langsung.
Batu tidak bercahaya namun warna batu perlahan berubah menjadi merah tua yang begitu gelap.
"Ini.."
Ksatria menjadi bingung dengan situasi ini. Karena ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
"Hei apa yang terjadi di sini!"
Ksatria yang ada di sekitarnya melihat perubahan warna batu itu langsung menyuarakan kebingungannya.
Ketika itu seseorang keluar dari kerumunan ksatria yang dimana wajahnya tidak dapat dilupakan oleh Nikky untuk selamanya.
Orang itu adalah--
"Oh lihat disini ternyata kau.. spesimen spesial"
Wajahnya yang diselimuti dengan janggut panjang berwarna putih dengan jubah hitam panjang hingga lutut. Seringai senyum datang dari wajah pria paruh baya ini.
"Tuan.. ini"
"Dia adalah setengah vampire dan manusia.. Half Vampire"
__ADS_1
Ksatria melebarkan matanya dengan terkejut dan langsung mengeluarkan pedang dari sarung miliknya.
Seluruh warga yang ada disekitarnya telah menjauh darinya dan ksatria telah mengelilinginya.
"Bagaimana jika kau kembali denganku untuk menghindari pertumpahan darah yang tidak perlu terjadi"
Nikky tertawa mendengar tawaran dari pria itu dengan suara yang begitu dalam.
Nikky masih ingat dengan perlakuannya yang tidak manusiawi itu.
Diperlakukan seperti binatang uji coba dengan berbagai hal yang dilakukannya pada tubuhnya.
Bahkan ruang dingin di selnya dan makanan yang begitu tidak nyaman itu masih teringat dibenaknya.. Setiap malam terasa sangat sulit untuk tidur ketika seluruh tubuhnya sakit..
Mengingat semua itu hanya membuatnya marah.
"Apa yang membuatmu berpikir aku akan kembali ?"
Wajah pria itu menjadi gelap dengan tatapan marah yang dia tujukan.
"Begitu rupanya.."
Pria itu menatap kearah ksatria dan memberikan kode untuk menyerang.
Ksatria maju dengan cepat kearah Nikky.
Seketika mata Nikky berubah menjadi berwarna merah dan setiap gerakan manusia menjadi lambat dimatanya.
Reaksi tubuhnya dengan cepat menghindari serangan yang datang.
Namun walaupun dia telah menghindarinya satu ksatria datang lagi..
Menyerang dirinya secara bersamaan..
Tubuh Nikky mengeluarkan sayap vampire namun lebih besar dari sayap vampire pada umumnya.
Mengepakkan sayapnya membuat ksatria yang datang kearahnya terpental dengan kuat.
Kekuatan miliknya lebih kuat dibandingkan dengan vampire biasa.
"Aku benci mengakui ini tapi kekuatanmu sungguh mengalami peningkatan namun apakah kau masih bisa melawan dengan ini"
Pria itu tersenyum ketika ksatria muncul disampingnya menyeret seseorang yang aku kenal.
"Nikky!"
Nikky bisa melihat ekspresi ketakutan datang dari wajahnya.
Viale telah ditangkap oleh ksatria kerajaan.. namun tidak hanya Viale saja. Paman dan Bibi juga telah ditangkap.
"Apakah kau mau menyerah sekarang ?"
Menggertak gigi dengan keras.. Nikky memutuskan untuk mendengarkan perkataannya.
Sayapnya kembali ke tubuhnya dengan begitu rapi hingga tidak terlihat.
Pria itu tersenyum dengan lebar ketika melihat Nikky menyerah.
"Sekarang lepaskan mereka"
Pria itu melempar sebuah kalung kepadanya.
"Pakailah kalung budak itu.. maka akan aku lepaskan"
Nikky dengan cepat mengambil kalung tersebut dan memasangnya di lehernya.
Kalung budak membuat seseorang yang mengenakannya tidak dapat mengeluarkan kekuatan dan tidak akan melawan kepada majikannya.
"Sekarang rantai dia"
Ksatria kerajaan dengan sigap mematuhi perkataan pria itu dan merantai seluruh tubuh Nikky dengan rantai besi yang begitu kuat.
"Nah sekarang mari kita bunuh mereka bertiga"
"Hah!"
__ADS_1
Ksatria kerajaan heran dengan perintah yang datang.
"Tuan ? kenapa kita membunuh mereka ?"
"Tentu saja untuk menghilangkan upaya pengkhianatan.. kau lupa dengan skill pesona milik vampire"
"Tapi--"
Pria itu menghela napasnya dengan kesal dan menarik pedang ksatria itu dari sarung miliknya.
"Tunggu apa yang kau lakukan ?"
Nikky berteriak dengan keras kepadanya.
"Menghilangkan kemungkinan dirimu untuk kabur lagi.. ini diperlukan"
Pria itu dengan ganas menusuk leher paman hingga tembus. Darah berceceran dengan deras disana.
"Sayang!!"
"Ayah!"
Suara derai tangis datang hingga teriakan itu menjadi hal yang dapat didengar oleh Nikky.
"TOLONG BERHENTI!"
Nikky dengan sekuat tenaga berteriak kepadanya.
Namun pria itu tidak berhenti dan kini beralih menuju bibi dengan menusuk perutnya.
Mulutnya memuntahkan darah dengan wajah yang penuh dengan kesedihan..
"TIDAK!"
Pria itu kembali menatap Nikky dengan tersenyum..
"Kau tahu ini adalah salahmu sendiri.. mengapa kau kabur ?"
Pria itu kembali menatap Viale.
"Nikky!" Viale terlihat sedih ketika menyebut namanya.
Pria itu menebas lurus kepalanya yang dimana kepala Viale berguling di tanah dengan air mata yang terlihat di wajahnya.
Kepalanya secara kebetulan terpaku kepada Nikky ketika itu terjadi..
"Bawakan aku lap.. tch darah mereka mengotori bajuku"
Nikky terdiam tanpa kata-kata..
Semua hal ini membuat darahnya mendidih..
Wajah Viale masih terngiang jelas di kepalanya..
Seandainya saja dia tidak hadir dikehidupan mereka..
Apakah mereka masih tertawa bahagia di meja makan mereka saat ini ?
Memikirkan hal itu membuat kepalanya panas..
Amarah kini mengendalikan dirinya..
Untuk balas dendam..
...
...
...
Bersambung...
...
Like :')
__ADS_1