Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Rencana


__ADS_3

"Mari kita fokus untuk membahas kenapa kita ada di sini" Ucap Pria bertopeng tersebut dengan panik.


"Ahem.. itu benar" Sambung Pria tampan yang ada disebelahnya.


"Aku tidak tahu bahwa tuan putri Liana mengundang kalian ?" Balas Kina dengan wajah marah kearah mereka.


"Aku juga tidak mengundang mereka tapi.." Liana ingin meneruskan perkataannya tapi terhenti saat melihat mereka berdua.


Wajah Pria tampan yang ramah berubah menjadi wajah yang penuh dengan kesedihan. "Ini bukan hanya masalah kalian sekarang"


Hena dan Heni juga merasakan hal yang sama ketika mendengar hal itu.


Kesedihan dan keputusasaan.


"Desa kami yaitu tempat dimana populasinya adalah pembunuh bayaran telah diserang oleh monster secara besar-besaran" Ucap pria tampan tersebut dengan berat. "Untungnya para penduduk desa selamat karena telah mengetahui ini dari desa mata-mata" Sambungnya sambil menatap kearah Hena dan Heni.


Hena mengangguk dan menatap kearah Liana. "Desa kami yang begitu tersembunyi dipegunungan telah hancur diserang.. untungnya medan pertarungan dapat dikendalikan dan berhasil memukul mundur monster" Ucap Hena dengan berat.


"Namun ini akan menjadi sangat sulit, mengingat monster tersebut tidak dalam kondisi normal mereka" Sambung Heni yang ada disampingnya.


Semua menjadi terdiam dengan perkataan tersebut hingga Liana bertanya. "Maksudmu ?"


"Mereka terlihat lebih kuat" Jawab Hena dengan berat.


"Mutasi, Evolusi dan hal sebagiannya.. tapi tidak terlalu yakin.. masih banyak informasi yang masih belum diketahui" Balas Heni dengan menggelengkan kepalanya.


Ruangan tersebut tiba tiba masuk ke dalam keadaan hening.


Pria tampan itu tidak tahan dan menyuarakan apa yang ingin dia katakan.


"Aku memang sedih ketika desa kami hancur.. tapi untungnya penduduk semua masih selamat.. dan juga.." Pria tampan itu menatap kearah Liana sebelum melanjutkan. "Setidaknya penduduk kami masih diterima di kerajaan ini dengan bahan makanan dan tempat tinggal yang bagus"


Pria bertopeng itu terlihat tersenyum dari balik topengnya.


"Yah itu memang hal yang membahagiakan.. apalagi ini semua dapat terjadi karena tiga orang laki-laki itu.. jika aku wanita mungkin aku sudah menembak mereka" Ucap Pria bertopeng itu dengan senang.


"Oi jangan bercanda.. mereka sudah diincar para gadis kau tahu.. lagipula kau tidak bisa bersaing dengan tuan putri sendiri" Balas Pria tampan tersebut dengan menggelengkan kepalanya.


"Oh orang 'itu' kan" Ucap Pria bertopeng itu.


"Ya itu"


"Aku sedikit lelah" Pria bertopeng berbicara.


"Oh silahkan tidur.. aku akan membaca sebuah cerita untukmu" Balas pria tampan tersebut.


Mereka berdua sedang memperagakan pembicaraan Liana dan Rei sebelumnya..


Tentu itu tidak sama namun mereka terlihat mengolok-olok hal itu..


""Hiiiii""


Kali ini bukan sebuah pisau kecil yang melayang.. melainkan sebuah pedang yang hampir mengenai mereka berdua..


"Mari kita fokus.." Ucap Liana dengan mata begitu merah.


Kedua orang itu menjadi diam dengan punggung dibasahi dengan keringat dingin.


"Mimpi yang muncul dalam tidurku merupakan mimpi dimana semua kerajaan disulut oleh api yang begitu besar.. tembok yang mengelilingi kerajaan semua telah hancur.. suara teriakan ada dimana-mana dan.."


"Dan.."


