
Cahaya yang begitu terang memasuki mata ketika tanah terakhir yang telah di gali gugur.
Semua orang berteriak begitu gembira dengan usaha keras yang mereka lalui namun perayaan tersebut hanya sebentar karena rasa lelah kembali membuat mereka sadar.
Mereka istirahat dan makan untuk mengembalikan stamina mereka yang telah hilang.
Gadis cantik berambut hitam dengan tanduk di kepalanya melangkah keluar untuk pertama kalinya untuk melihat daerah sekitar.
Awan berkabut ada mengelilingi daerah sekitarnya namun tidak setebal yang dia kira..
"Apakah karena ini mendekati area luar"
Gadis itu tanpa sadar bergumam melihat apa yang terjadi.
Hutan berkabut ini memang tidak setebal apa yang ada. Karena tempat ini memiliki tingkatannya.
Semakin dalam maka akan semakin tebal kabutnya.
Inilah alasan mengapa mereka harus membuat tempat teleportasi di dalam tanah dan harus menggali lebih jauh kearah luar agar nantinya pasukan mereka ketika keluar tidak perlu menghadapi kabut yang menyebalkan ini.
"Lebih baik menyiapkan segalanya lebih cepat"
...
...
...
"Adakah gadis cantik di jalan yang perlu diselamatkan" Ucap Rian dengan nada yang kesal.
"Kalau dipikir-pikir kita tidak pernah mendapatkan kesempatan seperti itu" Balas Iwan yang ada disamping Rian.
Aku yang sedang duduk di kusir mendengar percakapan mereka dan ikut berbicara.
"Kalian lupa ketika kita melakukan misi berburu kelinci tiba-tiba bertarung melawan serigala"
Aku masih ingat ketika menerima misi pertama kali dari guild petualang untuk melawan kelinci berakhir bencana.
"Oh ya aku ingat sekarang" Balas Rian dengan memukul tangannya.
Sudah aku duga mereka sudah lupa akan hal itu.
"Ah sayangnya kita tidak dapat balasan dari mereka" Ucap Iwan dengan mendesah kesal.
"Nah saat itu wajah kalian masih jelek jadi mana mau mereka mendekati kalian" Jawabku dengan santai.
"Sialan kau Rei.. walaupun itu ada benarnya" Balas Rian dengan kesal.
"Tapi wajah kita sudah tampan.. hehehe.." Sambung Iwan dengan tawa yang jahat.
"Sayangnya itu hanya sementara" Balasku dengan sinis.
"Kau selalu suka merusak suasana bahagia ya"
Aku hanya tersenyum mendengar mereka dan masih fokus untuk menyetir.
Hari mulai gelap namun perjalanan menuju hutan berkabut tidak jauh lagi jika melihat diposisi mana kami berada.
Namun ketika sampai tidak ada yang bisa kami lakukan juga untuk menjelajahi hutan karena gelapnya malam.
Ini sangat disayangkan tapi apa boleh buat. Sepertinya kami harus mencari tempat yang datar untuk mendirikan tenda.
..
"Kita akan bermalam di sini"
Aku turun dari tempat duduk kusir sembari merenggangkan punggungku yang kaku karena terlalu lama duduk.
"Fiuh~ akhirnya istirahat.. seperti biasa kita akan menginap diluar" Ucap Rian dengan sedih.
"Kau harusnya bersyukur ini seharusnya menjadi perjalanan yang panjang namun kuda Unicorn yang membawa kita sangat cepat"
Seakan memahami perkataanku kuda Unicorn melihatku dengan wajah memerah malu.
Rian dan Iwan yang melihat itu menjadi tersenyum.
"Sepertinya ada seseorang yang naksir denganmu Rei.. Haha" Ucap Iwan dengan tertawa terbahak-bahak.
Rian yang ada disampingnya memiliki senyum di wajahnya.
"Jangan coba-coba memikirkan itu" Ucapku kepadanya.
"Apa kau jadi suka Furry, Rei" Ucap Rian dengan memandangi tajam kearah wajahku.
__ADS_1
Sudah kuduga dia akan berkata itu dari mulut idiotnya itu.
"Tiga tahun kau jomblo yang suka pertama kali denganmu adalah kuda" Sambung Iwan dengan masih tertawa.
"Hei" Rian menyenggol pinggang Iwan dengan sikunya.
Menyadari apa yang baru dikatakannya Iwan langsung panik. "Ah maaf.. aku bukan bermaksud untuk mengingatkanmu"
Mereka berdua cukup peka untuk hal seperti itu.
"Tidak perlu khawatir"
Ini bukan berarti aku tidak bisa melupakan itu namun kejadian itu cukup menyedihkan untuk diingat.
Seandainya saja aku tahu keadaannya seperti itu apakah dia tidak akan meninggalkanku.
"Lihat dia sekarang memikirkannya"
"Aku cuman mau bercanda"
Melihat aku yang terdiam mereka mulai menyalahkan satu sama lain.
