Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Karakter Baru ?


__ADS_3

Aku bangun dari tidurku yang lelap dengan pelan.


Mengucek mataku seperti biasa ketika awal bangun dari tidur selalu melakukan hal ini.. mungkin bukan aku saja yang melakukan ini..


Mataku melihat kearah kananku yang dimana itu adalah Rian yang sedang tidur dengan dengkuran yang keras.


Aku hanya menghela napasku dengan kesal karena itu.


Alasan diriku bangun dari mimpi buruk adalah suara si kampret Rian.


Melihat lingkungan sekitar lagi terlihat Iwan juga ikut tertidur disamping Rian.


Aku hanya dapat mempertanyakan kepada diriku sendiri..


Kenapa mereka ada di sini ?.


Tatapanku lalu jatuh kepada gadis berambut silver dengan gaun yang begitu cantik di samping kiriku.


Wajahnya yang begitu manis dengan bibir merah muda yang begitu lembut.


Aliran napasnya memberikan sebuah ketenangan yang tidak dapat dijelaskan.


Rei mengucek matanya lagi karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat di matanya.


Lalu dia melihat Rian yang tertidur dekat dengannya langsung memukul kepalanya.


"Aw.. apa yang kau lakukan" Ucap Rian dengan marah.


Rei langsung terkejut.


"Kau merasakan sakit ?"


Rian yang masih setengah tidur membuka matanya dengan sebelah terbuka.


"Jelaslah.."


"Ini bukan mimpi ?"


"Kau memastikan ini bukan mimpi dengan memukulku ?"


"Jika aku memukul diriku bukankah itu hanya membuat diriku sakit"


"-_"


Mendengar suaraku, gadis disebelahku tersebut bangun dengan pelan dan langsung mengucek matanya dengan begitu lembut.


Rambutnya perlahan terkulai ke bawah dengan begitu pelan menampilkan keindahan rambut silver miliknya.


Dia melihat kearah Rei dengan tersenyum senang.


"Selamat pagi"


Rei langsung terkejut dengan hal itu..


Bahkan dia merasakan jantungnya berdegup dengan kencang.


Apakah aku terkena serangan jantung ?


Apakah di sini ada perawatan tentang jantung ?


Wajahnya terlihat begitu cantik..


Berapa lama aku tidak melihatnya..


Yuina.


"Apakah ada sesuatu diwajahku" Ucapnya dengan panik menyapu wajahnya.


Aku tersenyum kepadanya.


"Lama tidak bertemu"


"Apakah kau merindukanku" Balasnya kepadaku dengan tersenyum licik.


"Aku merindukanmu" Jawabku.


Mendengar itu Yuina langsung memerah.


Dia tidak menduga jawabanku datang.


Itu memang murni apa yang ada diperasaanku.


Lalu aku melihat ke depanku yang dimana seharusnya di sana ada Liana.


"Kemana Liana ?"


...


...


...


10 menit sebelumnya.

__ADS_1


Rian dan Iwan mengambil sebuah kursi yang ada dan mereka langsung tertidur dengan pulas..


Kina dan Lisa yang melihat itu tidak dapat percaya dengan apa yang mereka lakukan..


Melihat hal itu mereka berbicara dengan pelan kearah Liana.


"Tuan putri Liana, aku tahu anda tidak tidur"


Liana tidak bergerak dari tempat duduknya namun matanya secara perlahan terbuka.


"Kalian.." Liana berbicara dengan pasrah lalu diiringi dengan helaan napasnya.


Liana bangkit dari tempatnya dan berjalan keluar.


Yuina tidak mengetahui bahwa Lisa dan Kina begitu dekat dengan Liana.


Karena mereka sebenarnya memiliki sebuah aliansi yang dibentuk ketika mereka kecil.


Tentu itu bukan sebuah aliansi kanak-kanak yang langsung mereka lupakan.