"Tidak.. lupakan apa yang aku katakan"


Semua merasa khawatir dengan perkataan terakhir milik Liana dengan apa yang terjadi.


"Apa yang akan terjadi sebenarnya ? Apakah kita menang ?" Tanya Pria tampan dengan tidak sabaran..


Liana menggelengkan kepalanya dengan bingung.


"Aku tidak tahu.. sebenarnya ramalan masa depanku begitu samar - samar sehingga aku tidak terlalu yakin" Ucap Liana dengan ragu sebelum dia melanjutkan perkataannya. "Namun.. aku yakin masa depan dapat dirubah, itu suatu keharusan"


Mereka tidak dapat berkata apa-apa..


Mereka bahkan tidak mempercayai sebenarnya apa yang akan terjadi pada mereka dimasa depan.


Jika ibukota kerajaan terbesar sampai dikalahkan..

__ADS_1


Harus kemana mereka pergi ?


...


Setelah itu mereka semua saling berbagi informasi..


Kina dan Lisa mengatakan dimana mereka diperintahkan oleh tuan putri Yuina untuk menyusup ke kerajaan tetangga..


Yaitu Gainiver dan Maister.


Dua kerajaan yang dimana memiliki perseteruan diantara mereka tiba-tiba melakukan gencatan senjata.


Lisa dan Kina mendengar dari pejabat pemerintah di sana yang mana sepertinya mereka menjalin aliansi diam - diam untuk menyerang kerajaan ketika diadakannya turnamen antara kerajaan yang akan diadakan lima tahun sekali.


Sekarang adalah waktu tersebut yang dimana sisa waktu tersebut hanya satu bulan 10 hari.


...


Hena dan Heni memberitahukan informasi yang mereka dapat ketika menangkap dua monster yang memiliki jenis yang berbeda.


Dua monster ini memiliki pikiran dari monster yang lain.


Ketika monster ini ditangkap mereka sering kali berusaha untuk membunuh diri mereka sendiri.


Tentu ini menjadi hal yang aneh..


Lalu Hena dan Heni mengeluarkan sesuatu dari kantong mereka.


"Ini adalah yang kami temukan di dalam tubuh mereka" Ucap Hena sambil meletakkan sesuatu yang berbentuk bulat berwarna merah darah di atas meja.


"Apa itu ?" Tanya pria tampan tersebut dengan penasaran.


Liana dengan berani mengambil benda itu dan melihatnya secara dekat.


"Ini memiliki tekstur yang keras namun juga memiliki bau yang aneh"


"Kami yakin ini adalah yang membuat mereka menjadi begitu kuat" Terang Hena dengan yakin.


Lalu mereka melanjutkan berbagi informasi..


Kali ini Pria tampan dan Pria bertopeng yang akan berbagi informasi yang mereka dapat.


"Kita lupa melakukan itu" Sambung Pria bertopeng dengan memukul topengnya.


"Ahem.. nama kami--"


Saat pria tampan itu ingin menyebutkan namanya tiba - tiba Hena memotongnya dengan cepat. "Frey dan Jack"


"Bisakah tidak memgambil bagian kami" Ucap Pria tampan tersebut dengan sedih.


"Sepertinya kita berdua hanya tokoh sampingan di sini" Sambung pria bertopeng tersebut.


Orang yang bernama Frey adalah pria tampan dan orang yang bernama Jack adalah pria bertopeng.


Jack memberikan sebuah senyuman dibalik topengnya dan berkata.. "Informasi yang dapat kami berikan kepada kalian hanya ini"


Dia mengambil sebuah kepala yang berada dari kantong penyimpanan miliknya.


"Monster tersebut dikendalikan oleh manusia" Sambungnya dengan berat.


Mereka melihat sebuah kepala yang masih terbalut dengan darah yang menempel dilehernya.


Kepala tersebut memiliki urat yang begitu mengerikan disekitar dahinya.


"Kepala desa kami bertaruh nyawa hanya untuk memenggal kepala orang ini" Ucap Jack dengan sedih.