"Kalian pasang tenda.. aku akan menyalakan api"
Aku berjalan menjauh dari mereka dan mengais ranting kayu di sekitar.
Setelah mereka mengatakan itu aku jadi kembali teringat akan hal itu..
Lupakan itu..
Sekarang tujuanku adalah menyelamatkan Yuina agar aku tidak akan menyesal dikemudian hari.
...
Waktu berjalan begitu cepat hingga malam akhirnya tiba..
Kedua orang idiot itu sudah tidur di dalam tenda dengan nyenyak dan aku sendirian di luar untuk menjaga malam.
Kami memutuskan untuk bergantian namun sepertinya aku juga tidak bisa tidur untuk malam ini.
Aku meraih gelas berisi air putih yang ada di dekatku dan meminumnya.
Aku kembali menatap kearah api unggun yang suara retakan kayu yang terbakar mengisi malam yang sunyi ini.
Luka..
Senyuman..
Dia selalu berkata bahwa dirinya baik-baik saja namun pada akhirnya..
...
...
...
"Hei bangun.. ini sudah pagi"
Tubuhku digerakkan oleh seseorang untuk membuat diriku sadar
Aku perlahan membuka mataku dan melihat Rian sudah berdiri di depanku.
"Sheesh.. pada akhirnya kami yang berjaga malam ini dan kau malah enak tertidur"
"Hah! aku tertidur.. sejak kapan ?"
Aku tidak mengingat kapan aku tertidur namun melihat hari sudah begitu terang kemungkinan besar aku memang tertidur.
"Hoam.. kami berdua malah berjaga malam ini dan membunuh beberapa monster"
"Benarkah"
"Cuci mukamu dan mari sarapan"
Rian berjalan pergi mendekati api yang dimana itu telah berisi panci dengan makanan.
Mereka berdua menjadi begitu baik kepadaku apa yang terjadi ?.
Apa mereka mencoret wajahku lagi!?
Aku langsung mengambil cermin dan melihat wajahku sendiri yang masih tampan..
Tunggu!
__ADS_1
Wajah siapa ini..
Ah aku lupa.. inikan wajah tampan yang dibuat di hutan Elf.
Lalu apa yang aneh..
Rian berkata cuci muka jadi dia ingin membuatku ketampananku hilang dan mengejekku.
Aku tahu siasat licikmu.
"Mencuci wajahku... bukankah itu akan menghilangkan ketampananku" Ucapku dengan tersenyum.
Rian yang mengaduk makanan di panci terhenti dan Iwan yang menyusun piring juga terdiam.
"Apa katamu!"
Rian berkata dengan suara yang begitu terkejut kearahku.
"Bukankah itu tujuan licikmu dan kenapa malah kau yang terkejut"
"Wajahku bagaimana.."
"Hah!?"
Mereka berdua panik mencari cermin dan berteriak sedih.
"Wajahku hilang!"
"Rian bodoh.. kau menyuruhku untuk cuci muka tadi"
"Kau juga bodoh kenapa kau tidak ingat jika terkena air maka wajahmu akan hilang"
Apa yang mereka berdua katakan..
Tunggu wajah mereka sama seperti sebelumnya.. kenapa aku tidak menyadarinya.
Wajah mereka telah kembali seperti semula.
"Jangan bilang kalian"
"Jangan katakan!"
"Apa kalian lupa"
"Tidak!!"
Aku juga lupa bahwa mereka idiot..
...
Kami akhirnya melanjutkan perjalanan setelah selesai sarapan.
Tentu kedua orang idiot itu masih terkejut menyadari wajah tampan mereka hilang hingga mata mereka memiliki tatapan tanpa bernyawa.
Aku menarik kuda Unicorn dengan lebih kencang untuk mempercepat sampai ke tujuan. Untungnya wajahku masih tampan yang dimana unicorn masih mau membawa kami.
Jika seandainya saja wajahku kembali seperti semula kemungkinan mereka tidak akan mau membawa kami.
Bahkan ketika mereka melihat wajah Iwan dan Rian mereka memiliki tatapan yang begitu tajam dan membunuh.
Hah~
Aku menghela napasku dengan berat dan menatap kearah depan yang dimana tidak jauh dari mata memandang hutan berkabut telah terlihat.
Aku harap kami dapat mencari tanamannya tanpa ada kendala.
...
Bersambung..
Apa itu furry ?
Furry fandom adalah subkultur yang tertarik pada karakter hewan antropomorfik dengan kepribadian dan karakteristik manusia.Contoh atribut antropomorfik antara lain menunjukkan kecerdasan manusia dan ekspresi wajah, berbicara, berjalan dengan dua kaki, dan mengenakan pakaian. Wikipedia
Oke itu fakta menarik hari ini..
Like, Komen dan vote.
Jika kalian melakukan tiga hal tersebut kalian akan menjadi tampan seketika.
Jika tidak wajah kalian akan menjadi seperti mereka..
Wkwk..
__ADS_1
Canda..