Ini adalah aliansi kerjasama dalam hal informasi.


Karena Liana yang dapat memprediksi masa depan melalui mimpinya jadi Lisa dan Kina menjalin aliansi dengan alasan tersebut.


Waktu berlalu dan mereka saling melakukan pertukaran informasi yang mereka dapatkan.


"Mungkin ini waktu yang tepat" Ucap Liana dengan tidak senang.


Karena ketepatan waktu mereka datang begitu hebat.


Mereka bertiga berjalan menuju tempat dimana ruangan rahasia mereka yang dimana itu terletak di kamar Liana yang tersembunyi di balik rak buku kecil.


Liana menarik buku yang ada disana dan lingkaran sihir terbentuk dan rak buku itu bergeser menunjukkan sebuah pintu.


Pintu tersebut terbuka yang dimana itu menunjukkan sebuah ruangan yang begitu gelap.


"Aku tahu kau ada di sana" Ucap Lisa dengan tajam.


Dua orang muncul dari balik kegelapan di sudut ruangan.


Jubah panjang hitam yang dimana di belakang jubah mereka membentuk gambar bunga yang terbalut dengan pedang kerajaan.


Mereka membuka jubah yang menutupi wajah mereka yang dimana itu menampilkan sosok wanita yang begitu cantik.


Wajah mereka memiliki kesamaan yang begitu detail..


Mereka adalah saudara kembar.


Pisau kecil yang ada di pinggang mereka berdua memiliki sarung berwarna hitam dan putih.


Sekilas mereka begitu mirip jika saja sang kakak tidak memiliki tahi lalat kecil di bawah matanya.


Sang kakak bernama Hena dan si adik bernama Heni.


Mereka tersenyum kepada Lisa dan Kina yang datang.


Tatapan mereka begitu tajam kearah Lisa dan Kina.


"Lisa" Ucap Hena.


"Kina" Ucap Heni.


Berharap sebuah permusuhan akan terjadi namun ternyata tidak.


Mereka berjalan begitu cepat langsung memeluk mereka berdua.


"Lisa.. ah.. kulit putihmu begitu lembut seperti biasa" Ucap Hena dengan mengelus wajahnya begitu senang.


"Kina dadamu masih kecil seperti biasa tapi aku suka" Ucap Heni dengan santai memegang dadanya.


Liana yang ada disana hanya bisa tersenyum kecut.


Pertemuan ini tanpa ada janji sebelumnya namun mereka tahu akan kedatangan Lisa dan Kina.


(Seperti biasa dua orang mata - mata yang mengerikan)


Kina menjadi marah saat mendengar perkataan Heni yang dimana dia menyinggung sesuatu yang tidak seharusnya dia sebutkan.


Kina menggerakkan tangannya untuk mengambil pisau kecil yang ada pinggang miliknya namun tangan Heni begitu cepat menghalanginya.


"Apakah aku menyinggungmu ?"


Mereka saling bertatapan dengan begitu tajam.


Kina melakukan gerakan kaki untuk menjatuhkan Heni..


Heni beraksi cepat dengan mengangkat satu kakinya dan langsung berjuang untuk menghindari kaki yang ingin menariknya.


Pegangan Heni pada tangannya melonggar dan memberikan sebuah kesempatan.


Kina langsung menarik pisaunya dengan cepat dengan mengarahkan kearah Heni..


Heni dengan mantap menangkisnya dengan sebuah gelang besi yang ada pergelangan tangannya.

__ADS_1


Percikan dan suara dentuman logam terjadi di sana.


Heni begitu percaya diri dalam melakukan pertahanan.


Walaupun itu hanya sebuah besi kecil yang secara logika tidak bisa melindungi seluruh tubuh dari serangan.


Namun ini berbeda jika Heni yang melakukannya.


Benda besi ini bisa melindungi Heni dari serangan dengan begitu efisien tanpa membuang gerakan yang tidak perlu.