"Kekuatan orang ini tidak bisa diremehkan" Sambung Frey sambil mencekram tangannya dengan marah.


Mereka saling memandang wajah yang dimana itu semakin menghitam dengan emosi yang tidak dapat dijelaskan.


Diskusi ini memang memperoleh hasil yang bagus namun semua yang ada hanya mengalami kebuntuan..


Mengalahkan monster normal saja mungkin akan susah tergantung dari jenisnya.


Namun bagaimana jika monster tersebut menjadi begitu kuat dengan beberapa obat dalam jumlah yang begitu banyak dan tidak hanya itu.


Mereka semua dikendalikan oleh manusia yang dimana memiliki sebuah akal.

__ADS_1


Kekuatan saja tidak cukup untuk mengalahkan mereka.


Ini..


"Sebaiknya kita tidak perlu khawatir begitu dalam.. kita hanya perlu mempersiapkan pasukan" Ucap Frey dengan tenang.


"Pertahanan benteng juga perlu ditingkatkan" Sambung Jack dengan senang.


"Jebakan mungkin juga membantu" Balas Frey dengan tersenyum.


"Atau kita dapat mengincar orang yang mengendalikan mosnter tersebut" Ucap Jack dengan tersenyum dibalik topengnya.


"Semua masih aman.. lihat kita hanya perlu berpikiran positif" Ucap Frey kearah mereka semua.


Semua orang merasa tenang sekarang.


Hena dan Heni hanya bisa tersenyum kecut ketika mood mereka kembali seperti semula.


"Penduduk desa kami bisa membantu untuk pertahanan dan jebakan" Ucap Hena dengan kepada Liana.


"Itu bagus.. terima kasih" Ucap Liana dengan bersyukur.


"Itu tidak diperlukan tuan putri" Balas Hena dengan tersenyum.


"Saya akan kembali ke sisi tuan putri Yuina dan memberitahu mereka tentang ini" Ucap Lisa kepada mereka semua.


Mereka yang Lisa sebutkan di sini tentunya adalah tiga orang itu.


Apakah aku perlu memberitahukan kalian siapa itu ?


"Aku memperhatikan bahwa Kina, kau memiliki sebuah klip rambut yang begitu cantik" Ucap Heni dengan senyuman licik kearah Kina.


"Oh aku juga memperhatikan kau memiliki sebuah sarung pisau baru dipinggangmu, Lisa" Ucap Hena dengan gembira.


Mendengar perkataan Hena dan Heni.


Frey menjadi tersenyum dengan penuh kebahagiaan.


"Hoho.. ini mungkinkah--"


Saat Frey ingin berbicara sesuatu tiba-tiba sesuatu terbang hampir mengenai dirinya..


"Aku belum mengatakan apapun dan juga kenapa hanya aku yang dilemparkan sebuah pisau ?" Ucap Frey dengan suara ketakutan.


Tatapan Lisa dan Kina jatuh kearah Jack.


"Tunggu.. aku tidak mengatakan apa-apa" Protes Jack dengan panik.


Sepertinya mereka berdua telah dibenci ?


Bersambung..


Terima kasih banyak yang sudah komen..


Kapan up ?


Wkwkwk :'v


Jujur aku juga mau secepatnya up, namun pekerjaanku masih begitu sibuk akhir-akhir ini.


Tapi jika nantinya pekerjaanku sudah reda atau sibuknya hilang. nanti upnya akan aku usahakan cepat.. aku tidak tahu pasti sih kapan.. :'3


Jangan berhenti ditengah jalan ya bacanya..


Aku harap setidaknya kalian membaca sampai dimana mereka bertiga berjuang untuk mengalahkan monster dan hal lainnya.


Setelah selesai itu terserah kalian mau berhenti..


Ahem.. aku kasih spoiler setelah selesai perang mereka akan...


*Plak.. Sebuah sendal melayang..


"Apa yang kalian lakukan ?"


""""No spoiler"""


T.T

__ADS_1


Oke..


Terima kasih karena sudah baca dan like. ;)


__ADS_2