Tentu ini hanya bisa dilakukan oleh Heni yang dimana konsentrasi dan keakuratannya dalam menebak serangan musuh berada ditingkatan yang berbeda.


Kina melancarkan serangan yang datang begitu cepat namun Heni menangkisnya dengan bagus hanya menggunakan besi kecil.


"Kau!"


Kina menjadi kehilangan kesabaran.


Dia meggunakan gerakan kakinya dengan melancarkan sebuah tendangan yang begitu cepat kearah kepala Heni.


Heni langsung menangkisnya dengan kedua tangannya.


Kina yang masih memegang pisau langsung melemparkan kearah wajahnya.


Heni memiringkan kepalanya dengan begitu nyaris hampir mengenainya.


Heni melakukan serangan balasan menggunakan kakinya juga dengan menuju tepat kearah kepala Kina.


Kina mundur kebelakang untuk menghindarinya.


Suara napas mereka begitu berat.


"Hmm.. pertarungan yang bagus"


Suara seorang laki-laki muncul dari kegelapan secara perlahan menampilkan wajah tampannya yang begitu indah.


"Tiga kali rok Heni terangkat dan dua kali Rok Kina terangkat" Ucap salah satu orang lagi yang muncul dari kegelapan.


Orang yang berbicara ini memiliki sebuah topeng berwarna biru yang dia kenakan dengan pola cakar serigala dikedua pipinya.


"Menurutmu siapa yang menang ?" Tanya lelaki tampan tersebut dengan penasaran.


"Hmm.. aku memilih Heni yang akan menang karena rok yang terangkat menampilkan celana bergaris biru layaknya langit yang begitu indah" Jawab lelaki bertopeng.


"Hmm.. aku lebih memilih Kina sih.. walaupun dia terlihat tomboy celana dalamnya masih memiliki karakter beruang imut yang mendominasi" Balas lelaki tampan tersebut.


Mendengar jawaban mereka yang begitu berbeda. Mereka saling bertatapan wajah dengan penuh rasa bermusuhan.


Perbedaan pendapat yang kecil dapat membuat hal yang terjadi begitu mengerikan.


Inilah kenapa perang dunia tidak bisa berhenti karena perbedaan pendapat antara dua belah pihak.


Apakah tidak apa-apa membawa perang dunia hanya karena celana dalam ?


Saat mereka bertatapan sebuah pisau terbang hampir mengenai mereka berdua.


Angin dari pisau yang lewat dapat mereka rasakan dengan begitu mengerikan.


Mereka perlahan menatap siapa yang melempar tersebut.


Dan..


Mereka berdua hanya dapat tersenyum kecut ketika Kina dan Heni menatap mereka dengan niat membunuh yang mengerikan.


...


Bersambung...


Ruang curhat pemain..


"Hai kami karakter baru disini" Pria tampan


"Tunggu kita masih belum punya nama" Pria bertopeng.


"Auhtornya kelupaan" Pria tampan


"Pasti karena celana dalam milik Heni begitu mempesona hingga author kita lupa" Pria bertopeng


"Tunggu. kau pasti salah. author pasti lupa karena dia terpesona dengan milik Kina yang begitu imut" Pria tampan


"Tidak kau belum paham.. celana dalam bergaris itu memiliki seni yang begitu dalam dengan alam kau tahu' Pria bertopeng


"Hah!? tentu saja kau salah.. celana dalam berkarakter imut itu memiliki daya tarik dalam menunjukkan sifat tersembunyi mereka yang tidak kita ketahui kau tahu" Pria tampan


"Mari kita tanya langsung saja kepada author celana dalam apa yang lebih baik" Pria bertopeng


"Jika kau kalah maka traktir aku makan" Pria tampan


"Deal" Pria bertopeng


Sepertinya memasukan mereka kesini bukan hal yang tepat.. -Author


...

__ADS_1


__ADS_2